Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 59 - Seseorang Yang Berharga


__ADS_3

Di sisi lain, Tetua Fengyi, Zenith, Feng Qiuyu dan Yui dibuat panik karena hilangnya Rey dari penginapan, mereka bukan panik karena Rey yang hilang diculik atau sebagainya melainkan panik karena mereka takut jika Rey berbuat hal gila di luar sana, memikirkannya saja membuat mereka merinding.


“Apa kalian menemukannya?” Tanya Tetua Fengyi.


“Tidak.” Sahut mereka bertiga secara serempak.


“Kemana sih bocah itu?! Semalam mabuk paginya hilang seperti dedemit!” Tetua Fengyi menjambrak-jambrak rambutnya karena frustasi.


Mereka sudah mencari-cari di dekat sana bahkan mereka sampai harus menyewa orang demi mencari Rey, tetapi entah mengapa dedemit tukang rusuh itu sama sekali tidak bisa ditemukan, padahal penampilannya sangat nyentrik apalagi rambutnya yang berwarna putih itu seharusnya membuat dia sangat mudah untuk ditemukan.


“Kemana sih kau Rey..” Batin Yui cemas. Mungkin hanya dia saja yang cemas dengan keadaaan Rey.


“Aku akan mencari lagi.” Ucap Zenith.


“Aku juga.” Sahut Feng Qiuyu.


Baru saja mereka memulai pencarian, tiba-tiba saja Rey muncul dari pintu bersama dengan seorang wanita, tentu saja hal itu membuat mereka semua menghela nafas lega, karena andaikan Rey tidak ditemukan maka mereka akan memasang poster dedemit hilang di sepanjang jalan.


Mereka nampaknya belum menyadari perempuan yang ada di samping Rey, tapi itu tak bertahan lama karena tiba-tiba saja mereka berteriak kencang sampai-sampai mengganggu bakteri yang ada di tubuh mereka.


“Apaaaaaa?! Siapa wanita itu Rey?!”


Rey melototkan matanya, dia padahal tadi sudah mengharapkan akan pelukan Yui, tetapi dia malah mendapatkan sebuah teriakan yang membuat telinganya bergetar. Mereka berempat menatap tajam Rey dan wanita itu seraya bergantian, terutama Yui, dia melirik Rey dengan sengit seperti seorang istri yang memergoki suaminya selingkuh.


“Hei… tenang-tenanglah, dia itu adalah wanita yang kuselamatkan..”


Rey melanjutkan penjelasannya, tanpa ditutupi sama sekali dia menceritakan semuanya dengan sangat detail, dari dirinya yang melompat-lompat dari rumah ke rumah yang kemudian mendengar erangan wanita itu, sampai dengan dirinya membunuh pria tua di kediaman Walikota Yi Fan karena memperkosa wanita itu.


Rey juga menjelaskan mengenai dirinya yang tidak pulang sampai pagi karena harus membersihkan semua bagian tubuh wanita itu, bahkan dia harus rela matanya ternodai karena melihat bagian bawah wanita itu saat sedang menyembuhkannya.

__ADS_1


“Seperti itulah ceritanya.” Ucap Rey santai seraya mengangkat bahunya.


Mereka semua tentu terkejut, mereka melihat wanita itu seperti meminta penjelasan, wanita itu mengangguk yang membuat mereka terkejut bukan main, tidak hanya Rey yang membersihkan tubuh wanita itu di danau, tetapi juga Rey dengan beraninya membunuh seseorang di kediaman Walikota kota Chenzu.


Tidak ada satu orang pun yang berani melakukan hal itu karena penjaganya saja hampir sekuat penjaga di istana, tapi sepertinya itu tidak berpengaruh pada Rey karena dia merupakan mahluk ter-debest, ter-agung, ter-wow yang pernah ada.


“Tunggu dulu, kau tidak menyebut siapa nama wanita ini Rey.” Ucap Yui yang membuat mereka semua tersentak, Rey sendiri nampaknya lupa menanyakan nama wanita yang dia selamatkan.


“Namaku Fui.” Ucap wanita itu yang membuat mereka semua menoleh.


“Fui saja?” Tanya Rey.


“Iya, Fu-Fui saja.” Ucapnya gagap.


Rey memaklumi Fui karena seperti ucapannya sebelumnya yang mengatakan bahwa dia tidak mempunyai keluarga ataupun kerabat, meskipun dia tidak tahu apakah keluarganya memang sudah tiada sejak lahir atau karena dia sengaja menghilangkan nama marganya.


