
Waktu seharian hampir mereka habiskan disana. Sebenarnya Nezra dapat mengambil santai dan menyewa banyak orang untuk menyiapkan seluruhnya hingga acaranya tiba. Namun diawali oleh Lazel.
Wanita yang memiliki paras ganas itu diam-diam sering memberi bantuan pada orang-orang yang bekerja. Pada akhirnya Nezra memutuskan untuk ikut membantu, lagipula ia sudah mengambil cuti sejak minggu kemarin. Urusan rumah, ia memiliki banyak pembantu yang bisa dia andalkan.
Hyunji juga akan menetap di rumah dan tidak diperbolehkan untuk keman-mana, sama halnya dengan Kara.
Apa yang dilakukan Lazel tidak cukup buruk, mereka menghabiskan waktu bersama untuk saling membantu. Keluarga yang hanya mengandalkan uang sama sekali tidak memahami hal ini. Mungkin.
...◇• •◇...
Baground telah terpasang yang berwarna putih serta hiasan bunga atau yang lainnya. Langit-langit telah di pasang lampu hias berukuran besar dan mengkilap.
Itu belum berakhir, beberapa bagian masih kosong dan masih membutuhkan banyak barang yang akan dipakai nanti.
"Lazel! Anak itu menghilang lagi!" Ucap Hyunjae yang sangat frustasi dengan tingkah laku Lazel.
"Cari dia cepat!"
Di sisi lain, dimana Lazel terus berusaha menghindari pekerjaan ringan dari Ibunya.
Seorang wanita bertubuh tinggi itu sudah menaikkan lengan pakaiannya hingga ke siku agar tidak kotor. Sudah ada begitu banyak benda-benda berat yang dia bawa masuk. Terkadang Hyunjae yang melihatnya sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana didikan orangtua Lazel disaat dirinya kecil.
"T-Tenagamu besar sekali..." ujar salah satu Paman yang baru saja mendapatkan bantuan untuk membawa sebuah kursi panjang yang berwarna putih menuju panggung.
"Haha! Ini bukan apa-apa!" Jawabnya dengan senang.
Semakin banyak dirinya membantu, semakin banyak pula yang menyenangi dirinya.
"Lazel, apa kau bisa memasang ini di dinding?" Tawar seorang pria yang berwajah kusam pada Lazel karena memiliki masalah pinggang.
"Hm! Serahkan pa-"
Seseorang menariknya ke belakang.
"Tidak, dia yang akan melakukannya." Sambung Hyunji dengan menyodorkan Gyuu kepada Paman tersebut.
"Ha?? HEII! APA-APAAN KAU!"
"Haaa?? Bukankah kau harus kasihan pada seorang perempuan yang terus bekerja?" Sindirnya dengan wajah yang meremehkan.
"Haha! Itu benar. Nona Lazel sudah banyak membantu kami." Sahut Paman itu yang menyetujui keputusan Hyunjae, meskipun pria beriris hitam itu melakukannya demi dirinya sendiri.
Hyunjae yang berhasil membawa kembali Lazel tidak akan membiarkan Istrinya kabur lagi dan membuatnya melakukan pekerjaan berat. Tanpa menunggu Lazel membuat mantra penghilang, Hyunje pun menarik Lazel keluar.
Disana terdapat beberapa mobil, salah satunya adalah mobil pribadi milik Hyunjae.
Hyunjae terus menggelitik pinggang Lazel dan membuat wanita itu terus tertawa.
Saat mulai mendekati pintu belakang mobil, Hyunjae langsung membukanya dengan cepat dan memasukan Lazel ke dalamnnya dalam posisi terbaring, sedangkan Hyunjae mengikuti posisinya dengan cara telungkup. Alhasil membuat Lazel terbaring di bawah tubuhnya.
"AHAHAHAHAHAHA!!" Tawanya begitu kuat sehingga Hyunjae juga ikut tertawa pelan. Namun ia mengakhiri pergerakkan tangannya dan membuat tawa Lazel seketika membeku, "??!!"
"Sudah puas tertawa?" Tanya Hyunjae yang menghadap ke bawah dan melihat Lazel yang terbaring di hadapannya.
"Tu-Tunggu, biarkan aku du-"
"Aku juga tidak bisa bergerak jika seperti ini." Sela Hyunjae yang menatap Lazel dengan tatapan nakal.
__ADS_1
Tangan kirinya yang besar menancap pada kaca jendela mobil yang tertutup rapat. Sedangkan tangan kanannya berada di samping kepala Lazel.
