Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 76 - Tertimbun Reruntuhan


__ADS_3

Tetua Fengyi dan lainnya bingung melihat Rey dan Xiao bersaudara diam-diam seraya senyum-senyum sendiri, terutama Rey dia sejak tadi tersenyum sinis seperti seorang psikopat yang sedang memikirkan bagaimana cara mempreteli tubuh korbannya. Mereka sudah tahu bahwa Rey memang dapat mempengaruhi orang-orang disekitarnya dan itu terbukti bahwa sejak mereka bersama Rey perilaku dan sikap mereka semakin mirip dengannya, tetapi mereka juga tidak menyangka bahwa ternyata efek kegilaan Rey dengan cepat mampu membuat seseorang ikut menjadi gila sepertinya.


Mereka bertiga masih berkomunikasi lewat pikiran atau biasa disebut dengan telepati, itu mereka lakukan agar semua hal yang mereka katakan tidak bisa didengar oleh orang lain.


“Tuan, apa anda berkenan untuk menjadi bagian dari sekte kami?” Tanya Xiao Chen penuh harap.


"Tidak," Jawab Rey singkat.


"Kenapa?" Tanya Xiao Shen dan Xiao Chen secara bersamaan, mereka tahu bahwa sosok luar biasa seperti Rey pasti tidak membutuhkan mereka sebagai latar belakang atau sekedar bantuan, tetapi tetap saja tawaran mereka itu cukup menguntungkan apabila terjadi suatu hal cukup rumit yang tentunya tidak bisa ditangani oleh seorang diri saja.


“Kalian tahu Sekte Laut Biru?” Tanya Rey balik.


“Sekte Laut Biru? Aku pernah mendengar sekte tersebut beberapa tahun lalu, jika tidak salah ingat ada seorang murid bernama Shen Xuan yang memenangkan setiap turnamen yang ada di Kekaisaran Chen, apalagi saat dia berhasil keluar dengan selamat dari Alas Purwo, itu  mengapa tuan bertanya tentang sekte itu?” Jawab Xiao Shen seraya bertanya balik.


“Aku sekarang merupakan seorang murid di sekte itu, jika kalian mau, kalian bisa berkerja sama dengan Sekte Laut Biru karena sekte itu merupakan tanggung jawabku sekarang,” Jawab Rey yang nampak tak tertarik dengan tawaran Xiao bersaudara.


Dia tidak butuh latar belakang atau hal-hal yang berhubungan bantuan, dia adalah orang yang selalu mengandalkan dirinya sendiri, dia membentuk dirinya menjadi The One And Only, dia akan menjadi satu-satunya orang yang berjalan melawan arus dari pada mengikuti arus, dan juga dia lebih mementingkan kepercayaan daripada keuntungan, menurutnya kepercayaan adalah sebuah hal yang paling sulit untuk didapat, meskipun begitu seseorang harus tahu apa yang tengah mereka percayai agar tidak jatuh ke dalam jurang kekecewaan.


“Tentu saja kami ingin, kalau perlu kami akan berkunjung ke Sekte Laut Biru sekarang,”


“Itu terserah kalian, tetapi usahakan untuk tidak menyebarkan informasi tentangku atau kalian akan merasakan akibatnya,” Ancam Rey seraya mengirimkan sebuah perasaan menakutkan pada Xiao bersaudara. Dia mengirimkan sebuah serpihan kecil dari gambaran sebuah kengerian akan kekuatan kegelapan yang tersegel di dalam tubuhnya.


Sekali lagi jiwa mereka bergetar hebat, aliran Qi mereka kacau hanya karena sebuah perasaan mengerikan yang dikirimkan oleh Rey, mereka sudah hidup puluhan tahun lamanya, tidak terhitung lagi sebuah kengeriaan yang mereka alami tetapi mereka baru kali ini merasakan sebuah perasaan yang menggambarkan akan ketakutan, kegelapan, kengerian, kehamapaan menjadi satu atau bisa dibilang sebuah hal negatif yang ada pada kehidupan menjadi satu entitas yang luar biasa, satu kata untuk perasaan tersebut MENGERIKAN!


“Ba-baik, kami tidak akan membocorkan hal ini pada siapapun, termasuk pada keluarga kami,” Jawab mereka berdua terbata-bata, mereka cukup kesulitan menyetabilkan aliran Qi yang kacau, entah karena ketakutan atau hal lainnya tetapi perasaan mengerikan tadi memang membuat seluruh tubuh baik fisik dan jiwa mereka menjadi kacau balau.

__ADS_1


“Baiklah, kalian berdua bisa pergi sekarang, usahakan untuk terkesan biasa saja padaku, perlakukan diriku sebagai mana mestinya seorang bocah biasa dan pastikan untuk tidak melewati batas atau akan kuparut wajah keriput kalian itu!”


