Lost Feeling 2

Lost Feeling 2
Musim Panas [Pernikahan]


__ADS_3

"Pulang? Cepat sekali."


"Apa kau tidak bisa menetap disini saja?"


"Tidak bisa, mengurus pindahan itu merepotkan. Apalagi bersamaan dengan pindah negara." Jelas Ian pada dua temannya.


Selama berada disana, Ian menginap di hotel. Semua biaya apapun yang dia butuhkan sudah Hyunjae tangani sehingga Ian tidak perlu memikirkan kehidupannya selain makan.


Semenjak kedatangannya kembali, ia belum sempat langsung menghubungi Argo dan Kim, yaitu kedua temannya yang dulu bersama sejak sekolah. Namun keduanya pernah kehilangan kabar mengenai Ian dan juga Lazel.


Ian tidak menginginkan siapapun tahu masalah yang Kakaknya alami. Setidaknya ia akan memberikan alasan yang masuk akal meskipun alasan itu bohong.


"Yah... tidak mendapat kabar darimu selama berbulan-bulan hanya untuk fokus belajar disana pasti kau sudah menentukannya sejak awal." Jelas Argo.


"Haaah... susah sekali jadi orang ka-pintar." Sahut Kim dengan wajah yang tidak berdosa.


"Apa kau baik-baik saja? Masalahnya Kak Lazel tidak akan bersamamu lagi."


"Aku bukan anak kecil lagi."


"Hm... jangan-jangan kau sudah mempunyai pa-"


"Diam Kim atau aku akan melemparmu dari jendela."


"..............."


Ian sedikit lambat memberitahu kedua temannya jika sudah kembali. Setidaknya Ian membutuhkan banyak pikiran untuk membuat alasan agar Argo dan Kim mempercayai dirinya.


Sebenarnya Ian bisa tetap tinggal di rumahnya yang dulu. Namun Ian sama sekali tidak bisa menyentuh rumah itu lagi semenjak Kakaknya mengajak dirinya untuk pergi bersama meninggalkan rumah itu. Lagipula dirinya tidak membutuhkan kenangan masa lalu yang hanya bisa menghambat pikirannya.


Ia sudah membuat kesepakatan dengan Kakaknya untuk tidak membahas apapun yang ada di Masa Lalu. Apalagi mengenai kematian Wonhae karena rencana orang terdekat mereka sendiri.


Hingga saat ini dirinya masih belum bisa mengetahui bagaimana perasaan Lazel terhadap Wonhae. Di dunia yang nyata seperti ini bukanlah sesuatu yang dapat diubah begitu saja. Lagipula tidak seorang pun yang bisa lolos dari kematian.


Hyunjae sudah berjanji untuk memperbaiki sifatnya dan tidak akan membiarkan Lazel kembali mengalami hal yang sama seperti di masa lalu. Di tengah-tengah perasaan yang seperti itu ia masih penasaran tentang pandangan Lazel pada Wonhae.


Sebelumnya ia sudah menghubungi Kakaknya untuk memberitahu kepergiannya menuju Jepang. Liburan Musim Panas belum berakhir namun Ian harus lekas kembali. Perbedaan waktu juga akan mempengaruhi dirinya. Lagipula Musim Panas di Jepang menurut perkiraan Ian akan segera berakhir, berbeda halnya dengan Musim Panas yang mereka rasakan saat ini.


...◇• •◇...


"Kembali?"


"Hm, kau akan mengantar kami."


"..............."


Lazel memberitahu Hyunjae mengenai kepergian Ian menuju Jepang di waktu yang sama saat dirinya akan melakukan penerbangan menuju Amerika.


Hyunjae tahu betul bagaimana rasa sayang dua Kakak beradik itu. Hyunjae juga mengkhawatirkan perasaan Lazel yang benar-benar akan menerima keputusan Kakaknya.


"Lazel, aku bisa membujuk Ian untuk tetap di-"


"Dia sudah dewasa," sela Lazel yang memang pada dasarnya tidak rela membiarkan Adik satu-satunya berpisah darinya. "Dia sudah bisa mengurus dirinya sendiri tanpa bantuanku," sambungnya.


"Sudah seharusnya kami tidak saling bergantung. Apalagi aku yang saat ini sudah memiliki Rumah Tangga." Jelasnya.


Ian memberi kabar bahwa kampusnya akan kembali beraktivitas dalam waktu dekat. Ian pun membuat keputusan untuk kembali setelah acara Kara dan Hyunji berakhir. Sebagai seseorang yang hanya memiliki satu darah keturunan sangat sulit baginya untuk melepaskan Ian ke tempat yang jauh.


