Lost Feeling 2

Lost Feeling 2
Musim Panas [Penuh Godaan]


__ADS_3

Lampu yang padam menguntungkan dirinya agar tidak membuat Lazel melihat apa yang belum boleh ia perlihatkan.


Perasaannya mengenai keanehan dari wanita itu memang benar, dan meskipun ia menanyakan alasannya tidak mungkin Lazel akan menjawabnya semudah itu.


Saat ingin kembali ke kamar ternyata wanita itu tak kunjung tidur, melainkan berdiri di hadapan jendela dan mengadah pada langit malam yang memperlihatkan bulan serta bintang.


Ia berjalan mendekati Lazel lalu sampai dimana tubuh mereka saling bersentuhan, disitulah Hyunjae melingkarkan kedua tangannya pada pinggang ramping Lazel.


Kesempatan ini sungguh langka untuk dilakukan, terkadang Lazel langsung memberikan perlawanan dan mengeluarkan jurus andalannya hingga membuat Hyunjae K.O.


"Ayo tidur," ajak Hyunjae yang perlahan menurunkan wajahnya pada tengkuk Lazel. "Kau dan Ibu harus pergi besok pagi, jadi jangan membuat waktu tidurmu berkurang." Sambungnya yang mulai memberanikan diri menyentuhkan bibirnya pada leher jenjang Istrinya.


"Bukankah sudah kuperingatkan, tindakanmu ini bisa saja membuatku semakin membencimu." Ucap Lazel setelah sekian lama terus terdiam.


"M-Maaf..." Hyunjae melepaskan kedua tangannya dan menggaruh kepalanya yang tidak gatal. "Siaaal! Apa yang baru saja kulakukan?!" Batinnya depresi.


Ia berbalik begitu saja tanpa menatap kedua mata Hyunjae yang terus menatap dirinya.


Hyunjae hanya melihat Lazel yang kembali pada ranjang, menarik selimut lalu tertidur menghadap ke arah lain.


"..............."


...◇• •◇...


01.00


Kedua matanya masih terjaga, bahkan untuk berusaha terpejam sama sekali tidak bisa ia lakukan. Apalagi setelah melihat pulasnya tidur Lazel hingga meletakkan segala kaki tangannya pada Hyunjae.


Melihat Lazel dalam keadaan apa adanya hanya terjadi pada saat dia tertidur lelap. Terkadang... ia mengambil kesempatan untuk membuat tubuh Lazel tidur menghadap dirinya agar dirinya puas memeluk Lazel.


Kedua mata terpejam rapat, kedua alis yang sangat sering tertekuk kini terlihat biasa. Saat ini Hyunjae sedang melihat Lazel dalam versi feminim. Rambut perak yang terus menutupi wajahnya ia sapu dengan perlahan dan hati-hati agar Lazel tidak terbangun.


Hyunjae mengambil posisi duduk dan bersandar sembari melihat dan mengusap pelan wajah Lazel yang tertidur ke hadapannya.


"Aku iri pada Hyunji yang dapat membuat Kara senang hanya dengan tindakan serta ucapan tulusnya. Sedangkan aku... hanya bisa membuatmu kesulitan," Hyunjae mengingat sebuah momen dimana ia pernah melakukan hal yang sama seperti yang Hyunji dan Kara lakukan, meskipun tidak ada persamaan dari keduanya, tidak ada sedikitpun.


"Aku tidak ingin mengulangi atau membuat semuanya menjadi baru, setidaknya membiarkanku untuk tetap mencintaimu sudah lebih dari cukup untukku."


Lazel semakin sulit ditebak, bahkan ia tidak tahu kapan wanita itu akan membenci dirinya karena terus berusaha menggodanya. Ia memang sadar bahwa Lazel berulang kali merasa malu karena tindakan bodohnya. Namun ia merasa bahwa Lazel sama sekali tidak pernah melonggarkan hatinya hanya untuk hal yang seperti ini.


Hyunjae sering bertanya pada dirinya sendiri, Lazel yang berhasil ia bawa kembali memangnya apa yang membuatnya untung? Wanita beriris caramel itu bukanlah Lazel yang dulu, hingga ia harus bertemu dengan Lazel yang baru. Layaknya orang asing yang tidak pernah bertemu.


"Haah... aku harus tidur, besok aku harus mengantar Lazel ke tempat Ibu."


Hyunjae kembali merebahkan tubuhnya dan melepaskan pakaian atasnya karena merasa panas.  Lalu dengan gampangnya memeluk Lazel dan menenggelamkan wajahnya pada perut Istrinya.


...◇• •◇...


