
Seorang wanita dengan piyama putih berkain tipis itu saat ini tengah berjalan ke arah kolam itu dengan pelan. Beberapa bagian terlihat tembus pandang, sehingga dapat memperlihatkan warna kulit Lazel meskipun sedikit buram.
Hyunjae baru saja pergi untuk mengurus sesuatu yang berkaitan dengan cincin pernikahan kliennya. Pria itu melarang dirinya untuk meninggalkan hotel. Oleh karena itu selama di Paris, Lazel banyak bersantai dan beristirahat. Sedangkan Hyunjae terus melakukan kegiataannya tanpa henti, salah satunyaa adalah aktivitas menggoda Istri tanpa henti.
Meskipun sudah berkali-kali menerima godaan pria itu, Lazel masih tidak terbiasa. Apalagi Hyunjae itu benar-benar memiliki karateristik yang sempurna, dengan kata lain sangat sesuai dengan kamauannya.
Berendam di malam hari tanpa ada gangguan. Dibandinkan kolam, tempat itu lebih tepat disebut dengan tempat berendam. Karena ketinggian air tidak begitu dalam. Sedangkan suhunya dapat diatur sendiri. Mungkin karena memiliki ukuran yang besar sehingga disebut dengan kolam renang.
"Hihi... Hyunjae mungkin akan kembali cukup malam. Sebaiknya aku cepat memanjakan diri sebelum pria itu kembali."
...◇• •◇...
Paris benar-benar hidup di malam hari. Mereka memiliki banyak cahaya cerah sehingga membuat menara terlihat megah.
Kota Paris tidak terlalu buruk. Karena rata-rata bangunan disana sangat unik, ini adalah salah-satu alasan Lazel yang betah berada di Prancis.
Di ruangan yang sama tanpa seseorang. Wanita berambut perak sepanjang pinggul itu mulai melepaskan piyamanya dan membiarkannya tergeletak di atas lantai begitu saja. Perlahan kedua kakinya mulai memasuki kolam dalam keadaan telanjang. Bukan masalah baginya selama Hyunjae tidak ada bersamanya.
"Hm~ sepertinya aku juga akan mengajak Ian kesini. Begitupula dengan Kara, Vicy dan Gyuu." Ucapnya dengan halus.
Tidak terasa jika Kara yang merupakan teman pertamanya sudah menjalani kehidupan sebagai Istri. Sedangkan Vicy yang masih di bawah umur sama sekali tidak pernah memikirkan tentang perasaan seperti itu.
Meskipun gadis itu terlihat masa bodoh atau tidak peduli. Namun dirinya tetaplah seorang wanit yang memiliki perasaan.
Kedua tangannya menyanggah ke atas dengan wajah datar.
"Sung Wonhae..." ucapnya pelan. "Tanpa sadar posisimu perlahan pudar." Sambungnya dengan nada rendah.
Pria yang memiliki hati seperti Malaikat. Senyumannya membuat senyuman pada dirinya terukir. Kesedihannya sama sekali tidak ada selagi Wonhae bersamanya.
Ia pernah berpikir mengenai satu hal yang mustahil akan terjadi. Jika Wonhae tidak mati, maka pertemuannya dengan Hyunjae tidak akan pernah terjadi. Itulah pemikiran keras yang pernah ia alami.
Jika Wonhae tidak mati, maka penderitannya akan berakhir pada Keluarga Besarnya sendiri tanpa ikut campur tangan orang lain.
Namun rasa sakit yang dulu ia rasakan meninggalkan luka yang mendalam. Dimana pria yang sudah menetap di dalam hatinya meninggal dunia karena tindakan sengaja dari keluarganya sendiri.
Sebagai seorang wanita yang berdiri sendiran, itu sangat menyakitkan. Setelah itu dirinya dihadirkan dalam jutaan masalah di dalam Keluarga Pietra.
Memang terdengar menyedihkan, namun tanpa momen atau masa lalu seperti itu. Lazel yang saat ini tidak akan bisa menjadi wanita yang tangguh, perasaan serta emosinya tidak akan sekuat ini. Namun kematian Wonhae yang tidak wajar terus membuatnya frustasi.
Dan sekarang... perlahan ada pria lain yang mencoba mengambil alih perasaannya. Perlahan mencoba menutupi luka lama.
Bahkan dirinya sendiri tidak tahu, apa dirinya sudah secara penuh menerima pria itu? Menerima masa lalu yang dihadapkan padanya? Serta yakin bahwa hubungan seperti ini akan bertahan lama?