Tapi apa boleh buat, lagipula apa yang Ian katakan adalah kesepakatan mereka di awal.


"Hiks!"


"Hm? Aku tahu kau dan Ian mulai memiliki hubungan yang baik, tapi dia sudah memutuskan hal ini dengan serius bahwa akan tetap berkuliah disana."


"Hm... aku tidak begitu peduli pada hal itu," tangannya tiba-tiba menggenggam tangan Lazel. "Aku tidak mau di rumah sendiri." Ucapnya dengan sangat.


Plak!


"Aw!"


Lazel menepis tangan besar itu darinya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin berlama-lama disana. Jadi tetaplah di rumah." Ujar Lazel yang beranjak dari sofa menuju dapur.


...◇• •◇...


Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu pun tiba.


"C-Cantik."


Seorang gadis dengan rambut cokelat legamnya tergulung ke belakang dengan kerudung biru tua yang membaluti kepala belakangnya. Gaun berwarna sama membaluti tubuh hingga menutupi kedua kakinya.


Bunga rangkaian berwarna silver dan biru ia genggam dengan anggun.


Kara telah siap dan akan siap untuk diantar.


"Vicy~ panggilah Nona Lazel."


"Baik~"


...◇• •◇...


Saat ini, di kediaman Hyunjae. Terlihat seorang pria dengan wajah tampannya sudah memakai pakaian yang rapi. Hasil desain Lazel sangat memuaskan, belum lagi bentuknya seperti Anggota Kerajaan. Warna merah maroon dengan beberapa almamater emas di bagian lainnya. Cukup simpel namun terlihat menawan.


Tok! Tok! Tok!


"Hyunjae, apa kau sudah siap?" Suara Lazel dari luar terdengar olehnya.


"Ada apa sayang? Apa kau mau masuk?" Tanya Hyunjae.


Cklek!


"Aku akan pergi ke rumah Kara dan menuju ke acara bersamanya." Jelas Lazel yang baru saja memasuki kamar dan meraih pita hitam yang ada di atas meja.


"Lalu aku?"


"Sepertinya kau akan pergi sendiri."


"Lazel." Panggil Hyunjae disaat Istrinya tengah sibuk memakai pita kupu-kupu di belakang rambutnya.


Kedua tangan berhasil mencengkram tubuhnya dari belakang sehingga Laze dapat melihat jelas dari pantulan kaca jika saat ini Hyunjae tengah memeluknya dengan wajah yang semakin turun ke tengkuk lehernya.


"Kau cantik sekali." Ujarnya yang semakin mempererat pelukannya.


"Aku tidak memiliki waktu banyak denganmu, jadi lepaskan aku cepat."


Cup!


"HENTIKAN!!"


...◇• •◇...


"Kyaaa!!! Hyunji tampan sekali!!" Puji Nezra yang memenuhi wajah Putranya dengan kecupan.


Begitu banyak lampu terang yang ada di dalam kamarnya sebagai penerang dan penjelas wajah mempelai pria.


"N-Nona tolong hentikan, itu akan membuat riasannya rusak." Ucap Sang Penata dengan sedikit takut.


"Hahh?! Dia adalah anakku! Memangnya apa hak kalian sehingga berani menghalangi-" ucapannya terputus karena seseorang menariknya dari arah belakang. "A-Adam lepaskan aku!"


Hyunji berdiri tegap di hadapan cermin berukuran besar yang dapat memperlihatkan dirinya secara keseluruhan. Jas biru tua yang sama dengan warna gaun Kara.


Rantai mini emas yang berposisi menyilang dari bahu hingga bagian saku bawah. Kedua pundak atasnya juga diletakkan sebuah benda seperti pangkat berwarna emas hingga aksesoris lainnya yang meramaikan jasnya.


Kali ini tema pernikahan Hyunji dan Kara adalah Kerajaan. Dimana sebuah Raja akan menikahi warga biasa, dimana gadis biasa itu akan berposisi menjadi Ratu. Itu semua adalah ide terbaik dari penata buasana pengantin pria dan wanita yang sangat dipercayakan Nezra.


Agar semuanya terlihat nyata. Lazel menambahkan idenya, para anggota keluarga besar akan mengenakan dress yang seragam dan terlihat seperti anggota bangsawan. Agar tidak menabrak atau merebut ciri khas dari Ratu, Lazel menampilkan merah dan hitam untuk para perempuan. Serta untuk laki-laki merah dan perak.


"Hyunji... Adikmu, Ian, Ayahmu dan Gyuu akan pergi bersamamu menuju lokasi." Jelas Nezra yang bersiap akan mengantar mempelai pria terlebih dahulu.


"H-Hm." Angguk Hyunji.


