Lost Feeling 2

Lost Feeling 2
Penuh Sensasi


__ADS_3

Perasaannya jauh lebih bimbang dibandingkan sebelumnya. Jean sudah cukup membantunya, pada awalnya apa yang dia bahas dengan Jean merupakan masalah hubungannya. Oleh karena itu Jean tidak bisa memberikan pencerahan yang lebih banyak pada masalah seseorang.


Sebelumnya Jean telah menjelaskannya dengan baik, apapun tindakan yang akan dia lakukan tidak perlu mendengar keputusan dari orang lain. Yang berhak menentukannya adalah dirinya sendiri.


Masalah siap atau tidaknya sebenarnya tidak perlu dibahas. Lagipula meminta apa yang menjadi kewajiban maupun pemuas nafsunya juga tidak terjadi masalah.


Kedua alisnya terlihat sendu, tatapannya menatap menara tinggi itu dengan perasaan yang gugup. Pada akhirnya dirinya memang harus menepati taruhan atau janji yang dia buat.


Lazel juga merasa jika Hyunjae sangat mengharapkan apa yang akan dia berikan padanya.


Kedua tangannya mengusap rambut perak panjangnya ke belakang dengan perasaan yang sedikit menggebu.


"Sialan... ini sangat memalukan..." gumamnya dengan wajah yang memerah.


Akhirnya ia berdiri dari tempat duduk dengan tatapan yang menunduk ke bawah, "jika aku menyerahkannya, maka dengan otomatis dia berpikir bahwa aku telah menerimanya. Begitu bukan?" Pikirnya dengan wajah yang terlihat sendu, "lalu... setelah itu dia akan kembali pada dirinya yang dulu..."


Tidak akan ada yang tahu bagaimana perasaan Hyunjae ke depannya setelah mendapatkan apa yang dia inginkan. Sejauh ini pria itu memang banyak memiliki perubahan, namun tidak memiliki kepastian atau hak bagi Lazel untuk mempercayainya.


Dibandingkan rasa percaya, saat ini dirinya lebih takut pada kembali ke titik awal. Dimana semua luka dan derita akan dia alami seorang diri, karena tidak mungkin bagi Lazel untuk membiarkan Adiknya tahu.


Tubuhnya berbalik melaawan arah angin yang berhembus, rambut perak panjangnya terlihat nampak memukau. Bahkan orang-orang yang ada di sekitar juga memperhatikannya.


...◇• •◇...


Seingatnya, sebelum meninggalkan kamar. Hyunjae berniat mandi sekaligus berendam di dalam kolam. Sepertinya janji itu akan terpenuhi, sesuai dengan ekspetasi atau bahkan melebihi.


Lazel berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran yang menghujam kepalanya atau memprediksi bagaimana reaksi Hyunjae saat melihat dirinya untuk yang pertama kali.


Kedua irisnya menatap ke arah depan dengan datar dan dingin. Bibir merahnya terlihat tertekuk dan juga tetap memperlihatkan warna merah segar.


Setelah merenungkan beberapa hal, dan berbicara sejenak dengan Jean. Akhirnya ia hampir tiba pada permasalahan utamanya, dimana ia berusaha untuk mengubah situasi.


Jika semuanya berhasil, jika semuanya tidak sesuai dengan pemikirannya. Maka Lazel berniat mengatakan sesuatu.


Cklek!


"Hm??" Sepertinya suara pintu yang terbuka tidak terdengar sama sekali olehnya.


Ia sedikit heran, bagaimana seorang pria masih bisa bertahan di tempat awalnya tanpa melakukan pergerakan apapun.


"..............." kedua kakinya mulai melangkah pada sebuah ruangan yang merupakan ruangan pakaian yang terpisah dengan ranjang. Karena desain kamarnya tidak seperti yang lain, oleh sebab itu ada beberapa hal yang menarik dari tempat itu.


Jantungnya benar-benar akan melompat keluar, kepalanya mulai memanas namun ia tetap konsentrasi agar tidak membuat kesalahan.


Sebuah piyama dengan kain yang tipis, beberapa bagiannya memiliki area yang tembus pandang. Namun tidak pada bagian privasi. Lazel memutuskan untuk mengenakannya.


Wanita bertubuh tinggi dan bertubuh model itu berjalan melintasi ruangan yang cukup besar. Rambut  perak panjangnya tegerai begitu saja tanpa ada satupun hiasan. Kedua kaki telanjangnya melangkah biasa ke arah tirai putih tersebut.


