
Untuk melakukan semua ini, awalnya ia merasa keberatan. Karena dirinya tidak pernah memiliki niat untuk melakukannya. Namun setelah berkali-kali mengalaminya, ia mulai merasa terbiasa. Lagipula yang dia lakukan bisa membantu orang lain.
Akan tetapi... siapa sangka jika semua itu mengakibatkan masalah yang cukup besar. Bahkan bisa lebih besar lagi jika tidak ditangani dengan cepat.
Padahal, ia mengira hanya beberapa langkah lagi. Namun ternyata tidak semudah itu. Masalah lain datang dan membuatnya mencari seseorang yang terlibat dengan hal itu.
...◇• •◇...
Mobil kuning itu melesat dengan cepat dan berhasil menghindari beberapa lampu lalu lintas. Yang mereka lakukan saat ini cukup berbahaya, jika Polisi melihatnya, mungkin masalah akan kembali bertambah.
Beberapa jalanan cukup ramai dan cukup sepi. Gyuu mengambil kesempatan itu itu mengebut.
Pria berambut kuning itu sibuk menyetir dengan serius dan pandangan yang lurus ke depan, "aku sedikit menduga jika kita akan kesulitan untuk membawa Jean keluar dari sana." Ujar Gyuu.
"Hm. Bahkan aku tidak tahu, apakah petugas disana membiarkan kita masuk?"
"Cobalah untuk menghubunginya lagi, dan pinta untuk membuat jalur lain selain jalur depan." Gyuu memberi saran pada Vicy agar tidak terlibat dengan para petugas dan juga wartawan.
"Baiklah."
Mereka berdua sedang pergi menuju studio tempat Jean bekerja. Letaknya cukup jauh dari Perusahaan Pusat Pietra, oleh karena itu Gyuu membawa mobil dalam kecepatan tinggi.
...◇• •◇...
Ia memperhatikan ponselnya dan juga beberapa jalanan secara bergantian. Jean sudah memeberikan alamat yang akurat untuk pergi menuju ke tempat tinggalnya.
Saat ini Kara masih dalam perjalanan menuju kesana. Hyunji membiarkan Kara untuk membawa mobilnya, dan dia sendiri akan memanggil seseorang untuk menjemputnya.
Kara merasa tidak enak dengan ini, tapi apa boleh buat. Pria itu bersikeras untuk tetap melakukannya sesuai dengan perintah yang diberikan Hyunjae. Pada akhirnya ia hanya bisa menerima dan segera pergi dari sana.
"..............." ia memperlambat kecepatan mobil dan memperhatikan sebuah jalan yang persis dengan alamat yang diberikan oleh Jean padanya. "Belok kanan." Ucapnya lalu memutar stir ke arah kanan, mobil putih itupun memasuki sebuah gang yang nemiliki jalan yang cukup lebar, meskipun tidak selebar jalan raya sebelumnya.
...◇• •◇...
"Apa kau sebelumnya berada di Rumah Utama?"
"Tidak Tuan, perintah yang lalu dari Anda kami sedang mengerjakannya. Oleh karena itu kami tidak memiliki waktu untuk pergi kesana."
Saat ini Hyunji dan supirnya sudah berada di lorong jalan dimana mengarah pada Rumah Utama. Yaitu dimana Nezra dan Adam tinggal.
"!!!!" Setelah berhasil tiba tepat di depan gerbang, Hyunji terkejut bukan main. Karena area gerbang sudah terpenuhi oleh wartawan. Bahkan dirinya sendiri tidak menyangka jika rumah itu akan diramaikan oleh para wartawan juga.
"H-Hei... ubah arah. Kita akan masuk lewat gerbang belakang." Ujar Hyunji yang tidak menyangka jika wartawan akan mengunjungi rumah kedua orang tuanya.
"Baik."
Mobil putih itu berubah arah dan pergi ke sisi lain secepat mungkin. Karena cepat atau lambat mereka akan mengetahui keberadaan Hyunji bersamaan dengan mobilnya.
Seorang penjaga yang bertugas di belakang gerbang langsung membukakannya untuk Hyunji lalu menutupnya kembali dengan cepat. Karena para wartawan mulai mengetahui sisi lain gerbang tersebut.
...◇• •◇...
Ia berlari dengan nafas yang terengah-engah. Beberapa pelayan yang melihat kehadirannya memberikan hormat pada Tuan mereka dengan menundukkan kepala mereka.
__ADS_1
Saat ini Hyunji akan menuju ke Ruang Tengah untuk melihat apa yang akan Ibunya lakukan pada Hyunjae. Karena setelah masalah ini timbul, Hyunji memiliki prasangka buruk mengenai Hyunjae.
