
Tak terasa hari sudah pagi, terlihat Rey yang tidur tepat di perut wanita itu, dia kelelahan karena harus berkosentrasi selama semalaman penuh untuk menyembuhkan bagian bawah wanita itu, andaikan dia punya Qi pasti tidak akan selelah ini hanya karena menyembuhkan luka kecil seperti itu.
Karena cahaya matahari yang sangat terang membuat wanita itu bangun, dia mengerjapkan matanya pelan, dan tak lama kemudian dia menangis, itu karena dia sangat ingat dirinya yang tengah diperkosa oleh walikota kota Chenzu semalam, bukan hanya sekali dua kali saja dia diperkosa tetapi ratusan kali.
Dia sudah diperkosa selama hampir satu bulan penuh, digilir setiap malam dengan brutal, semua bagian tubuhnya dijamah, dikotori oleh pria-pria bejat di kediaman Walikota laknat itu.
“Hiksss…” Wanita itu menangis sesenggukan seraya menutupi wajahnya, nampaknya dia belum menyadari Rey yang tengah tertidur di perutnya.
Rey yang mendengar suara tangisan seorang wanita membuatnya terbangun, dia membuka matanya dan betapa terkejutnya dia melihat wanita yang dia sembuhkan sekarang tengah menangis.
“Hei, tangisanmu itu membuat tidurku terganggu tahu.”
Ucapan Rey membuat wanita itu tersentak, dengan cepat dia mundur yang membuat kepala Rey terbentur tanah. Baru saja Rey akan melontarkan kata kasar A-Z, tapi dia seketika mengurungkannya saat melihat wanita itu menangis seraya menutupi tubuhnya.
“Hem, sepertinya wanita ini sangat trauma..” Gumam Rey seraya menggerak-gerakan badannya agar rileks.
Rey berjalan mendekat yang membuat badan wanita itu bergetar hebat, bahkan suara tangisannya sampai tidak terdengar sangking takutnya dia.
“Kau takut dengan penyelamatmu? Harusnya kau bersyukur karena telah kuselamatkan!”
Rey tentu kesal dengan wanita itu, dia sudah menyelamatkannya dengan susah payah walaupun sebenarnya tidak susah-susah amat sih, bagaimana bisa seorang yang sudah menyelamatkannya malah ditakuti? Malah seharusnya wanita itu harus bangga karena telah mendapatkan kebaikan dari sang penghhancur yang sangat agung sepertinya, kebaikannya itu adalah sebuah berkah karena kebaikan yang dia lakukan bahkan bisa dihitung dengan jari.
__ADS_1
Wanita itu tertegun, dia mengingat-ingat kejadian tadi malam bahwa bocah berambut putih di depannya saat ini membunuh Walikota Yi Fan yang memperkosanya semalam. Dia ingin mengucapkan terima kasih tetapi suaranya seperti tertahan di kerongkongan, dia hanya bisa menundukan mata seraya menangis
Rey yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan, dia tidak berharap ucapan terima kasih ataupun sanjungan, dia hanya berharap wanita itu tidak menangis karena itu membuatnya kesal, tangisan itu mengingatkan akan perasaan tadi malam.
“Hei, sudahlah, kau berhenti menangis, dan juga pakai pakailah ini untuk menutupi tubuhmu.” Ucap Rey seraya menyerahkan kain yang dia gunakan untuk menutupi tubuh wanita itu kemarin malam.
“A-apa bedanya, aku telanjang dan tidak sama saja, aku hanyalah wanita kotor sekarang.. hiks.. hiks.” Ucapan wanita itu terdengar memilikukan.
“Heh, kau tidak perlu khawatir untuk itu, aku sudah membuatmu kembali menjadi seperti gadis suci.”
Ucapan Rey membuat wanita itu membelalakan matanya, tapi itu hanya sebentar karena dia kembali dengan tatapan kosong yang seperti menggambarkan masa depannya, karena wanita kotor sepertinya tidak akan bisa mendapatkan suami, meskipun dapat juga nanti akan berpisah saat tahu bahwa dirinya wanita kotor.
