
"Gawat... aku terus berendam sehingga tubuhku terasa sangat panas."
"Lazel, kembalilah." Ujar pria itu dengan wajah yang biasa.
Lazel menoleh dengan lemah, "kau serius?"
"Aku akan menutup mata, jadi cepatlah masuk."
"Bagaimana denganmu?"
"Aku baru saja menikamatinya, duluan saja."
"Hm."
Hyunjae memutar badannya ke arah lain dan menutup rapat kedua matanya sehingga Lazel dapat bergegas pergi dari sana melalui sisi yang berlawanan.
Bahkan dirinya masih sangat curiga apa Hyunjae berkata yang sebenarnya? Namun karena ia benar-benar membutuhkan udara segar mau tak mau ia mempercayai pria itu dengan beranjak pergi dari sana.
...◇• •◇...
"Haaa... kupikir aku akan tidak sadarkan diri." Gumamnya sembari duduk di atas lantai dan bersandar pada ranjang.
Sejujurnya ia sangat kesal karena pria itu mengganggu waktu pribadinya. Seharusnya saat ini dirinya bersantai menikmati malam hari, namun Hyunjae muncul di dalam tempat yang sama. Hal itu membuat Lazel hampir kehilangan akalnya.
"Ck... dia itu selalu melakukan apa yang menjadi keinginannya." Kepalanya menoleh ke samping, dimana pintu kolam tergeser lebar dengan tirai-tirai putih yang tembus pandang.
Kini Lazel berhasil menenangkan dirinya dengan pendingin ruangan. Tubuhnya di baluti oleh piyama yang lebih tebal dibandingkan sebelumnya. Untuk berjaga-jaga, karena pria yang sekarang mulai hidup dengannya memiliki sifat yang terang-terangan.
Beberapa saat, ia membutuhkan waktu untuk memejamkan kedua matanya dan merilekskan dirinya.
"Oh, aku lupa bertanya padanya mengenai pengambilan barang," seketika kedua matanya terbuka kembali dan menoleh ke arah yang sama seperti sebelumnya. "Hm? Kemana pria itu??" Ia sebelumnya yakin jika Hyunjae sebelumnya masih ada di dalam kolam.
"Apa yang kau lihat?"
"????" Kepalanya mengadah ke atas, "astaga..." ucapnya tanpa sadar dengan wajah yang kaku.
Hyunjae yang awalnya berada di dalam kolam seketika berada di atas ranjang dengan kedua kaki yang berada di kedua sisi badannya. Jujur saja pemandangan itu terlihat sangat mengerikan baginya. Berada di posisi seperti itu ia dapat melihat dengan jelas lekukan tubuh atletis Hyunjae dari bawah.
"Lazel, bisakah aku mengeringkan rambutku." Ujar Hyunjae yang menutupi kepalanya dengan handuk putih.
"H-Hm." Angguknya tanpa sadar.
Kedua kaki yang menghimpit dari arah yang sama membuatnya gugup dan panik. Bagaimana bisa Hyunjae melakukan hal sekejam itu pada Lazel.
Kini secara bergantian mereka bertukar posisi. Dimana Lazel menduduki ranjang sedangkan Hyunjae berada di atas lantai dan bersandar pada ranjang.
"Hm? Kau masih mengenakannya?" Tanya Lazel yang tiba-tiba teralihkan pada sepasang anting-anting yang pernah ia berikan pada Hyunjae sebagai hadiah.
"Tentu saja, bukankah ini hadiah yang luar biasa..."
"Luar biasa apanya, lagipula aku hampir lupa bahwa aku pernah memberikannya padamu." Batin Lazel.
Pria berambut hitam itu tidak mengenakan atasan melainkan celana panjang berwarna hitam. Lazel yang sibuk mengeringkan secara manual membuat pria itu perlahan meletakkan kepalanya pada kakinya yang terlipat.
"Hm... aku menyukai rambutmu." Ujar Hyunjae dengan suara beratnya.
"!!!!" Lazel terkejut jika Hyunjae baru saja memainkan rambutnyan.
__ADS_1
...◇• •◇...
[Perusahaan Pietra. Yang diketuai oleh Lazel Pietra]
Semua karyawan mulai sibuk seperti biasa. Tanpa kehadiran Bos mereka, pekerjaan pun masih tetap berjalan. Mungkin sekitar seminggu yang lalu.
