Lost Feeling 2

Lost Feeling 2
Mengamuk


__ADS_3

Berita kehamilan Kara sudah terdengar hampir di semua orang, termasuk teman-teman dekatnya. Semenjak Lazel dan Hyunjae mulai sibuk setelah acara pernikahan Kara dan Hyunji sebenarnya disitu Hyunji telah menetapkan bahwa ingin segera memiliki anak untuk menemani Ibunya dikala kedua Orangtuanya sibuk. Dan pada akhirnya, ucapannya menjadi kenyataan dan saat ini Kara sedang mengandung anak pertamanya.


Kara juga bercerita pada Lazel tentang apa yang dia alami masa kehamilan, mungkin disuatu saat nanti Lazel akan mengalami hal yang sama seperti Kara.


Akan tetapi, melihat atau membuat Lazel mendengarkan dirinya membuatnya sedikit tidak enak. Bukan hanya dirinya saja, bahkan teman-temannya yang ada di kantor tahu bahwa kecelakaan waktu itu membuat rahim Lazel sedikit bermasalah. Rubuhan batu dari taman Ibu Kota menjatuhi dirinya sehingga tanpa sadar membuat rahimnya terbentur.


Namun, Lazel sama sekali tidak pernah menunjukkan ekspresi selain senyuman manisnya. Semenjak dia pergi meninggalkan negara dan pindah ke tempat lain.


Terkadang Kara juga memperingati Hyunji jika bertemu dengan Lazel usahakan tidak membahas mengenai kehamilan atau apapun yang menyangkut hal itu.


...◇• •◇...


Terlihat jelas seorang wanita tengah duduk melamun di hadapan jedela, "kau baik-baik saja?" Tanya Hyunji yang membuat lamunan Istrinya buyar begitu saja.


"O-Oh! Ya, tentu."


"Apa kau memikirkan Lazel?"


"..............." Kara terdiam, justru pandangannya terlihat sedikit  menunduk.


"Y-Ya... terkadang aku juga berpikir bahwa tidak membicarakan apapun tentang kehamilanmu. Tapi... kau tahu sendiri bagaimana Lazel bukan? Semangatnya yang tinggi, rasa penasaran yang tinggi, suka bertanya. Bagaimana aku bisa mengabaikannya." Ucap Hyunji panjang lebar.


Mau bagaimanapun juga, perasaan khawatirnya akan tetap sama, apalagi saat menyangkut temannya sendiri. Lagipula, apa yang diucapkan Hyunji sebelumnya memang benar. Sulit untuk menghindari Lazel yang banyak bicara, serta suka mengkhawatirkan kondisi orang lain.


Namun Kara tidak pernah membeda-bedakan apapun. Masalah yang terjadi pada rahim Lazel bukan berarti dia tidak bisa hamil, namun harus terus mecoba.


"T-Terus me-menco-ba..." seketika wajah dan kepalanya memanas hanya karena memikirkan kalimat yang sedikit... begitulah.


"Ha?"


"T-Tidak..."


...◇• •◇...


"Tuan, Anda memiliki pertemuan dua jam lagi."


"Ya."


Di hadapkan dengan tumpukkan dokumen yang berantakan serta layar komputer yang menyala. Saat ini Hyunjae berencana akan mendata saham di bulan lalu. Hal itu cukup rumit dan memakan waktu lama.


Sebelumnya Lazel juga menghunungi dirinya. Dengan penuh api semangat ia mengangkatnya dengan cepat dan berharap ada berita baik yang akan dia dengarkan, dan ternyata... wanita cantik berwajah galak itu hanya meminta dokumen mengenai saham di Perusahaan Aplic Pietra.


Cukup menyakitkan, meskipun di setiap hari mereka selalu bertemu.


Selain itu... Hyunjae juga ingin melakukan sesuatu.  Sebenarnya ia sudah memikirkan hal ini sebelumnya, namun tidak pernah terlaksana. Lagipula ia tidak ingin Lazel mengetahuinya.


...◇• •◇...


Sedangkan di tempat perusahaan Lazel tidak sedamai perusahaan Hyunjae. Hal itu dapat dilihat maupun di dengar oleh seluruh karyawannya yang berada di lantai yang sama dengannya.


Bruak!


Terdengar bantingan kuat dari balik pintu berwarna hitam tersebut membuat para karyawan was-was sembari memegang dada mereka karena kaget.

__ADS_1


"HAAA?! KAU BERANI MACAM-MACAM DENGANKU DASAR BAJING*N!"


