
Satu minggu setelahnya, Rey akhirnya kembali siuman, dia memaksakan untuk menemui pedang kematiannya tetapi dia dilarang oleh Yui karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk dirinya bergerak leluasa, bahkan setiap dirinya bergerak akan terdengar bunyi retakan tulang. Rey tetap memaksa yang membuat Yui dan lainnya sepakat akan memperbolehkan Rey bergerak dalam kurun waktu satu minggu lagi.
Rey akhirnya hanya bisa pasrah berbaring satu minggu lagi tanpa melakukan apa-apa. Awalnya Rey kesal tetapi lama kelamaan dia senang, itu dikarenakan Yui, Feng Qiuyu, Fui, bahkan Chen Shui bergilir membawakannya makanan dan menyuapinya, bahkan mereka sampai berebutan saat menjaga dirinya tidur. Tentu saja itu membuat Rey merasakan surga dunia, jika pria lainnya melihat keadaan dirinya sekarang pastinya mereka akan rela bertukar posisi dengannya walaupun harus mengalami patah tulang di seluruh bagian tubuh.
Seperti saat ini, Rey sedang menikmati suapan potongan buah apel dari Yui, wajahnya terlihat begitu cerah padahal seluruh tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa, Rey tidak tahu menahu mengenai mengapa para perempuan memperlakukannya bak raja setelah kejadian itu, dia tidak bertanya karena menurutnya itu tidaklah penting, mengapa dia harus membuat sulit dirinya sendiri sedangkan dia bahkan bisa menikmati segala hal yang ada tanpa harus melakukan apa-apa.
‘Aku akan bersantai meskipun itu akan membunuhku.’ Meskipun kalimat itu nampak sembrono tetapi Rey tidak peduli, dia benar-benar akan bersantai dan melakukan apapun yang dia mau walaupun itu dapat membunuhnya sekalipun, menikmati hidup adalah nomer satu, sedangkan nyawa belakangan.
Dari penjelasan Tia Zhu sebelumnya membuat Rey mengambil kesimpulan, bahwa sosok yang merasukinya itu menggunakan kekuatan kegelapan dalam jumlah besar sampai melebihi kekuatan tubuhnya saat ini. Semakin besar kekuatan gelap yang digunakan maka semakin besar pula efek samping yang dihasilkan, karena itu Rey tidak pernah membuka segel gerbang keempat, jika beruntung maka dia akan mengelami luka parah saja tetapi jika tidak? Maka akan ada sebuah batu nisan yang bertuliskan namanya.
Di sisi lain, Liu Ji sekarang merupakan seorang tahanan kekaisaran, walaupun dia tidak mengetahui apapun tetapi dia ikut andil dalam penyerangan di Alas Purwo. Liu Ji tidak memberontak atau apapun, jika dia tidak dibunuh itu artinya dirinya masih mempunyai harga, menjadi tahanan tidaklah buruk sebab dia diperlakukan berbeda dari tahanan lainnya karena dia ditahan di dalam sebuah kamar yang bisa dikatakan cukup mewah bagi seorang tahanan belaka.
“Kurasa aku harus berterima kasih pada Yui dan lainnya, jika tidak ada mereka pasti aku sudah mati, jika pun hidup pastinya aku akan menderita, mengapa mereka harus mempertahankan kultivator aliran hitam sepertiku sedangkan mereka saja berasal dari aliran putih, apakah ini yang dimakan belas kasihan?” Liu Ji berbicara sendiri dan merenungi setiap hal yang pernah dia lakukan, walaupun tidak pernah membunuh tetapi dia selalu ikut andil dalam sebuah pembantaian sebuah desa ataupun hal-hal yang berhubungan dengan pembunuhan.
“Seharusnya aku bahagia karena sudah terbebas dari mereka,” Liu Ji melihat kalung di lehernya, terdapat sebuah permata di kalung tersebut. Kalung itu merupakan pemberian kakeknya sebelum beliau meninggal karena sakit, permata yang tergantung di kalung itu sangat indah, bentuknya seperti sebuah belahan kristal hati.
“Kakek berkata bahwa kalung itu merupakan peninggalan dari orang tuaku dan jika aku menemukan permata yang sama persis dengan kalung ini maka aku akan menemukan siapa orang tuaku atau paling tidak aku sudah dekat dengan keberadaan orang tuaku.” Liu Ji mencium kalungnya tersebut berharap agar dirinya menemukan siapa orang tuanya karena sungguh dia ingin sekali merasakan sebuah kasih saying keluarga atau paling tidak sebuah pelukan dari ayah dan ibunya.
