Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 71 - Kabar Baik Dan Kabar Buruk


__ADS_3

Jendral Chen mendekat ke arah Tetua Shen Xuan dan berkata, "Jadi apa kau kesini untuk menceritakan pengalaman misimu mengawasi aliran hitam dari gurumu itu atau ada hal lainnya?"


Mendengar pertanyaan Jendral Chen membuat Tetua Shen Xuan melirik Chen Shui. Chen Shui yang tahu maksud pandangan tersebut mengangguk dan segera keluar ruangan bersama dengan seorang pelayan yang membawa golok tadi. Sekarang di ruangan tersebut hanya terdapat Kaisar Chen, Jendral Chen dan Tetua Shen Xuan saja, mereka bertiga duduk dan mulai masuk dalam mode serius.


Tetua Shen Xuan menghembuskan nafas perlahan, "Aku kesini menyampaikan kabar baik dan juga kabar buruk, jadi mana dulu yang ingin kalian dengar?" Tanyanya dengan sorot mata tajam.


Kaisar Chen dan Jendral Chen saling pandang, terlihat di wajah masing-masing sangatlah buruk karena ternyata ada kabar buruk yang mengikuti kabar baik, "Kabar baik terlebih dahulu," Jawab mereka berdua kompak.


"Kabar baiknya adalah aku berhasil mendapatkan informasi tentang keberadaan 2 segel dunia bawah, jadi ada 3 yang kita ketahui sekarang, segel pertama di alas purwo, kedua berada di wilayah Kekaisaran Luu atau lebih tepatnya segel tersebut berada di sebuah pulau di Laut Kematian, aku tidak tahu pulau yang mana tetapi ada 7 pulau di sana, ketiga ada di sebuah jurang yang sangat dalam bernama Jurang Fanzui, aku sudah menulusuri jurang ini hampir selama 1 tahun lamanya tetapi aku hanya bisa merasakan keberadaannya saja namun tidak menjumpai wujudnya, itupun melalui benda yang diberikan oleh guru kepadaku," Jelas Tetua Shen Xuan dengan ekspresi rumit. Ekspedisinya mencari segel dunia bawah selama 5 tahun hanya menghasilkan letak tidak pasti 2 segel dunia bawah saja, namun memang itu adalah sebuah berita baik karena memang keberadaan segel dunia bawah hampir mustahil ditemukan walaupun itu mengerahkan ribuan orang sekalipun dan hal itu sangat disadari oleh Kaisar Chen dan Jendral Chen.


Mendengar itu membuat mereka berdua girang bukan main karena lebih dari ratusan tahun lamanya mereka mencari tidak kunjung menemukan 1 pun letak dari ketujuh segel tersebut, yang mereka ketahui hanya salah satu segel yang berada di alas purwo saja itupun bukan mereka yang menemukannya melainkan seorang pria tua yang bisa dianggap sebagai guru sekaligus penyalamat Tetua Shen Xuan.


Mereka tentu sangat mengenal Guru Tetua Shen Xuan karena orang tua itulah yang menyuruh mereka mencari segel dunia bawah, mereka masih tidak mengetahui berapa lama orang tua itu sudah hidup sebab dia saja mengenal Leluhur Kaisar Chen, yang tahu alasan orang tua itu menyuruh mereka mencari segel dunia bawah hanyalah para leluhur saja dan jika bertanya maka orang tua itu akan menjawab Temukan dulu semuanya baru kita bicara.


Mereka sangat mempercayai pria tua itu sebab para orang tua mereka sudah sangat sering menceritakan kisahnya, bahkan mereka harus menghormatinya seperti menghormati seorang kaisar pada umumnya. Setelah beberapa saat akhirnya mereka kembali serius, mereka kini mempersiapkan diri untuk mendengar kabar buruknya.


Tetua Shen Xuan tersenyum kecil seraya menggelengkan kepalanya, "Kultivator aliran hitam mengetahui tentang segel dunia bawah yang berada di alas purwo, aku bahkan sangat yakin mereka mengetahui letak semua segel karena tidak mungkin bagi mereka hanya mencari 1 segel saja tanpa mencari yang lainnya sebab segel tersebut berhubungan satu dengan yang lainnya," Jelasnya.


