
Ketiga orang itu melangkah dengan terburu-buru. Sebuah bar yang penuh dengan cahaya aneh menjadi tujuan mereka saat ini.
Alunan lagu serta bola lampu memenuhi tempat itu. Mulai dari perjudian, minuman keras, hingga melakukan permainan lainnya dengan lawan jenis. Jujur saja, tempat seperti itu adalah sesuatu yang sangat tidak mereka sukai. Namun apa boleh buat, mereka juga tidak bisa tinggal diam setelah mengetahui bahwa Hyunjae terlibat dengan hal itu.
Langkahnya melambat dan akhirnya berhenti tepat di depan pintu masuk, "a-apa aku bisa menunggu di luar?" Tanya Vicy dengan wajah yang merasa tidak enak.
Hyunji dan Kara yang mendengar hal itu seketika berhenti dan menatap Vicy yang berada di belakang mereka berdua.
"Hyunji, bisakah kita membiarkan Vicy di luar?" Tanya Kara.
"Tidak masalah, lagipula tempat ini memang tidak harus dimasuki." Ujar Hyunji.
Kara juga merasa tertekan jika harus membawa Vicy ke tempat seperti ini. Tapi apa boleh buat, membawa Hyunjae tidaklah mudah, ada kalanya pria itu mengamuk atau mulai membicarakan sesuatu yang tidak masuk akal. Dengan adanya Vicy, mereka beranggapan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Sebelumnya Kara mendapatkan pesan dari Gyuu bahwa ia melihat Hyunjae memasuki bar yang cukup terkenal di Pusat Kota. Ia tidak tahu apa yang ingin dilakukan pria itu, oleh karena itu Kara memutuskan untuk meminta bantuan pada Hyunji untuk membawa Hyunjae kembali dengan paksa.
Membawa Hyunjae kira-kira membutuhkan tiga orang. Dan sisanya akan memeriksa sekitar, sekaligus menyiapkan mobil.
Oleh sebab itu mereka harus memanggil Vicy.
...◇• •◇...
Setibanya di dalam, Kara sama sekali tidak bisa bergerak ataupun mendengar sesuatu. Alunan musik yang mereka mainkan terdengar kuat dan juga suara ocehan para tamu.
Kara yang masih bisa menjangkau Hyunji menarik lengan pria itu lalu berbisik di telinganya dengan sedikit kuat, "Hyunji, apa kau baik-baik saja memasuki tempat ini?" Tanya Kara.
"Sebenarnya tidak, tapi-"
"Gunakan ini." Kara mengeluarkan masker penutup mulut.
Hyunji tertawa dan meraih pemberian itu di bawah lampu yang berwarna biru gelap, "kau memang bisa di-"
Bruk!
"Ack!"
"Kara!"
"H-Hyun-"
Kara menghilang begitu saja dari hadapannya. Seseorang yang menabraknya juga tidak diketahui. Dengan kondisi seperti ini memang tidak perlu dipertanyakan lagi.
Hyunji berencana mencari Kara terlebih dahulu dan meneriaki namanya. Di sela-sela pencariannya, ada saja para gadis-gadis muda yang menggoda dirinya untuk ikut bersama mereka.
"Jika Hyunjae ada di posisi ini, mungkin pria nakal itu akan menurut begitu saja." Batinnya.
Sedangkan di sisi lain, dimana Kara berhasil dibawa oleh beberapa pria yang cukup tampan di umur muda mereka.
Kara memperkirakan bahwa orang-orang itu memiliki umur yang jauh lebih muda darinya. Untuk saat ini ia berusaha untuk kembali pada Hyunji dan membantu Gyuu membawa Hyunjae keluar dari sini. Lagipula Vicy sedang menunggu di luar sana. Ia tidak bisa menghabiskan waktu berlama-lama disini.
"Menyingkir," ucap Kara dengan kedua alis yang tertekuk. "Jika Lazel ada di posisi ini, mungkin dia tidak akan berbicara banyak dan segera menghabisi orang-orang ini." Pikirnya.
"Haah~ Nona sangat cantik. Bisakah bermain dengan kami sebentar saja?" Goda salah satu pria itu dengan memainkan rambut panjang Kara.
"Shhhh~"
Kara tidak bisa tinggal lebih lama, ketiga pria itu mulai mendekatinya dengan ekspresi aneh.
"Ck! Maaf."
Kara memanfaatkan keributan dan kegelapan untuk beralih pada sisi belakang ketiga pria tersebut dan memukul leher mereka satu-persatu hingga terjatuh dan tak sadarkan diri.
