
Saat mereka sedang berlari untuk menghindari hujan, tiba-tiba saja Rey merasakan kekuatan dahsyat di atasnya, dia melihat ke atas dan betapa terkejutnya dia ketika melihat langit di atasnya berubah menjadi tornado yang sangat besar.
[Duarrrrrrrrrrrrrrr]
Tiba-tiba saja sebuah petir yang sangat besar menyambar tepat di tempat mereka, tidak ada yang sempat mengelak sebab petir itu tiba-tiba menyambar tanpa ada tanda-tanda sama sekali.
Namun, tidak dengan Rey, karena Pegasus yang dia tunggangi secara reflek langsung menghindar sebelum petir itu menganainya.
Rey dan pegasus segera menghampiri mereka, dia terkejut melihat semua orang menjadi gosong akibat sambaran petir barusan. Saat Rey hendak memeriksa keadaan Zenith dan Feng Qiuyu, tiba-tiba saja terdengar suara raungan yang sangat keras dari langit.
[Roagghhhhhhhh]
Rey melihat ke atas, dan betapa terkejutnya dia karena melihat sebuah kepala mahluk yang sangat besar menoleh ke arahnya. Tidak bisa dipungkiri jika badan Rey saat ini tengah bergetar akibat tekanan aura yang dipancarkan mahluk besar tersebut.
“Ma-mahluk apa itu?!” Batin Rey terkejut, baru pertama kali dia menemukan mahluk yang dapat membuat badannya bergetar, namun satu hal yang pasti adalah mahluk itu lebih kuat dari pada dirinya, bahkan saat masa jayanya di dunia Abyss tidak memiliki kekuatan seperti itu.
Seakan sadar dari lamunanya, Rey dengan segera menyeret Zenith dan Feng Qiuyu, lalu menaikan mereka berdua di punggung pegasus tadi.
“Cepat lari dari sini, dan bawa orang tua gosong itu!” Dengan segera pegasus tersebut terbang ke arah Tetua Fengyi, lalu mengigit baju yang dikenakan orang tua tersebut.
Mereka terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan murid-murid lainnya. Saat di perjalanan, Rey merasakan jika tubuh pegasus yang dia tunggangi bergetar hebat sepertinya, tidak bisa dipungkiri jika tekanan mahluk tadi begitu besar, sungguh mahluk yang berbahaya pikirnya.
Di sisi lain, atau lebih tepatnya di Istana Kekaisaran Chen terlihat jika Kaisar Chen Yi bersama salah satu Jendralnya sedang berbincang-bincang mengenai suara raungan keras tadi. Jendral itu bernama Jendral Chen Guo, dia adalah Paman dari Kaisar Chen sendiri sekaligus menjadi Jendral di sana.
“Apa suara raungan tadi berasal dari salah satu naga kuno itu Paman?” Tanya Kaisar Chen dengan raut wajah serius.
Dia sangat khawatir jika naga tersebut kembali mengamuk seperti dulu, karena ayahnya yang menjabat sebagai kaisar dulu bahkan harus meregang nyawa untuk mengusir naga tersebut jauh dari wilayah kekaisarannya.
“Entahlah, tetapi seingatku suara raungan naga itu memang seperti itu," Jawab Jendral Chen.
__ADS_1
"Setelah 175 tahun berlalu ternyata kini naga petir kuno itu menampakan wujudnya kembali, entah apa penyebabnya tetapi yang pasti kita harus bersiap-siap jika dia membuat kehancuran kembali nantinya.” Lanjut Jendral Chen seraya menatap langit dengan pandangan tajam.
**
Setelah merasa sudah cukup jauh dari naga tadi, Rey dan pergasus tersebut segera mendarat di sebuah sungai. Dengan segera Rey menurunkan Zenith dan Feng Qiuyu, lalu membaringkan mereka berdua dengan lembut.
“Hey kau, jatuhkan tua bangka itu, kau mau menggititnya sampai kapan?”
“Khihihik!” Dengan segera pegasus itu menjatuhkan Tetua Fengyi dengan kasar.
Rey memeriksa keadaan ketiga orang tersebut, dia tidak peduli dengan lekuk tubuh Feng Qiuyu yang terekspos sebab baju yang dikenakannya sebagian besar terbakar, bahkan pahanya saja terlihat.
Namun, meskipun Rey merupakan mahluk brutal bar-bar terlaknat di dunia, tapi dia pantang melakukan pelecehan terhadap perempuan, entah apa alasannya tetapi Rey tidak bisa berbuat hal itu padahal kelakuannya super duper laknat.
“Heh, kuat juga mereka ini, masih hidup setelah menerima serangan mengerikan adalah sebuah keajaiban.” Gumam Rey sambil tersenyum sinis.
Rey tersentak kala melihat pegasus itu sedang menggosok-gosokan kepalanya ke tubuh Feng Qiuyu.
Rey mengeluarkan api sucinya untuk mengobati ketiga orang itu, namun tiba-tiba saja dia teringat dengan pil buatannya. Rey tersenyum lebar seraya melirik ketiga orang tersebut dengan pandangan mengerikan.