Bagaikan tersambar petir, mereka berdua terkejut bukan main, bahkan nyamuk yang sedang menyedot darah mereka pun ikut terkejut. Mereka berdua kini memasang ekspresi buruk, dari semua berita buruk yang mereka dengar tidak pernah sampai seburuk ini adalab berita terburuk yang pernah mereka dengar, bahkan ini tidak bisa disebut berita buruk lagi melainkan berita bobrok yang kelewat bobrok, segel dunia bawah yang telah mereka cari selema ratusan tahun lamanya saja tidak membuahkan hasil sama sekali tetapi bagaimana Kultivator aliran hitam bisa menemukan letak ketujuh segel tersebut? Jangankan letaknya, bentuk segelnya saja mereka tidak tahu sama sekali, bahkan yang di alas purwo pun mereka tidak tahu bagaimana bentuk atau rupanya.


"Sebentar, bagaimana kau bisa tahu bahkan kau sangat yakin bahwa Kultivator aliran hitam mengetahui letak ketujuh segel dunia bawah itu?" Tanya Jendral Chen heran. Jika ditanya percaya atau tidak dia pasti akan percaya, tetapi dia tidak akan langsung menelan semua berita mentah-mentah tanpa bukti yang mendukung.


Jendral Chen mengangguk tanda dia sependapat dengan Jendral Chen, "Yang dikatakannya benar juga, aku juga penasaran bagaimana bisa kau seyakin ini tanpa bukti yang kuat, seharusnya kau membawa bukti yang mendukung informasi yang kau katakan itu bukan?"

__ADS_1


Tetua Shen Xuan sebenarnya tidak yakin bahwa mengatakan ini benar atau tidak tetapi juga dirinya tidak bisa menyembunyikannya karena cepat atau lambat mereka juga akan mengetahui hal ini. "Kultivator aliran hitam menyerang Alas Purwo selama beberapa hari ini," Jawabnya singkat, padat, dan jelas.


"Apa?!" Mereka berdua berdiri seraya menghantam meja karena terkejut dengan berita yang mereka dengar.


Kaisar Chen mengusap wajahnya kasar, "Ini buruk, semoga saja mereka tidak menargetkan kota-kota yang ada."


Setelah mendengar informasi tersebut, Jendral Chen segera keluar dari ruangan, dia cukup terkejut dengan apa yang didengarnya. Sama halnya dengan Kaisar Chen, ekspresinya bahkan lebih buruk lagi, karena informasi sebesar ini cepat atau lambat pasti akan diketahui oleh masyarakat, dan jika itu terjadi dia pasti akan kesulitan untuk menangani kekacuan tersebut, jika hanya satu kota mungkin dirinya bersama seluruh pasukan kekaisaran masih bisa mengatasinya tapi jika kekacauan terjadi di setiap kota bahkan desa-desa, itu adalah sebuah bencana baginya.


Tetua Shen Xuan mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Kaisar Chen, menjadi seorang Kaisar sangat amat sulit dan saat seperti inilah gelar Kaisar dipertaruhkan sebab Kaisar Chen harus bisa menangani rakyatnya seraya mengatasi musuh-musuhnya, 2 hal itu akan menjadi bumerang karena jika hanya fokus pada 1 hal saja maka hal yang lainnya akan hancur.


"Ini sangat mendadak, jika terjadi perang aku sangat takut kita akan kelaparan sebab pasokan makanan hanya bisa bertahan selama beberapa bulan saja, itupun akan dikurangi setiap pengeluarannya, "Kaisar Chen berpikir keras, otaknya sungguh sakit sekarang, "Apa aku harus memberikan jatah makanan para tentara kepada rakyat? Itu mustahil, karena jumlah tentara juga cukup banyak, apalagi mereka juga yang berada di garis depan, pastinya para tentara itu membutuhkan pasokan makanan lebih banyak," Lanjutnya seraya memegang kepalanya yang sakit. Jika harus memilih maka dia pasti akan memilih rakyatnya tetapi bagaimana dengan para prajurit? bukannya prajurit juga merupakan rakyatnya juga.