"Dasar! Kalian pengganggu!" Umpatnya dengan kesal.
...◇• •◇...
"Menyentuhnya, aku akan mematahkan jarimu."
"Seram~ bukankah kau juga ingin bermain dengan kami?"
Di sebuah ruangan VIP yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu. Saat ini Gyuu sedang bersama Hyunjae yang sudah mabuk sepenuhnya, jika hanya seorang diri akan sangat sulit membawa pria bodoh itu keluar. Lagipula para wanita itu selalu berusaha mendekatkan diri mereka.
__ADS_1
Gyuu berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membuat keributan dengan memukul perempuan.
"Hyunjae, mau sampai kapan kau seperti ini?" Tanya Gyuu pada pria berkemeja putih itu dengan aliran-aliran alkohol yang mengalir dari lehernya hingga mamasuki pakaiannya.
"Lazel~ aku akan bertemu dengan Lazel disini." Ucapnya dengan wajah yang memerah.
"Orang ini sudah tidak waras." Pikirnya.
Ruangan tersebut memiliki fasilitas yang lebih mewah dan juga bernilai. Bagian dinding sudah tertera lampu yang membuat ruangan itu terlihat terang.
Ia sedikit bertanya-tanya, apa yang membuat Hyunjae seperti ini? Sebelumnya ia merasa jika pria ini baik-baik saja. Hingga tanpa sengaja bertemu di sebuah bar dengan kumpulan wanita yang berusaha menggoda dirinya.
Pikirannya memang sedikit kacau. Tapi jika Nezra atau Adam mengetahui hal ini mereka akan kembali mengamuk dan memungkinkan bahwa Hyunjae akan di hapus dari daftar nama anggota Keluarga Pietra.
Gyuu banyak berharap dari ketiga orang itu untuk tidak membuat keributan atau masalah apapun. Terutama untuk Kara, wanita itu hampir samanya dengan Lazel. Namun Lazel versi liarnya dan tidak memiliki pawang. Sedangkan Kara sudah terlatih untuk menjadi seorang bodyguard Hyunjae, oleh karena itu Gyuu sedikit yakin pada wanita tersebut.
Gyuu menarik paksa botol minuman dari genggaman Hyunjae, "BERHENTI MINUM!"
...◇• •◇...
"..............." ia menatap beberapa pintu yang berada di deretan yang sama. Beberapa pintu itu memiliki lambang yang aneh untuk dilihat, bahkan ia sendiri tidak pernah melihat lambang itu sendiri.
"Apa ini ruang VIP-nya?" Pikirnya, "aku tidak bisa bertanya, karena para pria yang tahu pasti akan membuatku kerepotan lagi."
Kara membuka pintu itu dengan santai, "baiklah! Instingku berkata bahwa ini adalah-"
Tap!
"Hm?"
Pintu sudah terbuka lebar, namun seseorang menutup kedua matanya dari belakang dan membisikan sesuatu.
"Hyunji!" Ucapnya dengan semangat.
"..............." Hyunji menatap seisi ruangan itu dengan datar dan juga dengan ekspresi dingin. Ia bersyukur menemukan Kara dan bisa menjauhkannya dari bahaya.
Seisi ruangan tersebut merupakan sesuatu yang sangat dilarang untuk dimasuki. Mereka yang sudah terjerumus adalah orang-orang yang tidak memiliki akal sehat dan hanya mengetahui kesenangan dunia.
"Kau disini! Kupikir kau sudah-"
"Berusahalah untuk tidak terseret oleh keramaian." Bisik Hyunji tepat di telinganya.
"!!!!" Bisikan itu bisa saja menjadi senjata yang ampuh untuk melumpuhkan Kara. Entah disengaja atau tidak, Hyunji menyentuhkan hidungnya pada telinga Kara dan hampir membuatnya jantungan.
Hyunji menggenggam tangan Kara dengan erat, bahkan ia sendiri tidak sadar apakah genggamannya itu dapat menyakiti Kara atau tidak.
...◇• •◇...
"Haah~ keputusanku memang bagus. Begini lebih baik dibandingkan sebelumnya." Ujar Vicy yang bersantai di dalam mobil.
Sebelumnya ia menunggu tanpa penjagaan apapun, oleh karena itu ia memilih untuk menunggu di dalam mobil dan membawanya ke dekat pintu masuk, sehingga mereka dapat kembali dengan mudah.
Lokasi mereka saat ini begitu buruk, di sebuah bar yang cukup terkenal di kalangan masyarakat. Sebuah gang yang lumayan besar menempatkan letak bar tersebut. Vicy bersyukur jika mobil bisa memasukinya.
