Lost Feeling 2

Lost Feeling 2
Kebahagiaan Kara


__ADS_3

Satu Bulan kemudian...


"Hm? Sponsor Grup?"


"Ya, kurasa Anda masih mengingatnya."


"Hm... iya. Apa mereka benar-benar memintaku?"


"Benar."


"Baiklah terima! Ku dengar grup itu membayar dengan jumlah tinggi. Lumayan... aku bisa mendapatkan uang  AHAHAHAHAHA!"


Lazel kembali bekerja secara normal di kantornya. Seperti yang sudah dia duga. Pekerjaan akan menumpuk jika ia terus menundanya. Belum lagi keinginan Hyunjae untuk melayaninya.


"Pria bajing*n itu, bagaimana bisa dia melakukannya dengan mudah. M-Meskipun rasanya tidak terlalu buruk." Ucapnya pelan dengan wajah yang memerah.


Sejauh ini semuaya berjalan dengan lancar, terutama saham yang ia jalankan. Hyunjae juga lebih sering mengunjungi dirinya untuk membahas hal penting yang berkaita dengan pekerjaannya.


Lazel selalu berkata pada Hyunjae agar melakukannya di rumah, bukankah lebih santai? Namun pria bodoh itu menolak dengan kuat. Karena alasannya adalah.


'Di rumah adalah tempat dimana aku menebar pesonaku, begitupula dengan dirimu. Bukan tempat untuk membahas pekerjaan.'


"Arghhh!! Memangnya apa yang salah dasar bangs*t!"


...◇• •◇...


"Whoaa... cantik, apa kau mau beli? Aku juga mau."


"Hm! Kita akan pergi bersama-sama," ucap Lazel. "Ngomong-ngomong... mengapa kalian berdua semakin dekat? Apa ini adalah pertanda bahwa ada...."


"Tidak mungkin, aku tidak mau dengan pria tua ini. Bodoh pula." Sahut Vicy yang memandang jijik ke arah Gyuu.


"Haah?! Apa kalimat itu cocok sabagai orang yang terus menjemput dan mengantarmu pulang?!"


"***! Nafasmu bau. Lagipula aku membayar bahan bakarnya, jadi jangan merasa suci dasar anak setan."


"Mulutmu ituuuuu..."


"Kara, apa kau baik-baik saja? Kau terlihat pucat."


"H-Hm aku baik-baik saja. Ngomong-ngomong aku akan kembali terlebih dahulu, sampai jumpa~"


"Hm, sampai jumpa. Hati-hati."


"Ada apa dengannya? Dia terus tersenyum sendiri seperti orang gila." Tanya Gyuu.


"Aku akan melaporkan seorang setan yang mengatai orang gila padahal dirinya sendiri tidal waras." Ucap Vicy dengan tatapan sinis ke arah Gyuu.


"Vicy diamlah sebentar!" Gertak Gyuu pada Vicy


Sebenarnya Lazel juga khawatir, pernikahannya dengan Hyunji juga hampir berlangsung selama satu tahun.


"Tapi... selagi kita melihatnya dalam kondisi baik-baik saja dan masih bisa tersenyum sepertinya bukan masalah bagiku." Ujar Lazel.


"Lazel."


"Hm?"


"Bagaimana hubunganmu dengan Hyunjae?"


"Setan berdarah iblis itu? Mungkin dia sedang bekerja."


"A-Aku paham... sepertinya Vicy salah pergaulan." Batinnya.


...◇• •◇...


Drrt!


"Halo Bu?"


^^^"Sayang, bisakah usai bekerja kau datang ke rumah Ibu? Bawa Hyunjae juga."^^^


"Hm? Memangnya ada apa? Apa disana baik-baik saja? Kalau perlu aku akan datang se-"


^^^"Kebaikan Lena memang tidak jauh darimu. Dengar, Ibu baik-baik saja. Dan datang sesuai yang Ibu katakan. Oke?"^^^


"Baiklah, aku akan kesana setelah usai bekerja."


Ia senang bahwa semuanya baik-baik saja, tapi apakah benar? Ia merasa khawatir jika keadaan disana ada yang tidak beres. Untuk saat ini pelayan memang memenuhi Rumah Utama, tapi ia tetap khawatir pada Ibu Nezra yang selalu sendiri di rumah jika Ayah Adam pergi bekerja.


"Apa Hyunjae sudah tahu?" Ia mulai menggeser layar ponselnya kembali, "masa bodoh, jika tidak tahu aku akan memberitahunya saat pergi ke rumah Ibu nanti."


Selain itu, Lazel mendapatkan pekerjaan lain sebagai sponsor sebuah grup yang terkenal. Kabarnya mereka berisi sepuluh kelompok yang rata-rata berisi tujuh orang di dalamnya.


