
Pemuda itu meringkuk kesakitan, bayangkan saja itu golok nancap dibokongnya. Sedangkan Rey kini sudah semakin dekat kearah pemuda tersebut.
Setelah sampai, tangan Rey dengan cepat menyambar leher pemuda itu, dengan keras ia mencekiknya sampai mata pemuda tersebut berwarna putih. Rey tidak akan membunuh pemuda itu begitu saja, tangannya kini menarik gagang golok yang menancap di bokong pemuda tersebut.
Mereka semua yang melihat kejadian itu merasa ngilu sendiri, mereka dengan serentak memegang bokong masing-masing seolah-olah merasakan kesakitan yang dialami pemuda itu, bahkan Yui sampai menutup mulutnya karena melihat tindakan Rey yang sangatlah brutal.
“Hey, kenapa kau menyenggolku dengan sengaja hah? Sudah gak sayang dengan nyawa rupanya kau?!” Ucap Rey sambil mengarahkan golok yang dipegangnya kearah mata pemuda yang sedang di cekiknya.
Pemuda itu ingin memberontak tapi tidak bisa, bahkan ia sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya agar lepas dari cengkraman tangan Rey di lehernya. Ia merutuki kebodohannya karena bisa merutuki kebodohannya tadi karena menyinggung bocah yang ternyata sangat brutal hanya karena ia tidak suka melihat pujaan hatinya alias Yui berjalan dengan pria lain.
Baru saja Rey hendak mencungkil mata pemuda tersebut, tapi tiba-tiba saja Yui menghentikan aksinya.
“Rey?! Mau apa kau?!” Teriak Yui sambil memegang tangan Rey untuk tidak bertindak lebih jauh lagi.
“Mau nyungkil matanya, sekalian ku potong saja semua tubuh bocah udik ini” Ucap Rey santai, dia sudah sangat kesal karena makanannya jatuh karena bocah idiot yang sedang ia cekik sekarang.
“Apa salahnya?!”
“Salahnya?/Dia sengaja menyenggolku sampai membuat makanan ku tumpah, tuh” Ucap Rey sambil menunjuk makanannya yang kini sudah kotor karena terkena tanah.
Yui tentu saja terkejut, bahkan semua orang disana tak kalah terkejutnya dengan Yui. Apa karena makanannya jatuh saja sampai membuat dia marah sebesar itu? Mereka semua berfikir bahwa Rey ini sepertinya sedang kerasukan, tidak ada orang waras yang akan membunuh orang hanya karena makanannya tumpah.
“Apa kau gila?! Cepat lepaskan dia, dia bisa mati Rey”
“Oh, jika begitu bagus” Rey tambah mengeratkan cengkraman tangannya di leher pemuda tersebut sampai terdengar bunyi yang cukup membuat siapapun ngeri.
Yui panik, ia bisa saja menyerang Rey, tapi ia tidak ingin Rey terluka, dia hanya tidak ingin Rey terkena hukuman karena membunuh orang. Ia berfikir keras, tapi tidak ada satupun ide, ia lantas melihat orang-orang disana yang malah melihat saja dari kejauhan.
“A-aku, akan ku lakukan apapun untukmu, tapi lepaskan dia!” Teriak Yui cukup kencang yang membuat Rey seketika melepaskan cengkaraman tangannya dari leher pemuda tersebut.
“Uhuk….uhuk…uhuk”
Pemuda tersebut menatap Rey dengan tatapan penuh kebencian, sepertinya pemuda itu akan membalaskan perbuatan bocah berambut putih yangt telah membuatnya hampir mati. Sedangkan Rey yang merasa ditatap segera menoleh kearah pemuda tersebut.
__ADS_1
“Apa lihat-lihat? Mau ku cabut matamu itu?”
Pemuda itu masih menatap Rey dengan penuh kebencian, bahkan Yui sendiri sampai heran dengan pemuda yang telah ia selamatkan itu, bukannya pergi malah membuat masalah lagi.
Rey yang kesal langsung menendang kepala pemuda itu sampai terpelanting hingga menabrak pohon.
[Buakkkkkkk]
[Bummmmm]
“Akan ku cari dia setelah ini, berani sekali bocah udik sepertinya menatap sang penghancur yang sangat agung ini” Batin Rey yang kini matanya sudah kembali normal.
Sepertinya Rey sangat kesal dengan bocah yang tidak tau diri tersebut. Ia sudah merencakan akan membongkar tubuh bocah udik yang telah membuat ia marah tersebut.
“Hey Yui, kau tadi akan melakukan apa saja untukku bukan?”
Yui tersentak, dengan segeda ia menundukan wajahnya karena kini mungkin wajahnya berwarna merah.
Sepertinya Yui memikirkan hal-hal aneh tentang permintaan Rey kepadanya. Namun ia akan menerima apapun yang Rey lakukan padanya, bahkan jika Rey meminta SKIDIPAPAP-UHUY-UHUY dia tidak akan pernah menolaknya.