“Apa mereka masih hidup ya?” Air mata Liu Ji mengalir setiap memikirkan siapa orang tuanya. Kakeknya tidak pernah merawat dirinya dengan benar bahkan setiap melihat dirinya, kakeknya itu selalu membuang muka, bahkan dia pernah menemukan kakeknya mengumpat tentang dirinya tetapi yang membuatnya bingung mengapa kakeknya itu tetap mempertahankannya walaupun dia membenci keberadannya, bahkan sikapnya berubah 180 derajat sebelum kematiannya.
“Tatapan mata kakek saat itu seperti sebuah kesedihan yang begitu dalam, itu seperti melihat orang lain di dalam diriku,” Liu Ji menggelengkan kepalanya pelan dan tiba-tiba saja dia teringat akan Rey.
Rey, muncul begitu saja dan mengubah hidupnya, andaikan tidak bertemu Rey mungkin dirinya sudah mati ditebas oleh Tetua Shen Xuan dan tidak akan pernah bisa menikmati hidup penuh ketenangan seperti saat ini, tapi tetap saja perasaan benci tertanam di dalam hatinya karena Rey juga lah yang hampir merengut nyawanya saat terjebak sebelumnya.
“Dia merupakan seorang teraneh, terbrutal dan terangker yang pernah ku temui, dia melihatku bagaikan boneka belaka, apa dia tidak memiliki empati atau perasaan melihat seorang wanita sepertiku terluka akibat dirinya? Hah, ingin sekali ku cekik lehernya itu!” Liu Ji mengambil bantal di dekatnya, lalu mencekiknya seraya berandai-andai bahwa bantal itu adalah Rey.
**
“Hachuu!”
“Ada apa Rey?” Tanya Yui khawatir.
“Ku rasa ada yang mengutukku barusan,” Rey memegang lehernya yang terasa dingin, tiba-tiba saja perasannya tidak enak, hal itu membuatnya berhati-hati andai saja ada orang yang benar-benar menargetkan dirinya.
__ADS_1
Pintu ruangan terbuka dan munculah Tia Zhu. Yui yang melihat kedatangan Tia Zhu langsung pergi karena dia sudah tahu bahwa Tia Zhu dan Rey mempunyai suatu hubungan yang cukup membuat siapapun bingung, bukan kekasih ataupun guru dan murid, bukan pula raja dengan bawahan, mereka berdua itu seperti seorang ayah dan anak tetapi yang menjadi seorang ayah adalah Rey sedangkan Tia Zhu menjadi seorang anak.
“Hei bocah, ada apa kau kemari lagi? Kau mengganggu masa-masa damaiku,” Rey mengambil apel yang sudah dikupas oleh Yui dan memakannya, sebenarnya tangannya itu yang paling parah dari segalanya terutama tangan kanannya, itu disebabkan saat dia bersaha menahan bom Qi yang sudah tidak stabil agar tidak meledak, walaupun cuman beberapa detik saja tetapi itu sudah cukup membuat tangan seseorang putus karena tekanan kekuatan bom Qi sangatlah dahsyat.
Tia Zhu mendengus kesal, “Hei, tampangku sudah kakek-kakek begini jangan panggil bocah lah, panggil nama atau apa gitu, kau membuat wibawaku hilang di depan anak-anak tadi.” Tia Zhu menunjuk wajahnya sendiri yang sudah bobrok akibat dimakan usia.
Rey mencibir, “Di mataku kau akan tetap menjadi seorang bocah walaupun tampangmu menjadi kakek peyot.”
“Berdebat dengan orang gila tidak akan batasnya,” Gerutu Tia Zhu,”Ini yang dinamakan yang waras ngalah.”
Rey melirik Tia Zhu sekilas lalu kembali memandang apel di tangannya, “Gak usah banyak bacot, cepat katakan apa tujuanmu menemuiku, pastinya kau tidak akan repot-repot kemari hanya karena melihat keadaan ayah angkatmu ini.”
“Cih, ayah angkat apanya, kau mirip seperti ayah tiri yang menyiksa anaknya,” Ejek Tia Zhu,”Dan benar, aku menemuimu karena sebuah informasi yang mungkin cukup enak untuk didengar.”
Rey memang benar-benar Ayah angkat Tia Zhu karena Tia Zhu sendiri yang meminta Rey untuk menjadi ayah angkatnya di masa lalu. Saat itu Rey bisa di bilang cukup dewasa layaknya pria dewasa pada umumnya, Rey bertemu Tia Zhu saat dia Tia Zhu masih seorang bocah berumur sekitar 14 tahunan, awalnya tidak ada yang menarik dari pertemuan keduanya sampai Rey mengetahui bahwa Tia Zhu merupakan calon penerus kaisar selanjutnya.