Sama sekali bukan masalah baginya, jika ada uang maka disitulah Lazel bertindak. Ada beberapa persyaratan dan kontrak sementara yang harus dia tanda tangani sekaligus memeriksa dokumen yang masih tersisa dari bulan lalu.


Wanita berambut perak itu tengah fokus pada dokumen, lembaran kertas dan juga laptop yang menyala.


...◇• •◇...

__ADS_1


"Nona Lazel mendapatkan permintaan untuk menjadi sponsor sebuah grup yang akan diadakan besok malam." Ucap Leo yang merupakan Sekretarisnya.


"Hoo~ benarkah? Sepertinya tentang uang tidak akan dia lewatkan begitu saja." Sahut Hyunjae yang masih menatap layar laptop.


Selain Lazel, Hyunjae juga memiliki pekerjaan yang tak kalah banyak. Sebagai Perusahaan Pusat, mereka selalu menerima atau mengirim informasi atau data apapun ke berbagai perusahaan, bahkan terlalu sering dengan luar negeri.


"Kau boleh kembali ke tempatmu, dan jika ada dokumen baru yang perlu diurus berikan saja padaku."


"Baik Tuan."


Pria berwajah tampan itu dengan kedua tindik di telinganya sedang memakai kacamata agar penglihatannya tidak rusak karena radiasi ponsel atau komputer.


"Haah... padahal aku ingin pulang secara langsung dan bisa berdua-duaan dengan Lazelku." Keluhnya yang tidak berdasar sama sekali.


Sebelumnya Lazel berniat untuk menghubungi Hyunjae mengenai Ibu Nezra, namun karena merasa tidak peduli. Ia pun mengurungkan niatnya dan tanpa tahu jika Hyunjae telah mendapatka panggilan yang sama.


...◇• •◇...


"Selamat sore Nona."


"Nona Lazel, mau pulang bersama kami?"


"Hahaha! Terima kasih. Tapi aku sedang menunggu jemputan." Jawab Lazel dan memberikan penolakan yang ramah.


"Hooo~ dari Tuan Hyunjae. Hihihihi!"


"A-Ahahahaha~"


Lazel memiliki karyawan yang ramah, mereka benar-benar bekerja keras dan terus bertegur sapa dengan Lazel. Oleh karena itu saat pergi liburan menuju Paris, Lazel berniat membelikan oleh-oleh untuk seluruh karyawannya juga. Tidak bisa dibanyangkan berapa karyawan yang dia miliki mendapatkan oleh-oleh darinya dengan rata.


Suara klakson mobil terdengar, melihat dari bentuk mobilnya saja sudah membuatnya tahu.


"Hola babe? Lama?" Tanya Lazel dengan memberikan kiss jauh untuk Istrinya.


"Lama sekali." Lazel langsung memasuki mobil itu sedangkan Hyunjae langsung menancapkan gas.


"Benarkah? Apa aku perlu memberimu pijatan?"


"Cepat pergi temui Ibu, aku khawatir padanya."


"Ck! Padahal aku ingin pulang dan sengaja melupakannya."


"Bodoh... bisakah kau berpikir dengan baik kali ini?"


...◇• •◇...


"Lazeeeel!"


"Ib-oh! Kara! Hyunji! Ayah Adam!" Lazel dapat melihat beberapa keluarganya yang lain ikut berkumpul.


"Lazeeel! Kemari!" Panggil Kara dengan suara pelan.


Hyunjae mendatangi Kakaknya dan juga Ayahnya yang duduk bersama.


"Hm? Ada apa ini? Acara makan?" Tanya Lazel yang memperhatikan sekitar.


"Lazel." Panggil Hyunji.


"Hoh?" Wanita berwajah cantik itu menoleh ke arah pemanggil.


"Apa kau tahu, Kara saat ini sedang hamil!!" Ucapnya dengan bahagia


"!!!!" Kedua matanya terbuka lebar, ia juga sangat terkejut saat mendengar kabar itu dari Hyunji secara langsung, "k-kau..." perlahan ia menoleh ke arah Kara yang duduk di sampingnya sembari menggenggam tangan Lazel.


"Hehe~ maaf kembali lebih dulu."


"Sialan! Aku sangat khawatir kau tahu! Wajahmu pucat namun kau terus tersenyum hingga Gyuu mengataimu seperti orang gila. Dan ternyata kau hamil!"


"Lazel, apa perlu menjelaskannya sedetail itu?" Sahut Hyunjae yang menatap Istrinya tak percaya.


"Haha! Kita akan mendapatkan anak-anak lagi!" Ucap Nezra yang tak kalah bahagia dengan Lazel.


"Sudah berapa bulan?" Tanya Lazel.


"Tiga minggu."


