Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 61 - Misi Tetua Shen Xuan


__ADS_3

Sambil menunggu makanan datang, mereka semua berbicara satu sama lain kecuali Rey, dia sejak tadi masih memikirkan sosok wanita yang selalu mengganggunya selama ini.


Ribuan tahun berlalu tapi masih saja dia tidak tahu sosok wanita di ingatannya itu, tapi entah kenapa belakangan ini kepingan memori yang terlupakan itu perlahan-lahan kembali muncul di ingatannya, tidak, bukan belakangan ini melainkan dikehidupannya kali ini saja kepingan memori itu terus bermunculan.


‘Sial, kepingan memori ini bermunculan secara terus menerus, apa penyebabnya?' Rey berpikir keras, dia tidak tahu apa penyebabnya tapi yang pasti adalah penyebab kepingan memori itu terus bermunculan karena sesuatu di dekatnya atau yang pernah dia temui.


Rey melirik Yui yang membuat Yui salah tingkah, dia tidak begitu yakin apa asumsinya ini benar atau tidak tetapi setiap bersama Yui ingatan itu selalu kembali muncul, entah karena kebetulan saja atau memang Yui yang menjadi kunci munculnya kepingan memori itu.


‘Apa itu Yui? Karena setiap bertemu dia jantungku pasti berdetak cepat seperti ingin mengatakan aku cinta kamu, huekkk.. memikirkannya saja sudah membuatku merinding.’


Setelah dipikir-pikirkan kembali sepertinya tidak mungkin Yui, karena perasaan yang melakat di dalam dirinya sajalah yang ingin menempel terus pada Yui.


Rey yang sedang melirik Yui tiba-tiba mengedipkan salah satu matanya, hal itu membuat Yui semakin salah tingkah. Rey tersenyum melihat reaksi Yui yang menurutnya begitu imut, walaupun dia tidak benar-benar menyukai Yui tetapi satu hal yang pasti adalah jika di kehidupannya kali ini dia menikah maka Yui akan menjadi kandidat calon istri keduanya karena yang menjadi kandidat pertamanya adalah Dia.


Tak lama kemudian akhirnya makanan mereka datang yang diantarkan beberapa pelayan, Fui yang tidak pernah memakan makanan mewah bingung tetapi Rey dengan santainya memberikan suapan pertama kepadanya tepat di depan mata Yui.


“R-Rey..” Fui terkejut melihat tangan Rey yang menyodorkan secuil daging tepat di depan mulutnya.


Tidak hanya Fui saja yang terkejut melainkan mereka semua, terutama Yui, dia terlihat menggigit ujung bibirnya menahan cemburu, wanita mana yang tidak cemburu melihat pria yang dia sukai menyuapkan makanan kepada wanita lain tepat di depannya.

__ADS_1


“Hei cepat buka mulutmu, kau membuat tanganku pegal”


Karena dia sudah berjanji akan menuruti apapun keinginan Rey, jadi mau tak mau akhirnya dia membuka mulutnya dan mempersilahkan Rey menyuapinya seperti sepasang kekasih.


“Bagaimana, enak bukan?” Tanya Rey yang dibalas anggukan kecil oleh Fui. Wajah Fui terlihat memerah karena malu, ini pertama kalinya dia disuapi oleh pria walaupun pria itu masihlah seorang bocah.


Yui yang terbakar api cemburu langsung memakan hidangannya dengan sangat anggun, dia tidak bisa melarang Rey ini itu karena dia bukanlah istri Rey, jadi dia harus bersabar untuk menunggu Rey tumbuh dewasa, dia akan memanfaatkan waktu yang panjang itu untuk semakin mendekati Rey agar Rey tidak jatuh hati kepada wanita lainnya.


Rey tanpa merasa bersalah atau apa segera menyantap hidangannya, seperti biasa dia tanpa sadar memakan sayuran kembali, padahal tepat di depannya adalah daging panggang eksklusif buatan tangan Bai Luo yang keenakannya sangat terjamin bahkan dapat membuat lidah keseleo karena terlalu enak, namun entah mengapa Rey lebih memilih sayuran seperti wanita yang sedang diet.