“Kau tidak perlu menghiburku, aku akan menerima diriku sendiri walaupun aku harus menjadi wanita kotor seumur hidup.”
“A-apa benar?” Dia mengecek bagian bawahnya dan betapa terkejutnya saat dia tidak merasakan sakit sama sekali, bahkan tidak ada bekas luka di sana. Hal itu membuat dia menangis bahagia, dia berjanji akan melupakan segala hal yang ada dan membuka lembaran baru, dia tidak akan percaya lagi dengan pria manapun kecuali bocah berambut putih yang menyelamatkannya.
Dengan segera wanita itu mengambil kain yang diberikan Rey tadi untuk menutupi tubuhnya, dia mendekati danau untuk mencari bocah yang menyelamatkannya semalam. Rey melihat wanita itu dengan tatapan kesal, sungguh dia akan mencincang wanita itu jika dia masih putus asa seperti tadi, karena itu sama saja membuang kerja kerasnya semalam untuk menyembuhkannya.
“Kenapa balik? Masih belum percaya hah?”
Wanita itu tiba-tiba saja menjatuhkannya dan bersujud tepat di depan Rey, tentu saja hal itu membuat mata Rey melotot.
__ADS_1
“Hei.. hei, aku memang sangat agung tetapi aku sangat benci orang yang bersujud kepadaku, hal itu mem..”
“Terima kasih.. terima kasih banyak.. terima kasih..” Wanita itu menangis di hadapan Rey. Dia tidak peduli lagi dengan rasa hormat, jika perlu dia akan bersujud sepanjang malam demi mengungkapkan rasa terima kasih dan rasa syukurnya.
Tanpa berkata, Rey langsung menuju ketipian dan mengangkat tubuh wanita itu. Terlihat bahwa wanita itu memang sangat bersungguh-sungguh berterima kasih, bahkan saat Rey mengangkat tubuhnya saja dia tidak berhenti mengucapkan kata terima kasih.
“Kau bisa mengucapkan rasa terima kasihmu kepadaku dengan cara lain, tidak dengan bersujud-sujud seperti tadi, aku bukanlah penciptamu ataupun orang tuamu.” Rey menepuk-nepuk kepala wanita itu dengan pelan.
“Tapi tetap saja, a..”
“Ssssttttt, jika kau masih mengucapkan kata terima kasih kepadaku akan kulempar kau ke danau.” Ucap Rey santai tapi mengandung keseriusan, dia benar-benar akan melempar wanita itu ke danau andai dia tidak berhenti mengucapkan terima kasih.
Mendengar ucapan Rey membuat wanita itu seketika bungkam, dia melirik-lirik ke arah Rey dan entah mengapa dia takut akan ucapan Rey barusan.
“Nah, gitu dong, kau lebih baik tersenyum atau tertawa seperti orang gila daripada bersedih seperti orang nolep.”
Ucapan Rey membuat wanita itu tertawa, sepertinya wanita itu sudah melupakan kejadian kemarin meskipun tidak tahu apakah itu akan bertahan lama atau tidak, karena wanita manapun yang mengalami kejadian seperti dia pasti tidak akan bisa lupa.
Rey mengajak wanita itu kembali ke kota, tapi wanita itu menolaknya dengan halus, dia mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mempunyai kerabat ataupun keluarga, dia hidup sendirian, penghasilannya sehari-hari bergantung pada penjualan sovenir kecil yang harganya tidak seberapa.
“Ck, kau ikut saja denganku.” Rey menarik paksa wanita itu tanpa peduli dengan jawabannya, jika dia berkata A maka orang harus A, jika dia berkata B maka orang harus B, dia sama sekali tidak peduli dengan jawaban orang.
__ADS_1
Wanita itu terlihat pasrah saja ditarik Rey, tapi ditarik pria setampan Rey juga tidak buruk, bukan hanya wajah Rey yang tampan tetapi karena kebaikan Rey yang telah menyelamatkannya membuatnya menurut, dia akan melakukan apapun atas rasa terima kasihnya.
Comment...