
Setelah merasa bahwa sendi tulangnya telah kembali pada tempatnya, Rey menceritakan tentang mahluk besar yang menyerangnya tempo lalu, dari murid-murid sektenya yang tewas karena sambaran petir yang dikeluarkan mahluk itu sampai dengan dirinya yang dipandang tajam oleh mahluk besar yang entah apa namanya.
Kaisar Chen tersentak, dia beberapa akhir ini selalu memikirkan penyebab naga petir itu muncul kembali setelah 175 tahun berlalu, tapi siapa sangka bahwa jawabannya ternyata karena rombongan Rey, namun itu masih belum menjawab seluruh pertanyaannya, karena tidak mungkin bagi Naga Petir menyerang rombongan manusia tanpa sebab.
“Kau hebat nak bisa tetap hidup setelah sambaran Naga Petir itu, jangankan sambarannya, bahkan jika dia tidak sengaja kentut atau bersin saja satu kota pasti lenyap.” Kaisar Chen menepuk-nepuk pundak Rey karena merasa bahwa keberuntungan bocah berambut putih di sampingnya sangatlah luar biasa.
“Jadi mahluk itu bernama Naga Petir.” Batin Rey.
“Aku masih penasaran mengenai bagaimana kalian berhasil selamat setelah serangan yang dapat membuat nyawa langsung kadaluarsa itu?” Tanya Kaisar Chen dengan serius.
“Oh, itu karena aku berhasil menghindar sebelum petirnya mengenaiku, petir itu hanya mengenai orang-orang sekteku termasuk tiga orang yang kuajak tadi.”
“Siapa nama mereka? Aku lupa memperkenalkan diri karena terlalu fokus berbicara dengan putriku tadi.”
“Perempuan kecil bergaun biru itu adalah Feng Qiuyu, orang tua BBS itu adalah Tetua Fengyi, bocah yang tampangnya biasa-biasa saja bahkan terkesan burik itu adalah Zenith, sedangkan perempuan cantik yang memakai cadar itu adalah Yui.”
“Tunggu sebentar, apa itu BBS?” Tanya Kaisar Chen penasaran, apa itu semacam penghargaan atau julukan pikirnya.
“BBS singkatan dari bapak-bapak badas.” Saat mengatakan itu ekspresi Rey menjadi jelek, itu karena dia sangat tidak nyaman berada di dekat orang kaku seperti Tetua Fengyi, harus inilah itulah, sang penghancur yang sangat agung seperti dirinya membutuhkan ruang untuk bernafas, dia tidak bisa dikekang ataupun diatur karena dia hidup untuk bebas.
“Entah kenapa semua orang di sekte itu kaku semua kecuali orang tua itu dan Yui..” Gerutu Rey yang membuat Kaisar Chen tertawa lepas.
__ADS_1
Kaisar Chen merasa Rey merupakan orang yang sama dengannya, dia sangat suka akan kebebasan, melakukan semua hal tanpa harus memikirkan apapun, namun tanggung jawabnya sebagai kaisar membuat kebebasannya berkurang, karena itu dia sering kabur dari istana untuk mencari angin, sesekali nongkrong di pinggir jalan gak papalah, dia sendiri sudah bosan melihat tumpukan kertas yang tidak ada habisnya di meja kerjanya.
“Orang tua siapa yang kau maksud Rey?” Tanya Kaisar Chen.
“Dia adalah ayah dari Yui, namanya Mo, dia Patriak di Sekteku.”
“Mo?! Nak, apa nama sektemu?!”
“Sekte Biru Laut.” Jawab Rey singkat.
“Aku heran, anaknya cantik bak bidadari kok bapaknya burik seperti pantat monyet ya? Yang lebih mengherankan lagi, istrinya itu kok mau dengan mahluk jadi-jadian sepertinya, hais.” Gerutu Rey kesal. Dia menyesalkan bahwa Yui ternyata hasil benih dari Patriak Mo, bahkan dia sangat penasaran dengan wanita yang menjadi istri Patriak Mo, kok mau saja dikawini mahluk burik seperti Patriak Mo, mungkin pakai pelet pikirnya.
“Hahaha, aku pun setuju, tampang dia sudah burik bahkan sebelum dia berhasil dicetak, tapi burik-burik begitu dia bisa mendapat istri yang sangat cantik, tapi sangat disayangkan istrinya telah tiada saat ini.”
“Tentu aku kenal, aku mengenal dia sekitar 30 tahun yang lalu.”