Sepertinya malam ini tidak akan badai, ataupun hujan. Kedua tangannya menyingkirkan tirai itu lalu menerobosnya begitu saja.


Deg!


Hanya melihat leher serta punggung dan dua lengannya yang menyanggah ke atas sudah membuatnya ngeri. Bagaimana bisa pria itu melatih tubuhnya hingga menampilkan bentuk yang sempurna.


Suara air yang mengalir terus berbunyi sehingga menenggelamkan suasana yang sepi dan sunyi.

__ADS_1


Ekspresinya tidak dapat di ringkas, kedua kakinya terus melangkah ke depan bersamaan dengan detakan jantungnya yang sangat kuat, lebih tepatnya melewati sebelah kanan Hyunjae yang tengah duduk diam menikmati suasana sendiri.


Piyama longgar nan tipis itu tersapu ke depan dan mengaburkan salah satu kakinya yang mulai memasuki kolam.


"????" Kedua mata yang awalnya tertutup rapat itu seketika salah satunya terbuka karena merasa jika ada sesuatu di dekatnya.


Pria berdada tebal itu menatap wanita yang ada di hadapannya dengan alis yang terangkat sebelah serta rambut dalam keadaan basah yang terusap ke belakang sehingga menyisakan beberapa rambut menjuntai tepat di dahinya.


Kini kedua kakinya sudah berada di dalam air, bersamaan dengan piyama yang masih ia pakai.


"Hm? Lazel? Kau sudah kembali?" Hyunjae sebenarnya terkejut dengan kedatangan Lazel, namun karena dia berpikir bahwa wanita itu adalah Istrinya, maka semuanya akan baik-baik saja, "tunggu, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Hyunjae yang mulai panik duluan.


Deg!


Ia menarik nafas secara perlahan lalu berbalik ke arah Hyunjae dalam keadaan setengah basah.


"K-Kenapa kau masuk kesini? Bukankah-"


"Diam keparat!" Selanya dengan nada marah serta urat kesal di rahangnya.


Ia masih bingung pada tingkah laku Lazel yang mengenakan piyama di dalam kolam dalam posisi berdiri di hadapannya.


Lazel telah memerintahkannya untuk diam dan tidak bersuara. Oleh karena itu Hyunjae yang tidak mau berdiri karena sesuatu,  mau tak mau kembali duduk dengan kedua mata yang tidak lepas dari Istrinya.


Wanita berambut perak itu berjalan kembali, lebih tepat di hadapan Hyunjae.


"????"


Hingga pada langkah terakhirnya, wanita berwajah dingin itu membungkukkan tubuhnya dengan membentangkan kedua tangannya pada kedua sisi tubuh Hyunjae dan menyanggah pada dinding kolam.


"Tidaaakkkkk!!! Aku tidak bisa melakukannyaaa!!!! Ini sangat memalukaaaan!!" Pada akhirnya wanita berwajah dingin itu seketika kehilangan nyalinya untuk melakukan sesuatu yang keren.


"H-Ha?! Ada apa?!" Serta Hyunjae berhasil mendapatkan rasa kejut, panik dan bingung secara bersamaan.


Sejenak Hyunjae memperhatikan Lazel yang berada di hadapannya yang berlutut dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"..............." sebenarnya Hyunjae juga tidak tahu apa yang sedang Lazel rencanakan. Namun ia tidak akan melewatkan hal itu.


Dirinya mengambil keuntungan disela-sela Lazel menutup wajahnya. Pria itu mulai berdiri dan berjalan mendekati Lazel dalam keadaan yang sama sekali tidak bisa di deskripsikan dengan jelas. Namun jika Lazel melepas pandangannya maka wanita itu akan benar-benar dalam bahaya.


"Heh??" Seseorang mengangkat tubuhnya, merasa terkejut membuat tangannya lepas dari wajahnya, "H-Hyunjae?" Ucapnya dengan suara yang gemetar.


Saat ini Hyunjae yang dalam keadaan telanjang tengah membawa tubuh Istrinya dengan kedua tangannya.


Perlahan ia kembali ke tempat semula dan mulai mengambil posisi duduk. Ia menempatkan Lazel berada di hadapannya dengan posisi membelakangi.


"Apa begini caramu menggodaku?"


"Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi," batin Lazel yang sudah tidak bisa memikirka apapun. Beberapa saat kemudian wajahnya berubah menjadi pucat dan panik serta membuat wajahnya menoleh ke belakang. "H-Hyunjae! K-Kau!"