"Huaaa!! Selamat atas kehamilanmu Nezraaa!! Selamat juga untukmu Hyunji!" Ucap Lazel yang memberi pelukannya pada Kara.


"Hei, bagaimana bisa?" Tanya Hyunjae dengan tatapan tajam.


"Lakukan dengan penuh semangat!" Jawab Hyunji.


"Baik! Kuterima nasihatmu."


"..............." Adam yang melihat dan mendengarkan kedua Putranya hanya bisa berwajah datar.


...◇• •◇...


"Hahahaha! Aku tidak menyangka jika Kara mengandung! Apa anaknya perempuan? Ataukah laki-laki?"

__ADS_1


"Haha~ menurutmu?"


"Tidak tahu! Menurutku dua-duanya sama-sama lucu. Tapi lebih lucu Ian."


Hyunjae hanya bisa tertawa pelan mendengar ucapan Lazel. Sejujurnya ia sempat khawatir dan takut pada kabar kehamilan Kara. Bayangkan saja mereka yang sudah lama menikah hingga kini belum memiliki seorang anak.


Karena mendapatkan kabar dari Ibunya, mereka pun kembali saat matahari mulai terbenam.


"..............." sekilas ia melihat ke arah Lazel yang tidak berhenti untuk tersenyum dan menikmati udara dari luar tanpa menggunakan pendingin.


"Lazel, aku akan sakit jika seperti itu. Tutup jendelanya."


"Baik Bos!" Ia pun langsung menaikkan kaca jendela tersebut.


Hyunjae yang melihat tindakan Lazel membuat tangan kanannya mengelus pucuk kepala Istrinya.


...◇• •◇...


"Gilver, makananmu!" Ucap Lazel dengan suara yang cukup kuat.


Seekor kucing dengan kalung lonceng mini mulai mendatanginya dan memakan makanannya yang telah disediakan oleh Lazel.


Setelah memberi makan Gilver sekaligus meletakkannya di dalam kandang. Lazel pun beralih pada kamarnya dan berlari secepat kilat.


Cklek!


"Tidak mengamuk?" Tanya Hyunjae yang duduk bersandar di atas sofa.


"Tenang, dia berhasil ku sucikan."


"Kemarilah."


Lazel yang mengenakan celana panjang dan kaos hitam itu langsung berjalan mendekati Hyunjae lalu mengambil posisi tidur di sampingnya. Ia mematikan lampu dan membiarkan kamar itu terang dengan rembulan.


Banyak hal yang sudah terjadi sehingga membuat kedua pasangan ini nampak jauh lebih baik. Hyunjae tidak pernah berhenti untuk terus meyakinkan Istrinya dan juga terus membiasakannya dengan hubungan wajib di antara pasangan Suami Istri.


"Apa besok malam kau akan lanjut bekerja?" Tanya Lazel sembari memaikan rambut Lazel.


"Ya, sebuah grup yang terkenal memintaku sebagai sponsor mereka dengan harga yang tinggi."


"Hm..."


"Apa kau mau ikut besok?" Tanya Lazel.


"Tidak mau."


"Ha?"


"Para gadis muda disana pasti akan terus menggodaku."


"Ya sudah."


Kini tubuhnya mulai menghadap ke arah Lazel dan mulai membentangkan tangannya hingga memberi pelukan.


"Kau mau punya bayi?" Tanya Hyunjae yang sengaja mendekatkan wajahnya ke samping telinga Lazel.


"Tidak dulu."


"Hm? Kenapa?"


"Saat hamil sulit melakukan apapun, dan saat melahirkan untuk sementara tidak akan bisa bekerja seperti biasa."


"Hm? Tahu darimana?"


"Aku melihat Ibu saat mengandung Ian."


"Hm..."


"Lagipula..."


"????"


"Aku tidak tahu rahimku berfungsi atau tidak."


"H-Hahaha! Bukankah kau sudah mendengar apa yang para Dokter katakan? Rahimmu sedang bermasalah sehingga akan sangat sulit memiliki keturunan. Bukan berarti tidak bisa." Hyunjae mencoba untuk menghibur Istrinya.


"Bawa santai saja, lagipula aku tidak begitu menginginkan anak."


"Kenapa? Bukankah kau senang?"


"Aku lebih senang pada uang."


"Hm? Bagaimana denganku?"


"Bukan urusanku."


Hyunjae merasa bersalah saat memberikan pertanyaan yang sebenarnya menyakiti hati Lazel. Saat tahun lalu, dimana Lazel mengalami kecelakaan, tanpa sadar membuat rahimnya tidak bekerja secara total. Namun bukan fakta bahwa tidak bisa hamil.


Untuk saat ini ia akan berusaha menghibur Lazel agar tidak memikirkan perihal bayi.

__ADS_1


__ADS_2