Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 57 - Membunuh Walikota


__ADS_3

Rey membuka matanya perlahan, dia melihat keselilingnya dengan pandangan kabur, kepalanya sangat sakit serta perutnya agak mual. Setelah dia ingat-ingat kembali, saat dia mabuk bersama Kaisar Chen itu sangatlah menyenangkan, baru kali ini dia merasakan apa itu arak sebenarnya.


“Arak setan itu sangat mantap, kurasa aku harus mencobanya lagi.” Gumam Rey seraya turun dari tempat tidur.


Rey membuka jendela untuk memeriksa waktu yang ada, dia cukup terkejut karena ternyata hari masih malam yang artinya dia mabuk hanya sekitar beberapa jam saja. Rey memeriksa kamarnya, dia sama sekali tidak menyadari jika Zenith ternyata tidur tepat di sampingnya.


“Bocah ini seperti setan, aku bahkan tidak melihat dia sama sekali tadi.” Rey berbicara sendiri sambil menggelengkan kepala pelan.


Rey melompat dari jendela dan menaiki atap untuk melihat pemandangan langit di malam hari, bulan dan bintang yang bersinar membuatnya tersenyum, dia sangat menyukai langit, itu mengingatkannya pada sesuatu yang tidak dia ingat sama sekali, sebuah ingatan yang tidak dia ingat itu memberikan perasaan bahagia sekaligus sedih.


“Entah kenapa, ketika memandang langit perasaan ini kembali muncul, sebenarnya ingatan apa yang kulupakan ini..” Batin Rey seraya mengulurkan tangannya seakan-akan dia menggapai langit.


Rey sangat tahu, dia memiliki sebuah ingatan yang terlupakan, tapi kapan dan dimana dia tidak tahu, apa benar itu sebuah ingatan ataukah sebuah hayalan, tetapi jika hayalan tidak mungkin itu dapat memberikannya perasaan seperti sekarang.


Bereinkarnasi secara terus menerus, hidup selama ribuan tahun dalam kesendirian dan kesengsaraan, dia sangat ingat mengenai perjalan di semua kehidupan yang dia lalui, tidak ada satupun yang dia lupakan, tetapi kenapa dia tidak ingat akan ingatan yang memberikannya sebuah perasaan saat memandang langit.


“Sebenarnya ingatan apa..” Air mata Rey menetes, dia tidak tahu akan kesedihan, dia sama sekali tidak pernah kehilangan atau hal-hal yang biasanya membuat seseorang bersedih, apa dia menangis karena bersedih atau karena dirinya manusia? Dia tidak tahu, tapi satu hal yang pasti adalah perasaan itu sangatlah nyata baginya.


“Kesedihan yang tidak kuketahui membuatku tersiksa, tetapi menyiksa diri sendiri bukanlah gayaku karena aku lebih suka menyiksa orang, hahaha!.” Rey mengusap air matanya dengan kedua tangannya.


Rey yang sudah kembali happy tiba-tiba cekikikan seperti orang gila, dia melompat dari rumah ke rumah untuk menghilangkan semua kesedihan. Terlihat air matanya kembali mengalir, tapi dia tidak peduli akan hal itu dan terus melompat-lompat dari rumah ke rumah seperti maling.

__ADS_1


Rey tersentak saat mendengar suara erangan seorang wanita, dia memeriksa rumah demi rumah untuk mencari dimana asal suara wanita itu. Dia berhenti tepat di bangunan mewah yang memiliki tinggi mencapai 8 meter, itu bukanlah sebuah rumah biasa pada umumnya pikirnya.


“Kediaman Walikota Yi Fan.” Rey membaca tulisan besar tertera di atas pintu bangunan mewah itu.


Rey menyeringai, sepertinya ada orang yang memanfaatkan kekuasaannya dan dia sangat membenci orang seperti itu. Rey memanjat kediaman Walikota Yi Fan itu, dia membuka atap dan langsung masuk, ternyata di dalamnya sangat luas, dia melihat beberapa orang yang terlihat seperti penjaga sedang tidur, Rey yang memang sudah seperti dedemit berjalan santai melewati penjaga yang sedang tidur seakan-akan dirinya tembus pandang.


Rey berhenti tepat di depan pintu yang menurutnya sumber suara erangan wanita tadi. Rey membuka pintu dengan sangat pelan, dan benar saja dugaannya karena ada pria paruh baya yang sepertinya sedang memperkosa seorang wanita, itu terlihat dari mulut wanita yang tengah diperkosa disumpal dengan kain.


Meskipun begitu Rey dapat mendengar jelas suara erangan wanita itu dari jarak jauh sekalipun, bukan hanya dia memiliki pendengaran yang sangat tajam tetapi juga keheningan malam membuat pendengarannya semakin jelas.