"Ereksi? Hm... hampir sama. Hanya saja ini kesalahanmu sendiri," pria itu mulai menurunkan piyama Lazel yang dimulai dari kedua pundaknya. "Kau tahu sendiri bagaimana karateristikku maupun keseharianku."


"G-Gawat..."


Tali bra berwarna hitam mulai terlihat jelas seusai ia menurunkan kain putih tersebut.

__ADS_1


Kedua matanya menajam dan pikirannya sudah tidak bersahabat. Ia memulainya dengan mencium habis leher Lazel dari belakang dan memeluknya dari belakang.


"Ahhh~"


"Hm? Apa kau baru saja mendesah?" Tanya Hyunjae dengan wajah yang tidak bersalah.


"Ti-Tidak!"


"Hm~" tatapannya terlihat menyipit. Padahal apa yang baru dia dengar cukup menarik. Oleh karena itu Hyunjae berniat lebih memancing Lazel untuk berada di kendalinya secara penuh.


Tubuhnya seketika menegang, "a-apa yang kau-aaargh~" sebuah tangan baru saja menekan salah satu dadanya yang masih terbungkus oleh bra.


"Hm... kau mempunyai ukuran yang bagus." Bisik Hyunjae.


"H-Henti-"


"Bagaimana bisa kau memintaku berhenti sedangkan kau menawarkan dirimu sendiri untuk ku setubuhi." Seringainya tajam.


"Ti-ahh~" Hyunjae terus meraba seluruh tubuh Lazel dari belakang dan memegang seluruh bagian atas Lazel dengan tangan besarnya.


"Hm~ aku menyukainya~"


Pria berambut hitam itu kini semakin liar, dimana ia berhasil melakukan apa yang waktu itu gagal dia lakukan.


"AAAA!!"


"Sakit? Tidak apa-apa. Ini hanya sementara." Ujar Hyunjae dengan nada yang lembut dan juga basah.


Seluruh tubuh Lazel bergemetar hebat, leher kanannya baru saja mendapatkan gigitan kuat hingga berdarah dan menetesi kolam yang mulai mereka kuasai.


Setelah puas bermain-main dari belakang kini Hyunjae melanjutkannya dari depan dengan mengubah posisi Lazel. Ia sangat penasaran bagaimana Lazel yang terkenal dengan mulut sadis berkekuatan gorila takluk di bawah kendalinya.


"Lazel, apa kau mencoba untuk lebih menggoda dengan menunjukkan wajahmu?"


"Hyun-"


Cup!


Ciuman panas yang berlangsung begitu saja membuat Lazel seketika bungkam dan terus menggerakkan lidahnya sesuai dengan irama yang diberikan Hyunjae padanya.


Selagi menikmati hal itu, Hyunjae beralih lagi pada tali bra Lazel yang berada di kedua pundaknya. Ia tidak langsung melepaskannya begitu saja, melainkan menurunkkannya dan melihat bagaimana reaksi Lazel terhadap tindakan nakalnya.


Kini kedua tali bra dengan ukuran dada yang besar itu sudah terturun. Yang tersisa hanyalah pengait yang Hyunjae ketahui berada di punggung wanita. Sebelum benar-benar memberikan Lazel kepuasan. Ia terlebih dahulu menikmati leher Lazel yang terdapat kalung berbuah kupu-kupu.


"..............." Hyunjae semakin tidak bisa berkata-kata saat Lazel sudah mendekap kepalanya yang tepat berada di depan dadanya.


Pria berahang besar itu hanya bisa menyeringai dengan. Taringnya menangkap kalung itu yang berada tepat di belahan dadanya.


"Sial... aku tidak menyangka jika tubuh Lazel benar-benar luar biasa..." batin Hyunjae yang tidak bisa diam meremas kedua dada Lazel dan terus berusaha mengendalikan sesuatu yang ada di bawahnya.


"Hyunjae!" Lazel sempat terlojak seketika saat merasakan sesuatu yang aneh, lebih tepatnya menyentuh perutnya bagian bawahnya.


"Hahhh... aku tidak bisa menahannya lagi." Keluh Hyunjae dengan ******* kepala yang menjuntai ke atas berusaha untuk menikmati sensasi itu.


Tanpa menunggu apapun lagi, Hyunjae bergegas pergi dari kolam bersama dengan Lazel yang berada di rangkuhannya dan meninggalkan piyama yang sudah tidak berguna itu di dalam air.

__ADS_1


Kedua kakinya melangkah menuju ranjang yang berhadapan dengan kolam renang.


__ADS_2