Masih ada ketakutan di dalam diri Lazel. Masih ada rasa penasaran di dalam dirinya, meskipun ia tidak bisa mengungkapkannya.
...◇• •◇...
Pintu geser yang membatasi antara ruangan dalam terbuka dengan bebas. Hanya helaian tirai putih yang membatasinya.
Dari belakang terlihat jelas bahwa wanita itu sedang melihat langit dengan kedua iris dinginnya.
"..............."
Melihat piyama yang tergeletak begitu saja ia pun mengikutinya dengan melepaskan seluruh pakaiannya dan perlahan ikut masuk ke dalam kolam tanpa sepengetahuan wanita itu.
__ADS_1
"Haah... hidup ini rumit sekali," keluhnya dengan kedua tangan yang terlipat ke atas pinggir kolam. "Apa Hyunjae sudah menerima kiriman dari Byul? Kurasa-"
"Tentu saja sudah."
"??!!" Suara air berubah secara drastis, dimana ia secara langsung menoleh ke belakang dalam keadaan tubuh yang terlelap ke dalam air sehingga hanya menyisakan kepalanya saja.
"Haah... awalnya aku juga berencana untuk berendam. Tapi siapa sangka aku justru melihat pemandangan yang begitu langka." Seringai pria itu dengan tangan kanan yang menyanggah pada pinggir kolam sehingga bentuk tubuhnya yang luar biasa dapat terlihat dengan jelas.
"H-HYUNJAE! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?!" Lazel amat panik sehingga memundurkan dirinya hingga menyentuh dinding kolam dan benar-benar menenggelamkan tubuhnya.
"Berendam, kau tidak lihat?" Hyunjae nampak tenang meskipun dihadapkan dengan Lazel yang saat ini tidak mengenakan apapun dan berendam di satu tempat yang sama.
"Cepat berbalik! Aku mau pergi." Ujar Lazel dengan kasar.
"Berbalik? Bukankah dari sisi manapun aku akan tetap melihatnya?"
"Tutup matamu."
"Hm..." pria berwajah santai itu berpikir sejenak. "Tidak mau."
"Haah??"
"Kau pikir ada seorang Suami yang mau jujur untuk tidak melihat apa yang menjadi haknya?"
"!!!!"
Kolam berbentuk segi empat itu tidak seperti kolam atau pemandian umum seperti yang lain. Terkadang ada sebuah batu atau hiasan yang terletak di tengah-tengah atau di beberapa bagian kolam. Namun saat ini tidak ada satupun benda itu ada di dalam kolam, sehingga Lazel sama sekali tidak bisa menutupi dirinya selain dari rendaman air.
"Ck! Sebenarnya apa yang membuatmu malu?" Tanya Hyunjae dengan memainkan air di sekitarnya.
"Diaaamm!! Kau itu selalu mengucapkan sesuatu yang ringan! Lagipula kenapa kau kembali begitu cepat! Bukankah kau bilang akan kembali dalam waktu lama?!"
Lazel sama sekali tidak bisa mendekat atau lebih marah lagi. Karena hal itu bisa membuatnya jatuh ke dalam perangkap Hyunjae. Mau bagaimana lagi, yang bisa dia lakukan hanyalah diam dan pasrah dengan berusaha untuk menutupi dirinya.
Kedua tangannya yang terkena air ia usapkan pada rambutnya dari depan ke belakang sehingga bentuk lengannya yang besar membuat Lazel jantungan, "fyuuh... lelahku hilang." Ucapnya dengan nafas yang berat.
"Hyunjae kumohon... aku mau pergi dari sini." Ucap wanita itu lagi dengan nada yang pelan.
"Lazel... sebenarnya apa yang-"
"Bisakah kau berhenti mengatakan hal itu? Bukankah wajar bagi seorang perempuan memiliki malu? Kau itu adalah pria teraneh yang pernah kutemui. Bagaimana bisa ada wanita yang begitu mudah memperlihatkan tubuh mereka di hadapan laki-laki. Jika itu mengingatkanmu para rentetan wanita di luar sana maaf, aku bukan salah salah satu dari mereka." Penjelasan dan cemohan panjangnya itu berlangsung selama satu kali nafas.
"W-Wah... dia berbicara panjang lebar," batin Hyunjae yang hanya bisa mendengarkan. "Itulah yang kusuka darimu." Ucapnya dengan senyuman yang mengambang.
"Ha??"