Ia merasa jika saat ini punggungnya terus ada yang menusuknya pelan. Rasa kantuknya masih begitu terasa namun ia berusaha melihat siapa yang berani mengganggu tidurnya.


"Hm..." pria bertubuh kekar itu membalikkan tubuhnya dan samar-samar melihat sosok wanita yang di atasnya tengah menghadapnya.


"B-Bangun." Ucap wanita itu dengan suara yang kecil dan juga gagap.


Sebelum benar-benar membuka matanya dengan lebar, Hyunjae merasa jika malam masih berlangsung dan membuatnya semakin malas untuk terbangun. Namun karena suara Lazel adalah satu-satunya yang dia dengar, ia pun terbangun dan mulai bertanya pada Lazel.


"Ada apa? Mimpi buruk?" Tanya Hyunjae yang masih terbaring di atas ranjang sembari mengangkat kedua tangannya sebagai peregangan.

__ADS_1


Telunjuknya mengarah pada ke sebuah arah yang ada pada dinding, "Hyu-Hyunjae, je-jendelanya tiba-tiba terbuka." Ucap Lazel yang berusaha menahan takutnya.


"Astaga... maaf aku lupa menguncinya," saat ingin beranjak dari sana, ia merasa jika tangan kirinya seperti tergenggam oleh sesuatu namun tidak begitu erat. "Tunggu disini." Ucapnya lembut sembari mengelus kepala Lazel dengan pelan.


Kedua tangannya langsung menutup jendela itu dan tidak lupa menguncinya dengan rapat dan menutupnya kembali dengan tirai.


Saat hendak kembali dan berbalik badan. Ia melihat sosok perempuan di atas ranjang dalam posisi duduk dan menunjukkan ekspresi takutnya. Hal itu membuat wajah Hyunjae merah merona. Suasana memang nampak gelap, namun karena Lazel menyalakan lampu tidur hal itu membuat Hyunjae melihat ke arah dada Lazel yang terlihat jelas belahannya.


Demi menghormati Lazel meskipun wanita itu adalah Istrinya sendiri. Hyunjae kembali kesana dan meraih selimut dan ia pakaikan pada Lazel.


"Tidurlah." Ujar Hyunjae yang berbaring menghadap Lazel, begitupula yang Lazel lakukan.


Hyunjae merasa jika Lazel mulai sulit tertidur karena terus memandang ke arah jendela.


Hyunjae pun tersenyum lebar dan mengusap wajah Lazel dan membuat kepalanya menunduk, dengan begitu Hyunjae meninggikan posisi tidurnya agar menghadang penglihatan Lazel pada jendela kamar.


...◇• •◇...


Matahari masih terbenam, namun beberapa menit akan meninggi. Salah satu dari mereka sudah terbangun, namun sama sekali tidak bisa menahan wajahnya yang sangat panas dan juga rasa malunya pada saat kejadian tadi malam.


Ditambah dengan fenomena pagi ini...


Lazel yang terbangun tanpa sadar membentangkan tangan kirinya sehingga Hyunjae mengisi kekosongan itu dengan tertidur tepat di samping dadanya atau lebih tepat tertidur di bawah lengannya yang terbentang ke samping.


"Apa-apaan cara tidurnya ituuu?!!!!!!!" Kini Lazel tidak tahu harus membuat pergerakan seperti apa, "tidak tidak, bagaimana bisa aku tidur seperti ini?!"


Ia berpikir begitu keras dan berusaha untuk tidak membuat kesalahan sehingga Hyunjae terbangun dan akan memulai godaan lain padanya.


"Gawat... benar-benar gawat, jika pria ini menoleh dia akan menghantam..." Lazel tidak ingin melanjutkan kalimat hatinya.


Hyunjae mengangkat tangan kirinya ke arah perut Lazel dan memutar badannya sehingga bertemu dengan sesuatu yang empuk dan sedikit kenyal.


"!!!!" Sontak Lazel pun terkejut karena Hyunjae yang tiba-tiba mengubah posisi tidurnya.


Karena merasa ada yang aneh, atau lebih tepatnya Hyunjae tidak pernah merasakan hal itu sebelumnya, "Lazel, apa in-"


"Jangan melihatnyaaaaa!!!"


Alhasil Hyunjae mengeluarkan cairan merah dari salah satu hidungnya.


...◇• •◇...


"Mau makan apa sayang? Aku akan melayanimu sebagai ganti memperbolehkan ku mencium pa-"


Buagh!


Hantaman mendarat mulus di kepala Suaminya, "jangan bercanda dasar mesum." Sahut Lazel yang masih tertera rona merah di wajahnya.


