Lost Feeling 2

Lost Feeling 2
Sesi Pemotretan Pertama [Identitas Jean]


__ADS_3

Studio mini yang ramai seperti biasanya. Walaupun disebut mini, namun agensi itu cukup besar dari penampilannya. Setiap model pria maupun wanita memiliki ruangan prbadi mereka masinh-masing. Untuk tata rias akan digabung tiga sampai lima orang per-ruangan.


Sesuai janji yang sudah mereka sepakati, Hyunjae dapat meluangkan waktunya untuk menginguti sesi foto yang diinginkan Jean tanpa GAJI?!


Seorang seperti Hyunjae sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, lagipula pekerjaan itu tidak sesulit bekerja di balik meja sembari memutar otak. Cukup mengambil posisi berdiri atau duduk dan membuat gaya yang sudah ditetapkan.


...◇• •◇...


Cuaca yang cukup bagus, layar-layar lebar yang tertampang di beberapa bangungan memperlihatkan beberapa iklan atau foto model yang rata-rata berasal dari agensi dimana Jean bekerja.


Tanpa di dampingi oleh beberapa bodyguardnya. Hyunjae dapat pergi sendiri, lagipula security yang bekerja disana sudah tersedia banyak di berbagai tempat. Walaupun Hyunjae sudah memberikan perintahnya, mungkin ada beberapa bawahannya yang diam-diam mengawasinya dari jarak jauh.


Lagipula Ayahnya adalah seorang Ketua Mafia Malam. Seorang Mafia yang dapat menundukkan siapapun di bawah kegelapan dengan kekuasaan serta kekuatan yang dia punya. Oleh karena itu, sebagai orang tua, Adam tidak mungkin memberikan pembebasan pada Putranya kecuali dalam hal-hal privasi tertentu.


"U-UWAH!" Teriak seorang perempuan yang sama sekali tidak ia perhatikan.


"A-Apa?!" Hyunjae yang sibuk berpikir kesana kemari dikejutkan oleh teriakkan seorang perempuan yang tanpa sengaja berpas-passan dengannya di sebuah koridor.


"A-Anda?!" Perempuan berpakaian cukup terbuka itu memasang wajah terkejut setengah mati karena melihat sesuatu yang tak pernah ia bayangkan.


"Oh kau sudah disini," seorang wanita muncul dari balik pintu sebuah ruangan yang memperlihatkan sebagian tubuh atasnya. "Kemari." Ujarnya dengan lambaian tangan.


"Ck! Apa itu adalah sikap yang ditunjukkan oleh atasan kepada bawahannya?" Sindir Hyunjae yang meninggalkan perepmpuan itu dan beralih pada Jean.


Perempuan itu masih menunjukkan wajah terkejutnya hingga melihat kepergian Hyunjae menyusul Jean yang memanggil.


"A-Aku tidak salah lihat bukan??"


...◇• •◇...


"GYAAAAAHHH!!!"


"A-AVA AVAAN INI?!"


Suara gaduh yang menyelimuti ruangan, terutama para perempuan yang hampir melepaskan jantung mereka saat melihat seseorang yang penting ikut bergabung dengan mereka.


Sejujurnya, saat ini Hyunjae setara dengan yang lain. Meskipun dirinya memiliki posisi yang penting, namun dalam hal ini ia setara dengan para model yang lain. Pria berkulit sawo cerah itu sangat populer di kalangan gadis, ditambah dengan pesona wajah dan tubuh sexy yang dia miliki.


"..............." Jean yang telah mengundang Hyunjae ke dalam studio, perlahan-lahan menyesali keputusannya.


Hyunjae yang kini tidak bisa lepas dari para wanita pun terus meminta tolong pada Jean untuk melakukan sesuatu.


Wanita berambut hitam itupun berjalan ke arah Hyunjae lalu secara ajaib, ia sanggup menarik kerah Hyunjae dan menyeretnya pergi ke ruangan lain.


"Jean! Apa yang kau lakukan?"


"Bukankan Tuan mengunjungi tempat ini karena-"


Brak!


"..............."


Bantingan pintu itu cukup kuat sehingga bergeming di semua telinga mereka. Jean pun berhasil membebaskan Hyunjae dari tempat itu dan beralih ke tempat lain.


...◇• •◇...

__ADS_1


"Haaah! Haaah! Sialan... para wanita itu membuatku harus membawa pria berbadan besar ini mengelilingi lantai hanya demi mendapatkan sebuah ruangan yang cocok." Cocok dalam arti tidak ada pengganggu.


