
Tubuh besarnya bersandar pada sandaran ranjang yang berwarna cokelat gelap. Lampu kuning yang berasal dari lampu tidur di atas meja mini masih menyinari beberapa bagian dengan cahayanya yang redup.
Tepat disampingnya, terdapat seorang wanita dengan kedua mata yang sudah terpejam sejak tadi. Cara tidurnya yang terlentang membuat rambutnya berada dimana-mana. Bibir merahnya berkerut dengan wajah yang nampak tenang.
Tangan kirinya meraih rambut wanita itu dengan perlahan. Karena rambut yang ia pegang cukup panjang, aroma rambut perak itupun dapat dia cium dengan baik.
"Cepat sekali dia tidur..." ungkapnya dalam hati.
Setelah melakukan sesuatu yang sedikit panas, Lazel langsung tersungkur begitu saja, lantaran kelelahan karena aktivitasnya belakangan ini, ditambah dengan beban pikirannya yang menyangkut masalah Hyunjae hanya karena kesalah pahamannya.
Hyunjae memakluminya, lagipula Lazel sudah lebih dari cukup untuk memperkejakan sesuatu hingga melupakan istirahat. Oleh karena itu ia berinisiatif untuk berlibur sejenak di Paris.
Kota yang tidak buruk bukan?
...◇• •◇...
Kedua tangannya menggenggam sejajar selimut yang menutupi dirinya hingga leher. Matanya juga terus melihat ke arah lain dengan cepat. Deru nafas dari seseorang yang tidur disampingnya begitu terdengar meskipun pria itu sedang memunggungi dirinya.
"A-Aku mau mandi." Dengan sangat hati-hati dan juga keringat dingin. Lazel berusaha bergerak maupun berjalan tanpa diketahui oleh Hyunjae. Saat ini adalah waktu yang tidak tepat untuk membahas hal yang sudah berlalu. Lagipula ia sama sekali tidak berniat membahasnya.
Perlahan-lahan ia melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi tanpa membuat keributan sedikit pun.
Hyunjae yang saat ini memang masih tertidur tidak merasakan apapun yang ada di sekitarnya. Dengan santainya ia mengubah posisi tidurnya yang menyamping menjadi terlentang dengan dada yang terlihat jelas.
"..............." karena merasakan sesuatu yang menjanggal dari tangan kirinya. Pria itupun menunjukkan kedua iris hitamnya dan menatap langit-langit sebagai pemandangan pertama.
Kepalanya menoleh ke samping dengan wajah yang sedikit kusut.
"Dimana dia?"
Suara percikkan air membuatnya menoleh pada pintu kamar mandi yang jaraknya cukup dekat dari tempat ranjang. Lebih tepatnya berada di ruangan sofa yang masih satu ruangan dengan kamar.
Karena masih mengantuk dan belum pulihnya nyawa secara keseluruhan. Hyunjae pun perlahan bangkit dari tidurnya dan mengangkat kaki kirinya dan menyanggah tangannya disana lalu mengusap wajahnya dengan pelan.
Sekitar lima belas sampai dua puluh menit Lazel sudah berada di kamar mandi.
"UWAAAAAA!!!"
"??!!" Spontan ia mengangkat wajahnya ke pintu kamar mandi dan beranjak dari ranjang secepat mungkin.
Tanpa berpikir panjang, ia membuka pintu kamar mandi itu dengan langsung tanpa mengetuk terlebih dahulu, "apa apa?!" Tanya Hyunjae yang bertelanjang dada dan sesuka hatinya membuka pintu kamar mandi setelah mendengar teriakan Lazel.
"AAAAA-APA YANG KAU LAKUKAN?! CEPAT KELUAR!"
"..............." kini Hyunjae melihat Lazel yang dalam keadaan seksi. Hanya menggunakan kemeja putih serta ****** ***** yang berusaha ia tutupi dengan panjang kemeja. "Bukankah itu..." Hyunjae mengarahkan telunjuknya pada diri Lazel yang saat ini sedang berusaha menutupi bagian bawahnya.
"A-Aku pikir ini milikku, t-tapi ternyata-"
Hyunjae menyandarkan tubuhnya secara menyamping di tengah-tengah pintu, lalu melipat kedua tangannya di depan dada, "kau terlihat seksi seperti itu babe~" ucapnya dengan seringai nakalnya.
"!!!!" Karena tidak sanggup mendengar godaan Hyunjae yang semakin membuat suhu tubuhnya meninggi. Ia meraih sebuah botol lotion lalu melemparkannya tepat ke arah Hyunjae.
BRAK!