Tetua Fengyi, Zenith dan Feng Qiuyu menatap Rey keheranan, apa bocah ini tidak mempunyai perasaan menyuapi wanita lain di depan wanita yang menyukainya, mungkin kegilaanitu menghambat rasa peka terhadap hati wanita pikir mereka bertiga.


**


“Aku tidak tahu siapa kau, namun yang pasti kau akan mati jika menghalangi kami!”


Tanpa menjawab ucapan orang itu, Tetua Shen Xuan langsung melancarkan serangan kuat dengan pedangnya yang membuat mereka langsung terluka parah.


“K-kau tidak akan bisa menahan kami semua, cepat atau lambat kami dari kultivator aliran hitam akan merebut paksa yang kalian jaga selama ini! Orang itu cepat atau lambat pasti akan datang ke sini!” Ucap salah satu kultivator aliran hitam itu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


Tetua Shen Xuan hanya melihat mayat-mayat di depannya dengan pandangan dingin, ini sudah ke empat kalinya dia bertarung hari ini walaupun yang datang hanya sekumpulan keroco tetapi cepat atau lambat pasti mereka akan mengirim seseorang yang sangat kuat untuk melawannya.


Tiba-tiba dari belakangnya muncul seorang pria tua yang bahkan panjang janggu putihnya saja sampai selututnya. Tetua Shen Xuan menunduk hormat kepada pria tua itu yang hanya di balas anggukan kecil saja.


“Ini sudah ke empat kalinya mereka mencoba menerobos hari ini.” Tetua Shen Xuan menjelaskan bahwa salah satu dari kultivator aliran hitam yang menyerangnya mengatakan Orang itu akan datang, dia sendiri tidak tahu siapa orang yang dimaksud.


“Orang itu? Aku tidak tahu siapa dia, namun yang pasti orang yang dimaksudnya pasti sangatlah berbahaya, sepertinya peperangan ini tidak terhindarkan lagi, kau sebaiknya katakan ini pada Kaisar Chen agar dia mempersiapkan diri untuk menghadapi kehancuran yang akan datang dalam waktu dekat.” Ucap orang tua itu seraya mengelus-ngelus janggut panjangnya.


“Tapi bagaimana dengan keamanan tempat ini? Seperti yang dikatakan orang itu bahwa cepat atau lambat orang yang sangat berbahaya yang dimaksudnya akan datang, bukannya pertahanan kita akan melemah jika aku tidak ada?” Tanya Shen Xuan dengan ekspresi serius.


“Aku sudah menyembunyikannya dan juga kau tidak perlu cemas akan pertahanan tempat ini karena tempat ini sudah terpasang array tingkat 5, belum lagi siluman penghuni tempat ini, pastinya mereka tidak akan diam saja ketika seorang manusia memasuki tempat tinggal mereka.”


Mendengar penjelasan itu membuat Tetua Shen Xuan menghela nafas, dia sendiri tahu keamanan Alas Purwo sudah tidak diragukan lagi, namun tetap saja dia cemas karena jika benar orang yang sangat kuat mendatangi tempat ini maka itu akan menjadi mala petaka.


Tetua Shen Xuan melirik orang tua itu yang sudah dia anggap sebagai Guru, meskipun orang tua itu tidak pernah menunjukan kekuatannya tetapi dia yakin bahwa kekuatannya bukanlah sembarangan karena tidak mungkin bagi orang lemah yang mampu bertahan hidup di tengah-tengah lautan siluman.


“Baiklah, aku mohon pamit dulu guru.” Ucap Tetua Shen Xuan seraya memberikan hormat.


Tetua Shen Xuan berjalan pergi menuju Kekaisaran Chen dan melaporkan yang sedang terjadi. Orang tua itu menghela nafas panjang, lalu membakar semua mayat itu dengan api.

__ADS_1


“Semoga firasatku ini salah..” Gumamnya dengan ekspresi rumit.


Like..


__ADS_2