^^^"..............."^^^


"TIDAK ADA PENOLAKAN! LAGIPULA KAU SUDAH MENYETUJUINYA BUKAN?!"


^^^"..............."^^^


"KEPARAT! CEPAT TEMUI AKU ATAU AKU YANG MENEMUIMU!"


^^^"..............."^^^


"Tahun depan. TENTU SAJA SEKARANG!"


Semburan maut dari seorang Bos dari Perusahaan Aplic Pietra. Meskipun dia terdengar baik dan ramah. Namun saat seseorang bermain-main dengannya atau membuat masalah dengannya. Amukannya begitu luar biasa. Dan disaat itulah tidak ada seorang pun yang berani memasuki ruangan terlarang itu, yang artinya ruangan pribadi milik Lazel.


"B-Bos mengerikan..."


"Tentu saja, apa kau ingat yang merupakan salah satu klien beliau yang ujung-ujung adu tinju karena perjanjian yang dibuat telah batal begitu saja tanpa alasan yang masuk akal."


"H-Hm kami mengingatnya."


"Whoaaa... ternyata selain tempat manusia bekerja. Ruangan itu juga pernah diadakan sebagai adu tinju." Ucap Gyuu yang masih duduk tenang namun terus menutup kedua telinganya disaat Lazel mulai mengamuk lagi.


"Hm, Nona sangat mengerikan."


Ada sebuah tragedi yang pernah terjadi di perusahaan itu. Pada saat itu Lazel benar-benar hampir berubah menjadi rubah hanya kebodohan kliennya yang tiba-tiba membatalkan pertemuan. Padahal Lazel sudah menunda keberangkatannya menuju Amerika saat itu. Dengan emosi yang memuncak terjadilah baku hantam di dalam ruangan tersebut. Dan pemenangnya sudah dapat dipastikan.


Meskipun begitu, aura jahat dari ruangan itu belum sepenuhnya hilang. Sehingga seluruh karyawan yang satu lantai dengannya membuat sedikit hal yang menyenangkan Lazel, salah satunya adalah ramen.


Dan saat-saat itu mulai terjadi lagi. Mengenal Bos yang seperti itu memang jarang. Namun hal itu akan menjadi biasa bagi mereka. Biasa dalam hal ketakutan.


...◇• •◇...


Sorot wajahnya terlihat suram, dimana dia tidak menginginkan suara apapun masuk ke dalam ruangannya.


"Ck! Bajing*n keparat itu... aku akan menghabisinya jika bertemu nanti." Tuturnya dengan kesal.


Ruangannya nampak baik-baik saja, namun tidak dengan kursi duduknya yang dia lempar sekuat mungkin ke arah dinding. Emosinya benar-benar meluap saat siapapun berani bermain dengannya di tengah pekerjaan.


Sejujurnya amarah itu juga terjadi saat ia mulai memikirkan Hyunjae. Oleh sebab itu amarahnya menjadi tiga kali lipat dan melempar apapun yang ada di sekitarnya.


Rambut peraknya terurai panjang ke belakang dan sedikit tidak tertata rapi. Setelah melakukan pekerjaan dari pagi hingga sore. Selanjutnya ia harus pergi menemui sebuah agensi yang membutuhkan perusahaannya sebagai sponsor. Untuk suatu kehormatan, mereka pun mengundang Bos dari perusahaan itu untuk melihat-lihat. Yang tak lain adalah Lazel sendiri.


Ia menggunakan kedua tangannya dalam bentuk cakar lalu merapikannya dengan cepat. Rambut peraknya terlihat bergelombang dan panjang, sorot iris pinknya nampak tajam dengan kedua alis yang terus tertekuk.


"Ck! Menyebalkan."


...◇• •◇...


Terlihat tulisan besar dengan Neon yang cukup bagus. Agensi itu nampak bagus jika dilihat dari luar dan juga cukup tinggi. Sebelumnya Lazel juga menerima informasi dari Sekretarisnya bahwa ruangannya sangat luas. Meskipun tidak memilili tingkat atau ketinggian yang banyak, namun agensi itu memiliki kelebaran yang sangat luas.


"Haah... aku lelah, seharusnya aku menolak saja kunjungan ini." Keluhnya pada Gyuu.

__ADS_1


"Terus... untuk apa kau menyeretku kesini?" Tanya Gyuu dengan wajah setengah pasrah.