"Untuk urusan makanan mungkin kita masih mempunyai persediaan yang cukup dan jangan khawatir akan hal itu, karena kita masih bisa berburu siluman atau bintang buas di hutan-hutan yang ada," Tetua Shen Xuan memberikan solusi yang ada di pikirannya, menurutnya itu adalah langkah yang tepat untuk mengatasi pasokan makanan bila terjadi peperangan .


Kaisar Chen menatap Tetua Shen Xuan tak percaya, karena solusi yang diberikan olehnya sangalah membantu. "Solusimu itu sangat benar, aku terlalu panik sampai-sampai tidak bisa berpikir jernih," Kaisar Chen menghirup udara dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan, "Baiklah, anggap saja pasokan makanan kita banyak, jadi sekarang bagaimana caranya kita mengatasi keamanan di setiap kota yang ada jika terjadi penyerangan, karena pasukan di setiap kota sangatlah terbatas."


"Katakan saja karena mungkin solusi yang kau berikan masih dapat dilakukan walaupun kemungkinan berhasilnya kecil," Kaisar Chen nampak tertarik dengan solusi yang akan dikatakan oleh Tetua Shen Xuan, karena setiap solusi yang diberikan oleh Tetua Shen Xuan selalu tepat dengan kondisi.


"Kita akan melibatkan Kultivator aliran putih."


"Ahhh..." Wajah yang awalnya bersemangat seketika saja menjadi lemas seketika, "Aku menghargai solusi yang kau berikan itu, aku sebelumnya juga berpikiran seperti itu tapi setelah mengingat penolakan mereka saat itu membuatku tidak ingin meminta bantuan mereka lagi."


Tetua Shen Xuan sangat tahu dengan kekecewaan Kaisar Chen terhadap Kultivator aliran putih, terutama pada sekte-sekte besar. Bukan hal yang rahasia lagi bahwa Kaisar Chen pernah ditolak mentah-mentah saat meminta bantuan kepada Kultivator aliran putih, saat itu Kaisar Chen masih muda dan di depan matanya saat itu Ayahnya yang menjabat sebagai Kaisar memohon untuk membantunya mengatasi penyerangan naga kuno, tapi apa yang didapatkan? Yang didapat hanyalah sebuah penolakan tanpa rasa hormat.

__ADS_1


"Kami akan membatu jika imbalan yang diberikan memuaskan, begitulah ucapan mereka, apa mereka gila sampai-sampai meminta kami untuk memberi imbalan karena pada saat itu pun istana hancur akibat serangan naga kuno, jangankan memberi imbalan, memberi makan rakyat pun ayahku sampai memberikan semua pasokan makanan keluarganya sendiri," Kaisar Chen menatap Tetua Shen Xuan sendu, "Jika bukan karena gurumu tidak ada saat itu, maka pengorbanan ayahku akan sia-sia, untungnya gurumu itu datang setelah ayahku dan kami telah pasrah pada keadaan," Lanjutnya seraya menghela nafas panjang.


"Hanya ada satu sekte yang membantu kami saat itu, sekte itu adalah Sekte Gunung Suci, sedangkan sekte besar lainnya hanya diam saja, bahkan sekedar bertanya pun tidak," Terlihat rasa penuh kekecewaan tergambar jelas di wajah Kaisar Chen.


Jika ada orang yang melihat ini maka mereka sendiri pasti akan sedih, kekecewaan yang tidak mampu lagi diperbaiki meskipun itu artinya dibawa sampai mati, jika ditanya apa dia benci atau tidak? Jawabannya adalah benci, tapi kebencian itu hanya dia pendam di dalam hati karena dirinya adalah seorang kaisar yang mengayomi masyarakat, sebenci apapun dirinya tetap dia akan membantu mereka jika membutuhkan, itulah yang dinamakan tanggung jawab pemimpin dan itu merupakan amanah yang akan dia jalani sampai akhir hayat nanti.