Tanpa terasa Kedua Bos dari Perusahaan terkenal hingga saat ini belum kembali sehingga harus mengandalkan kedua Sekretarisnya atau bawahan langsungnya. Sangat jarang mendengar kedua Bos perusahaan yang merupakan Suami Istri melakukan perjalanan jauh untuk liburan.
Namun untuk Gyuu, Vicy dan Kara itu tidak bisa di herankan lagi. Siapa sangka jika kedua pasangan sempurna itu ternyata melakukan drama selama sepuluh tahun belakangan, seolah-olah mereka adalah pasangan yang saling mencintai.
"Hahh... apa ini adalah cara Lazel menyiksa bawahannya?" Pikir Gyuu yang terkulai lemas di hadapan monitor yang menyala.
"Enaknya... padahal Kara sudah berinisiatif untuk pergi liburan ke pantai bersama-sama." Ujar Vicy yang masih berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya meskipun dengan perasaan terpaksa.
"Yah, itu karena mereka yang tak kunjung kembali."
"Huft..." keduanya pun mengeluh secara bersamaan.
...◇• •◇...
Perempuan berjas hitam lengkap itu dengan sebuah earphone di telinga kirinya terus berjalan tanpa henti untuk membantu pekerjaan di pusat selama Tuannya belum kembali.
Meskipun sudah menikah, Kara masih akan menyempatkan dirinya untuk kembali bekerja seperti biasa. Lagpula Hyunji yang sekarang sudah berstatus sebagai Suami juga telah mengambil langkah awal. Ada saatnya Kara tidak diperbolehkan lagi untuk bekerja.
Kara tahu bahwa hari itu akan datang, karena bagaimanapun juga tugas seorang Istri hanya melayani Suaminya dan mengurus rumah. Namun bukan berarti tidak boleh berkarir.
Hyunji hanya khawatir pada Kara yang tanpa tahu akan tiba-tiba mengandung selagu melakukan pekerjaan.
Kedua langkahnya terhenti di depan ruangan Bosnya, ruangan yang sering ia tempati untuk mengawal Tuan Direktur. "ARGGHH! KAPAN MEREKA AKAN KEMBALI!" Amuknya dengan membara.
Para pekerja yang melihatnya hanya bisa tersenyum pasrah. Lagipula Kara juga sudah bekerja keras belakangan ini dan mengharapkan gaji yang tidak main-main dari Hyunjae.
...◇• •◇...
"Nezra, apa kau tidak pergi?" Tanya Adam yang belakangan ini lebih sering pulang atau lebih sering berada di rumah.
"Aku akan melakukan penerbangan menuju Rusia." Jawab Nezra dengan pandangan yang masih tertuju pada kedua kucing tersebut.
"Lagi?" Pria berwajah suram dan sedingin kutub utara itu mendaratkan bokongnya di samping Nezra yang sibuk memainkan Cherry, "kupikir ini sudah waktunya bagimu untuk pensiun."
"????"
"T-Tuan... mengapa Anda mengatakan itu..."
Mendengarnya membuat Nezra yang awalnya memiliki mood yang bagus seketika down secara bersamaan karena ucapan Suaminya yang sedikit membuatnya tersinggung.
Para pelayan yang ada di sekitar pun mulai menjaga jarak dari Nona rumah itu.
"Sialan! Apa kau berbicara mengenai umurku?!" Muncullah sisi mengerikan Nezra yang mengamuk masal di hadapan Suaminya sendiri, "memangnya kenapa jika aku terus bekerja hah? Lagipula aku masih muda meskipun kedua Putraku telah memiliki keluarga masing-masing.
"Kau saat ini sendirian... sebelumnya aku bisa mengandalkan Hyunji. Namun sekarang tidak lagi."
"..............."
"Umur? Bahkan hingga ratusan tahun pun aku masih yakin jika kau masih sanggup bekerja. Tapi kau tidak bersama Hyunji lagi. Saat diluar kau tidak mungkin bersama bodyguard atau salah satu pelayan,"
"Maaf jika kau tersinggung, maaf juga jika kau tidak menerimanya. Tapi aku tidak akan berubah pikiran."
__ADS_1
Adam yang irit bicara, wajah yang suram meskipun tampan masih memiliki suara yang lembut dan perhatian. Wajahnya tidak begitu mirip dengan salah satu Putranya melainkan warna iris matanya. Sedangkan Nezra, kecantikannya turun pada kedua Putranya yang lahir sangat tampan.
Salah satu alasan Adam tidak jauh dari hal tersebut. Dulunya yang jarang sekali kembali kini lebih sering berada di rumah dan mengajak Istrinya berbincang bersama.