Rey awalnya ingin memanfaatkan Tia Zhu, dia menyusup ke istana kekaisaran dan memalsukan identitasnya sebagai penjaga Tia Zhu. Rey berpura-pura baik dan melatih Tia Zhu tetapi saat itu dia tahu bahwa Tia Zhu tidak mempunyai bakat apapun selain sifat baik hatinya. Rey menjadi bimbang saat melihat Tia Zhu diperlakukan tidak adil oleh ayahnya sendiri, bahkan seorang pelayan sama sekali tidak menaruh hormat kepada Tia Zhu yang notabennya seorang calon penerus kaisar. Rey mencoba mencari informasi mengenai Tia Zhu dan saat itu dia tahu bahwa Kaisar saat itu bukanlah Ayah dari Tia Zhu karena kenyataanya dia merupakan kembaran ayahnya saja.
Tia Zhu duduk lemas saat melihat Rey menyeret Kaisar dengan darah yang membasahi seluruh tubuhnya. Rey menaruh mayat kaisar itu tepat di depan Tia Zhu dan berkata, “Sekarang hak mu sudah kembali,” Rey menyengir memperlihatkan tampang badasnnya hingga membuat Tia Zhu merinding.
Pembantaian itu membuat kekaisarannya hancur dan lenyap dari dunia Abyss, entah mengapa tetapi dia sama seklai tidak sedih, Tia Zhu sadar bahwa Rey sengaja melakukan itu untuk mengakatakan padanya bahwa tahta itu merupakan sebuah omong kosong belaka, dan setelahnya mereka berdua berkelana bersama walaupun Rey selalu membuat Tia Zhu ketakutan setengah mati akan kelakuannya, dan saat itu Rey resmi menjadi ayah angkat Tia Zhu walaupun kelakuannya sama sekali tidak mencerminkan seorang ayah sama sekali.
“Sssttt, sebentar,” Rey memakan buah apelnya hingga habis, lalu mengusap mulutnya, “Baiklah, kau boleh berbicara.”
Tia Zhu mendengus kesal lalu menjelaskan tujuannya, “Ini mungkin terdengar aneh atau sebuah teori belaka tetapi kita mungkin bisa kembali ke dunia Abyss,” Tia Zhu mengangkat tangannya untuk menghentikan Rey untuk bertanya, “Kau tau mengenai segel dunia bawah kan? Segel itu sepertinya merupakan segel antara dunia ini dengan Abyss.”
Satu alis Rey terangkat, “Apa masksudmu? Bukankah segel dunia bawah itu segel yang membagi dunia ini dengan dunia bawah?”
Tia Zhu Menghela nafas, “Awalnya aku berpikir seperti itu tetapi saat aku mengamati salah satu segel, segel itu membawaku ke dalam sebuah dimensi yang dimana dimensi itu terhubung dengan salah satu segel dunia Abyss, jadi aku mengambil kesimpulan jika dunia bawah itu tidak ada.”
Rey berpikir keras, dia memejamkan matanya dan tiba-tiba saja matanya terbuka, “Apa dunia bawah yang dimaksud adalah dunia ini? Dan juga sepertinya dunia bawah merupakan sebutan sesuatu yang terkubur di dalam tanah dunia ini.”
Tia Zhu terpana akan jawaban Rey, dalam waktu singkat saja Rey dapat menyimpulkan sesuatu dengan sangat akurat, itu tidak hanya sebuah tebakan belaka karena sebuah tebakan tidak akan meyimpulkan apapun.
__ADS_1
“Jika kesimpulanmu itu benar, maka sebenarnya ada 2 segel yang berbeda? Yang di dunia abyss adalah segel yang membagi dunia ini dengan dunia Abyss, dan segel yang lainnya adalah segel yang disebut-sebut sebagai segel dunia bawah?!” Tia Zhu terlihat mengeluarkan keringat dingin karena dia seperti mengetahui sesuatu yang sangat mustahil diketahui oleh orang lain.
Rey mengangguk yang membuat badan Tia Zhu bergetar, “Jadi segel yang selama ini ku jaga merupakan segel pembatas dunia Abyss, apa sebenarnya karena itu Shen Xuan hanya menemukan 3 Segel saja, karena segel-segel itu terhubung satu sama lain, jadi 7 segel dunia bawah itu adalah jumlah seluruh segel di dunia ini?!”
