Legenda Sang Penghancur

Legenda Sang Penghancur
Ch. 43 - Kelakuan Rey


__ADS_3

Pagi  hari tiba, Feng Qiuyu dan Zenith bangun lebih awal, mereka berdua melihat Rey yang ternyata masih asik bobok cantik layaknya putri tidur. Zenith memilih melihat kondisi di luar, sedangkan Feng Qiuyu mencoba membangunkan Rey.


“Rey, bangunlah.” Feng Qiuyu menggoyang-goyangkan badan Rey dengan pelan, namun usahanya itu tidak membuahkan hasil sama sekali, sebab manusia yang dia bangunkan bukanlah mahluk sembarangan.


Tidak berhenti di sana, Feng Qiuyu mencoba menepuk-nepuk pipi Rey dengan pelan, dia tersentak kala merasakan kulit Rey yang sangatlah halus, dia juga baru menyadari jika bau di tubuh Rey sangatlah wangi layaknya perempuan dandan ketika kondangan.


“Harum..”


Secara tidak sadar, Feng Qiuyu mengendus-ngendus wajah Rey seperti orang mesum. Sedangkan Rey yang sedang bobok cantik terganggu dengan deru nafas Feng Qiuyu yang sangat terasa di wajahnya, bahkan beberapa helai rambut Feng Qiuyu sampai masuk kemulutnya.


“Apa yang kau lakukan wanita cabul?” Ucap Rey seraya menutupi wajah Feng Qiuyu dengan tangannya.


Feng Qiuyu terkejut, dia ketahuan tengah berbuat hal mesum walaupun dalam keadaan tidak sadar, “A-aku hanya mencoba membangunkanmu Rey, y-ya hanya membangunkanmu saja.”


Rey nampaknya tidak peduli dengan penjelasan Feng Qiuyu, sepanjang malam sebenarnya dia tidak tidur sama sekali, sebab telinganya yang sangat sensitif mendengar dengan sangat jelas suara detak jantung Feng Qiuyu yang berdebar hebat tadi malam, bahkan saat ini saja dia masih bisa mendengarkan suara detak jantung Feng Qiuyu yang berdetak lebih cepat dari sebelumnya.


“Wanita sungguh sangat merepotkan.”


Setelah memeriksa keadaan diluar, Zenith memutuskan kembali kekamarnya untuk menyampaikan informasi yang dia dapatkan. Setelah sampai dia dibuat bingung dengan wajah Feng Qiuyu yang sangat merah dengan posisi tepat berada di atas tubuh Rey.


“Apa ada kejadian yang ku lewatkan?” Zenith menggelengkan kepalanya pelan, pikirannya mulai terbang kemana-mana membuatnya berpikiran yang tidak-tidak, karena tujuannya kembali adalah untuk menyampaikan situasi di luar kepada kedua kawannya.


“Di luar banyak penjaga, bagaimana caranya kita keluar dari sini?”


Feng Qiuyu terkejut saat mendengar suara Zenith, dengan segera dia menyingkir dari tubuh Rey. Sedangkan Rey hanya diam saja, dia memikirkan cara untuk kabur dari tempat ini, karena jika dia ketahuan oleh penjaga Istana Kekaisaran, maka mereka bertiga akan dijatuhkan hukuman berat.


“Berapa banyak penjaganya?” Tanya Rey dengan nada serius.


“Yang kulihat hanya 7 orang saja, karena aku hanya melihat-lihat di sekitar sini saja.”


Penjelasan Zenith membuat wajah Rey kusut, namun itu hanya sekejap saja, karena tiba-tiba saja dia tersenyum lebar. Zenith dan Feng Qiuyu merasakan bahwa senyuman yang terlukis di wajah Rey akan membuat mereka mendapatkan masalah nantinya.


"Api!"

__ADS_1


"Kebakaran!"


"Cepat padamkan!"


"Dari mana api sebesar ini muncul?!"


Rey membakar seluruh asrama dengan api abadinya, tindakannya tersebut tentu memancing para penjaga untuk memadamkan api yang berkobar, dengan begini mereka bertiga bisa pergi tanpa ketahuan.


“Mudah bukan?” Ucap Rey dengan wajah songongnya.


Zenith dan Feng Qiuyu tidak bisa berpikir jernih lagi, mereka berdua merasa jika jiwa mereka perlahan-lahan melayang karena selalu dikejutkan oleh tindakan-tindakan Rey yang selalu di luar nalar manusia.


Saat semua penjaga kebingungan untuk memadamkan api, mereka bertiga malah berjalan santai layaknya film-film action dengan background ledakan (Jika ada kacamata hitam di dunianya, mungkin Rey akan memakainya, biasalah biar kelihatan keren gitu.)


**


Tetua Fengyi yang sejak tadi malam setia menunggu di depan gerbang terkejut melihat api yang berkobar di dalam istana, dia sangat khawatir dengan ketiga muridnya yang tak kunjung-kunjung muncul tersebut, namun kekhawatirannya itu langsung hilang saat melihat Putrinya Feng Qiuyu dan Zenith bersama mahluk ghoib ’Rey’ berjalan keluar dari gerbang Istana.