Demi membawa Hyunjae ke tempat aman, Jean harus mengunjungi satu persatu lantai untuk melihat ruangan khusus rias para model. Cukup suli menemukan area para laki-laki karena para model disana merupakan seorang perempuan.


"Apa ini ruangannya?" Tanya Hyunjae sembari mengarahkan telunjuknya pada sebuah pintu berwarna putih yang tepat berada di hadapannya.


"Y-Ya, aku sudah mendapat bantuan dari salah satu temanku." Ucap Jean yang hampir kehilangan nafasnya.


Cklek!


"????" Jean yang baru saja membuka pintu itu mendapatkan lirikkan sunyi dari penghuni ruangan tersebut. Ruangan yang dikhususkan untuk para pria.


"Akhirnya, tempat yang cocok ada disini~" ucap Jean dalam hati yang hampir kehilangan setengah nyawanya.


Beberapa ruangan ada yang tercampur antara pria dan wanita. Namun ada satu atau dua ruangan yang mengkhususkan para pria berada. Dan inilah ruangan yang sangat diinginkan oleh Jean.


...◇• •◇...


"M-Mmm..."


Dengan wajah sombongnya ia berdiri tanpa rasa takut sedikit pun, seolah-olah dari awal ini semua adalah rencananya. Tapi bagaimana bisa? Semua orang bahkan tidak percaya dengan apa yang dilakukan Jean pada sosok penting seperti Hyunjae yang memimpin sebuah Perusahaan Pusat di seluruh Keluarga Pietra.


"J-Jean... kau tidak menggunakan ilmu apapun untuk me-"


"AKU MEMANG JAHAT, TAPI TIDAK SEJAHAT ITU!" Sela Jean dengan teriakannya yang kuat.


"Lalu? Apa yang kau lakukan pada beliau sehingga mau melakukan ini? Kau tahu sendiri bukan bagaimana sikapnya?"


"Aku tahu, tapi tidak berguna di hadapanku," jawab Jean dengan datar. "Lagipula ini adalah kesepakatan awal kami." Batinnya.


"Lazel Pietra adalah Istrinya, dan kalian sendiri tahu bukan... jika hal ini tidak mungkin kulakukan." Ujae Jean dengan tatapan yang serius.


"..............."


Atasannya tahu hingga semua orang yang ada di tempat itu mengenai biodata kehidupan Jean yang pernah menikah, lalu bercerai karena terlibat masalah yang cukup berat untuk menerima permintaan maaf.


Selama ini, mereka juga sangat mengetahui sifat yang dimiliki Jean. Aneh adalah gelarnya, namun seaneh apapun dirinya, ia tidak pernah melakukan apapun yang tidak masuk akal.


"Aku dan dia memiliki sebuah kesepakatan." Ucap Jean.


"Kesepakatan? Apa yang kalian sepakati?"


"Tidak ada yang buruk. Tenang saja, ucapanku yang sebelumnya masih berlaku." Ujarnya yang tidak melupakan kejadian sebelumnya.


"Jean..."


...◇• •◇...


Pertemuan awal yang sungguh membingungkan, lalu dipermasalahkan dengan pertikaian. Setelah semua masalah yang hampir memutus harapan itu justru membawa hal yang sangat baik. Dimana Jean berhasil membujuk Hyunjae untuk menjadi salah satu model mereka dalam beberapa bulan, sampai kesepakatan yang kedua orang itu ucapkan usai.


Jean tidak mengucapkan apapun mengenai hal yang dia tetapkan pada Hyunjae. Lagipula masalah itu tidak perlu sampai di telinga orang lain, Jean memiliki jangka pikir yang panjang untuk bertindak.


Baru saja ia selesai berbincang dengan Bosnya untuk membicarakan perihal Hyunjae. Jean berhasil meyakinkan atasannya dengan sesuai kenyataan, bahwa tidak ada hal yang buruk untuk dilakukan pada Hyunjae.


Saat ini dirinya berada di sebuah, ruangan yang dikhususkan untuk sesi pemotretan. Dimana beberapa orang berkumpul untuk melakukannya secara individu atau berdua hingga bersama.

__ADS_1


"Dengan begini, kita akan sangat untung..." ucap Jean dalam hati sembari menatap Hyunjae yang hampir bersiap untuk melakukan pemotretan. "Lagipula Hyunjae memang tidak bisa memutus kerja sama ini begitu saja. Dia pikir bisa merelakan Lazel begitu saja?" Seringainya.


