
"Hm... apa ini termasuk acara formal?" Tubuh besarnya berdiri di hadapan lemari yang terbuka lebar dengan beberapa baju gantung.
Tangan kanannya terus mengusap dagunya karena merasa bingung dengan pilihannya.
"Hyunjae, kemarin kau menggunakan chargerku, sekarang dimana benda itu sekarang?" Tanya Lazel yang tiba-tiba memasuki kamarnya dan menemui Hyunjae yang bertelanjang dada memperhatikan lemari.
"Entah, aku lupa." Jawabnya polos.
"Dasar." Gerutu Lazel lalu hendak pergi dari sana, namun tangan besar menariknya kembali.
"Menurutmu apa yang bagus kupakai untuk hari ini?" Tanya Hyunjae dengan kedua tangan yang memegang pundak Lazel.
"Haah? Kau menarikku hanya menanyakan hal seperti itu?! Lagipula kau selalu bagus memakai apapun!"
"Oh! Benarkah?"
"..............."
"Apa kau baru saja memberikan pujian pada Suamimu ini?!" Kini wajah pria itu menjadi cerah seketika disaat mendapatkan ucapan berlian dari Lazel.
"T-Tidak, kau salah dengar. Aku mau keluar." Ujar Lazel dengan wajah yang bersalah.
"Kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja?" Tangan besarnya terjulur ke depan hingga membuat Lazel tidak berniat melanjutkan langkahnya.
"Grrr!! Menyingkir keparat! Kau menggangguku!" Ucap Lazel dengan wajah yang sangat kesal.
Hyunjae menjulurkan lidahnya ke arah Lazel, "beri aku ciuman, maka kau akan-"
BUAGH!
...◇• •◇...
"Cepat."
"Y-Ya."
Sepertinya mengganggu Lazel memang bukan ide yang bagus, karena wanita itu selalu memelayangkan tangannya.
Sebelum pergi menuju Rumah Utama, terlebih dahulu mereka akan menjemput Ian yang saat ini berada di hotel.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setelah Ja Heul mendapatkan hukuman ringan dan juga pada keluarganya, Lazel tidak pernah mendengar kabar mereka sedikitpun. Sama halnya dengan Sepupunya. Waktu yang berlalu sedikit membuatnya merasa takut, di hari yang akan datang tidak bisa terjamin akan bebas dari masalah.
Oleh sebab itu Lazel terus berpikir tentang masalah yang akan datang kembali, meskipun saat ini sama saja dengan masalah.
Hyunjae mendapatkan pesan dari Ibunya mengenai Calon Menantu. Hyunjae sudah menikah dan memiliki seorang Istri, sedangkan Hyunji sebagai Kakak Tertua belum mendapatkan hal seperti itu. Hal ini sudah pasti jika pesan Nezra berkaitan dengan seseorang yang akan Hyunji nikahi.
Lazel sedikit tidak memahami situasinya, bagaimana bisa Hyunji bisa secepat ini mendapatkan kekasih? Sebelumnya ada begitu banyak kejadian, namun dengan waktu yang tiba-tiba Hyunji telah menemukan pasangannya.
Wajahnya menoleh ke kanan sembari memikirkan begitu banyak hal, salah satunya adalah teman dekatnya sendiri, "lalu bagaimana dengan Kara?" Gumamnya.
"Apa kau masih memikirkan bagaimana perasaan Kara pada Hyunji?" Tanya Hyunjae yang terus memantau gerak-gerik Lazel yang sama sekali tidak bisa tenang.
"..............." Lazel lebih memilih diam dan tidak menolehkan wajahnya ke arah Hyunjae.
Memang sulit dibayangakan, Kakaknya akan membawa seorang perempuan ke dalam Keluarga Pietra sebagai anggota keluarga baru. Namun Hyunjae yang tidak mengetahuinya sama sekali merasa heran dengan saudaranya.
Lagipula setiap manusia memiliki perasaan yang berbeda-beda, dan itu bersifat mutlak. Seseorang tidak bisa menyalahkan orang lain hanya karena tidak satu perasaan dengannya.
...◇• •◇...
__ADS_1
Hyunjae memutar stir mobil ke arah kanan dan akhirnya menemukan jalan poros yang menghubungkan dengan kediaman Pietra.
Seharusnya yang gugup atau merasa khawatir adalah seseorang yang berkaitan dengan hal ini. Namun Lazel terus menggenggam kedua tangannya karena merasa khawatir dengan situasi sekarang.