Pria itu menutup kedua matanya dengan kepala yang mengadah ke atas, "sialan... jika seperti ini aku semakin menyukaimu." Ucapnya dengan senyuman tulusnya.
"Apa-apaan pria ini. Apa dia tidak mendengarkanku?" Pikir Lazel.
...◇• •◇...
"Cepat keluaaarrr!!"
"Tidak mauuu~"
__ADS_1
"Sialan! Apa maumu hah?!"
"Mauku? Menyetubu-"
"CUKUUUP! KAU SEMAKIN MEMBUATKU KESAL!"
"Hah... lagipula dalam jarak seperti ini juga tidak akan membuatku melihatmu."
"Oh! Benarkah?"
"Lain ceritanya jika aku menyelam."
"Aku akan melemparmu jika kau berani melakukannya."
"Heeh~ kau bi-" ucapannya seketika terhenti disaat ia melihat Lazel dengan tangan yang menggenggam sebalok kayu yang entah datang darimana. "Kayu sialan... selanjutnya akan kupastikan tidak ada apapun lagi disini sehingga Lazel tidak bisa mengeluarkan lemparan andalannya." Batinnya kesal.
Malam sudah berlangsung dari tadi, bahkan mereka berdua sama sekali tidak memperhatikan jam semenjak berendam.
Recana bersenang-senang sendiri yang dipikirkan Lazel gagal total. Siapa sangka jika pria itu akan kembali secepat ini.
"..............."
Awalnya ia tentu saja merasa sangat terkejut, namun perlahan-lahan perasannya mulai tak karuan. Berada di satu tempat yang sama, serta masing-masing dari mereka berdua tidak memakai sehelai benang untuk menutupi diri. Namun masalah itu tidak perlu diperbesar, karena mereka berdua adalah sepasang Suami dan Istri.
"Wajahmu memerah loh~"
"Suhunya meningkat? Tidak... sepertinya ada yang salah disini." Pikirnya.
Tangan kanannya terjulur ke depan seperti akan memanggil seseorang ke arahnya, "come on babe, apa yang kau khawatirkan~" ujarnya dengan senyuman yang nampak puas.
"Aku tidak bodoh yang akan menurut begitu saja."
Ia memperhatikan Lazel terutama pada dadanya yang sedikit timbul ke permukaan air, "aku tidak menyangka jika Lazel memiliki rasa malu separah ini, pantas saja... aku tidak pernah melihatnya tampil dalam keadaan vulgar." Batinnya.
Sejujurnya ia sangat atau benar-benar menyukai Lazel yang seperti ini. Wanita itu sangat menjaga dirinya dengan baik dengan mengandalkan kekuatannya. Tidak seorang pun pernah melihatnya berpakaian seksi selain di dalam rumah.
Ada beberapa hal kehidupan Lazel yang belum begitu Hyunjae pahami. Termasuk apa yang disuka dan dibenci oleh wanita tersebut, atau mungkin hanya beberapa saja.
"Lazel mau bermain?"
"Aku mau keluar keparat!"
...◇• •◇...
Kedatangan Hyunjae sudah berjalan semenjak sejam yang lalu. Berarti Lazel dalam posisi melindungi diri selama setengah jam. Pantulan air nampak gelap karena dasar yang tidak berwarna cerah, cukup disayangkan bagi Hyunjae dan cukup menguntungkan bagi Lazel.
Bahkan dari kejauhan seperti itu biasanya masih bisa memperlihatkan sesuatu di dalamnya. Namun Hyunjae sedikit beramsumsi bahwa cahaya di dalam air dapat terlihat jika ia mengetahui sesuatu.
Akan tetapi, jika dia melakukannya, ia tidak akan pernah bisa membayangkan bagaimana reaksi Lazel nanti. Akan lebih baik jika dirinya menunggu sejenak dan bermain-main dengan Istrinya itu.
Seluruh rambutnya basah, beberapa helaian terapung ke permukaan dengan kedua mata terbuka lebar menatap Hyunjae.
Kecantikan wajahnya sama sekali tidak pudar meskipun sudah teralikhkan oleh air.
Dari semua yang dimiliki Lazel, ada dua favoritnya. Yaitu warna rambut dan juga iris yang Lazel miliki. Keduanya adalah sesuatu favorit dasar baginya.
__ADS_1
Iris merah muda seperti caramel memperhatikan dirinya dengan perasaan waspada. Sedangkan rambut peraknya berkilauan karena pantulan cahaya dari beberapa lampu yang tertera.
"Tidak salah bagiku untuk memilih seorang Istri." Seringainya.