"HAHAHAHAHA!" Hyunjae tertawa terbahak-bahak lantaran Lazel yang tersipu malu dan melemparkan salah satu benda di kamar mandi setelah ia berhasil melindungi dirinya sendiri dengan menutup pintu kamar mandi lebih cepat.
Wanita itu hampir mengeluarkan separuh emosinya hanya karena tindakan konyol Hyunjae di pagi hari. Namun terhalang dengan beberapa perasaan malunya. Apalagi ia tidak bisa melupakan klise tadi malam.
"pakai apa adanya saja. Kalau perlu kau bisa mengenakan pakaianku dulu, aku akan pergi dan membawa kembali barang-barangmu." Ucap Hyunjae dari balik pintu.
...◇• •◇...
__ADS_1
Kepergian Hyunjae membuat dirinya nyaman secara sementara. Padahal sebelumnya ia sedikit senang karena Hyunjae ada bersamanya, namun perasaan gengsinya dan harga dirinya masih sangat tinggi sehingga berkata jujur tentang perasaan masih sangat mustahil dia lakukan.
Di hadapan televisi yang menyala, dan di perlihatkan sebuah menara yang menjulang tinggi dari balik jendela.
Wanita bertubuh tinggi itu berdiri dengan kedua kaki tanpa alas. Rambut perak panjangnya terikat biasa ke belakang. Hanya menggunakan kemeja tadi serta bawahan celana pendek yang setara dengan panjang kemeja Hyunjae.
"Ck! Aku tidak ada pilihan lain." Ucapnya dengan ketus.
Cklek!
"Aku kem-" kedua matanya langsung tersorot pada sesuatu pada bagian bawah Lazel. "Kau tidak memakai dalaman?" Tanya Hyunjae yang kedua pipi yang memerah.
"AKU PAKAI!" Teriaknya dengan mengangkat kemeja itu hingga memperlihatkan perutnya yang seksi.
Padahal kemeja yang Lazel pakai sama panjangnya dengan celana yang dia pakai. Meskipun keduanya adalah milik Hyunjae. Lazel langsung berpikir bahwa Hyunjae jauh lebih tinggi dan besar dibandingkan dirinya.
"Ini kopermu. Dan ini beberapa peralatan pentingmu." Hyunjae menyerahkan koper berwarna merah dengan tas mini atau tas punggung berwarna cokelat
Lazel meletakkan ponselnya, "baiklah, aku akan kembali saat ini."
"Hm? Kembali kemana?" Tanya Hyunjae.
"Tentu saja pulang, kau pikir aku kesini untuk liburan?"
"Hm? Tidak~ tidak~" pria itu melepaskan jaketnya dan berjalan mendekati Lazel lalu meraih lengannya hingga wanita itu terjatuh pada pangkuan Suaminya.
"Lepaskan, aku tidak memiliki waktu untuk meladenimu," ucap Lazel dengan wajah kesalnya. "Aku harus melakukan sesuatu pada pembungkus cincin yang akan digunakan nanti." Batinnya.
"Hm? Tidak perlu." Ujar Hyunjae dengan lebih merapatkan Lazel ke dirinya.
Karena merasa lelah dengan pembicaraan itu, Lazel harus mencengkram kedua pipi Hyunjae dengan tangannya, "jangan bercanda... ini bisnis besar kau tahu, aku harus mengerjakannya jika tidak-"
Cup!
"Melakukannya?! Kenapa?! Sejak kapan juga kau tahu mengenai hal ini?!"
"Jangan remehkan Suaminu Sayang~"
"!!!!"
"Lihat. Bahkan kau tidak memberontak saat mendapatkan ciuman dariku."
"!!!!"
Kedua kalimat itu berhasil membuat Lazel bungkam seketika dan tidak berani mengeluarkan sepatah kata sedikit pun.
"Kau tidak perlu memikirkan apapun lagi soal pekerjaan. Pekerjaan yang harus kau lakukan mulai saat ini dan beberapa waktu ke depan adalah memberikan pelayanan terbaik pada Suamimu ini." Jelas Hyunjae yang terus menerus menggoda Lazel yang berada di atas pangkuannya dan tidak mungkin akan menghindar darinya.
"Hm? Aku lupa bahwa kau memiliki tato disini." Hyunjae meraih tangan kanan Lazel lalu menggigitnya dengan sedikit keras tepat di tato kupu-kupu tersebut.
"Ack! Kenapa kau menggigitnya keparat!"
"Apa kau tidak pernah belajar untuk mengenakan pakaian yang benar?"
"????"
