
Mulut para netizen semakin menjadi-jadi, bahkan mereka menyalahkan Jean begitu saja. Identitasnya terbongkar begitu saja di hadapan publik sehingga tidak ada satupun yang berpihak padanya.
Sebagai Single Parent bagi Putrinya, dia dianggap sebagai pengganggu Rumah Tangga orang lain dan sedang mencari incaran baru untuk dirinya sendiri dan juga Putrinya.
Padahal... Jean sama sekali tidak pernah memikirkan hal seperti itu. Seorang pendatang seperti dirinya hampir tidak bisa melakukan apapun, dan membutuhkan banyak bantuan dari teman Lazel.
Inilah alasan Hyunjae dan yang lainnya untuk tidak membiarkan Lazel mengetahui masalah ini. Karena Jean dan dirinya memiliki ikatan yang kuat, bisa saja Lazel akan mengamuk habis-habisan di depan media.
...◇• •◇...
Tidak ada yang berubah, mereka tidak bisa melakukan apapun pada Jean dan juga pada Putrinya. Sebagai seorang Ibu... Jean berusaha untuk tetap terlihat biasa di hadapan Putrinya.
Semua orang yang berada disana merasa bersalah karena tidak bisa memberikan bantuan yang layak pada Jean.
Akan tetapi, mereka akan tetap berusaha untuk mencari jalan keluar dari masalah ini.
...◇• •◇...
Kedua matanya tidak berkedip, detakan jantungnya seperti akan terhenti untuk beberapa saat. Rasa kejutnya hampir tidak bisa membuatnya mengatakan apapun.
Mulutnya mulai bergerak untuk berusaha mengatakan sepatah kata, "k-kau-"
"Bercandaaa!" Hyunjae membentangkan kedua tangannya ke atas dan berteriak sehingga membuat Lazel terkejut lagi, "lagipula aku sudah melakukan swmua ini seorang diri! Mana mungkin aku menyerah begitu saja!" Ucapnya dengan kesal.
"O-Oh..." tetesan keringat baru saja menuruni leher putihnya. "Apa-apaan... mengapa aku begitu terkejut dengan ucapannya, memangnya apa yang salah kalau dia memutuskan untuk bercerai? Bukankah ini semua adalah awalan yang kulakukan?"
"????" Hyunjae memperhatikan perilaku Lazel yang tiba-tiba menjadi aneh. Dan keanehan itu dimulai pada saat dirinya memutuskan untuk berpisah saja. "Hm... apa Lazel benar-benar menyukaiku?" Seringainya.
Waktu yang mereka habiskan disana cukup lama, lagipula meskipun berteduh di bawah pohon yang besar, hawa panas masih menyengat di seluruh tubuh.
"Lazel, kau menyukaiku bukan?" Tanya Hyunjae yang langsung to the point.
Lazel menatap Hyunjae dengan heran, "narsis, tolong jangan katakan apapun seperti ucapanmu barusan. Itu terdengar menjijikan." Ucapnya dengan urat-urat yang bisa saja membuatnya naik pitam.
...◇• •◇...
Suka? Mungkin itu adalah kalimat umum untuk menyukai semua orang yang berhati baik. Lagipula ucapan itu sama sekali tidak pernah ia pikirkan akan terkeluar pada suatu saat nanti. Lagipula semua manusia itu memang baik disaat pada fasenya sendiri. Karena tidak ada manusia yang mau terjatuh hanya karena manusia yang lain.
Hidup ini rumit, tidak ada jalan lurus tanpa tikungan atau masalah apapun.
Mobil itu melaju dengan lambat dan tetap mengikuti aturan yang tertera. Selain itu, jalanan saat ini juga cukup ramai. Musim Panas seperti ini adalah waktu liburan bagi anak sekolahan atau para pekerja, oleh karena itu banyak orang-orang yang sedang melakukan perjalanan wisata atau apapun.
Sedangkan Lazel dan Hyunjae sudah berada di tengah perjalanan untuk kembali pulang.
"Apa kau yakin akan pulang sekarang?" Tanya Hyunjae dengan kedua mata yang ditutupi oleh kaca mini yang berwarna hitam.
Wajahnya berpaling dari Hyunjae dan lebih memilih untuk memperhatikan ke sisi yang lain, "ya, lagipula aku masih ingin membicarakan masalah ini dengan Ian." Jawabnya dengan simpel.
"Hei Lazel."
__ADS_1
"????"
"Apa yang kau pikirkan saat kita bertemu kembali?"