Nezra merupakan tipe sebelas dua belas dengan Lazel. Mereka tidak suka disuruh ataupun menuruti permintaan orang begitu saja. Oleh sebab itu mereka sangat mengandalkan diri sendiri dibandingkan mengandalkan orang lain. Sifat keras kepala yang dimiliki juga tak tertahankan.
Seketika Nezra tidak memberikan jawaban atupun penolakan selain diam. Begitupula dengan para pelayan yang berada di rumah itu.
"Aku akan ikut bersamamu ke Rusia."
"!!!!" Wajahnya menoleh dengan cepat, "kau tidak bercanda?"
Tangan kirinya bersandar pada kursi belakang bagian Nezra, "tidak, lagipula aku membutuhkan waktu untuk beristirahat juga."
"J-Jadi... apa kita akan melakukan liburan?! Hanya berdua saja?! Kyaa!! Itu sangat romantis." Ucapnya dengan penuh semangat.
"Y-Ya... terserah."
Ada satu perbedaan yang menyelip di antara Menantu dan Mertua. Lazel sulit mengungkapkan perasaannya dan sering terbelit-belit jika mengenai perasaan. Sedangkan Nezra sama sekali tidak mengenal malu, apa yang dia inginkan, apa yang dia sukai akan dikatakan secara langsung.
Bagi Adam itulah yang menarik dari Istrinya. Namun tidak untuk publik. Terkadang dirinya juga tidak bisa berkata-kata karena ocehan panjang dari Istrinya.
Meskipun telah memiliki kedua Putra yang telah lepas darinya, mereka juga tidak akan tinggal diam mengenai perasaan romantis antara pasangan Suami Istri.
...◇• •◇...
Kedua tangannya sibuk menggenggam stir mobil yang sedang ia bawa.
Melalui ramainya jalanan dengan kendaraan yang beragam.
"Ngomong-ngomong, karena Kara telah menikah. Kau kembali pada kedua Orangtuamu?" Tanya Gyuu dengan kacamata berlensa putih.
"Tidak."
"Kau sendiri?"
"Begitulah... tapi Kak Kara juga sering mengunjungi rumah bersama dengan Suaminya. Dia merasa tidak enak karena harus meninggalkan diriku sendirian, padahal itu bukan masalah bagiku." Jelasnya
Selain hubungan rumit atau hubungan romantis lainnya. Kini Gyuu dan Vicy lebih sering bersama meskipun Gyuu membutuhkan kesabaran yang ekstra untuk menghadapi Vicy yang memiliki sifat yang jauh dari kalimat manusia.
Arah atau jalur menuju Perusahaan Lazel selalui melalui tempat tinggal Vicy. Oleh karena itu sejak belakangan ini mereka terus pergi dan pulang bersama. Meskipun Gyuu tetap mengharapkan biaya bahan bakar untuk mobilnya.
"Kapan kau akan menikah?" Pertanyaan Gyuu mendapatkan tatapan datar dari Vicy yang duduk di sampingnya.
"Maaf, aku masih pantas disebut remaja oleh orang lain. Jadi masalah menikah bukan urusanku."
"Bisakah kau jika menjawab pertanyaan tidak menusuk hati?! Kau sombong sekali hanya karena memiliki umur yang sangat muda dibandingkan aku dan yang lainnya."
"Haha, kau cemburu pada gadis remaja yang bahkan belum menginjak dua puluh tahun?" Seringainya dengan tipis namun sangat berarti jika dia sedang merendahkan seseorang.
"Gadis ini seperti set*n." Tuturnya dalam lubuk hati yang tertekan.
...◇• •◇...
Perbedaan waktu terlihat begitu jelas. Paris saat ini sudah terslimuti oleh malam dan tumpukkan bintang di langit serta rembulan yang sedikit redup. Kota menawan yang selalu berhasil memikat perhatian warga sekitar.
Di sebuah hotel dimana dua pasangan telah menyewa salah satu kamar yang cukup menarik dilihat namun tidak menarik bagi dompet yang bermasalah.
__ADS_1
"Haha! Hyunji dulu seperti preman. Tapi semenjak Ayah Adam mendidiknya melalui Militer, perlahan sifatnya berubah." Jelas Hyunjae yang saat ini sedang berbincang dengan Lazel.
Wanita itu hanya menatap Hyunjae dari atas dan terus tertawa pelan karena cerita masa lalu antara Hyunji dan Hyunjae.