Feng Qiuyu dan Zenith bersama-sama melirik ke arah Rey yang membuat mata Tetua Fengyi melotot, bagaimana dia bisa lupa dengan mahluk gaib pembuat kerusuhan dimana pun dirinya bernafas, tapi dia sungguh tidak percaya jika Rey membuat kerusuhan di Istana Kekaisaran, karena jika ketahuan maka bukan hanya dia saja yang disalahkan, tapi Sekte Laut Biru lah yang akan menerima akibatnya.


“Apa kau yang membuat kebakaran itu bocah?!”


Terlihat Rey yang mengalihkan pandangannya dari Tetua Fengyi alias pura-pura budeg, tentu saja kelakuannya itu membuat urat Tetua Fengyi menegang.


“Yah, itu karena kupikir kau tidak ada, jadi kami bertiga memilih menginap di dalam sana.” Rey tentu tidak mau disalahkan begitu saja karena itu bukanlah sepenuhnya kesalahannya.


Tetua Fengyi mengusap kepalanya pelan, apa ini hasil perkawinan silang antara dedemit, setan, dan kodok? Sehingga menghasilkan mahluk setres yang kelakuannya gak ketulungan seperti Rey batinnya.


“Sabar..” Tetua Fengyi menghirup udara dengan banyak, lalu menghembuskannya dengan perlahan untuk menenangkan dirinya yang tengah dilanda emosi tingkat tinggi.


[Kruyuuukkkk]


Mereka bertiga dikejutkan dengan suara perut yang sangat keras, dengan segera mereka menoleh ke arah Rey yang tengah mengusap-ngusap perut one packnya.

__ADS_1


“Lapar..”


Tetua Fengyi terlihat kebingungan, karena sebelumnya dia telah memberikan Rey 1 Pil Makanan, dia bahkan melihat secara langsung Rey menelan pil itu, namun bagaimana bisa Rey masih bisa kelaparan? Apa lambung dan usus bocah ini sebesar lapangan sehingga 1 Pil Makanan tidak bisa membuatnya kenyang pikirnya.


Feng Qiuyu menjelaskan bahwa kondisi di tubuh Rey memang abnormal.


“Sudah kuduga bahwa bocah ini memang kurang normal.” Batin Tetua Fengyi seraya melihat Rey yang sedang cengengesan sendiri seperti orang kebanyakan nonton hentai sampai goblok.


Akhirnya mereka berempat memilih untuk mencari tempat makan untuk megisi perut Rey, mereka juga memerlukan makanan agar lidah mereka tidak melupakan setiap rasa karena jarang makan.


Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka menemukan sebuah restoran kecil bernama Bulan Putih, namun yang membuat mereka tercengang adalah ternyata restoran yang terlihat kecil dari luar itu sangatlah besar dan megah di dalamnya.


Tetua Fengyi yang merasa telah salah memasuki restoran segera mengajak pergi ketiga muridnya itu, karena dia merasa jika restoran ini sangatlah mahal, bisa kere nanti dirinya.


Zenith dan Feng Qiuyu pun setuju dengan Tetua Fengyi karena mereka berdua juga merasa bahwa makanan di tempat ini sangatlah mahal, namun mereka dikejutkan oleh Rey yang dengan santainya duduk di salah satu meja makan.


“Rey, apa yang kau lakukan?!” Bisik Feng Qiuyu seraya menarik lengan Rey,


“Lepaskan, tentu saja untuk makan, kalian juga silahkan duduk sini, karena sang penghancur yang sangat agung ini sudah memesankan kalian berempat makanan.” Ucapan Rey membuat mata mereka bertiga melotot.


“Apa yang kau lakukan bocah?! Siapa yang membayarnya nanti bocah sableng!”


“Loh, tentu saja kau orang tua, karena diantara kita hanya kau sendirilah yang membawa uang.” Jawab Rey tanpa dosa yang membuat urat pelipis Tetua Fengyi menegang.


Saat mereka bertiga mencoba membujuk Rey, tiba-tiba saja datang beberapa pelayan yang terlihat membawa beberapa makanan di tangannya, salah satu dari pelayan itu berkata, “Silahkan duduk tuan dan nona, karena tuan ini telah memesankan kalian makanan.”


Bagaikan tersedak paku, badan tetua Fengyi bergetar hebat, dia memeriksa cincin semestanya untuk melihat berapa barang berharga yang dirinya punya untuk membayarkan makanan tersebut.


“Dasar bocah setan!” Batin Tetua Fengyi sambil melihat Rey yang tanpa malunya memakan semua hidangan di meja dengan rakus.


Dengan perasaan kacau, akhirnya mereka bertiga juga ikut makan bersama Rey, karena bagaimanapun makanan itu sudah di pesan, jadi mau tak mau mereka harus memakannya daripada mubazir, kata orang tua dulu makanannya bisa menangis jika tidak dimakan, yah walaupun mereka tidak mempercayai itu sih.


 

__ADS_1


__ADS_2