Gerbang mulai terlihat jelas dan terbuka lebar. Hyunjae mengganti gigi mobil dan mulai memasuki area halaman rumah yang sangat luas.
"Ada begitu banyak mobil disini." Ujar Lazel yang memperhatikan beberapa kendaraan yang memenuhi bagian depan rumah.
"Mungkin itu adalah teman-teman Ibu." Sahut Hyunji yang perlahan meletakkan mobilnya di tempat yang sesuai.
"Haah... tentu saja beliau sangat bersemangat mengenai hal ini." Keluh Lazel yang sangat khawatir.
Wanita berambut perak dengan pita kupu-kupu keluar dari mobil, begitu pula kedua pria yang ada bersamanya di satu mobil. Karena ini hanya sebuah panggilan, Hyunjae hanya memakai pakaian biasa dan jaket hitam sebagai luarannya. Sedangkan Lazel mengenakan kaos biru berlengan panjang dengan bawahan berwarna hitam.
Rambut panjang yang setinggi pinggang itu terhembus oleh angin yang berlalu dengan kuat.
"Eh??" Lazel mendapati sebuah mobil berwarna kuning yang sedikit mengingatkannya pada sosok pria dengan warna rambut yang sama, "bukankah itu mobil Gyuu? Aku sangat mengenal platnya." Ucap Lazel dengan memperhatikan mobil itu dari jarak dekat.
Mendengar nama pria pirang itu membuat kedua telinga Hyunjae memanas, "haah? Terus? Memangnya kenapa jika pria brengs*k itu ada disini? Tenang Lazel, aku akan melindungimu dari binatang itu."
"Seharusnya aku yang menghindarimu!" Gertaknya.
"Hm? Sepertinya ada kesalah pahaman disini." Ujar Ian setelah mengamati beberapa mobil yang terparkir dan mengingat siapa pemiliknya.
...◇• •◇...
Suara langkah kaki terdengar jelas di ruangan tersebut, obrolan yang terjadi di Ruang Tengah juga mulai mengusik kedua telinga Lazel.
Tap!
"Ada apa Kak?" Tanya Ian.
"Aku tidak tahu siapa calonnya, tidakkah kalian sedikit khawatir?"
"Ya... perasaan seperti itu memang wajar. Lagipula hari ini hanya pertemuan biasa, kau bisa menilai calonnya saat kita berada disana." Jelas Hyunjae yang sangat memahami bagaimana perasaan Istrinya.
"Aku merasa jika kau salah pa-"
"Baiklah! Aku akan melihatnya sendiri dengan kedua mata kepalaku!" Ucapnya dengan tegas.
"..............."
...◇• •◇...
"Nona Lazel, Tuan Hyunjae serta Tuan Muda Ian sudah tiba." Ucap salah satu pelayan yang memunculkan dirinya di hadapan para tamu.
"Lama sekali mereka itu." Keluh Hyunji dengan wajahnya yang mengejek.
"L-Lazel sudah datang?! Bagaimana ini bagaimana iniiii." Ia tidak dapat menahan getaran dari seluruh tubuhnya.
"Kami tahu jika kau gugup, tapi itu sedikit keterlaluan." Ujar Gyuu yang duduk bersampingan dengan Vicy.
"Lazel? Bukankah dia Istri dari Nak Hyunjae? Dan pemegang Perusahaan Aplic Pietra?"
"Hahahaha~ iyaa Anda benar."
Pada akhirnya tiga orang itu memunculkan dirinya di hadapan orang-orang yang berkumpul di Ruang Tengah. Beberapa dari mereka merupakan kenalan Lazel, namun selebih dari itu tidak.
"K-Kara?" Kejut Lazel setelah melihat temannya yang berada disana, terlebih lagi tepat di samping Hyunji.
__ADS_1
"H-Haloo..." sapa kara dengan lambaian tangan yang kecil serta dengan wajahnya yang kikuk.
"Kak, sepertinya kau salah paham." Ujar Ian dengan ekspresi datarnya.
"Hm, aku setuju." Angguk Hyunjae.
"H-Hyunjae... kenapa Kara ada disini? Apa hatinya baik-baik saja melihat Hyunji yang kabarnya sudah memilih seorang wanita sebagai Istrinya?" Bisik Lazel pada Hyunjae yang berdiri bersampingan dengannya.
Hyunjae menatap Istrinya dengan penuh kebingungan, "tidak, hei, kau ini mendengarkan kami bicara atau tidak."
Nezra mempersilahkan ketiga orang itu duduk. Beberapa menit kemudian Adam pun kembali ke rumah dan ikut bergabung dengan mereka.
