
Semua orang nampak sibuk dengan pekerjaan yang mendadak itu. Dan yang lebih mereka tak sangka adalah perintah itu langsung dari atasan mereka, yang tak lain adalah Hyunjae Pietra.
Sebenarnya pria itu melakukan karena perintah Lazel. Beberapa benda yang dibutuhkan Lazel secara keseluruhan sudah tersedia. Yang perlu dia siapkan hanyalah mental dan susunan kata.
Setelah ia menyiapkan semuanya, jujur saja melihat Lazel yang nampak rapi itu membuatnya sedikit pangling. Baru saja mereka kembali dan kini Lazel ingin melakukan sesuatu.
Di pagi hari Lazel sudah cukup sibuk dengan seragam yang rapi. Sedangkan yang dirinya sendiri lakukan hanya menatap Istrinya dari atas sofa.
"Hyunjae, apa kau punya nomor ponsel Byul?" Tanya Lazel yang masih sibuk merapikan rambut peraknya
"Ya, aku memilikinya."
"Pinjam sebentar."
Hyunjae menyerahkan ponselnya pada Lazel begitu saja.
"Sebenarnya apa yang ingin dia lakukan?" Pikir Hyunjae.
"Byul? Ini aku Lazel."
^^^"E-EH?! NONAAAAAA!!!!"^^^
"Ck, jangan berteriak dan dengarkan ucapanku."
^^^"Hm! Apa ada yang Anda butuhkan?"^^^
Lazel mulai menjelaskan satu persatu pada Byul tentang apa yang akan dia lakukan. Di tengah-tengah kesibukannya itu, ia sempat meminta tolong pada Hyunjae agar membantunya merapikan rambut.
...◇• •◇...
"Bagaimana? Apa kau berhasil menghubunginya?"
"Panggilannya teralihkan."
"Aneh, kita tidak bisa menghubunginya dalam dua hari ini. Dan sekarang saat kita mencoba untuk menghubunginya kembali panggilannya teralihkan." Pikir Jean.
Karena kasus yang mungkin dibuat oleh Ja Heul, Jean sama sekali tidak mendapatkan kebebasan untuk beraktivitas. Dan yang lebih parah lagi adalah, Lazel yang saat ini tidak mereka ketahui keadaannya perlahan mulai terseret ke dalam arus.
Dimana mereka mengatakan jika Lazel kabur karena percintaan terlarang di antara Hyunjae dan Jean, atau lebih tepat disebut dengan perselingkuhan.
Yang biasa mereka lakukan hanya berkumpul di Rumag Utama, dimana Jean akan aman jika berada disana dibandingkan di rumahnya sendiri. Para pelayan Rumah Keluarga Pietra juga sangat ramah, bahkan Nezra sama sekali tidak membiarkan Jean ikut bekerja karena merasa tidak nyaman tinggal begitu saja.
Jean menyadari jika tidak semua orang kaya bisa menyombongkan dirinya, selain... Lazel.
Mengingat bagaimana sifat yang dimiliki wanita itu membuatnya tidak ingin mendengar ataupun tidak ingin melihatnya lagi.
...◇• •◇...
Sebelum ia pergi dari sana, tiba-tiba Ian mengetuk pintu dengan panik sembari memanggil nama Lazel. Dan setelah mereka bertiga bertemu, Ian menunjukkan sesuatu pada Kakaknya mengenai berita yang belakangan ini cukup panas.
"Jika kita memperhatikan berita di hari-hari yang lalu, mungkin kita dapat memikirkan jalan keluarnya." Ujar Hyunjae.
"Jadi... apa yang kau lakukan Kak?"
"Aku kabut itu memang benar, tapi... untuk apa aku merasa tersaingi karena percintaan antara dua monyet itu." Ucapnya dengan aura yang sangat membara.
Lazel sendiri tidak menyangka jika seseorang sangat berani menyeret dirinya ke dalam masalah yang baru. Padahal ia sudah berinisiatif untuk tidak akan membiarkan orang lain mengusik hidupnya. Tapi kali ini berbeda... mungkin sebelumnya ia memang melakukannya demi Nezra dan Adam sebagai balas budi, dan sekarang ia harus benar-benar ikut campur sebelum pelaku itu bertindak lebih jauh.
Seperti yang sudah Jean jelaskan padanya, jika mereka menduga bahwa Ja Heul adalah dalang dari semua ini. Seburuk-buruknya sifat maupun sikap Lazel, namun dirinya sama sekali tidak pernah mencurigai siapapun tanpa kepastian yang kuat.