Tangan kanan yang menjaga kedua kaki Lazel untuk menetap di atas pangkuannya. Sedangkan tangan kirinya beralih pada dada bagian atas Lazel yang terbuka lebar hingga dirinya dapat melihat sebuah kalung perak berbuah kupu-kupu.
"Kau begitu menyukai kupu-kupu. Apa yang menarik dari serangga bersayap racun itu?" Tangannya meraih kalung itu dengan sedikit menerobos masuk ke dalam belahan dada Lazel.
Tangan kananya menekan dada Hyunjae lalu mulai bergerak, "b-bisakah kau melepaskanku? Posisi seperti ini menyulitkanku untuk bergerak." Kini wanita itu mulai merasa tidak nyaman dengan tindakan atau gerak-gerik yang diberikan Hyunjae.
__ADS_1
"Tidak. Kau harus tetap dalam posisi seperti ini." Hyunjae kembali merapatkan dirinya dengan Lazel.
"Kenapa? Ini menyulitkanku kau tahu!"
"Apa kau pikir aku peduli? Seharusnya kau bersyukur karena tidak perlu melakukan apapun selain menikmati liburan." Jelas Hyunjae yang sama sekali tidak melepaskan pandangannya dari Lazel.
"Aku sangat bersyukur kau tahu! Tapi saat ini aku sedang tidak baik-baik saja! Cepat singkirkan tanganmu!!!" Batin Lazel dengan memberontak.
Posisinya saat ini tidak bisa membuang tatapan selain membalas kedua mata Hyunjae yang menatap dirinya. Mungkin sebelumnya Hyunjae sudah merencanakan hal ini sehingga dirinya tidak bisa melepaskan diri.
Tidak ada cara lain, Lazel pun dengan wajah pasrahnya merebahkan wajahnya pada pundak kanan Hyunjae.
"Hm? Ada apa? Kau pusing?" Tanya Hyunjae.
"H-Hm! Benar! Aku pusing!"
"Istirahatlah, aku akan memegangimu."
"Sialan! Kupikir dia akan melepaskanku!!" Batin Lazel yang tidak sesuai dengan pikirannya.
...◇• •◇...
Untuk beberapa saat mereka terdiam. Namun Hyunjae terus memainkan rambut, jari jemarinya hingga mengelus kepalanya hingga tanpa Lazel sadari dirinya mengalami sensasi yang amat tenang. Perasaan takut, was-was bahkan gugup tidak dia rasakan sama sekali.
"Hyunjae, kakiku keram." Ucap Lazel yang masih menenggelamkan wajahnya pada pundak Hyunjae.
"Apa kau mau aku memijatnya?"
"Ku pastikan akan melemparmu jika kau berani melakukannya."
"Hahaha!" Tawa Hyunjae dengan pelan, "Lazel, apa kau sudah mencintaiku? Menyukaiku?"
"Pertanyaan yang bodoh. Kau pikir aku akan menjawabnya."
"Haha! Sudah kuduga," Hyunjae mengangkat tubuh Lazel agar berpindah ke sampingnya lalu mengambil posisi berdiri di hadapan wanita itu. "Mau jalan? Sepertinya kita memang harus mengabiskan liburan disini."
"Hm... mau kemana?" Tanya Lazel.
"Ke manapun, asal berakhir di sebuah penginapan." Jawabnya dengan menyeringai.
"Dasar otak mesum!" Teriak Lazel dengan melemparkan bantal sofa ke arah Hyunjae yang terus tersenyum.
"Mesum?? Memangnya apa yang kau pikirkan sehingga mengataiku seperti itu?" Kekeh pria itu.
"Jangan berlagak bodoh! Aku tahu apa maksudmu!"
"Jika kau tahu mengapa tidak melakukannya saja? Aku lelah menunggu."
"Aku tidak peduli!"
Lazel berdiri dan membawa koper itu ke dalam kamar. Dan diikuti oleh Hyunjae.
"Maumu apa lagi?!" Tanya Lazel yang tiba-tiba berbalik arah dan membentak Hyunjae yang ada di belakangnya.
"Hm? Bukankah di ruangan ini hanya ada satu kamar dan satu lemari pakaian?"
"Argh..." Lazel cukup frustasi, namun hal itu memang benar adanya.
"Hei." Panggil Hyunjae dengan sengaja mendekatkan mulutnya pada telinga Lazel.
"????"
__ADS_1
"Apa kau bisa membantu membersihkan badan? Kurasa kau akan menyukainya~" ucap Hyunjae dengan suara yang sedikit basah.
"TIDAK AKAN PERNAH!" Tolak Lazel dengan wajah merahnya.