Ucapan yang keluar dari mulut Kaisar Chen membuat Rey terkejut bukan main, dia tidak menyangka bahwa manusia burik seperti Patriak Mo ternyata mempunyai kenalan sekeren dan sehebat Kaisar Chen, lupakan tentang pelet, mungkin Patriak Mo memakai susuk sampai-sampai Kaisar Chen mau mengenalnya.
Mereka berdua berbincang-bincang seperti orang segenerasi, Kaisar Chen sendiri sudah tidak peduli lagi dengan umur Rey, dia menganggap Rey seumurannya karena semua ucapan yang keluar dari mulut Rey sama sekali tidak mencerminkan bahwa dia anak muda.
Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba saja Chen Shui berjalan menghampiri mereka. Dia terkejut saat melihat ayahnya dan Rey saling merangkul pundak seperti seorang sahabat karib, keterkejutannya bertambah saat melihat ayahnya tertawa lepas, karena sejak kematian istrinya sekaligus ibunya itu tidak pernah sekalipun ayahnya itu tertawa lepas seperti saat ini.
__ADS_1
Melihat ayahnya tertawa lepas membuat hatinya tersentuh, di dalam hatinya Chen Shui sangat berterima kasih kepada Rey karena bisa membuat ayahnya menjadi dirinya kembali. Walaupun dia sering melihat ayahnya kabur dan bersenang-senang di luar tetapi itu hanya untuk menutupi kesedihan belaka, yah meskipun tidak semua alasannya kabur karena bersedih sih.
“Ayah, hari sudah malam, Rey dan teman-temannya pasti sudah mengantuk.”
Melihat ayahnya dan Rey ternyata tidak mempedulikan ucapannya membuat Chen Shui kesal. Dia mendekati mereka berdua dan betapa terkejutnya saat melihat tangan ayahnya dan Rey masing-masing memegang 1 botol arak kualitas numero uno.
“Ayah apa yang kau lakukan?!” Teriak Chen Shui panik. Dia bukan panik karena ayahnya mabuk melainkan karena Rey, itu karena arak yang mereka minum merupakan arak dengan kandungan alkohol 99%, bahkan di capnya saja tertera tulisan Cap Setan, Sekali Minum Langsung Ke Akhirat.
Mendengar teriakan Chen Shui membuat semua orang yang ada di istana segera keluar tak terkecuali Yui, Zenith, Feng Qiuyu dan Tetua Fengyi. Setelah sampai, betapa terkejutnya mereka melihat Rey dan Kaisar Chen saling rangkul sambil mabuk, jika Kaisar Chen mabuknya bersama orang tua sepantarannya sih mereka biasa saja, tapi yang diajaknya mabuk sekarang masihlah seorang bocah, apa lagi arak yang mereka minum cap setan.
Mereka berempat menggotong Rey pulang, sebelum itu mereka meminta maaf karena telah merepotkan mereka semua. Selama di perjalanan Rey ngoceh-ngoceh tidak jelas yang membuat mereka mencari pengincapan terdekat. Setelah mendapatkan penginapan, Rey langsung dibaringkan oleh Tetua Fengyi di kamarnya, mereka juga memesan kamar juga tak terkecuali Yui.
Yui yang khawatir dengan keadaan Rey diam-diam kembali menuju ke kamar Rey. Setelah sampai, Yui dengan segera menyenyuh dahi Rey karena dia tadi merasakan suhu di tubuh Rey cukup panas, mungkin itu efek meminum arak cap setan tadi pikirnya. Yui mendinginkan tubuh Rey dengan tangannya, itu dikarenakan dia memiliki tubuh langka bernama Teratai Es yang membuat suhu ditubuhnya dingin, bahkan dia bisa membuat tangannya menjadi sedingin es.
Rey yang sedang bermimpi mencekik musuhnya secara tidak sadar tangannya memegang-megang dada Yui seraya meremas-remasnya, hal itu membuat Yui melayangkan tamparan keras pada wajahnya sampai jatuh tersungkur dari tempat tidur.
"Ukhhhh ....." Wajah Yui memerah seraya menyentuh dadanya.
Dengan wajah merah Yui meninggalkan Rey yang masih nyungsep kembali ke kamarnya. Rey yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri tiba-tiba tersenyum lebar, itu karena di dalam mimpinya saat ini leher orang yang dia cekik serentelan setelah dia remas-remas sampai copot.
__ADS_1