
Di dalam salah satu ruangan disana terlihat jika Patriak Mo dan semua tetua berkumpul, ruangan itu adalah tempat dimana para tetua biasa berdiskusi.
“Jadi, ada apa hal penting apa sampai Patriak meminta kita berkumpul disini?
“Ini tentang bocah gila itu…” Ucap Patriak Mo yang membuat mereka semua menahan nafas.
Mereka semua tentu tahu siapa itu bocah gila yang disebutkan oleh Patriak Mo, karena ia adalah dalang dari kerusuhan tadi siang, yang lebih parahnya lagi bocah gila itu langsung menghilang setelah membuat rusuh seperti jelangkung.
“Aku tidak tahu apa yang dia perbuat sampai membuat Patriak Ling ketakutan seperti itu, bahkan Patriak Ling sampai membantu menyadarkan kita semua tadi.”
Mereka semua baru menyadari tentang Patriak Ling yang ketakutan sebelumnya. Pikiran mereka tadi sangatlah kacau setelah merasakan aura mengerikan, namun mereka tidak mengetahui jika yang mengeluarkan aura mengerikan itu adalah Rey, karena mereka sudah kehilangan kesadaran setelah Patriak Ling mengeluarkan aura pendekarnya.
“Apa anda yakin tentang itu Patriak? Bisa saja dia dibantu oleh seseorang yang tentunya orang tersebut sangatlah kuat, karena bisa membuat Patriak Ling ketakutan seperti itu.” Ucap salah satu tetua bernama Wei.
“Aku tidak tahu, karena itu hanyalah asumsiku saja. Namun, jika pendapatmu itu benar, maka sudah bisa di pastikan bahwa bocah gila itu mempunyai latar belakang yang kuat.”
Mereka semua yang mendengar itu terkejut, jika mempunyai latar belakang yang sangat kuat, mengapa bocah gila itu mau menjadi bagian dari Sekte kecil mereka. Mereka semua tentu bingung dengan bocah gila alias Rey, karena bukan hanya gila tapi dia juga sangatlah barbar dan juga brutal.
“Apa kita bisa memulainya?” Tanya Patriak Mo.
“Silahkan Patriak” Jawab mereka secara serempak.
“Baiklah, jadi seperti ini…”
Patriak Mo menjelaskan tentang Rey yang mempunyai kekuatan yang sangat aneh dan tentunya sangat mengerikan, ia juga menambahkan tentang kemampuan Rey yang dapat menyembuhkan dirinya dalam sekejap mata.
Mereka semua yang mendengar itu tentu terkejut.
__ADS_1
“Kekuatan mengerikan seperti apa yang anda maksudkan Patriak?!”
“Di dalam tubuh bocah itu memiliki sesuatu yang sangat mengerikan, apa kalian merasakan pada saat tes kedua ada sebuah aura aneh yang samar-samar di sekitar kita saat itu? Aura aneh itu berasal dari tubub bocah itu, aku sendiri yang melihatnya walaupun hanya sekilas saja”
Mereka semua tentu terkejut, karena memang saat itu mereka sedikit merasakan aura aneh yang membuat tubuh mereka tidak nyaman. Namun, mereka semua hanya menganggap itu hanyalah perasaan mereka saja, tapi setelah Patriak Mo menjelaskan bahwa aura aneh itu adalah milik Rey, mereka tidak bisa untuk tidak terkejut.
“Ja-jadi aura aneh itu di keluarkan oleh bocah itu?!” Teriak Tetua Fengyi.
“Apa jangan-jangan dia seorang kultivator aliran hitam?!”
“Tidak-tidak, kultivator aliran hitam pun tidak memiliki aura aneh seperti bocah itu”
Seketika mereka semua hening, nampaknya mereka semua tengah berpikir tentang kemampuan aneh yang dimiliki oleh Rey. Jika bukan aliran hitam, lantas bagaimana Rey dapat memiliki aura mengerikan itu? Apalagi usianya yang tebilang masih sangat muda yaitu 10 tahun.
Di tengah-tengah keheningan tersebut, salah satu Tetua bernama Feilu bertanya.
Patriak Mo hanya diam saja, ia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya, karena ia hanya sekilas saja melihat benda putih seperti kapas yang langsung menyembuhkan pipi Rey seketika.
“Aku tidak tahu, aku hanya melihat sekilas benda berwarna putih menyentuh lukanya, dan dalam sekejap saja luka di tubuhnya hilang tanpa bekas.”
