
“Peserta dari kedua sisi, harap mengambil jarak sampai ke batas garis.” Ucap wasit.
Dengan segera Rey melangkah ke belakang diikuti oleh lawannya. Setelah sampai, mereka berdua menatap masing-masing wajah lawannya dengan sengit, Rey yang awalnya senyum-senyum sendiri seperti orang gila sekarang malah menampilkan seringai yang sangat beringas.
Melihat masing-masing peserta telah berada di sudut arena, wasit itu tersenyum dan berkata, “Pertandingan dimulai!”
Rey dan Qiao Feng sama-sama tidak menyerang terlebih dahulu, melainkan mengukur kekuatan lawannya, Rey sendiri cukup yakin dapat membunuh bocah di depannya tanpa adanya perlawanan, sebab kekuatan lawannya ini hanya berada di tingkat bumi tahap awal sama seperti bandit yang dia bakar sebelumnya.
Qiao Feng tersentak karena ternyata dia tidak bisa mengukur kekuatan lawannya, bahkan dia tidak bisa merasakan adanya tenaga dalam di tubuh lawannya saat ini.
“Apa dia memanipulasi kekuatannya? Kurasa tidak, karena memanipulasi kekuatan sendiri hanya bisa dilakukan bagi mereka yang telah mencapai tingkat langit.” Batin Qiao Feng seraya menatap Rey dengan tajam.
Tanpa diduga, Rey melemparkan pedang besarnya dengan kuat ke arah Qiao Feng.
[Ctangggg!]
Serangan Rey ternyata berhasil ditangkis oleh Qiao Feng meskipun dia harus terpental ke belakang karena tidak siap dengan serangan kejutan itu. Tak berhenti di situ saja, dengan segera Rey mengambil pedangnya yang terlempar ke udara lalu menebaskannya ke kepala Qiao Feng.
Qiao Feng berhasil menghindar dari serangan Rey yang ingin menebas kepalanya, tetapi dia mendapatkan goresan dalam tepat di pipinya.
“Telat sedikit saja pasti kepalaku sudah lepas, bocah ini benar-benar ingin membunuhku.” Batin Qiao Feng seraya mengelap darah di pipinya.
Rey kembali ke sudut arena dan berkata, “Heh, kenapa kau menghindar? Seharusnya biarkan saja kepalamu kutebas.”
Karena tak ingin tersudutkan lagi, akhirnya Qiao Feng memilih untuk menyerang terlebih dulu. Tiba-tiba saja ditangannya muncul sebuah busur dan panah yang terbuat dari Qi.
“Rasakan ini, Jurus panah pembelah gunung!” Teriaknya dengan keras seraya melepaskan anak panah itu dengan keras.
Panah itu melesat ke arah Rey dengan sangat cepat, sangking cepatnya bahkan penonton sendiri yang Sebagian besar adalah manusia biasa sampai tidak bisa melihatnya, sedangkan para penonton yang merupakan kultivator bisa melihatnya, sebab mereka menggunakan indra spiritualnya.
Rey sendiri hanya tersenyum melihat anak panah yang melesat ke arahnya, sebelum anak panah itu berhasil mendarat ke kepalanya, dengan sangat cepat tangan kirinya bergerak dan mencengkram anak panah tersebut.
“Seranganmu sangat cepat, tapi sangat disayangkan bahwa ternyata daya rusak yang dihasilkan sangat lemah.” Rey mencengkram anak panah di tangannya dengan keras sampai menghilang.
Semua penonton melototkan matanya ke arah Rey barang kali mereka salah lihat, namun setelah beberapa saat akhirnya mereka sadar dari keterkejutannya.
__ADS_1
“Gila, bocah itu bisa memegang panah itu dengan tangan kosong!”
“Siapa bocah itu?! Mataku pasti buta karena sebelumnya merehkan dia!”
“Kan matamu memang sudah buta sialan!”
“Ya gak usah ngegas gitu juga dong.”
Semua penonton dibuat kagum oleh penampilan Rey yang mampu memegang sebuah panah yang melesat cepat dengan tangan kosong, bukan hanya kecepatan Rey saja yang membuat mereka kagum tetapi kekuatannya juga patut diberi jempol, sebab serangan tadi dapat membuat terluka seorang kultivator tingkat bumi tahap awal dengan parah.
Sedangkan Qiao Feng sendiri juga terkejut, sebab meski serangan yang dilepaskannya tadi bukanlah serangan terkuatanya, namun tetap saja itu dapat membuat seorang kultivator yang berada ditingkatan yang sama dengannya terluka parah, tapi siapa sangka jika serangannya tadi ternyata dapat ditangkis dengan mudah oleh bocah di depannya, bahkan dipegang pula panahnya tadi.
“Bocah ini sangat mengerikan, dengan kekuatan dan umur semuda itu pasti dia sudah terkenal, tapi aku sama sekali tidak pernah mendengar bocah itu di manapun.” Gumamnya.