"Lama sekali, apa mereka baik-baik saja?"
Sebenarnya berada di dalam posisi seperti itu sedikit membuatnya was-was. Meskipun dirinya berada di dalam sebuah kendaraan yang aman, jika para pria yang kehilangan akal mereka mulai menyadari dirinya, mungkin mereka akan melakukan apapun demi menyeretnya ke tempat yang aneh.
"Huh?"
Vicy melihat seorang perempuan yang berlutut sambil menutup mulutnya.
"A-Ada apa dengannya?" Kini ia mulai was-was dan berkeinginan untuk keluar. Meskipun begitu ia sudah berada di luar.
Vicy menutup pintu mobil lalu menghampiri perempuan itu.
"K-Kau baik-baik saja? Apa ada yang perlu ku-"
"Tertangkap~" ucap perempuan itu dengan wajah mengejek.
"Ha??"
__ADS_1
"Hahahahahaha~ sudah kuduga jika di dalam mobil itu ada gadis kecil yang imut." Kini muncul beberapa pria dari balik tembok.
"S-Sial!"
"Baiklah, sekarang kita sudah mendapatkan perempuan lagi. Dan bukankah wajahnya sangat lucu?"
Vicy berniat masuk kembali ke dalam mobil namun para laki-laki itu menahannya dan mulai memaksanya untuk pergi ke sebuah tempat yang berbeda dengan bar tersebut.
"Lepas!" Vicy berusaha memberontak, namun dengan tenaga yang dia miliki itu sangat mustahil untuk dilakukan.
"Apa kami harus membuatmu pingsan terlebih dahulu?"
"Hahahaha~" perempuan yang sebelumnya dikhawatirkan olehnya kini bergabung dengan para pria itu dengan menunjukkan raut wajah yang bahagia.
"Aku dibohongi."
Kini Vicy tidak tahu harus melakukan apa. Mereka mulai melakukan aneh untuk membuatnya bungkam.
BRUAK!
"Sialan! Hyunjae! Kau berhutang padaku!"
"Aku tidak akan memasuki tempat brengs*k ini lagi."
"Kita harus segera membawanya ke dalam mo-"
"GYUU!"
"????" Teriakan seorang gadis membuat mereka bertiga berpaling.
Kara melebarkan kedua matanya saat melihat beberapa orang ingin menyerang salah satu temannya, "V-VICY!"
"..............." Gyuu menyerahkan Hyunjae pada Hyunji dan juga Kara. Ia berjalan mendekati sekumpulan pria itu dengan tatapan yang datar.
Gyuu memegang pucuk kepala Vicy dan menatap salah satu pria yang menyentuhkan tangannya pada Vicy, "maaf, tapi dia adalah milikku." Ujar Gyuu dengan wajah yang sedikit ramah.
Kara dan Hyunji tahu jika saat ini Gyuu berusaha untuk menghindari keributan dengan cara berbicara. Karena dari awal semua ini adalah rencananya.
"Bukankah lebih bagus jika diba-"
BUAGH!
Dengan kepalan tangan itu, ia berhasil menumbangkan satu orang hingga bertekuk lutut.
"Bagi? Anak Ayam ini hanya milikku. Kau paham." Ucapnya dengan wajah yang tidak mengenal ampun.
...◇• •◇...
Kara menarik kedua pipi Gyuu dengan kuat dari kursi belakang, "BODOH! KAU PIKIR ITU ADALAH CARA BAIK-BAIK?!"
"A-Apa boleh buat, jika mereka melakukan sesuatu pada Vicy, keadaan akan tetap sama," ucap Gyuu sambil menahan sakit. "Lepaskan tanganmu!"
"..............."
Saat ini mereka berhasil membawa Hyunjae kembali meskipun pria itu dalam keadaan yang tidak sadarkan diri.
Kejadian ini sungguh menegangkan. Hanya berusaha membawa satu orang kembali mereka harus berbuat sejauh ini.
Kara mulai berpikir jika Vicy selalu diam semenjak mereka kembali. Ia beranggapan bahwa saat ini dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga diri dengan baik.
"Vicy, apa kau baik-baik saja?"
Plak!
Kara memukulkan tangannya kembali pada kepala Gyuu, "Gyuu bodoh! Hatinya sedang tidak baik-baik saja!" Ucap Kara dalam hati.
"Aku bukan Anak Ayam." Sahut Vicy yang kini sedang fokus menyetir mobil.
"..............." semuanya pun terdiam.
Kara kembali ke posisi duduk manisnya, "j-jadi kau memikirkan itu."
__ADS_1