Rey tersentak, dia tidak tahu bahwa ternyata Tia Zhu dan Tetua Shen Xuan mencari segel dunia bawah, “Jika itu benar, maka seharusnya 3 segel yang tidak bisa ditemukan merupakan segel dunia bawah, karena itu segel-segel itu tidak bisa ditemukan,” Rey memegang dagunya dan melanjutkan penjelasannya, “Jika segel itu tidak bisa ditemukan, lantas bagaimana ada orang yang tahu bahwa ada segel dunia bawah di dunia ini? Dan juga bagaimana bisa ada Informasi yang menyebutkan bahwa ada 7 segel dunia bawah, jika mereka tidak mengetahui sama sekali?”
“Gawat, kurasa serangan mereka ke Alas Purwo merupakan sebuah pengalihan belaka agar kita fokus pada segel yang sebenarnya bukanlah tujuan mereka.” Tia Zhu tiba-tiba berspekulasi aneh.
Rey menggelengkan kepala, “Bagaimana jika sebenarnya mereka tidak mengetahui apapun? Bagaimana jika ada orang dibalik semua ini dan memanfaatkan kultivator aliran hitam? Aku sangat yakin bahwa tujuan Kultivator aliran hitam hanya ingin menghapuskan keberadan aliran putih belaka.”
“Yang kau katakan ada benarnya, tetapi bagaimana kau bisa sangat yakin dengan pemikiranmu itu?” Tanya Tia Zhu.
Rey tersenyum sinis, “Hey, apa kau lupa siapa aku? Menurutmu aku ini berasal dari aliran hitam atau aliran putih?”
?!
Tia Zhu menelan ludahnya, dia melupakan fakta bahwa Rey merupakan seorang psikopat brutal yang melebihi seorang kultivator aliran hitam sekalipun, jadi jika ditanya apakah Rey merupakan aliran hitam atau bukan maka jawabannya adalah iya tetapi dia kelakuannya lebih mengerikan dari aliran hitam sekalipun, Rey merupakan individu negatif yang selalu membawa kehancuran dimanapun dirinya berada, dia merupakan sosok brutal yang ditakuti oleh iblis sekalipun, jadi bukanlah sebuah kejutan bahwa Rey dapat menebak apa yang tengah dipikirkan oleh Kultivator aliran hitam.
“Ah, aku sungguh lupa bahwa kau ini merupakan aliran sesat, ckckck.” Tia Zhu tersenyum kecil, bagaiana dirinya bisa lupa bahwa ayah angkatnya ini merupakan mahluk laknat aliran sesat, bukan memuja iblis ataupun memuja setan, melainkan menciptakan aliran sesat dan berjalan di tengah kehancuran yang dia perbuat, jadi dia lebih sesat daripada iblis sekalipun, terlalu sesat sampai menyesatkan dirinya sendiri, ya buktinya dia jadi gila karena otaknya sudah sesat.
“Jadi, intinya dunia ini akan hancur cepat atau lambat dan satu-satunya jalan adalah kita harus menghentikan segala hal yang ada atau mencari segel yang menghubungkan dunia ini dan dunia Abyss dan kabur?” Rey tersenyum sinis, dia berdiri dan menyilangkan tangannya, “Kabur? Heh, jangan bercanda! Menyelamatkan diri itu bukanlah gayaku, aku lebih suka sesuatu yang ekstrim dan menantang maut, itulah caraku menikmati hidup ini, hahaha!”
Tia Zhu menggelengkan kepalanya pelan, ‘Orang cari hidup, dia malah cari mati, dasar sesat.’ Tia Zhu menampar pelan kaki Rey yang membuat tubub Rey seketika bergetar hebat.
“Ku tantang kau untuk melakukan itu sekali lagi!” Rey menggeretakan giginya karena marah sekaligus menahan rasa sakit, dia pasti akan mempreteli tubuh Tia Zhu jika berani membuatnya kesakitan lagi, dia bersumpah akan hal itu.
Tia Zhu menelan ludah, meskipun saat ini kekuatan Rey sangat lemah tetapi dia tahu bahwa Rey akan melampaui batasnya ketika marah, dan tentunya semua itu tidak akan berakhir baik bagi siapapun yang membuatnya marah.
“Ehem, aku ada urusan, kau istirahat saja ya ayah tiriku, bubye…” Tia Zhu melangkah pergi dengan cepat tanpa peduli lagi orang-orang yang melihatnya seperti anak kecil.
“Awas kau Tia Zhu! Ku cincang kau!” Teriak Rey dengan keras sampai membuat semua orang terkejut.
Ada Revisi sebentar lagi, jadi akan ada tambahan dan sedikit perubahan dalam cerita untuk menyempurnakan segala hal yang ada, jadi saya sarankan untuk membaca dari awal setelah selesai di revisi nanti.
__ADS_1