Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 63 - Pembantaian


__ADS_3

Di saat yang bersamaan di tempat lain, terlihat seorang perempuan yang sedang memandang langit dengan tatapan tajam, di depannya terdapat sekelompok besar kultivator aliran hitam yang berjumlah 500 orang kini sedang bersiap-siap untuk menjalankan misi untuk merebut segel dunia bawah di Alas Purwo.


“Itu tandanya.” Gumam wanita itu.


“Bersiaplah, setelah ini kita akan berangkat.”


“Baik tuan.” Ucap mereka serempak.


‘Ini gila, hanya dengan 350 kultivator tingkat emas dan 150 orang kultivator tingkat bumi saja tidak mungkin bisa merebut segel itu, apa yang sebenarnya dipikirkan oleh para Tetua itu? Apa mereka memiliki rencana sendiri sampai-sampai menurunkan para kroco ini.' Batin wanita itu sambil melihat sekelompok kultivator aliran hitam di depannya dengan pandangan merendahkan.


Mengerahkan para kroco lemah dengan jumlah sedikit tidak akan mampu merebut segel dunia bawah di Alas Purwo, menembus saja sudah mustahil karena paling tidak mereka harus membawa 2 atau 3 kultivator tingkat langit untuk menembus pertahanan Alas Purwo yang katanya dijaga oleh satu orang kuat saja.


‘Jika informasi itu benar maka orang yang menjaga Alas Purwo itu seharusnya berada di tingkat suci atau paling tidak berada di tingkat langit tahap akhir, karena sebelumnya para Tetua sudah mengirim satu orang kultivator tingkat langit untuk membantu menembus pertahanan mereka, tapi kenyatannya sampai sekarang dia tidak pernah kembali lagi. Meskipun kultivasiku sudah mencapai tingkat langit tahap 3 tetap saja ini terdengar sedikit mustahil, kuharap orang itu tidak sekuat yang kupikirkan.’


Dia sudah merasa ada yang aneh dengan misi yang diberikan oleh para Tetua kepadanya, dia sudah berpikiran apa mereka hanya digunakan sebagai tumbal saja untuk mengukur seberapa kuat orang yang menjaga Alas Purwo itu, namun jika hanya mengukur kekuatan saja tidak harus mengirim 500 kroco tingkat emas dan bumi, walaupun mereka tidak berguna banyak tetapi setidaknya mereka dapat mengerahkan para kroco itu untuk melawan kultivator aliran putih andai saja pergerakan mereka terendus.


“Baiklah, kita berangkat sekarang!” Ucap wanita itu seraya mengangkat tangannya.


Mereka semua berangkat dengan penuh ambisi bahkan terlihat senyuman menghiasi wajah mereka, nampaknya mereka terlalu berambisi sampai-sampai mereka tidak sadar dengan marabahaya di depan mereka.


Andai saja mereka tahu dengan siapa mereka akan bertarung sudah pasti mereka lebih memilih menjadi tukang sapu dari para melawan Tetua Shen Xuan, belum lagi orang tua misterius itu, dia mungkin saja kekuatannya sama dengan Tetua Shen Xuan bahkan mungkin lebih.


Di sisi lain, Tetua Shen Xuan yang merasakan firasat buruk mengurungkan niatannya untuk mengabari Kaisar Chen, jadi dia lebih memilih berjalan balik menuju Alas Purwo. Dan benar saja dugaannya, karena tak jauh dari tempatnya terlihat sekelompok aliran hitam yang dilihat dari arahnya tujuan mereka pasti Alas Purwo.

__ADS_1


“Hm, jumlah mereka bertambah puluhan kali lipat, kurasa mereka akan mulai menyerang kembali.” Tetua Shen Xuan memilih berjalan mendekat, tujuannya tak lain adalah untuk menyerang kelompok itu sebelum mencapai tujuan mereka.


Wanita itu terkejut melihat seorang pria tampan berjalan santai menuju tempat mereka, dia memasang siaga karena dia tidak tahu pria tampan itu seorang musuh atau hanya sekedar lewat saja, sedangkan kelompok yang dia pimpin nampak biasa saja, mereka terlalu sombong karena jumlah mereka yang sangat banyak.


“Kemana tujuan kalian?” Tanya Tetua Shen Xuan langsung ke intinya.