Rey kini sedang mempertimbangkan permintaannya kepada Yui. Ia saat ini membutuhkan barang yang bisa memperkuat fondasi tubuhnya agar ia bisa dengan segera melepaskan segel yang mengekang dantiannya, tapi saat ini ia juga sangat ingin memakan makanan yang tadi belum sempat ia nikmati semuanya.
“Baiklah, aku ingin makan sesuatu yang sangat enak” Ucap Rey sambil membayangkan makanan lezat, tidak peduli makanan itu dari tanah sekalipun, jika makanan itu enak ia akan memakannya dengan senang hati.
Yui yang sebelumnya berpikiran aneh seketika buyar ketika Rey yang ternyata hanya memintanya untuk membelikan makanan lezat. Ia menatap Rey dengan tatapan teduh, sepertinya Rey ini tidak pernah berpikir buruk tentang dirinya.
“Baiklah, ayo, aku tahu restoran yang menyajikan makanan lezat yang tentunya cukup membuat perutmu tidak berbunyi lagi”
Mereka berdua meninggalkan tempat seenaknya setelah menyebabkan kekacauan, meskipun Yui tidak ikut membuat kekacauan, tapi tetap saja ia tadi bersama Rey yang artinya dia juga ikut bertanggung jawab juga karena telah melepaskan mahluk kesurupan seperti Rey.
Rey itu seperti mahluk mitologi, bisa disebut juga sebagai psikopat kuno karena memang sudah hidup sangat lama, hidup yang dipenuhi oleh darah dan pembunuhan, tidak ada mahluk yang brutalnya melebihi Rey, bahkan setan saja memilih lari daripada bertemu Rey.
Ternyata Yui mengajak Rey ke sebuah restoran yang sangat megah. Rey mencium bau masakan yang sangat harum, sampai-sampai ia tidak sadar jika kini sedang berpegangan tangan seperti anak kecil di tangan Yui.
__ADS_1
“Ah, sangat harum, masakan apa yang sangat harum ini Yui?” Tanya Rey dengan tatapan polos nan lugu seperti anak kecil.
Yui tentu sangat gemas melihat tampang Rey yang kini sangat menggemaskan, padahal sebelumnya Rey seperti bocah iblis yang baru keluar dari neraka.
“Ahh, aku ingin sekali mencubit pipinya itu” Batin Yui yang kini tangannya dengan pelan mencubit pipi Rey.
Namun, sepertinya Rey tak menghiraukan pipinya yang tengah di cubit gemas oleh Yui, pikirannya kini dipenuhi tentang makanan saja.
“Ayo Yui, mau sampai kapan kita berdiri di sini seperti orang bodoh?”
Yui tersentak, ia sampai lupa karena keenakan mencubit pipi Rey, dengan segera ia mengajak Rey masuk. Setelah masuk, Yui mendapat tatapan kekaguman oleh pria yang ada disana, bahkan ada seorang pelayan sampai tidak sadar jika saat ini sedang menuangkan arak ke muka pelanggannya.
Tidak diragukan lagi kecantikan Yui seperti apa, para pria disana mungkin rela ngesot hanya untuk mendapatkan perhatian dari bidadari secantik Yui, tapi tidak dengan Rey yang malah memesan makanan dengan banyaknya tanpa peduli yang Yui punya uang atau tidak.
“Pelayan, berikan aku daging bakar siluman keledai 1, daging siluman beruang level 2 satu, dan juga bawakan aku arak terbaik di restoran ini” Ucap Rey lantang yang membuat mereka semua yang mendengarnya terkejut, bahkan Yui sampai melototkan matanya.
“Apa bocah itu gila? Dia pikir daging siluman beruang level 2 bisa di cerna oleh perutnya itu?”
“Gila? Apa kau tidak dengar jika bocah gila itu memesan arak?! Apa bocah gila itu gak takut mokad ya?”
Semua orang disana saling berbisik, bahkan mereka kini menatap Yui dengan tatapan heran, bagaimana bisa dia membiarkan seorang bocah memesan makanan dan minuman yang dapat membuatnya kejang-kejang seketika pikir mereka.
“Pelayan, batalkan pesanan tadi, pesan saja daging siluman level satu, apapun itu, tapi buatlah seenak mungkin”
“Baiklah, tunggu sebentar” Ucap pelayan tersebut sambil meninggalkan meja mereka berdua.
Rey menatap Yui dengan tatapan memelas, ia sungguh menginginkan arak karena sudah lama dirinya tidak meminum minuman yang sangat enak tersebut.
“Rey, kau ini masih kecil, kau masih tidak di perbolehkan meminum arak, nanti saja jika sudah besar” Ucap Yui sambil menyanggah kepalanya dengan kedua tangannya.
Rey sangat kesal, mengapa dirinya harus kembali menjadi bocah, apa tidak bisa langsung menjadi bapak-bapak gitu agar bisa meminum arak.
“Hah, kurasa aku harus mengumpulkan uang sendiri untuk membeli arak”
__ADS_1