Dan akhirnya dugaannya itu benar, mobil hitam dengan plat yang sangat ia kenal. Kendaraan itu sudah pasti milik Hyunjae yang sebelumnya tiba lebih dulu.
Suara langkah kakinya menggema dan akhirnya tiba disana.
"!!!!" Apa yang dia lihat seharusnya tidak terjadi. Ia melihat Hyunjae yang hanya duduk tertunduk, bersama dengan Nezra yang berdiri di hadapannya dengan tangan yang memerah.
"IBU!"
"??!!" Nezra menoleh dan melihat siapa yang mendatanginya, "sudah kuduga, seharusnya aku membuat para penjaga untuk tidak memperbolehkanmu masuk." Ujar Nezra yang saat ini benar-benar di ambang amarah.
"IBU! HYUNJAE TIDAK BERSALAH!" Teriak Hyunji sehingga membuat rahangnya mengeras juga terlihat urat-urat yang membuatnya marah.
"APA KAU AKAN MENGATAKAN KEBOHONGAN YANG-"
"HYUNJAE TIDAK BERBOHONG!" Kini untuk pertama kalinya bagi seorang Hyunji yang merupakan anak penurut mulai membentak Ibunya dengan selaan dalan sebuah perdebatan. "BAHKAN JIKA ITU BENAR AKU BISA MENANGANINYA SENDIRIAN!" Sambungnya dengan suara yang terus menggema dan membuat sesisi rumah selalu terkejut.
Pria berkemeja lengkap itu berjalan ke arah Nezra dan melindungi Hyunjae.
"Apa ini adalah sebuah hasil dari didikanku pada kalian?" Seringai Nezra yang mulai menitikkan air matanya, "aku sudah menduga jika pria itu tidak akan bisa berubah, dan akan selalu membuat ma-"
"Hyunjae tidak bersalah." Kini Hyunji kembali menyela dan benar-benar melindungi Adiknya yang sama sekali tidak memberikan perlawanan.
"Kau berani menyelaku?" Ucap Ibunya dengan kedua alis yang berkerut.
"Apapun yang Ibu katakan, apapun yang Ibu ributkan. Semua itu bukanlah kesalahan Hyunjae."
"Aku tidak peduli tentang perasaan percaya atau tidak," Hyunjae mulai bersuara dan perlahan berdiri dari duduknya serta mengusap bibirnya yang terdapat darah. "Karena aku pernah berjanji akan membawa Lazel, maka aku akan membawanya kembali." Ucapnya dengan wajah yang tidak main-main.
...◇• •◇...
Beberapa dari mereka membantu Jean untuk meninggalkan agensi. Karena bagaimanapun juga, Jean merupakan seseorang yang tidak mungkin melakukan itu. Singkatnya, dia memiliki jangka pemikiran yang luas, bahkan dia mampu membujuk Hyunjae untuk bekerja untuk menjadi salah satu model dari agensi tersebut. Padahal sebelumnya mereka berdua sempat melakukan pertikaian.
Sebagai seorang atasan, ia juga berpikir yang sama dan sangat yakin jika Jean tidak mungkin terlibat dengan masalah baru itu.
Vicy yang memiliki tubuh mungil dapat menyelinap dengan mudah, ditambah dengan pergerakkannya yang cukup gesit.
"Vicy." Gyuu memanggil gadis itu dan membuat si pemilik nama menoleh, "jika identitasmu terbongkar, maka semua masalah ini akan dikaitkan denganmu."
"Jangan khawatir." Untuk menghilangkan rasa khawatir Gyuu. Gadis itu mengubah sedikit penampilanya, serta menggulung rambutnya ke bawah sehingga perubahannya itu nampak seperti seorang pria.
"K-Keren..." ujar Gyuu dalam hati.
"Baiklah, aku pe-"
"T-Tunggu," Gyuu keluar dari mobil dan memasangkan sebuah topi hitam untuk menyamarkan wajah perempuannya. "Sempurna."
Vicy pun melewati pintu yang sempat diberitahukan Jean agar tidak melewati pintu utama.
Gyuu merasa jika orang yang membuat masalah ini sangatlah pintar. Karena pada awalnya foto yang seharusnya mereka berdiri bersama menjadi seperti berdua, ditambah lagi dengan editan yang terlihat keduanya seperti sepasang kekasih.
"Apa nasib memang tidak mendukungmu, Hyunjae?"
__ADS_1
...◇• •◇...
"Aku datang karena Ibu memanggil, selain itu aku tidak memiliki apapun untuk dijelaskan." Ucapnya dengan nada yang rendah.