Penjelasan Patriak Mo membuat mereka semua menahan nafas. Jika benar bahwa bocah gila itu mempunyai kemampuan mengerikan seperti itu, mereka pasti akan memperlakukannya dengan baik karena dia merupakan asset penting untuk membangun Sekte kecil mereka.
“Jika yang di katakan Patriak benar, bukankah kita seharusnya senang? Akhirnya kita memiliki seorang murid yang bisa membuat Sekte kecil kita ini berkembang menjadi Sekte menengah, bahkan bukan tidak mungkin jika Sekte ini akan menjadi Sekte besar.” Ucap Tetua Feilu dengan semangat.
Mereka semua mengangguk setuju dengan pendapat Tetua Feilu, Sekte mereka adalah Sekte kecil yang bahkan bisa disebut sebagai Sekte terburuk, murid-murid mereka hanyalah seorang bocah yang bahkan tidak bisa di sebut jenius, bahkan murid elite yang mereka anggap jenius saja tidak bisa dibandingkan dengan murid biasa yang dimiliki Sekte Menengah.
"Sekte kita hanya memiliki 1 orang murid terkuat yaitu Yui putri dari Patriak Mo sendiri, namun itu saja belum cukup untuk mengalahkan murid Sekte Menengah, apalagi Sekte besar, itu mustahil,”
__ADS_1
“Namun dengan adanya bocah gila itu pasti Sekte kita akan naik tingkat, meskipun itu hanyalah sebuah pemikiran belaka, tapi tidak ada salahnya jika kita berharap lebih pada bocah gila itu.” Ucap Tetua Feilu yang membuat semua Tetua disana tersenyum cerah.
Mereka semua seperti menemukan sebuah harapan baru setelah sekian lama Sekte mereka redup, bahkan menjadi bahan olokan di seluruh plosok Kekaisaran Chen.
Patriak Mo tentu memahami rasa antusias para tetua tersebut, namun itu tidaklah mudah, karena Rey itu bukanlah seorang bocah yang akan menurut setelah di ancam, ditempeleng sampai nembus tembok saja masih utuh, bahkan masih nantang-nantang dirinya.
“Aku sungguh setuju dengan pendapat kalian semua, namun apa kalian bisa membuat bocah gila itu jinak? Bocah itu seperti orang kesurupan yang akan menebas siapapun yang dilihatnya” Ucap Patriak Mo yang dibalas anggukan penuh antusias oleh mereka semua.
Mereka semua tentu sangat antusias karena mereka belum tahu tentang kelakuan gila Rey yang akan disesali oleh mereka kelak.
“Tentu saja Patriak, kami pasti akan membuat dia patuh kepada kita, dan setelah itu Sekte kita akan kembali berjaya”
Mereka semua bersorak gembira, saling lempar tempat duduk seperti orang rusuh, bahkan Patriak Mo juga ikut melemparkan meja yang berada di depannya. Namun tiba-tiba…
[Brakkkk]
Mereka semua dikejutkan dengan ledakan di pintu ruangan mereka. Dengan sigap mereka semua mengambil benda di sekitar mereka, mulai dari gelas, kursi, pedang, bahkan meja sekalipun mereka gunakan sebagai senjata.
“Hei, kalian para orang-orang tua disini, apa kalian mengetahui tentang sebutan sang penghancur?” Ucap Rey yang kini berjalan masuk melewati pintu yang sudah hancur tersebut.
Mereka semua terkejut, hampir saja membuat asset berharga mereka sekarat, dengan segera mereka menaruh kembali barang yang mereka gunakan tadi.
“Bocah gila, apa kau tidak bisa masuk dengan sopan?! Padahal kau tinggal mengetok pelan saja bocah sinting!” Ucap Patriak Mo dengan geram. Padahal ia baru seminggu yang lalu ia memperbaiki pintu itu, namun Rey dengan gilanya langsung menghancurkan pintu tersebut.
“Halah, kelamaan, itu cara sang penghancur ini mengetuk pintu, lebih praktis bukan?”
Mereka semua yang mendengar itu menahan nafas, mereka semua tentu tahu Patriak Mo yang membetulkan pintu itu seminggu yang lalu. Mereka semua berharap Patriak Mo tidak membuat asset berharga mereka sekarat, bahkan bukan tidak mungkin dia membuat asset penting mereka mati.
__ADS_1
“Aku tanya sekali lagi, apa kalian semua mengetahui tentang legenda sang penghancur?”