Sepertinya Hyunjae mulai bertindak di luar pikirannya, namun apa yang terjadi pada pagi ini tidak bisa ia salahkan padanya begitu saja. Lagipula jika dirinya tidak membentangkan tangan seperti itu saat tidur, tidak mungkin Hyunjae akan melakukannya. Lagipula tindakannya itu tidak disengaja.


Dan satu hal yang harus dia ingat adalah, tindakan tadi pagi itu merupakan hal yang sah-sah saja jika  dilakukan oleh Sang Suami.


"Tapiiiiii..... Argghhhh!!! Aku maluuuuu!"


Di sisi lain, pria berkaos hitam itu sedang berdiri di hadapan cermin dan mengingat sebuah momen tadi pagi. Dimana ia mendapatkan berlian pertama kali seumur hidupnya.


"Sabar Hyunjae, ada saatnya kau beraksi tapi tidak sekarang. Kau harus sabar." Pria itu mengelus dadanya sendiri dengan wajah yang penuh dengan ketabahan.

__ADS_1


...◇• •◇...


"Padahal kau bisa menutup jendelanya sendiri."


"Tidaaak! Aku tidak mau! Bagaimana jika dengan mendadak sebuah kepala muncul dari sana? Aku tidak bisa membayangkan bagaimana bahayanya nyawamku." Keluh Lazel panjang lebar.


Hyunjae diam-diam tersenyum melihat bagaimana reaksi Lazel setelah mendapat ejekan darinya. Lagipula ia sangat suka menggoda Lazel dengan caranya sendiri sehingga membuat wanita itu salah tingkah.


Mulai saat ini, persiapan pernikahan Hyunji dan Kara mungkin akan menyita waktu berharga Hyunjae untuk mengganggu Istrinya. Oleh karena itu ia ingin membuat sesuatu yang berkesan seperti yang tadi pagi.


"Aku akan meminta Ibu sendiri agar membawa mobil, lagipula dia juga tidak akan mengizinkanmu lagi mengendarai mobil." Ujar Hyunjae pada Lazel yang tengah memaninkan ponselnya.


"Ya." Jawab Lazel dengan singkat.


Saat ini mereka dalam perjalanan menuju Rumah Utama, sedangkan Ian akan dijemput oleh Gyuu dan Vicy agar membantu mengenai peralatan.


...◇• •◇...


"Oh, Ibu sudah bersiap." Ucap Lazel yang melihat Nezra berada di dekat mobil.


Setelah memasuki halaman rumah, Hyunjae menghentikan mobilnya tepat di samping Nezra berada.


Lazel mengenakan kacamatanya lalu bersiap untuk keluar, "baiklah, aku akan meng-"


"Hei." Panggil Hyunjae.


"Hm?"


Cup!


"!!!!" Kedua matanya terbelak lebar, bahkan nafasnya sempat berhenti. Begitu cepat pria itu melakukannya hingga Lazel tidak bisa menjauh.


Ciuman singkat pada samping bibirnya yang bahkan hampir menyentuh balutan merah itu.


Urat maut Lazel terlihat di pipi bawahnya, "bangs*t, apa yang-"


"Ibu, aku sudah membawanya." Ucap Hyunjae pada Ibunya melalui jendela mobil yang terbuka lebar.


"Lazeeel~ ayo pergi." Ajak Nezra yang kini hanya tinggal menunggu Lazel.


"Sialan! Dia sengaja melakukannya!" Tutur Lazel dalam hati yang sangat menggebu-gebu, "aku akan membalasmu keparat!" Tukas Lazel dengan suara kecil yang hanya bisa di dengar oleh Hyunjae.


Lazel sudah membuka pintu mobil itu dan melangkahkan kakinya keluar, namun separuh tubuhnya masih di dalam.


Hyunjae menurunkan kacamata hitam yang ia kenakan lalu menyipitkan kedua matanya, "ok babe, I'll wait in bed tonight." Ucapnya dengan lidah yang sedikit bermain-main.


Bagai panas api dalam tungku, wajah malunya tidak bisa di sembunyikan dari semua orang, "kaaaaaauuuuuu!!!!"


"A-Ada apa Lazel?" Tanya Nezra.


"Tidak ada apa-apa Ibu, aku hanya ingin menebas kepala pria ini." Ucapnya dengan mengarahkan jempolnya pada Hyunjae yang memberikan senyuman manis yang berbahaya.


"Oh... apa kau membutuhkan katana?" Tawar Nezra


Katana atau pedang yang di artikan dalam bahasa Jepang.


Hyunjae memasang wajah kesal pada Ibunya, "hei!"

__ADS_1


__ADS_2