"Hyunjae bodoh!" Hyunji menatap Adiknya yang kini berhasil berdiri, meskipun wajahnya tidak mendukung, "mengapa kau tidak mengatakannya dengan benar! Setidaknya!-"
"Aku tidak akan membiarkan mulutku berbicara. Namun tindakanku yang akan kuperlihatkan," sela Hyunjae yang merasa tidak kesal sama sekali. "Aku tahu jika permasalahan di masa lalu tidak akan membuat kalian tenang. Tapi itu bukan masalah bagiku. Lazel adalah Istriku, dan akulah yang berhak untuk menceraikannya atau membawanya kembali." Jelasnya.
Hyunjae kecil yang dulunya selalu kuat dan mampu menghajar siapapun yang mengganggu dirinya. Kini dapat membawa sebuah masalah dengan ringan tanpa turun tangan, karena dirinya tahu, kekerasan tidak akan menghasilkan apapun. Dirinya tetap akan menjadi sosok yang kuat meskipun harus terlihat tidak berguna di hadapan orang lain.
Dan kini... Putra yang selalu ia khawatirkan perkembangannya memiliki sikap yang buruk. Namun dengan datangnya Lazel... pria itu berubah secara perlahan meskipun Lazel harus menjadi sasarannya.
Nezra tidak bisa mengatakan apapun, karena Putra kecilnya yang dulu telah berani untuk mengungkapkan argumennya di hadapannya sendiri. Berani menolak apa yang tidak dia sukai, dan berani untuk menanggung jawabkan tindakannya untuk di masa lalu.
"Hyunjae, pergilah." Suara seseorang yang sangat jarang di dengar mulai memasuki rumah.
"????"
"A-Ayah..." ucap Hyunji yang terkejut dengan kedatangan Ayahnya, ditambah dengan tangisan Ibunya. "A-Ayah... Hyunjae tidaklah bersalah, d-dia-"
"Pergi, Hyunjae. Apa aku harus mengucapkannya dua kali?" Ucap Adam dengan tatapan yang seperti biasa dan berdiri di samping Nezra yang terus menangis.
Ada sebuah peraturan utama di dalam Keluarga Pietra. Jangan pernah membuat Ibu mereka menangis, apapun itu alasannya. Dan kini... Hyunjae yang awalnya tidak mengetahui apapun mendapatkan penghusiran langsung dari Ayahnya sendiri. Bahkan Hyunji sebagai Putra tertua, permintaannya sama sekali tidak di dengar.
Tanpa mengucapkan apapun, Hyunjae dengan keadaan yang tenang langsung meninggalkan Ruang Utama.
"AYAH! HYUNJAE TIDAK BERSALAH! MENGAPA KALIAN BEGITU KERAS KEPALA?!" Suara teriakan Hyunji menggema di seisi rumah.
"Aku yakin jika kau bisa membawanya kembali," ujar Adam yang membuat langkah Hyunjae berhenti. "Yaaah~ aku tidak bisa memastikan dimana dia berada, tapi aku sangat percaya pada perubahanmu itu." Sambungnya.
"E-Eh??" Hyunji yang sebelumnya membabi buta dengan amukannya, seketika memasang wajah bingung.
Hyunjae tidak mengatakan apapun dan tetap pergi dari sana.
"Hahahahahaha! Bagus Hyunji." Puji Adam pada Putra tertuanya.
"A-Ada apa Ayah?!"
"Berani bertindak untuk membela saudaramu, itu sangat bagus. Kau menggunakan amarahmu demi menyelamatkan Adikmu dari tuduhan."
"Pfft! AHAHAHAHAHAHAHA!" Seketika Nezra tertawa dengan kuat dan menepukkan tangannya pada punggung Adam dengan kuat.
"I-Ibu?!"
"Haaaah~ aku tidak percaya jika Hyunjae benar-benar berubah," Nezra menghapus air mata buatannya. "Kau pikir aku dan Ayahmu tidak mengamati Hyunjae setelah mengatakan penyesalannya dan ingin berubah?" Nezra menyantaikan dirinya di atas sofa bersama dengan Adam.
"Awalnya aku tidak ingin mempercayai begitu saja... tapi, Ayahmu selalu mendapatkan informasi mengenai Adikmu yang bekerja di salah satu studio hanya untuk mendapatkan Lazel kembali."
"J-Jadi..."
"Singkatnya... kami tahu jika Hyunjae dan wanita bernama Jean itu sedang membuat perjanjian dimana Hyunjae akan bekerja sebagai penghasil mereka, sedangkan Jean akan mengatakan dimana Lazel berada." Jelasnya dengan wajah yang terlihat bahagia.
Hyunji memasang wajah datarnya, "jadi... kalian hanya melakukan drama di hadapannya?"
__ADS_1