"..............." kalimat Hyunjae membuatnya kembali mengingat sesuatu yang semestinya tidak harus dia ingat.
Hatinya sudah begitu mantap untuk meninggalkan masa lalu dan membuangnya sejauh mungkin, meskipun nihil, jauh di dalam lubuk hatinya ia selalu merasa bersalah dengan sikapnya itu. Membohongi kedua orang yang merupakan pengganti dari orang tuanya. Meskipun begitu, mereka masih berusaha untuk mencari dirinya dan juga Ian. Bukankah dirinya sudah melakukan kesalahan? Lalu untuk apa ia mendapatkan belas kasih?
"Hyunjae," kini giliran baginya untuk memanggil pria itu. "Apa kalian melakukan semua ini hanya karena perasaan kasihan?"
"H-Ha?! Apa yang kau-"
"Walaupun itu adalah memang benar jawabannya aku juga tidak bisa menyalahkan kalian," ujarnya dengan kedua mata yang sedikit sendu. "Aku dan Ian memang tidak memiliki siapapun lagi, dan entah harus pergi kemana. Rasa kasihan itu dapat ku terima dengan baik, tapi bukan berarti aku akan menerapkannya. Selagi aku masih mempunyai kedua kaki untuk berdiri, aku sendiri yang akan mempertahankan hidup kami."
Hyunjae tidak bisa mengatakan apapun setelah Lazel berucap begitu panjang. Seorang wanita sepertinya sama sekali tidak memperlihatkan luka yang dia alami. Kepergian sosok pria di masa lalu, kepergian Ibunya, lalu disusul dengan seluruh keluarganya yang mendapatkan hukuman atas tindakan mereka di sepuluh tahun yang lalu.
Semuanya sudah beres begitu saja, lalu untuk apa dia bertahan di rumah itu? Pelaku Wonhae adalah utama, dan keutamaan itu sudah terkbulkan. Sehingga kedua orang tuanya mengalami hal yang serupa. Di waktu itu dirinya sama sekali tidak berdaya atau bahkan hampir tidak ingin melanjutkan hidup.
Lampu merah membuat mereka berhenti sejenak, dan disaat itulah sebuah tangan mendekap dirinya dari samping dengan perlahan.
"!!!!"
"Haaah~ kasihan sekali kau ini," ujar Hyunjae yang saat ini sedang memeluk Lazel yang terkejut setengah mati. "Ibuku adalah Ibumu, Ayahku adalah Ayahmu, keluargaku adalah keluargamu. Lalu siapa yang bilang bahwa kau seorang diri?" Ujarnya dengan mengelus perlahan punggung Lazel agar lebih tenang menghadapi sebuah masalah.
"Lazel, aku tidak pernah sesekali mengemis padamu untuk memaafkanku. Kau dan Ian berniat kembali dan bergabung dengan kami itu sudah lebih dari cukup,"
Tangannya mencengkram erat pakaian yang Hyunjae pakai, giginya mengerat dengan kuat, "kenapa... kenapa kalian semua melakukan ini. Aku tidak spesial seperti yang kalian pikirkan."
...◇• •◇...
Sepertinya ini adalah kali pertama bagi Lazel untuk tidak menolak pelukan dari Hyunjae. Justru dirinya hanya pasrah dengan apa yang dilakukan pria berambut hitam tersebut.
Mobil yang mereka kendarai sudah sampai di depan apartemen yang Lazel tinggali.
Wanita berambut perak itu keluar dari mobil dan berjalan di depannya sehingga Hyunjae sama sekali tidak bisa berkedip untuk memandangi Istrinya.
"Kau bertanya apa yang ku pikirkan saat kita bertemu kembali bukan?" Lazel membalikkan badannya dan mengatakan beberapa hal pada Hyunjae yang serupa dengan pertanyaan yang ia lontarkan sebelumnya, "kalau begitu jawabanku adalah, kembali berlari." Ucapnya dengan wajah yang datar.
Hyunjae menyanggahkan tangannya pada stir mobil lalu membuat lekukan bibirnya terlihat, "hahahaha! Kalau begitu aku akan berusaha mengejarmu hingga mendapatkanmu kembali." Ujarnya dengan senang.
...◇• •◇...
Angin akan terus berhembus dan entah akan membawa sejauh mana. Begitupula perasaan, dari yang satu berpindah ke tempat lain hanya untuk berteduh.
