Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 19 - Mencari Informasi


__ADS_3

Yui mendekati Rey yang tengah tertawa seperti orang gila, dia merasa jika Rey ini memiliki beban berat karena tidak mungkin seseorang bisa gila tanpa sebab apapun.


“Rey, apa kau tidak apa-apa?”


Rey tersentak, sepertinya dia lupa dengan keberadaan Yui.


“Tentu saja aku baik-baik saja. Yui, apa di Sekte ini memiliki harta yang bisa membuat fondasi tubuh kuat?”


“Kurasa ada meskipun sedikit, tapi kau harus berkontribusi dulu dengan melakukan misi-misi yang diberikan oleh Sekte. Jika kau mau aku bisa memberikanmu misi, karena aku adalah wakil seluruh murid elit di Sekte Ini”


Rey yang mendengar itu nampaknya memiliki sebuah pemikiran gila. Ia bisa saja mencuri semua harta di Sektenya ini, tapi tentu saja resikonya sangat besar. Rey tentu tidak takut dengan apapun, hanya saja dia tidak ingin keluarganya terkena imbas nantinya.


“Baiklah, misi apa yang akan kau berikan padaku? Membunuh orang? Menebas orang? Membongkar tubuh orang? Pilih saja salah satu, bahkan jika kau memilih semuanya dengan senang hati akan kulakukan” Ucap Rey yang sangat antusias jika berhubungan dengan hal-hal berbau darah.


Yui terkejut, sepertinya isi pikiran Rey ini sangat mengerikan, dia berfikir untuk memperbaiki pemirikan gila Rey sedikit demi sedikit nantinya.


Yui tentu tidak sadar bahwa dirinya kelak akan ikut-ikutan menjadi brutal, tentunya hal tersebut tak lain tak bukan adalah pengaruh dari psikopat kuno alias Rey.


“Tidak ada pembunuhan Rey, tapi mungkin beberapa misi mengharuskan kita bertarung. Setelah ini akan ku bicarakan lagi dengan para Tetua lainnnya, apa misi yang cocok dengan kekuatanmu sekarang.”


Rey yang mendengar itu sedikit kecewa. Namun yang dikatakan oleh Yui memanglah benar, jika misi yang diberikan melebihi kemampuannya saat ini, maka bisa di pastikan kerugian yang dialaminya nanti.


“Baiklah, cepat hubungi aku setelah kau memiliki misi yang cocok untukku” Ucap Rey sambil melangkah pergi meninggalkan Yui seorang diri.


Yui yang melihat Rey meninggalkan dirinya sendiri menjadi kesal, padahal tadi Rey menangis tersedu-sedu dalam pelukannya.


**


Rey nampaknya sekarang tengah menuju ke tempat administrasi sebelumnya. Rey ke sana karena memiliki sebuah tujuan yaitu untuk menanyakan tentang perpustakaan atau semacamnya.


Setelah sampai Rey tanpa basa-basi langsung bertanya seperti orang penting.


“Apa disini mempunyai sebuah perpustakaan atau semacamnya?”


Perempuan yang menjaga ruangan administrasi itu tersentak, karena tiba-tiba saja ada bocah di depan ruangannya. Dia sama sekali tidak sadar keberadaan Rey, karena dia tadi sedang mengecek tentang permintaan-permintaan orang kepada Sekte mereka.


Permintaan-permintaan dari orang-orang tersebutlah yang akan menjadi misi bagi murid-murid Sekte mereka, mulai dari misi pengawalan, misi menangkap burnonan, misi memberantaas kultivator aliran hitam, bahkan mereka kadang mendapatkan permintaan yang sangat tidak masuk akal seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami.


“Kau tadi nanya apa dik?” Tanya lembut perempuan tersebut.


“Hah, apa disini memiliki yang namanya perpustakaan atau semacamnya?”


“Tentu, perpustakaannya ada di samping aula, tapi kau memiliki waktu yang terbatas karena setiap murid hanya di beri waktu selama 1 jam saja” Jelas perempuan tersebut.


Rey yang mendengar itu tersentak, seperti dugaannya bahwa setiap dunia aneh yang dia pijaki pasti memiliki sebuah kesamaan. Nampaknya Rey cukup beruntung karena tidak harus menyesuaikan diri lagi di dunia baru kali ini.


Tanpa mengucapkan terima kasih, Rey segera menuju ke Perpustakaan sesuai arahan dari perempuan administrasi tersebut.


Hanya dalam beberapa saat saja Rey sudah sampai di Perpustakaan. Ternyata perpustakan Sektenya memiliki 3 lantai, yang dimana setiap tingkatan itu terdapat buku yang isinya adalah jurus-jurus dengan tingkatan yang berbeda-beda.


Tanpa permisi, Rey langsung menyelonong masuk yang tentunya membuat penjaga Perpustakaan di sana marah.


Penjaga Perpustakan itu mengeluarkan separuh aura pendekarnya yang membuat seluruh murid yang berada di lantai satu berlutut karena tidak kuat menahan tekanan aura yang sangat kuat tersebut. Nanmun, nampaknya tidak dengan Rey yang ternyata masih utuh berdiri, bahkan dia masih dengan santainya melihat-lihat buku di sana.