Oleh karena itu dirinya akan melakuka K**onferensi Pers, dimana ia akan mengekspos dirinya sendiri di hadapan semua orang dan berniat menarik keluar sang pelaku.
__ADS_1
"Aku pergi."
"T-Tunggu, aku bagaimana?"
"Libur, sebaiknya kalian berdua akan menyaksikannya melalui televisi." Ujarnya dan meraih kunci mobil yang berada di atas rak lemari buku.
...◇• •◇...
Ruangan itu sudah nampak sangat rapi, beberapa wartawan sudah berkumpul banyak di posisi masing-masing. Hampir dari mereka semua tidak mengetahui siapa sosok yang akan melakukan Konferensi Pers, dan beberapa dari mereka telah menduga jika Hyunjae yang merupakan Bos dari Perusahaan Pusat Pietra tidak akan tinggal diam atau akan mengungkapkan bahwa berita itu benar atau salah.
"K-Kau serius?"
"Ya... beliau telah kembali." Ujar Byul dengan keringat dingin.
"S-Sepertinya Nona kembali karena berita itu tersebar disaat beliau sedang melakukan liburan."
Semua orang telah tahu bagaimana jika mereka berani mencari masalah dengan Lazel. Wanita sepertinya tidak mengenal ampun, bahkan dia rela melakukan apapun demi membungkam mulut publik dengan tangannya sendiri.
Konferensi yang saat ini akan dilakukan hanya diketahui oleh Yana dan beberapa bawahan penting Lazel lainnya. Karena Lazel sudah memerintahkan mereka untuk tetap diam dan tidak mengatakan apapun tentang kedatangannya.
...◇• •◇...
"Aku tahu... aku sangat tahu jika Lazel melakukan pelarian karena skandal Hyunjae dengan banyaknya perempuan,"
"Tidak mungkin bagi wanita terhormat sepertinya akan tinggal diam dan menerima keadaan pahit,"
"Sangat mudah untuk menebak kalian." Seringainya.
Saat ini dia mulai berpikir bahwa akan ada perpecahan yang amat besar sehingga membuat Hyunjae sendiri terpojok. Jujur saja, apa yang diucapkan wanita itu mengenai hubungan Lazel maupun Hyunjae ada benarnya, tapi alasan dibalik berita itu sedikit menyinggung pemilik nama sehingga ingin membuat letusan dahsyat.
"Jika dari awal kau hanya memperhatikan kami... aku tidak mungkin melakukan ini..."
Kling!
Sebuah nontifikasi dari ponselnya mulai berbunyi dan menampakkan sekilas informasi. Sedangkan televisi yang menyala sudah mulai berganti siaran.
"!!!!" Wajahnya serta sekujur tubuhnya menegang disaat melihat dengan jelas dari layar televisi lebarnya. Menampakkan sosok yang tidak dia sangka sekaligus dengan persiapan mental yang luar biasa.
Ponsel bercase cantik itu terjatuh hingga membuat bagian layarnya retak. Namun yang lebih membuatnya terkejut adalah berita tersebut.
"L-Lazel..."
...◇• •◇...
"B-Bos dari Perusahaan Aplic Pietra?!"
"Beliau kembali?!"
"Ada apa?! Apa dia kembali karena ingin membuat alasan untuk menyerang berita terpanas ini?"
Suara riuh meramaikan seisi ruanga yang besar itu, sorotan lampu atau cahaya kamera tidak berhenti berbunyi dan menyilaukan mata.
"S-Selamat datang kembali Nona." Semua para staff yang tidak menyangka akan kedatangan Bos perusahaan mereka langsung memberikan sambutan hormat. Byul dan beberapa bawahan yang lainnya juga melakukan hal yang sama.
Wanita berambut perak panjang. Terikat biasa ke belakang dan menyisakan di bagian depan kedua telinganya. Pita kupu-kupu berwarna merah muda persis dengan warna kedua irisnya yang sangat tajam.
Langkah kakinya begitu santai dengan senyuman di hadapan semua orang.
Semua pandangan kini tertuju pada sosok wanita berkharisma itu. Tatapan tenang namun kedua kepalan yang sudah timbul urat-urat tak beraturan.
Para petugas yang ada disana sudah menyiapkan posisi mereka masing-masing jika ada sesuatu yang tidak diinginkan.
__ADS_1
"Lama tidak berjumpa," sapanya dengan senyuman serta kedua mata yang terpejam. "Sepertinya kedatanganku ini sudah dapat membuat pikiran kalian bekerja bukan? Apalagi mengenai berita yang baru-baru ini sangat berani membawa namaku ke dalamnya." Ujarnya dengan kedua tatapan yang tajam.