‘Eh, aku sendiri juga tidak mempunyai marga, namaku hanya Rey saja.’ Rey nampaknya baru menyadari bahwa tidak ada nama marga di awal namanya, harusnya dia punya tetapi entah mengapa keluarganya tidak mempunyai marga, itu seperti sengaja disembunyikan.


Yui tiba-tiba menarik Rey kepojokan dan bertanya, “Penjelasanmu tadi mengatakan bahwa dirimu sebelumnya membersihkan tubuh Fui bukan?”


“Benar.” Jawab Rey singkat.


“Jadi kau sudah melihat dan menyentuh semua bagian tubuhnya?”


“Yaps, tepat sekali.”


“Apa kau ikut memperkosanya?”


“Tidak.”

__ADS_1


Yui menghela nafas lega, meskipun dia kesal karena Rey yang ternyata melihat dan menyentuh tubuh wanita lain tetapi mendengar jawaban Rey yang tidak ikut-ikutan memperkosa Fui membuat dia senang, dia percaya bahwa Rey tidak akan melakukan hal itu.


“Kenapa kau menanyakan hal itu?” Tanya Rey seraya menaikan alisnya.


“Tidak ada.” Jawab Yui singkat seraya tersenyum manis.


Rey menggelengkan kepala pelan, dia menanyakan kepada Tetua Fengyi apakah Sekte Laut Biru membutuhkan seorang pekerja atau murid karena jika iya maka dia akan membawa Fui ke Sekte Laut Biru.


“Hei bocah, kerasukan dedemit jenis apa sehingga kau berbuat baik seperti ini?” Tanya Tetua Fengyi seraya menyentuh dahi Rey, dia merasa bahwa Rey saat ini otaknya sudah konslet, mahluk yang sehari-harinya membuat rusuh tiba-tiba berbuat baik, mana ada orang yang percaya, mereka lebih percaya bahwa gula rasanya pahit daripada percaya Rey berbuat baik.


Zenith dan Feng Qiuyu tertawa, mereka juga tidak percaya dengan Rey, pasti ada setan di tubuh Rey pikir mereka. Yui sendiri hanya tersenyum, dia percaya Rey akan berbuat baik, mungkin kebaikan yang dia lakukan berbeda dengan orang lain atau lebih tepatnya dia melakukan kebaikan dengan caranya sendiri.


“Gak usah pegang-pegang! Tanganmu yang sangat kasar itu membuat kulitku lecet.” Rey menghempaskan tangan Tetua Fengyi darinya, lalu dengan manjanya dia meminta Yui untuk mengusap dahinya.


Mereka semua tentu terkejut, apa barusan mata mereka melihat Rey bersikap manja kepada Yui? Itu adalah sebuah keajaiban, bukan! Ini merupakan sebuah sejarah karena mahluk abnormal seperti Rey ternyata dapat bersikap manja.


Yui dengan malu mengusap dahi Rey, dia kagum dengan kulit Rey yang sangat halus bahkan menyamai kehalusan kulit perempuan sepertinya. Fui yang sejak tadi diam tersenyum melihat tingkah konyol Rey dan kawan-kawannya, dia sungguh berterima kasih kepada Rey karena sudah memberikan kesempatan baginya untuk membuka lembaran kehidupan baru.


Rey semakin manja dengan Yui yang membuat mereka semua merinding, apa benar ini sosok Rey? Mereka lebih memilih Rey dengan kegilaannya daripada manja-manja seperti sekarang, itu membuat mata mereka sakit, bahkan bulu kuduk mereka medinding karenanya.


Fui dalam hatinya berjanji akan selalu membantu Rey dimana pun dan kapan pun, dia akan menganggap Rey seperti adiknya sendiri, dia akan menyayangi Rey melebihi dirinya sendiri.


‘Jadi nama dia Rey, aku akan mengingat nama itu sampai akhir hayatku.’


Tidak ada yang tahu akan masa depan, apakah perasaannya pada Rey akan berubah atau tidak, namun satu hal yang pasti adalah Rey merupakan orang yang sangat berharga baginya.


Quote Rey :


“Masa depan ditentukan dari masa lalu, jika kau mati saat ini maka di masa depan hanya akan ada sebuah batu nisan bertuliskan namamu, hahaha!”

__ADS_1



__ADS_2