"Adam, sebaiknya kau memberitahu mempelai wanita jika kita akan pergi."

__ADS_1


"Ya."


"Hyunji, bisakah kau menghubungi Adikmu?"


"Whoaaa!! Lihatlah siapa yang akan menikah!" Tawa seseorang dari depan pintu yang memiliki rupa yang hampir sama dengan mempelai pria.


Keplak!


Baru saja kepalan Sang Ibu mendarat di kepala Putra keduanya, "dari mana saja kau! Kami sudah menunggumu begitu lama!"


...◇• •◇...


Yang sudah stand by di lokasi adalah bodyguard Hyunjae dan beberapa bawahan Hyunji. Beberapa anak-anak akan berada disana dan menunggu pengantin pria datang terlebih dahulu.


Di sisi lain, Lazel sudah tiba di kediaman Kara. Disana cukup ramai dengan Keluarga Besar Kara dan juga Vicy. Disini Lazel akan pergi bersama mereka menuju lokasi. Para wanita berpakaian merah akan berjalan di belakang seorang Ratu layaknya pengiring atau pengantar.


Sedangkan para pria yang berseragam sama akan mendampingi Hyunji saat sudah di panggung hingga mempelai wanita datang.


"KARAAAA KAU CANTIK SEKALIIIII!!!!" Ucapnya saat melihat Kara yang sudah berada di Ruang Tamu.


"Lazeeel!!" Kara yang sedikit sulit menghampiri Lazel hanya bisa merogohkan kedua tangannya lalu Lazel sendiri yang mendekati Kara dan memeluknya pelan.


"Kau akan jadi Kakak Iparku!"


"Huaaaaa!!! Aku tidak menyangka hal ini!!"


"Sialan! Kau cantik sekali!"


"Tidak, kau juga sangat cantik meskipun aku yang lebihnya."


"Kara sialan..."


...◇• •◇...


Untuk menuju lokasi acara, Keluarga Pietra akan menggunakan mobil andalan mereka untuk mengantar mempelai pria. Sebelumnya Lazel juga sudah membawa mobil khusus untuk keluarga Chiejun, dimana mobil itu akan membawa Kara.


Lazel dipercaya akan membawa Kara kesana. Beberapa orang yang lain akan membawa kendaraan masing-masing. Untuk sementara, Vicy akan membawa mobil Lazel dan mengajak keluarganya yang lain.


Saat ini mempelai pria sudah siap untuk berangkat. Hyunjae akan membawa mobil. Adam duduk di sampingnya, serta Ibunya bersama Hyunji di belakang.


...◇• •◇...


Suara riuh mulai terdengar, dimana mempelai pria sudah tiba sebelum mempelai wanita. Di dalam sudah tertata rapi dengan seorang Pendeta yang akan menjadi penghubung antara Kara dan Hyunji nanti.


Gyuu, Ian, Hyunjae, Adam dan keluarga laki-laki dari pihak wanita sudah berjalan sesuai arahan yang ditetapkan. Mereka akan menetap di panggung hingga mempelai wanita datang.


Suasana aula cukup ramai, dekorasinya juga cukup memuaskan.


"Apa mereka sudah dalam perjalanan?" Tanya Gyuu dengan suara yang pelan.


"Aku akan menghubungi Ibu Vicy." Ujarnya.


...◇• •◇...


"Mempelai wanita telah datang!" Salah satu orang yang berjaga di luar telah menerikkan kedatangan mempelai wanita, dimana pintu aula akan ditutup sementara.


"!!!!" Hyunji yang mendengar hal itu seketika menegang.


"Hei, kau terlalu tegang. Tenanglah sedikit." Bisik Hyunjae pada Kakaknya yang berdiri di depan.


"D-Diam!"


"Ahahahah~ ternyata kau bisa gugup juga." Ejek Gyuu yang berada di samping Hyunjae.


Kedua pria itu, meskipun sudah berada di atas panggung, mereka sama sekali tidak bisa diam sehingga Nezra yang berdiri di dekat Hyunjae menoleh ke belakang memberikan tatapan tajam.


Suara pintu perlahan terbuka. Angin lembut mengisi ruangan bernuansa Istana tersebut. Suara langkah kaki mulai terdengar dengan beberapa iringan yang berada di belakangnya.


Sosok perempuan dengan gaun biru tua itu telah memasuki aula. Semua mata memandangi dirinya, tangan yang menggenggam bunga tak berhenti untuk bergetar. Gaunnya yang panjang hingga menyeret lantai telah dibantu oleh Vicy dan Lazel agar tidak menyandung langkah Kara.


Di hadapan semua orang, akan terjadi sebuah sumpah antara pasangan yang akan menempuh kehidupan selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2