...◇• •◇...
Sebelum mengungkap siapa pelaku dari pembuat berita palsu itu, Lazel harus membersihkan namanya, membersihkan nama Hyunjae dan juga Jean. Melawan wartawan tidak mudah, mereka akan selalu melemparkan pertanyaan-pertanyaan tak masuk akal namun mungkin bisa dijadikan sebagai pendukung yang kuat.
"Sepertinya aku akan membuat beberapa pencerahan disini," Lazel mulai memasang wajah yang serius. "Apapun yang ada di berita itu, apapun yang dibahas dalam berita itu... semuanya palsu."
"Palsu?!"
"Tapi bagaimana Anda bisa membuktikan jika berita itu memang palsu?!"
"Bagaimana jika Anda berusaha hanya untuk menyembunyikan fakta."
"Hm... benar juga. Bagaimana kalau kalian tidak membahas hal ini lagi. Apalagi menyeret KELUARGA PIETRA DALAM MASALAH INI!" Ucapannya seketika tegas dan menggema, sehingga membuat para wartawan tegang dan sunyi seketika.
"..............."
"Hahaha~ bukankah jika tenang seperti ini akan membuatku mudah untuk berbicara?" Ucapnya dengan wajah yang ramah.
Lazel mengacungkan telunjuknya ke atas, "bagaimana jika ku katakan seperti ini. Bahwa aku sudah menemukan pelakunya."
"!!!!"
"N-Nona menemukan pelaku yang membuat berita itu?!"
"Jadi apa benar jika berita itu palsu?"
"Berikan aku waktu dua hari, maka semuanya usai," ucapnya dengan kedua alis yang tertekuk. Tatapannya beralih pada kamera yang memungkinkan adalah tempat siaran langsung sehingga semua orang dapat menyaksikannya. "Aku akan menemukannya, dimana pun orang itu berada."
"Setidaknya kalian berpikir jika Hyunjae tidak mungkin berpaling dariku. Memangnya dari lekukan mana sehingga Tuan Hyunjae membenciku?"
"B-Benar juga..."
"Kami telah menikah selama sepuluh tahun, lalu bertikai karena masalah seperti itu?"
"Tuan Hyunjae merupakan satu-satunya Ceo termuda di negara ini. Bahkan ketampanan dirinya sudah tidak dapat disaingi lagi. Memangnya ada wanita yang tidak tergila-gila pada wajahnya, apalagi dengan tubuhnya?"
"Jadi... berita itu cukup membuat kami tertawa."
Lazel telah membuat satu kesalahan fatal, yaitu menyebutkan sesuatu yang membuat Hyunjae sendiri tidak dapat menahan malunya.
Dan kehadirannya saat ini mungkin membuat semua orang terkejut.
...◇• •◇...
"I-Ibu!" Ia berlari sekuat tenaga untuk tiba di Ruang Tengah, dimana ruangan itu sering ditempati semua orang untuk berkumpul atau menonton televisi.
Gubrak!
"Kyaaa!! Hyunji terjatuh!" Nezra terkejut karena Putranya itu berlari kearahnya dengan kecepatan tinggi hingga terjatuh.
"Ibu lihat." Hyunji mengganti siaran televisi menjadi siaran lain yang merupakan siaran langsung dari sebuah gedung yang sangat mereka kenali. Ditambah dengan sosok berjas hitam itu yang begitu santainya berbicara di hadapan publik.
"!!!!" Sontak Nezra berdiri dengan kedua kakinya. Tatapannya terkejut bukan main, "La-Laz-Lazel!"
Bukan hanya mereka saja, bahkan beberapa teman Lazel seperti Gyuu, Vicy dan Kara melihat hal yang serupa. Dimana Lazel muncul begitu saja di media masa dan sedang melakukan Konferensi Pers. Acara mendadak itu membuat semua orang sangat terkejut.
Lazel yang sama sekali belum mereka temui akhirnya muncul begitu saja dan melakukan sebuah pencerahan mengenai masalah Hyunjae dan Jean.
Di waktu yang bersamaan, wanita berjas hitam itu membentangkan kedua tangannya ke samping dengan wajah yang santai, "dengan ini ku nyatakan usai... kumohon untuk tidak mengekspos apapun berita yang kemungkinan akan timbul kembali. Karena itu adalah trik seseorang yang ingin menjatuhkan kami." Ujarnya.
__ADS_1