"Apa kau tahu, Ibu dan aku sangat lelah melihat pelarianmu dan membuatmu bekerja begitu banyak." Ucap Hyunjae yang tidak mengubah sedikit pun posisinya.
"H-Ha?! Niatku hanya membantu, apa itu salah?" Jawab Lazel.
"Tidak... tapi aku tidak suka melihatnya."
"Aku tidak suka duduk manis sedangkan mereka terus bekerja. Aku juga tidak pernah di didik untuk menjadi manja." Jelas Lazel dengan wajah yang menggebu-gebu.
"Tapi aku sebagai Suamimu berusaha membuatmu manja." Senyumnya yang semakin membuat suhu tubuh Lazel meningkat.
"Le-Lepaskan aku. Ibu pasti sedang mencariku." Lazel mulai meronta dan berusaha mendorong tubuh Hyunjae agar melepaskannya.
"Tidak mungkin, Ibu pasti mempercayakanmu padaku agar kau tidak bekerja berlebihan." Usaha yang dilakukan Lazel sangatlah percuma. Tangan besar itu sama sekali tidak tergerak sedikit pun.
"B-Bagaimana dengan kacanya? Bu-Bukankah akan terlihat jelas dari luar?" Ucapnya dengan mengadahkan kepalanya lebih tinggi sehingga dapat melihat tangannya yang mengecap pada jendela mobil.
"Haha~ jangan remehkan mobil mahal seperti ini Lazel. Dan seharusnya kau sudah mengetahui hal itu."
"Sial! Sial! Sial! Mengapa pria ini selalu membuatku kesulitan! Apa dia mendengarkan jantungku?" Pikirnya.
Cup!
"!!!!"
Dalam posisi seperti itu sangat memudahkan bagi Hyunjae untuk menguntungkan dirinya. Lazel yang mengubah posisi kepalanya dengan mengadah ke arah jendela membuat lehernya semakin jelas terlihat di hadapan Hyunjae. Oleh karena itu ia tidak ingin melewatkan kesempatan itu dan segera meninggalkan kecupannya pada leher Lazel.
Lazel yang terkejut karena tindakan Hyunjae sama sekali tidak bisa meronta atau mengucapkan hal-hal kesal yang biasa dia keluarkan. Melainkan mengubah posisinya ke samping dan menggunakan kedua tangannya untuk menutupi wajahnya yang memerah karena malu.
"..............." Hyunjae melihat Lazel yang seperti itu semakin membuatnya hilang pikiran. Belum lagi telinga yang terdapat anting kupu-kupu itu sedang mengikuti warna merah pada wajahnya.
Tatapannya saat ini sama sekali tidak mengenal keadaan. Sorot matanya sangat tajam, beruntung Lazel yang tidak melihatnya dalam keadaan yang seperti itu.
"Hyunjae... menjauh dariku."
"!!!!" Seketika ia kembali pada dirinya.
"Cepaaat menjauh!"
"Y-Ya..." Hyunjae mengambil posisi duduk dan menghadapkan tubuhnya ke sisi lain dan memperbaiki kancing pakaiannya yang beberapa sudah terlepas.
Suara pintu mobil terbuka dan membuat Lazel menghilang dari sampingnya dan berlari keluar.
Hyunjae akhirnya bisa bernapas dengan lega, ia tidak menyangka akan kehilangan akal seperti itu demi memenuhi nafsunya. Hal ini sudah biasa bagi para laki-laki, apalagi yang sudah terjalin dalam hubungan pernikahan.
Ia beruntung Lazel sempat memanggil namanya dan membuatnya tersadar.
"F*ck! Aku hampir membuat Lazel membenciku." Ucapnya kesal.
...◇• •◇...
"Gawat gawat gawat... aku memang sudah terbiasa dengan godaan setannya, tapi aku tidak menyangka akan menjadi seperti itu..."
Seteguh apapun hati Lazel untuk tidak membiarkan Hyunjae berbuat aneh padanya akan tetap sia-sia. Pria itu selalu membuatnya salah tingkah atau membuat pikirannya kosong.
Jika dikatakan dengan secara terbuka, pria itu memang sudah banyak berubah dan selalu membuat dirinya sering tertawa. Bahkan ada tindakan yang terkadang menyakiti hati Hyunjae namun pria itu selalu bersifat hangat padanya.