Penjaga perpustakaan itu terkejut, padahal dia sudah mengeluarkan setengah dari aura pendekarnya yang bahkan bisa membuat orang yang berada di tahapan yang sama dengannya berlutut. Namun, siapa sangka bocah berambut putih yang tiba-tiba masuk tanpa memberi salam kepadanya ternyata bisa menahan auranya.


“Sungguh bocah yang unik.…” Batin penjaga Perpustakaan tersebut sambil memandang Rey yang sedang mengambil sebuah buku di rak paling atas.


Rey ternyata kini sedang mengambil buku sejarah yang mungkin dapat memberi informasi tentang dunia baru yang dia pijaki saat ini, Namun karena tubuh Rey yang sekarang sangatlah pendek jadi dia tidak bisa menggapai buku sejarah tersebut yang letaknya berada di rak paling atas.


“Kau mencari buku ini?” Ucap seseorang pria tua yang ternyata adalah si penjaga Perpustakaan tadi sambil mengambilkan buku yang tengah Rey incar.


“Ah, benar” Ucap Rey sambil mengambil buku dari pria tua tadi tanpa permisi terlebih dahulu.


Penjaga tersebut terkejut melihat sikap Rey yang sangatlah tidak sopan, bahkan tidak mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan darinya.

__ADS_1


“Memang bocah gila, baru kali ini aku menemukan pemuda unik seperti dia, masa depannya pasti sangat cerah” Gumam penjaga perpustakaan tersebut.


Rey membaca buku sejarah itu dengan serius, dari sana ia mendapatkan infomasi bahwa dunia baru yang ia pijaki ini memiliki 3 kekaisaran, pertama Kekaisaran Chen, kedua Kekaisaran Qin, dan yang terakhir adalah Kekaisaran Luu.


“Jadi wilayah ini adalah daerah kekuasaan Kekaisaran Chen, hmm”


Rey juga mendapatkan tentang tingkatan-tingkatan kultivasi, tingkatan pil, tingkatan jurus, tingkatan senjata, dan juga tingkatan siluman.


Tingkatan Kultivasi



Kondensasi Qi.


Pemurniaan Roh.


Kultivator Perunggu (Ada 3 tahapan).


Kultivator Perak (Ada 3 tahapan).


Kultivator Emas (Ada 3 tahapan).


Kultivator Tingkat Bumi (Ada 3 tahapan).


Kultivator Tingkat Langit (Ada 5 tahapan).


Kultivator Tingkat Suci (Ada 5 tahapan).


Kultivator Tingkat Dewa (Ada 5 tahapan).


Kultivator Tingkat Semesta (Ada 10 tahapan).




Pil Kualitas Rendah.


Pil Kualitas Menengah.


Pil Kualtias Tinggi.


Pil Suci.


Pil Surgawi.


Pil Dewa.



Tingkatan Senjata Dan Jurus



Senjata Tingkat Rendah.


Senjata Tingkat Menengah.


Senjata Tingkat Tinggi.


Senjata Tingkat Bumi.


Senjata Tingkat Langit.


Senjata Tingkat Suci.

__ADS_1


Senjata Tingkat Kuno.


Senjata Tingkat Dewa.



Tingkatan Siluman.



Level 1.


Level 2.


Level 3.


Level 4.


Level 5.


Raja.


Kaisar.


Kuno.



Mata Uang



Koin Perunggu.


Koin Perak.


Koin Emas.


Batu Roh (Ada 3 tingkatan, yaitu tingkat rendah, tingkat menengah, dan tingkat tinggi)


Batu Spiritual (Ada 3 tingkatan, yaitu tingkat rendah, tingkat menengah, dan tingkat tinggi).



Penjelasan Mata Uang :


1 koin perak \= 10 koin perunggu.


1 koin emas \= 10 koin perak atau setara dengan 100 koin perunggu.


1 batu roh tingkat rendah \= 1000 koin emas, setiap tingkatannya dikalikan 10.


1 batu spiritual tingkat rendah \= 10 batu roh tingkat tinggi, setiap tingkatannya dikalikan 10.


Rey yang membaca itu tersentak, sepertinya dunia baru yang ia pijaki ini memiliki tingkatan dan tahapan yang berbeda dalam hal yang berhubungan dengan kultivator. Namun, Rey memang mempunyai ingatan yang sangat kuat, jadi dia hanya perlu membaca sekali saja untuk menghafal semua isi dari buku yang tengah ia baca tersebut.


Rey memilih untuk pergi dari Perpustakaan itu karena telah mendapatkan informasi yang ia butuhkan.


Penjaga Perpustakaan itu nampaknya keheranan dengan Rey yang bahkan tidak sampai 10 menit di dalam Perpustakaan.


"Bahkan bocah itu tidak meminjam buku apapun? Sungguh bocah aneh"


Rey tidak membutuhkan jurus-jurus atau apalah itu, karena ia sudah memiliki beberapa jurus yang tentunya tidak dapat dibandingkan dengan semua jurus sampah yang ada di sana.


Meskipun Rey memiliki jurus-jurus yang sangat kuat, tapi nyatanya dia lebih memilih untuk menggunakan pedang. Rey sangat sangat suka membongkar tubuh musuhnya, melihat ekspresi kesakitan musuhnya adalah kesenangan yang tak dapat digambarkan hanya dengan kata-kata belaka, apalagi saat dia mencungkil mata musuhnya, itu adalah kesukaannya.

__ADS_1


__ADS_2