“Alas purwo.” Jawab wanita itu seraya menyarungkan pedangnya kembali. Itu karena dia tidak merasakan adanya bahaya pada Tetua Shen Xuan, malah dia merasa sedikit nyaman karena kehadirannya.


Tetua Shen Xuan ingin menyerang tapi melihat wajah lugu wanita yang menjawabnya dia langsung mengurungkan niatannya tersebut. Bagaimana bisa kultivator aliran hitam mengirim seorang pemuda yang tidak tahu apa-apa untuk menjalankan misi dengan tingkat kesulitan mendekati mustahil, terutama wanita yang menurutnya adalah pemimpin kelompok itu, wajah cantik nan lugu itu seperti belum pernah membunuh orang.


“Berapa umurmu?” Tanya Tetua Shen Xuan.


“18 tahun.” Jawabnya wanita itu singkat.


“18 tahun tapi kultivasimu sudah berada di tingkat langit? Kau sangat berbakat.”


“Siapa kau?! Dan mau apa kau ke sini?!”


“Kusarankan kalian kembali saja dan katakan pada pemimpin kalian untuk tidak mengirimkan semut-semut yang hanya bisa mati tanpa bisa melawan.” Ucap Tetua Shen Xuan dingin tanpa menjawab pertanyaan wanita itu.


Deg..


Jantung wanita itu beberapa saat behenti berdetak mendengar ucapan Tetua Shen Xuan, dia sangat tahu bahwa pria di depannya saat ini sedang mengancamnya, bukan! Dia sedang memperingatinya untuk tidak bertindak bodoh karena mungkin nyawanya bisa melayang saat ini juga.

__ADS_1


‘Sial, kenapa harus bertemu orang sekuat ini!' Batin wanita itu sambil mengeluarkan keringat dingin, itu karena dia ternyata tidak bisa mengukur kekuatan pria di depannya saat ini.


“Siapa kau menyuruh-nyuruh kami hah? Ingin kubuat kepalamu lepas?” Ucap salah satu orang di kelompok itu dengan arogan.


“Hahaha, apa pria cantik ini barusan mengancam kita? Apa dia tidak melihat jumlah kita?”


“Lihatlah pria ini, aku saja tidak bisa mengukur kultivasinya sama sekali yang artinya dia sangat lemah! Hahaha.”


‘Sial, kenapa orang-orang yang kubawa sangat bodoh! Apa mereka tidak memahami situasi! Kalian tidak bisa mengukur kekuatannya karena kekuatannya itu melebihi kalian semua bodoh!’ Batin wanita itu panik. Dia takut pria di depannya akan membunuh mereka semua karena ucapan bodoh orang-orang yang dipimpinnya.


Tanpa menganggapi ucapan mereka, Tetua Shen Xuan langsung menebaskan pedangnya yang membuat kepala yang menghinanya tadi terlepas dari tubuhnya. Bukannya takut setelah mendapat peringatan, mereka malah langsung menyerang Tetua Shen Xuan dengan beringas.


“Kalian semua berhenti!” Teriak wanita itu dengan sangat keras.


Tanpa mempedulikan ucapan pemimpin mereka, mereka langsung melancarkan serangan ke arah Tetua Shen Xuan. Hanya dengan satu tebasan pedang dari Tetua Shen Xuan saja sudah dapat menghabisi puluhan dari mereka, namun apa mereka berhenti? Tidak, malah mereka semakin menjadi-jadi untuk menyerang Tetua Shen Xuan.


“Hm, akan kubunuh kalian semua.” Tetua Shen Xuan sudah masuk ke dalam mode pembunuhnya, dia akan membunuh orang-orang yang berani menyerangnya.


Tanpa belas kasih dia membabat semua orang itu dengan pedangnya dan hanya dalam waktu singkat saja 500 orang itu sudah tewas di tangannya, bahkan banyak dari mereka yang tewas dengan kepala terlepas.


Melihat pasukannya yang terbantai habis oleh satu orang saja membuat wanita itu lemas seketika, badannya terlihat bergetar saat melihat Tetua Shen Xuan menghampirinya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa ketakutannya saat ini sudah mencapai titik di mana dia bisa mati hanya karena ketakutannya tersebut.


“Aku berubah pikiran, kau ikut denganku dan ceritakan semua yang kau ketahui.” Ucap Tetua Shen Xuan dingin.

__ADS_1


Like..


 


__ADS_2