“Heh serangan lemah seperti itu sampai kakekmu jadi muda sekalipun tidak akan pernah bisa membuatku terluka.” Ucap Rey dengan lantang yang membuat semua penonton tertawa karenanya.
Tidak ada yang menyadari jika tangan Rey sedikit bergetar setelah mencengkram panah tadi, dia tidak menyangka jika serangan lemah itu dapat membuat tangannya bergetar hebat seperti ini, dia sendiri tahu jika serangan tadi bukanlah serangan terkuat dari lawannya itu, karena itulah dia mencoba memprovokasi lawannya dengan mulut beracunnya agar kehilangan konsentrasi.
“Apa kau bilang?!”
Rey melototkan matanya, bukan ini yang diharapkannya, jika busurnya saja sudah seperti itu, bagaimana dengan anak panahnya? Bisa modar dia. Namun, karena sudah terjadi, maka mau tidak mau dia harus bisa menahan atau paling tidak menghindar dari serangan yang akan di lepaskan lawannya ini.
“Gerbang kedua segel kegelapan, terbukalah!”
Kini di tubuhnya keluar aura gelap yang sangat kental, tidak hanya Qiao Feng saja yang terkejut tetapi semua penonton juga terkejut saat merasakan aura gelap Rey, bahkan para Jendral yang sedang menonton dari atas arena saja sampai turun setelah merasakan aura gelap yang dikeluarkan oleh Rey.
“Aura mengerikan macam apa ini?!”
“Jangan-jangan dia kultivator aliran hitam?!”
“Tidak-tidak, aura gelap yang dimiliki bocah itu berbeda dengan kultivator aliran hitam, aura gelap ini sangatlah murni berbeda dengan aura pembunuh.”
“Aku setuju denganmu, aura gelap bocah itu seperti membawa kematian bagi yang merasakannya.”
“Mari kita lihat, apa yang akan dilakukan bocah itu.”
__ADS_1
Di tangan Qiao Feng muncul sebuah anak panah berapi yang panasnya melebihi panas busurnya itu sendiri. Semua penonton yang melihat itu terkesima, mereka bingung menebak siapa yang akan menang nantinya.
“Tahan ini jika kau bisa! Jurus panah naga api!”
[Whussssssssh]
Panah api itu melesat kencang kearah Rey, bahkan sampai meninggalkan jejak api di lantai arena. Rey yang melihat itu dengan cepat mengangkat pedangnya untuk menangkis anak panah tersebut.
“Segel ketiga gerbang kegelapan, terbukalah!”
[Blarrrrrrrrrrrrr]
Ledakan terjadi saat anak panah api itu mengenai pedang milik Rey, kabut asap mengepul ke udara yang membuat semua penoton bingung dengan hasilnya, namun mereka semua yakin bahwa Rey lah yang akan kalah, sebab kekuatan serangan lawannya itu sangatlah kuat, bahkan dapat membuat kultivator tingkat bumi tahap akhir tewas.
Tak lama kemudian, akhirnya kabut asap itu menghilang, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Rey dengan pedang yang telah patah sedang duduk manis di atas tubuh Qiao Feng, terlihat sebagian kulitnya melepuh yang membuat penampilannya menjadi amburadul, bahkan baju yang dia kenakan saja hampir semuanya telah terbakar dan hanya menyisakan sedikit saja untuk menutupi beberapa bagian tubuhnya.
Wasit mengumumkan bahwa pemenangnya adalah Rey dari grup C, tentu saja hal itu membuat semua orang bersorak kepadanya, tak terkecuali para Jendral di sana.
“Mantappp, pertandingan awal yang sangat mendebarkan!”
“Aku sudah menduganya bahwa bocah itu akan menang saat melihatnya tadi!”
“Kau kan buta, bagaimana kau melihatnya bodoh?!”
“Ya gak usah ngegas gitu juga kali, kan aku hanya ikut-ikutan bersorak saja.”
Rey ternyum lebar, namun tak lama kemudian akhirnya dia tumbang sebab efek penggunaan kekuatan gelapnya mulai terasa.
“Walaupun tidak bisa membunuh bocah itu, tapi setidaknya sang penghancur ini menang.” Batin Rey yang perlahan menutup matanya.
Rey yang tak sadarkan diri bersama dengan Qiao Feng digotong oleh beberapa orang untuk dibawa ke ruang penyembuhan untuk diobati.
Di tempat masing-masing, Zenith, Feng Qiuyu dan Tetua Fengyi tersenyum lebar, mereka tentu bangga akan kemenangan yang diperoleh Rey, mereka bertiga juga tidak panik saat melihat kondisi Rey yang kacau, karena bagaimanapun mereka percaya bahwa si manusia dedemit yang selalu membuat kerusuhan itu tidak akan mati hanya dengan luka begitu saja.
Bukannya Rey sendiri mengatakan bahwa dirinya anti santet, anti bacok, anti mokad, bahkan anti baper, jadi untuk apa mereka mengkhawatirkannya? Malah mereka lebih khawatir dengan orang yang akan menjadi lawannya nanti.
__ADS_1