Benar saja, karena di otak sengkleknya saat ini terpikirkan sebuah ide untuk membuat ketiga orang yang tengah tak sadarkan diri itu untuk menjadi objek percobaan pil buatannya.
“Kuda bobrok minggirlah, biarkan sang penghancur ini yang mengobati mereka.” Ucap Rey disertai senyuman aneh.
Seakan tahu apa yang tengah dipikirkan Rey, pegasus itu langsung membantangkan sayapnya menutupi tubuh Feng Qiuyu. Sedangkan Rey hanya mendengus kesal, tapi senyumannya masih belum luntur karena dia masih memiliki 2 objek tersisa yaitu Tetua Fengyi dan Zenith.
Rey mengeluarkan 10 dari 20 pil buatannya dari kantong celananya, dan langsung mencekoki Zenith dan Tetua Fengyi masing-masing 5 pil.
“Arrrrrghhhhh! Aing maungggg!” Teriak Tetua Fengyi yang mulai kesurupan akibat pil buatan Rey.
__ADS_1
“Aing Monyettt!” Sahut Zenith yang juga ikut kesurupan.
Rey tertawa terpingkal-pilkal melihat pertunjukan di depannya, tertawanya tambah pecah saat melihat Zentih dan Tetua Fengyi telah sembuh sepenuhnya, karena artinya beberapa pil buatannya tadi adalah Pil Penyembuh Kualitas Tinggi.
“Hahaha, tak kusangka bahwa aku berhasil membuat Pil selain pil beracun, ini adalah sejarah!"
"Sebaiknya kau ingat ini kuda bobrok, bahwa sang penghancur yang sangat agung ini telah berhasil membuat Pil Penyembuh Kualitas Tinggi!” Rey tertawa layaknya orang kesurupan, sangking senangnya dia bahkan sampai mencekik leher tetua Fengyi seraya menarik-narik leher orang tua tersebut dengan brutal.
Sedangkan pegasus itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, sungguh baru kali ini dia menemui manusia yang sifatnya sangat unik seperti Rey. Namun, tawa Rey segera berhenti ketika mengingat kondisi Feng Qiuyu yang dimana dialah yang memiliki kondisi terburuk.
Rey segera mengeluarkan api sucinya ke tubuh Feng Qiuyu, dan hanya dalam 2 jam saja kondisi Feng Qiuyu telah pulih seperti sediakala.
Sedangkan Rey terlihat mengeluarkan keringat yang sangat banyak, sebab dia dari tadi harus berkonsentrasi penuh untuk menyembuhkan Feng Qiuyu.
“Hah, perempuan akan selalu menjadi beban, kapan pun dan dimana pun itu, hm.”
Rey berbaring tepat diperut pegasus itu, si pegasus sendiri sebenarnya tidak ingin tubuhnya menjadi bantal oleh mahluk sinting seperti Rey, tetapi dia terlalu malas mengeluarkan tenaga untuk mengurusi Rey.
Mereka berdua tidur-tiduran seraya menunggu ketiga orang tersebut sadar, Rey sendiri tengah memikirkan mahluk tadi, karena dia belum pernah menemui mahluk sebesar dan sekuat tadi, bahkan badannya tadi sampai bergetar hebat hanya karena merasakan auranya saja.
“Mahluk apa itu tadi?” Rey hanya bisa menebak-nebak mahluk tadi itu apa, dia mengingat-ingat mengenai mahluk-mahluk kuat yang pernah ditemuinya dulu, tetapi tidak ada satu pun yang mempunyai ciri-ciri seperti mahluk besar tadi.
Rey tidak mengetahui jika mahluk besar tadi adalah seekor naga, sebab dia tidak pernah sekalipun menemui seekor naga, baik di dunia Abyss, dunia atas ataupun di dunianya saat ini yang entah apa namanya.
Ada 5 naga di dunia, mereka memiliki elemen yang berbeda-beda yaitu api, air, petir, udara, dan tanah. 3 dari 5 naga itu berada di dunia tempat tinggal Rey saat ini yaitu naga api, petir, dan air.
Masing-masing dari mereka memiliki wilayah kekuasaan sendiri, seperti naga petir yang berada di Kekaisaran Chen, naga api yang berada di Kekaisaran Qin, yang terakhir naga air yang berada di Kekaisaran Luu.
Sebenarnya ketiga naga itu bukan berasal dari sana, mereka semua berasal dari dunia bawah, namun karena dulu pernah terjadi kekacauan maha dahsyat yang disebabkan oleh satu orang saja membuat beberapa naga kuno itu tersebar, orang itu tak lain adalah Rey si psikopat sinting, gila, miring.
__ADS_1
Rey dulu pernah mengamuk sampai membuat seluruh dunia hancur, dia merusak segel-segel antar dunia dan menghancurkan segala hal yang dilihatnya.
Namun, karena beberapa alasan membuat Rey kehilangan seluruh ingatannya, dia bahkan tidak mengingat namanya sendiri, yang diingatnya hanyalah jurus reinkarnasi tersebut.