__ADS_1
Meskipun sulit mengakuinya, Hyunjae telah berubah. Pria yang dulunya sangat egois dan selalu membuatnya terjerumus dalam masalah yang dia buat. Selalu menyalahkan segalanya, bahkan tiada hari terus bertengkar hanya karena seorang wanita yang sama sekali bukan urusan Lazel.
Permintaan maafnya begitu tulus, sehingga membuat Lazel mendapatkan ketakutan yang amat besar. Jika perasaannya akan luluh, apa kejadian di masa lalu akan kembali terjadi?
Hyunjae sangat romantis dalam segala hal, pria itu pandai membuat dirinya hampir mendidih karena tindakan eksotisnya. Berapa kalipun ia mencoba menghilangkan momen itu tetap saja percuma. Bayangan Hyunjae selalu di pikirannya, bahkan tinggal bersama saja sering membuatnya jantungan.
...◇• •◇...
Semua hampir usai, sisanya akan mereka serahkan pada para pekerja.
Hyunjae meraih tas mini Lazel dan meraih kunci dari saku celananya, "babe, let's go home." Ujar Hyunjae pada Lazel yang baru saja selesai membersihkan panggung.
Waniat berambut perak dengan iris cantik itu berjalan ke arah Lazel dengan cepat. Hyunjae yang melihatnya hampir luluh, ia ingin merentangkan kedua tangannya dan membuat wanita itu jatuh ke dalam pelukannya.
"Hyunjae, apa kau tidak mau memberitahu Ibu mengenai perusahaan di Amerika?"
"Aku akan mengurusnya, lebih baik kita pu-"
"T-Tapi... bukankah aku yang tidak ma-maksudku, bukankah kau tidak mau tinggal disana?"
Hyunjae menghela nafas panjang dan meraih pinggang Istrinya di tengah-tengah kesunyian belakang panggung.
"A-Apa yang kau lakukan?! Bagaimana jika ada yang melihat?!"
"Jika aku berkata akan mengurusnya, maka kau tidak perlu memikirkannya." Jelas Hyunjae dengan tatapannya yang serius.
"B-Baiklah ayo pu-pulang..." tangannya berusaha mendorong Hyunjae agar menjauh darinya.
Hyunjae pun melepaskan Lazel dan membuat wanita itu berlari ke depan meninggalkan dirinya.
"Tips agar Lazel menuruti perintahku adalah... membuat kontak fisik dengannya." Ucapnya seolah-olah cerdik dalam segala hal.
...◇• •◇...
"Panaaaaasssss..." keluhnya setelah pergi dari tempat yang akan mereka gunakan sebagai acara pernikahan Kara dan Hyunji nanti.
Pendingin mobil sudah menyala hingga bervolume tinggi. Mengerjakan banyak hal di tengah-tengah Musim Panas sungguh menguras staminanya. Bahkan Hyunjae sampai harus menelepaskan kancing pakaiannya dan membiarkannya terbuka secara keseluruhan, sehingga menampakkan perutnya yang seksi.
Lazel yang ada di sampingnya hanya bisa menoleh ke arah lain dan menganggap tidak terjadi apapun.
"Jika kau panas, buka saja pakaianmu. Lagipula tidak ada yang melihat selain diriku." Ucap Hyunjae dengan ringan.
"Bodoh! Aku tidak akan melakukannya!" Tolak Lazel dalam hati.
Hyunjae sama sekali tidak bisa memahami perasaan orang lain. Rambut pria itu terlihat basah lalu terusap ke belakang dengan tangannya. Namun beberapa helai rambutnya mulai terturun dan menambah penampilan pria itu. Kacamata hitam yang ia kenakan agar terhindar dari cahaya matahari atau pantulan cahaya dari kendaraan lain yang ada di depannya.
Kedua tangannya yang berotot memegang kemudi dengan kain yang tergulung hingga siku bawahnya.
Lazel tidak sanggup mencuri atau melirik pada Hyunjae yang saat ini terlihat memuaskan. Sejujurnya ia sedikit terkejut jika Hyunjae tahu bahwa dirinya sangat menyukai perut atau tubuh seksi milik laki-laki. Sejauh ini yang tahu adalah Adiknya sendiri dan Mendiang Ibunya.
Drrt!
"Ada apa Ian?"
^^^"..............."^^^
^^^"B-Benarkah?"^^^
__ADS_1
"????" Hyunjae melihat Lazel yang tiba-tiba memasang wajah yang lesu saat mendapat panggilan dari Adiknya.