Sebagai perwakilan, Lazel membawa Gyuu bersamanya. Saat ini Byul sedang menjalankan tugas yang lain darinya sehingga tidak dapat menemaninya. Sedangkan Vicy, Lazel menolak mengajaknya karena masih gadis. Lazel tidak menyukai gadis muda yang berkeliaran di malam hari tanpa tujuan yang jelas. Lagipula ia sudah beramsumsi bahwa kunjungannya ini akan usai di tengah malam.


"Jangan begitu Gyuu... bukankah tidak baik membuat seorang perempuan pergi ke tempat lain sendirian?" Ujar Lazel dengan wajah yang pura-pura takut. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya terdapat seekor rubah berekor sembilan yang bersemayam.


Gyuu tahu hal itu, tapi...


"Bukankah aku ini cantik? Nanti ada yang memintaku agar menjadi salah satu member mereka."


Seketika kalimat itu membuatnya sedikit kesal dan membuatnya resah, "heeh... ternyata Orangtua boleh ikut." Ucapnya dengan wajah memelas.


"Haahh?! Apa yang barusan kau katakan?!" Teriak Lazel sembari mencengkram kuat kerahnya.


"Ada bintang jatuh."


"BOHONG!"


...◇• •◇...


"Selamat datang Nona Lazel..."


Para kru atau staff yang berada di lobby memberikan sambutan hangat untuk Lazel dan mempersilahkan masuk.


"Hei, apa tidak ada ucapan untukku?" Ucap Gyuu.


Setelah diperhatikan baik-baik, tempat itu memang seperti yang dia dengar. Biasanya agensi seperti ini merupakan tempat dimana anak-anak berpotensi berkumpul. Misal dalam bidang menari, menyanyi atau hal lainnya.


Malam ini salah satu grup yang terkenal akan tampil, oleh karena itu mereka melakukan permintaan pada Lazel agar mau mensponsori siaran langsung mereka.


"Whoa... tidak buruk." Ucapnya dalam hati.


Mengenai agensi seperti ini sangat jarang ia kunjungi atau sangat jarang ia dapati. Padahal sangat banyak, namun Lazel sama sekali tidak pernah berniat untuk menjalin kerja sama selain menjadikannya sponsor. Lazel lebih tertarik pada perusahaan saham atau sesuatu yang dapat menguntungkan perusahaan lebih banyak.


Oleh karena itu ia sedikit kagum atau sedikit kaget dengan suasana di dalam gedung tersebut. Ada musik dimana-mana. Pria dan wanita yang dipisahkan menurut gendernya dan ada beberapa yang campuran. Mulai dari menari secara kelompok, individu. Sama halnya dengan menyanyi.


Kedatangannya menjadi perbincangan umum di kalangan anak muda. Mungkin hampir semuanya tahu siapa dirinya dan apa yang dia lakukan disana.


...◇• •◇...


Sebenarnya Gyuu tidak ingin menemani Lazel, namun mengingat bahwa Hyunjae tidak bisa datang karena rapat, mau tak mau ia menemani Bosnya tersebut.


"..............."


Melihat Lazel yang berjalan di depannya dengan tubuh yang tinggi serta aura yang begitu kuat. Wanita itu adalah sosok yang pernah ia miliki, meskipun tidak berhasil. Jujur saja, ia merasa sakit hati karena Lazel lebih memilih Hyunjae yang dulu menjadi musuh alaminya dan sekarang kembali bersama.


Padahal mengenai Lazel yang dulu sangat dia ingat. Dimana Hyunjae begitu jahatnya selalu meninggalkan Lazel demi perempuan asing. Sedangkan wanita itu hanya bisa menerima dan membuat seolah-olah hal itu biasa.


Walaupun perasaannya sebenarnya tidak berubah, ia harus bisa menerima. Pada awalnya Lazel dan Hyunjae memang harus bersama, namun tidak secepat itu? Takdir yang sempat membuat mereka berpisah mengajarkan sesuatu pada Hyunjae mengenai perasaan.


Begitupula nasib Lazel yang hanya memiliki Ian sebagai satu-satunya keluarga yang dia punya. Darahnya ada bersama Ian, apapun yang dia lalui Ian selalu bersamanya. Sehingga pada suatu saat Keluarga Pietra yang benar-benar memberinya kasih sayang tanpa melihat latar belakang kehidupan.


Dari sini Gyuu sedikit paham... bahwa tidak banyak wanita bisa setangguh Lazel.

__ADS_1


__ADS_2