Wanita itu melotot ke arah Rey seperti meminta tolong, Rey sendiri terlihat bodo amat tapi tidak dengan tangannya yang kini sudah memegang kapak yang dia ambil dari meja sebelahnya. Pria paruh baya itu sendiri nampaknya tidak menyadari kehadiran Rey sama sekali, dia sangat fokus menyetubuhi wanita itu dengan ganas, bahkan sampai terdengar bunyi oyeahhhhh dari mulutnya.


“Ssssssstttttt…” Rey memberikan isyarat agar wanita itu tidak bersuara. Dia mengelus-ngelus kapak itu seraya tersenyum.


Rey menebas kepala pria tua itu dengan kapaknya, kepala pria tua itu jatuh di lantai yang membuat wanita diperkosa tadi pingsan seketika. Rey yang melihat itu tersenyum, dia membuka jubah putihnya agar tidak terkena darah, setelah itu dia dengan brutalnya menebas-nebas tubuh pria tua tanpa peduli lagi dengan tubuhnya yang sudah bermandikan akan darah, mungkin inilah yang dinamakan psikopat sejati.


“Hah, ini baru karya seni..” Gumam Rey seraya mengangguk-ngangguk.


Jangan tanya lagi bagaimana tampilan pria tua itu, karena salah satu tangannya di taruh di tenggorokannya, bahkan Rey dengan jahilnya membuat jari tengah pria tua itu seperti mengatakan Fak Yu!.


Rey memindahkan wanita yang tengah telanjang itu ke lantai, lalu menggunakan kain yang ada di tempat tidur untuk membersihkan darah-darah yang menempel di tubuhnya. Setelah selesai, dengan segera Rey memakai jubahnya kembali, dia melihat wanita yang tengah telanjang itu dengan tatapan heran.

__ADS_1


“Sampai sobek begini..” Rey tertawa miris, entah kenapa dia merasa kasihan dengan nasib yang dialami wanita itu.


Rey membuka penutup mata wanita itu yang membuatnya terpana, ternyata wanita itu sangat cantik meskipun tidak secantik Yui, tapi tetap saja wajah wanita itu melebihi rata-rata, apalagi badannya yang wow, andai saja Rey merupakan lelaki bejat pasti dia akan memperkosa wanita yang tengah tak sadarkan diri itu.


“Kau beruntung aku adalah seorang lelaki yang sangat jantan, gagah, tampan dan juga sangat menghormati perempuan.” Rey menyanjung-nyanjung dirinya sebagai pria terdebes di seluruh alam semesta.


Rey memakaikan kain untuk menutupi tubuh wanita itu lalu membawanya pergi dari tempat laknat tersebut. Rey membawa wanita itu ke luar kota, tujuannya adalah untuk mencari sungai untuk membersihkan badan wanita itu karena semua bagian tubuhnya bahkan wajahnya terdapat cairan putih (Pembaca pasti tahu mengenai cairan putih itu).


Tak lama kemudian akhirnya Rey menemukan sebuah danau kecil tak jauh dari kota, walaupun tidak menemukan sungai tetapi air di danau itu sudah cukup untuk membersihkan tubuh wanita tersebut.


Tanpa basa-basi Rey menceburkan diri bersama wanita itu, dengan sangat cekatan Rey membersihkan semua bagian tubuh wanita itu, dia sama sekali tidak teransang karena bagaimanapun wanita telanjang karena diperkosa sangatlah berbeda wanita telanjang di rumah bordil.


Setelah merasa sudah bersih, Rey mengangkat tubuh wanita itu ke tepi danau tanpa peduli lagi dengan jubah putihnya yang sudah basah. Rey melihat bagian bawah wanita itu seraya menggelengkan kepala.


“Hah, kenapa aku harus peduli dengan wanita ini.” Gumam Rey seraya mengusap wajahnya karena frustasi. Dia bisa saja meninggalkan wanita itu di tempat tadi tetapi entah mengapa hati nuraninya tidak bisa melakukan hal itu, walaupun sebenarnya dia ragu apa benar dia mempunyai hati nurani.


Rey mengeluarkan api sucinya dan dengan fokusnya dia menyembuhkan bagian bawah wanita itu. Keringat terlihat menetes deras di seluruh tubuh Rey, itu karena dia bukan sekedar menyembuhkan saja tetapi membuat wanita itu kembali perawan seperti sedia kala.


...Quotes :...


..."Tidak perlu menjadi baik untuk melakukan perbuatan baik, tidak perlu memiliki hati nurani untuk menjadi manusia, karena kebaikan tidak memandang semua itu"...

__ADS_1


 


__ADS_2