Untuk hari ini pria itu menganggap semuanya baik-baik saja. Dan tetap mengikuti arus yang dirinya buat. Padahal ia sama sekali tidak tahu harus sampai mana hal ini terjadi.
"Hyunjae... kau itu adalah pria yang aneh. Wonhae dan dirimu, kalian sangat berbeda jauh." Wanita itu kembali berpaling dan meninggalkan beberapa kata untuk Hyunjae.
"Hm~ lalu apa kau mau aku menjadi sepertinya agar kau mau menerimaku kembali?"
__ADS_1
"Biarkan aku mengoreksi sedikit ucapanmu itu," Lazel meluruskan wajahnya serta dagunya, namun tatapannya tetap ke bawah dan lurus pada pandangan Hyunjae. "Seumur hidupku... aku sama sekali tidak pernah menerima dirimu atau melihatmu seperti sosok Wonhae yang ku kenal. Dan jangan berusaha untuk menjadi dirinya, karena dia jauh lebih baik dibandingkan dirimu."
Lagi dan lagi, Lazel selalu menusuknya dengan kalimat yang kejam. Wanita itu sama sekali tidak pernah memperlihatkan sisi baiknya atau berniat untuk membalas kebaikan Hyunjae meskipun terdapat masa lalu yang sulit dilupakan.
Hanya punggungnya yang terpapar langit terlihat menjauh tanpa menoleh kembali ke belakang.
Ia mengacak rambutnya sendiri, "tidak apa Hyunjae, lagipula yang kau rasakan tidak sebanding dengan apa yang dia alami selama ini." Ucapnya yang berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri.
...◇• •◇...
Hembusan angin menerpa rambutnya yang terikat lalu terbuka layaknya serbuk sari yang menyebar. Tatapannya lurus pada area bawah yang ramai serta menikmati suasana Musim Panas di hari itu.
Wajahnya terlihat lelah dan juga hampa, kedua matanya menatap apapun yang sama sekali tidak pernah ia pedulikan.
"Mengapa dia kembali, seharusnya ini menjadi pelarian yang pertama dan juga terakhir..."
"Jika dia tidak datang, aku juga tidak perlu memakan hati atas tindakanku sendiri..."
Tangannya terkepal, bibir pinggirnya tergigit dengan gigi, lalu serta kedua alis yang mengerut.
Sudah tidak asing lagi melihat atau mendengar tingkah laku Lazel. Mulai dari tutur ucapannua yang selalu kasar hingga menuju ke perilakunya. Namun semua itu harus berhadapan dengan Hyunjae yang saat ini mengalami perubahan dari masa lalunya.
"Ck!"
Bruak!
Sebuah buku yang memiliki halaman sekitar enam ratus ke atas terbanting ke atas lantai karena ulahnya.
"Lalu apa... aku akan memaafkannya dan dia akan menunjukkan sisi aslinya?" Ucapnya dengan menggebu-gebu, "berubah? Itu hanya umpan untuk menangkap seekor mangsa." Sambungnya dengan raut wajah yang tidak bersahabat.
...◇• •◇...
"Apa Anda bisa menjelaskan masalah ini?"
Kamera terus menyala tiada henti dan memotret apapun yang ada disana atau yang bersangkutan dengan masalah yang baru-baru ini mendapatkan komentar yang panas.
"Bagaimana dengan Nona Muda dari Keluarga Pietra? Bukankah dia belum kembali?"
"Apakah dia berniat untuk melarikan diri dari masalah Suaminya sendiri?"
"Apakah ini termasuk ke dalam sebuah skandal?"
"T-Tidak, semua ini adalah kesalah pahaman," ucapnya sebisa mungkin. "Melarikan diri? Skandal? Lazel melakukan semua itu? Jangan bercanda dasar sialan!"
Bahkan berita yang terpanas itu belum memiliki air untuk menenangkannya. Semakin hari semakin buruk pula kabarnya, dan kini Hyunji harus merasakan getah yang diperbuat oleh Ja Heul.
Masalah ini tidak akan berhenti sampai dimana seseorang langsung turun tangan pada hal ini. Hyunji mulai terlibat dan mendapatkan komentar tak masuk akal dari para Netizen. Waktu ke depannya mungkin Lazel akan mengalami hal yang sama, dimana pada akhirnya semua orang tahu jika Lazel hampir memutuskan hubungan dengan Keluarga Pietra.
Jika Ja Heul mengetahuinya, sudah tidak mungkin bagi mereka untuk meredakan masalah ini.
__ADS_1