Tetua Shen Xuan tersenyum kecil, dia sungguh kagum dengan Keluarga Kaisar Chen karena dari dulu hingga sekarang mereka adalah orang yang selalu menepati janji dan amanah, dia akui bahwa kepemimpinan Kaisar Chen jauh dari kata baik dibanding ayahnya dulu bahkan dia mendapat predikat sebagai penerus terburuk sepanjang sejarah Keluarga Chen, predikat itu dia dapatkan karena ketidakmampuannya dalam hal-hal berbau politik, bahkan dia hampri saja menyulut api peperangan karena salah ucap dulu, untung saja saat itu ada Jendral Chen yang membantunya. Dibalik predimat buruk itu ternyata beliau adalah kaisar yang sangat dicintai oleh rakyatnya bahkan melebihi ayahnya dulu, itu dikarenakan sifatnya yang baik hati dan tidak membedak-bedakan kasta itulah yang membuatnya dicintai, tidak hanya itu juga, bahkan dia kadang-kadang mabuk-mabukan bersama rakyatnya tanpa peduli reputasi atau hal-hal berwibawa, tidak ada sejarah manapun kaisar yang segaul dan segila dia saat bersosaialisasi dengan rakyatnya.


Apa itu wibawa? Menurut Kaisar Chen wibawa adalah omong kosong, dia hanya ingin dihormati oleh rakyatnya tanpa harus menunjukan kekuasaan atau apalah itu dan itu terbukti bahwa rakyatnya sangat menghormati dirinya walaupun dirinya buruk dalam beberapa hal, terutama dalam menjaga reputasi.


'Pemimpin yang di cintai rakyatnya tanpa menunjukan siapa dirinya, mungkin hanya Kaisar Chen saja yang mendapat perlakuan tersebut," Batin Tetua Shen Xuan seraya memejamkan matanya.


"Baiklah, kurasa kita harus menyiapkan segala hal dari sekarang, terutama keamanan kota," Kaisar Chen bangkit dari tempat duduknya.


"Anda benar," Tetua Shen Xuan tersenyum kecil lalu ikut berdiri.


Terdengar suara teriakan yang cukup keras di depan istana, hal itu membuat mereka bedua tersentak, dengan segera merka berdua berjalan menuju ke arah sumber suara teriakan tersebut. Setelah sampai Kaisar Chen dan Tetua Shen Xuan dikejutkan dengan ribuan prajurit yang berjejer rapi di depan istana kekaisaran seraya bersorak, di depan prajurit itu terdapat Jendral Chen yang mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, tentu saja hal itu membuat orang-orang bingung bukan main sebab prajurit itu tiba-tiba saja berkumpul tanpa sebab.


"Hidup Kaisar Chen, hidup!" Seru ribuan prajurit meneriakan nama Kaisar Chen.


"Astaga, kurasa kita tidak bisa menyembunyikan ini lagi dari publik, hahaha." Kaisar Chen tertawa keras seraya menepuk pundak Tetua Shen Xuan.


"Aku sungguh lupa dengan Jendral Chen, sepertinya rumor tentang dia yang selalu berdiri di garis depan saat peperangan memang benar, buktinya saja ini, dia mampu membuat pasukannya bersemangat walaupun kematian mengikuti langkah mereka nanti," Tetua Shen Xuan juga ikut tersenyum walaupun hampir tidak terlihat.

__ADS_1


"Tetapi kurasa ada bagusnya juga seperti ini karena kita tidak perlu membujuk prajurit dengan susah payah lagi, yah walaupun ini akan membuat rakyat akan mengetahui lebih cepat tentang bencana yang akan menimpa mereka nantinya," Kaisar Chen tersenyum lalu berteriak, "Hidup Kekaisaran Chen! Hidup! "


'Kaisar dan Jendral sama saja,' Batin Tetua Shen Xuan dengan senyuman tipis.


__ADS_2