"Wajah itu lagi..." keluh temannya yang tak sengaja melewati dirinya. "Bisakah kau menunjukkan ekspresi yang ramah?" Ujarnya lalu pergi begitu saja.


"Tidak bisa, saat ini aku sangat senang." Seringainya tajam yang sama sekali tidak melepaskan pandangannya dari Hyunjae.


Sesuai ucapan yang pernah ia lontarkan. Dimana Jean mengaku jika dirinya jahat, sebagai seorang perempuan yang memiliki wajah seperti itu sudah tidak diragukan lagi. Secara umum Jean memanglah jahat, namun dalam fase yang berbeda. Dimana musuh bisa memanfaatkan apa yang akan dia rugikan sendiri, sedangkan Jean dapat mengambil keuntungan dari tindakan Hyunjae.


Dengan begini... Jean lebih memilih keuntungan dunia dibandingkan teman. Lagipula kalimat itu tidak sesuai untuk dirinya yang sangat jahat pada orang lain.


...◇• •◇...


Pria yang menggunakan celana hitam panjang, lalu menggunakan kaos putih yang terlihat cukup tebal dengan beberapa garis hitam di bagian depannya. Kedua anting yang dia kenakan tidak terganti sama sekali, sebuah kalung perak bersimbol matahari ia kenakan sebagai aksesoris tambahan.


Bagian baju yang berlengan panjang itu ia gulung hingga ke bawah siku. Beberapa gelang perak juga melingkari kedua lengan besarnya.


Ekspresi wajah yang begitu memuaskan. Tanpa mendapatkan arahan terus menerus, merek berpikir jika Hyunjae dapat melakukannya dengan begitu mudah. Sebagai hasil akhir untuk istirahat, Hyunjae mencoba sebuah gaya yang terus terlintas di kepalanya. Yaitu dengan mengginggit kalung yang ia kenakan, lalu ditambah dengan seringainya yang tajam.


Suasana panas begitu mendukung, sehingga kedua pipinya memerah. Serta rambut yang tertata rapi menutupi dahinya secara acak.


Dengan perlahan Hyunjae pun berniat membunuh para wanita yang berada di sana.


Ia mengangkat tangan kirinya sehingga semua orang memperhatikan dirinya, salah satunya adalah pertugas untuk memotret, "apa kau bisa melepas pakaianmu saja? Kalau perlu telan-"


"DIAAAM!!" Sela Hyunjae yang menatap kesal ke arah Jean karena pertanyaan yang sama terus terulang kembali.


"JEAN! FOKUS PADA PEKERJAANMU SENDIRI!" Teriak para staff yang berada di sekitar pemotretan.


"Cih! Tidak seru."


"Tubuhku ini hanya milik Lazel seorang." Ujar Hyunjae yang sama sekali tidak ingin memperlihatkan apapun yang ada di dalam tubuhnya pada kamera.


"Apa kau menghina harga diriku yang menjadi Single Parent ini?"


Hyunjae mengganti posisi gayanya, sesuai pada arahan yang diberikan, "hm... memangnya apa yang-" ucapannya terhenti dan melebarkan kedua matanya selebar mungkin. "HA?!"


...◇• •◇...


Setelah hampir dua jam melakukan pemotretan penuh, akhirnya Hyunjae dan para model lainnya mendapatkan istirahat.


"Single Parent? Apa aku tidak salah dengar?" Hyunjae mengulangi ucapan Jean sebelumnya.


"Yaaah~ sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini. Tapi apa boleh buat, aku sering mengucapkannya sehingga tanpa sadar tetap melakukannya meskipun ada kau." Jelas Jean yang kini terkulai lemah di atas kursi.


Penampilan Hyunjae tidak berubah, untuk saat ini ia akan mendengarkan apa yang Jean ucapkan saat ia masih melakukan sesi pemotretan.


"Kenapa? Kau sudah menduganya bukan? Dari awal aku ini memang mudah ditebak." Ujarnya dengan sedikit keluhan.


"T-Tidak... justru ini diluar perkiraanku. Dia memang memiliki raut yang aneh, tapi siapa sangka jika wajah mudanya sudah pernah menikah dan kini menjadi seorang Ibu dari Anak tanpa seorang Ayah." Pikir Hyunjae dalam hati.


"Hei."


"A-Apa?!"


Jean melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap ke arah Hyunjae dengan ekspresi yang dimiliki manusia pada umumnya, "kurasa aku sedikit berlebihan dengan permintaan ini. Oleh karena itu aku membiarkan dirimu mengetahui sedikit mengenai diriku."

__ADS_1


__ADS_2