Xiao Chen dan Xiao Shen sendiri tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya, meskipun tidak berhasil menjadikan Rey sebagai bagian dari mereka tetapi setidaknya dapat berkerja sama dengan sektenya saja sudah menjadi suatu hal yang luar biasa, tidak peduli lagi entah bagaimana rupa Sekte Laut Biru sekarang karena rumor tentang hancurnya sekte itu setelah kepergiaan Shen Xuan sudah menjadi rahasia umum dan tentu saja itu bukanlah sebuah rumor tanpa fakta karena itu memanglah sebuah kenyataan bahwa Sekte Laut Biru mengalami penurunan kasta dari sekte menengah menjadi sekte kecil yang bahkan sudah dilupakan oleh masyarakat.


Kembali ke dunia nyata, Xiao Chen dan Xiao Shen saling pandang. Xiao Shen menatap Tetua Fengyi dan berkata, “Baiklah, sudah waktunya bagi kami untuk pergi dan juga mungkin dalam waktu kita akan bertemu lagi.”


Mereka berdua melangkah pergi begitu saja meninggalkan Tetua Fengyi yang kebingungan mengenai maksud mereka yang akan bertemu kembali dalam waktu dekat. ‘Apa yang mereka maksud dengan bertemu kembali? Apa mereka akan menghadiri turnamen ini lagi?’ Batin Tetua Fengyi penuh pertanyaan.


Mata Rey tiba-tiba melotot karena merasakan sensasi akan kekuatan sangat besar mendekati mereka, dia menarik tangan Yui dan beteriak, "Berlindung!"


Tiba-tiba saja sebuah kekuatan yang sangat besar menabrak dan meluluh lantakan seluruh tempat di arena. Rey dan lainnya terjebak di dalam reruntuhan puing-puing bangunan arena, untung saja Yui menciptakan bongkahan es yang begitu besar untuk melindungi mereka dari reruntuhan.


Rey menatap Yui kagum, dia sudah tahu bahwa Yui bisa membekukan sesuatu meskipun itu udara sekalipun tetapi melihat dengan mata kepala dia sendiri ternyata jauh lebih luar biasa.


"Apa-apaan ledakan itu?!" Zenith mengusap matanya karena terkena debu.


Feng Qiuyu dan Fui nampak pingsan akibat terlempar saat ledakan terjadi. Rey kembali ke dalam kesadaranya, bukan saatnya mengagumi sesuatu karena saat ini nyawa adalah prioritas. Dia mengeluarkan api sucinya untuk menerangkan sekitarnya, pikiran semua orang bertanya-tanya mengenai api apa yang berwarna putih itu tetapi mereka rasa penasaran bukanlah hal yang tepat untuk saat ini.


“Yui, bisa kau buat celah untuk menjadi jalan keluar kita dalam reruntuhan ini?" Tanya Rey.


Yui mengangguk, lalu mendorong esnya ke atas untuk membuat jalan, tetapi beban reruntuhan ternyata cukup berat, kekuatannya belum cukup untuk mendorong bongkahan beton yang beratnya saja ratusan kali lipat daripada dirinya. Rey mempunyai satu jalan lagi yaitu dengan cara meledakan langit-langit dengan Bom Qi tetapi itu hanya bisa dilakukannya jika ada orang yang rela berkorban nyawa sebab dia membutuhkan transferan Qi untuk membuat bom Qi, hal itu tentu saja sangat berbahaya sebab Qi orang itu akan berinteraksi dengan kekuatan gelap yang ada pada dirinya dan itu bukanlah sebuah hal yang baik untuk dilakukan.


Rey melirik Liu Ji dan berkata, “Liu Ji, kemarilah, transfer Qi milikmu kepadaku sekarang.”


Ya benar, Rey akan menggunakan Liu Ji sebagai tumbal agar mereka bisa keluar dari reruntuhan, apa dia merasa kasihan? Jawabannya adalah tidak, dia tidak akan merasa kasihan dengan orang asing terutama seorang budak seperti Liu Ji, jika menurut orang hal yang dilakukannya kejam maka dalam pandangan Rey itu adalah hal yang lumrah, karena siapa yang kuat dapat menindas yang lemah.

__ADS_1


“Baik tuan,” Tanpa bisa menolak, Kedua tangan Liu Ji di tempelkan tepat di punggung  Rey, lalu dengan segera dia mentransferkan Qi miliknya pada tubuh Rey. Mereka semua bingung karena Liu Ji terlihat menurut begitu saja dengan apa yang dikatakan Rey, tidak membantah ataupun bertanya.