Pertama, kedua orang asing mulai memperkenalkan diri mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah orangtua dari Kara Chiejun.
"Hahaha! Langsung intinya saja, apa kalian berkenan memberikan Kara padaku?" Hyunji menengahi perbingangan panjang lebar itu dengan langsung meminta izin atau restu dari Ayah dan Ibu Kara secara langsung.
"??!!!" Ucapan Hyunji membuat kedua mata Lazel hampir melompat keluar.
"Sudah kuduga jika ada kesalah pahaman disini, semua itu sudah terlihat jelas dari jumlah mobil yang ada di depan." Batin Ian yang tidak menanggapi rasa kejut Kakaknya.
"Lazel... sebenarnya kau mendengarkan kami atau tidak?"
...◇• •◇...
Bagaikan bom nuklir yang akan membakar hati karena ledakan tersebut. Lazel masih terlihat syok dengan pengungkapan Hyunji sekaligus kebenaran dari pertemuan ini.
"Bodoh... apa kau benar-benar mengira bahwa Hyunji akan memilih wanita lain?" Ucap Hyunjae pada Lazel sembari menahan dirinya untuk tidak tertawa.
"HAAH?! SIALAN KAU HYUNJAE! BERANINYA KAU MENYEBUTKU BODOH!!"
"Ahahahahahaha~ beri aku ciuman maka aku akan memanggilmu sayang."
"Tidak akan pernah dasar bajing*n!"
Di sela-sela pertikaian Hyunjae dan Lazel, kini Gyuu dan Vicy mulai mewawancarai Kara mengenai apa yang terjadi pada hari ini. Bukan hanya Lazel saja yang merasa terkejut saat mendapat pesan langsung dari Nezra untuk berkumpul di Rumah Utama yang berhubungan dengan Calon Menantu.
Bahkan Vicy sempat heran mengapa Kara memilih untuk pulang ke rumahnya melainkan kembali ke apartemen. Sebenarnya hal itu bukan asing lagi untuk dilakukan Kara, karena sebelumnya wanita itu sering melakukannya.
"Jadi... bagaimana kau- KALIAN BERDUA COBALAH UNTUK BERHENTI!" Teriak Gyuu pada kedua pasangan bermarga Pietra itu.
"Haah... kau membuat kami khawatir, lagipula bagaimana kalian bisa memutuskan hal ini begitu cepat?" Tanya Vicy.
Kini Hyunji akan bicara beberapa hal dengan kedua orangtuanya, termasuk kedua orangtua Hyunji Hyunjae.
"Y-Yah... itu berawal dari bahasa yang sama sekali tidak ku mengerti."
"Bahasa?"
"Hm, aku tidak bisa menceritakan detailnya. Tapi, aku juga sama seperti kalian," tatapan Kara seketika sendu namun masih memiliki senyuman di bibirnya. "Terkadang ada rasa takut di dalam diriku untuk memulai hubungan yang serius, apalagi dengan cara menyatukan kedua keluarga." Sambungnya.
Lazel menghusir Hyunjae untuk ikut bergabung dengan Ibu dan membahas mengenai perihal hubungan Hyunji dan Kara.
Mendengar Kara yang berbicara seperti itu membuat Lazel tidak bisa memberikan nasihat atau pencerahan untuk seseorang yang akan menikah. Dirinya sadar bahwa hubungan seperti ini disaat ia dan Hyunjae mulai berjalan menuju pernikahan hanya sandiwara saja. Oleh sebab itu Lazel tidak tahu harus menghibur Kara seperti apa.
"Kara, kau tidak perlu berharap yang berkaitan dengan hati. Kau hanya perlu berharap bahwa permulaan ini akan baik begitupula akhirnya." Jelas Gyuu yang duduk manis di hadapan wanita yang lebih tua darinya.
"Hm, mencintainya saja sudah cukup. Namun kau tidak perlu mendapatkan cintanya. Karena jika Kak Hyunji benar-benar tulus maka kau sendiri yang akan merasakan kasih sayangnya tanpa paksaan." Sambung Vicy yang ikut memberi pencerahan pada Kakak Sepupunya.
"Apa kau tahu, sangat jarang seseorang langsung melamarmu seperti ini. Bukankah ini sangat langka?!" Kini Lazel ikut handil dalam perbincangan mereka meskipun pada faktanya tidak ada yang menyenangkan dalam pernikahannya dulu, "mungkin saja kelangkaan ini akan mempererat hubungan kalian." Sambungnya dengan senyuman yang cantik.
__ADS_1