Liu Ji merasakan sakit yang sangat hebat pada tubuhnya, perlahan-lahan tangannya bergetar diikuti darah yang mengalir keluar dari kedua matanya, dia ingin berteriak tetapi tidak mampu sama sekali akibat ultimatum yang diberikan oleh Rey kepadanya. Mereka semua tidak bisa melihat dengan jelas karena Rey dengan sengaja menarik kembali api sucinya, tentu saja hal itu dia lakukan agar Yui dan lainnya tidak melihat keadaan Liu Ji saat mentransfer Qi kepadanya.


Rey merasakan tangan Liu Ji di punggungnya bergetar, dia cukup kagum dengan Liu Ji karena bagi siapapun orang yang mentransferkan Qi kepadanya maka dia akan tidak sadarkan diri lalu mati tetapi Liu Ji ternyata mampu menahan rasa sakit itu dengan hanya bermodalkan keinginan hidup belaka.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Liu Ji tak sadarkan diri dengan posisi duduk dengan tangan yang masih menempel pada punggung Rey. Rey yang sudah merasakan aliran Qi yang mengalir dari tubuhnya melirik ke belakang, terlihat tampang bodo amatnya saat melihat seluruh Lubang di kepala Liu Ji mengeluarkan darah.


‘Kurasa ini sudah cukup untuk membuat bom Qi sekala kecil,’ Rey menggerak-gerakan tangannya dan terciptalah sebuah bola hitam yang mengeluarkan aura dahsyar. Mereka semua terkejut dengan aura dahsyat yang berasal dari arah Rey dan Liu Ji tetapi mereka tidak bisa melihat karena keadaan di sana sangat gelap, jadi mereka hanya bisa menebak-nebak siapa atau apa yang bisa mengeluarkan aura dahsyat seperti itu.


Bola hitam itu disebut Bom Qi, Bom Qi tercipta dari Qi yang dipadatkan menjadi satu, bentuknya tidak harus bundar itu tergantung bagaimana penguasaan orang tersebut pada pengendalian Qi miliknya, jika bagus maka Qi itu akan menjadi padat menjadi sebuah bentuk yang diinginkan, semakin besar Qi yang dipadatkan maka semakin besar pula bentuk yang dihasilkan.


Rey mengeluarkan kembali api sucinya dan hal itu membuat mereka semua terkejut saat melihat sebuah bola hitam yang mengeluarkan aura dahsyat di tangan Rey, yang lebih mengejutkan lagi adalah Liu Ji tidak sadarkan diri dalam kondisi sangat buruk, darah membasahi seluruh wajah dan pakaiannya.


Saat mereka ingin menolong Liu Ji, Rey menghentikan mereka dan berkata, “Kalian berdua diam di tempat! Dan Yui, cepat bungkus kita semua dengan es mu itu, pastikan kau menggunakan seluruh kekuatanmu untuk menahan ledakan setelah ini, karena aku akan meledakan tempat ini!”


Yui cukup ketakutan melihat ekspresi Rey yang sangat menyeramkan seperti akan membunuhnya jika tidak melaksanakan perintahnya. Rey yang melihat Yui tidak merespon perkataannya menjadi kesal, tangannya sudah tidak kuat lagi menahan bom Qi yang sudah tidak stabil dikarenakan dia sudah tidak memiliki Qi yang tersisa untuk mengontrol kekuatan Bom Qi.


“Cepat!!!” Teriak Rey dengan keras yang membuat Yui seketika membuat es yang membungkus mereka semua.


Sebelum es itu sepenuhnya membungkus tempat mereka, Rey dengan cepat melemparkan bom Qi yang sudah tidak stabil tersebut dengan keras ke atas. Setelah es Yui sepenuhnya membungkus mereka, bom Qi tersebut meledak yang membuat es yang membungkus mereka mengalami retakan diseluruh sisinya. Yui berusaha sekuat mungkin untuk menahan es tersebut agar tidak pecah tetapi nampaknya ledakan dari Bom Qi terlalu kuat, muncul api di selah-selah retakan Es, Rey tidak panik karena dia sama sekali tidak takut akan kematian, baginya mati ya mati, tidak ada yang speaial dari sebuah kematian.


“Ya ampun, kurasa kita akan menjadi daging panggang sebentar lagi, hahaha!” Rey tertawa keras seolah-olah mati terpanggang sangat patut untuk dicoba, hal itu membuat semua orang panik bukan main, bisa-bisanya Rey bercanda padahal kematian sudah di depan matanya persis, mereka sekarang yakin bahwa Rey adalah merupakan orang tergila diantara para orang gila lainnya.


Yui yang sudah tidak kuat akhirnya tidak bisa menahan ledakan tersebut, perlahan-lahan esnya pecah yang menyebabkan api masuk dengan sangat cepat ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2