Lost Feeling 2

Lost Feeling 2
Musim Panas [Pernikahan II]


__ADS_3

Para wanita yang berada di belakangnya mengikuti langkah Ratu. Langkah anggunnya di dampingi oleh seorang Ibu yang sangat berjasa bagi Kara.


Dress yang dipakai para anggota keluarga sangat unik dan menambah kesan suasana. Merah maroon bercampur dengan beberapa warna hitam. Di bagian dada atas terdapat kaim tembus pandang berwarna merah, serta dari bawah perut hingga kaki, di bagian tengahnya terdapat kain berwarna hitam. Pernak pernik menghiasi seluruh gaun tersebut.


Pola mawar terukir jelas pada bagian bawah. Kain dikaitkan dari bahu ke bahu. Dress tersebut memiliki lengan panjang yang transparan sehingga terlihat sangat indah.


Hyunjae yang masih berdiri di tempatnya sama sekali tidak bisa berpaling dari Lazel yang tengah sibuk membantu Kara memperbaiki gaunnya agar tidak terjadi masalah dalam langkahan kakinya.


Setelah mempelai wanita berada satu penggung dan berdampingan dengan mempelai pria. Semua yang ada di belakang mulai meninggalkan panggung dan bersatu dengan keluarga lainnya.


"Kara, apa tidak berat?" Tanya Hyunji yang membantu memperbaiki gaun Kara yang terlihat sangat indah.


"Tidak, Non-Ibu Nezra memilihkan kainnya cukup ringan. Jadi aku tidak begitu kesulitan dalam berjalan." Jelasnya pelan.


Hyunji mendekatkan mulutnya pada telinga Kara, "hm... kau cantik juga." Bisiknya dengam nada yang berat.


"Diaaamm!! Aku maluu!"


"Pfft!" Lazel yang melihat dari bawah hampir tertawa melihat Kara yang malu setelah mendapat godaan dari Hyunji.


"Lazel, apa kau mau tidur di hotel malam ini?" Seseorang berbisik ke telinganya.


"??!!"


"Kau mengejutkanku!"


Hyunjae berdiri di samping Lazel dan mulai berbicara dengan Istrinya.


"Mau?"


"Jangan aneh-aneh." Sahut Lazel dengan siku yang berusaha mendorong Hyunjae agar tidak terlalu dekat dengannya.


...◇• •◇...


Akhirnya tiba di inti acara, dimana Pendeta mulai menjadi penghubung atau tali di antara Kara dan Hyunji. Beberapa pertanyaan mulai terucap sehingga membuat kedua pasangan itu saling berhadapan satu sama lain.


Keadaan cukup sunyi sehingga suara Pendeta yang berbicara nampak jelas.


Seorang wania dengan rambut perak panjangnya sangat merasa bahagia atas pernikahan temannya. Rasa cinta Kara terhadap Hyunji yang hanya diketahui oleh segelintir orang pada akhirnya menjadi kenyataan. Dimana dirinya akan menjadi seorang Istri dari pria yang sudah lama ia kagumi.


Melihat wajah gembira Kara membuat Lazel juga ikut tersenyum, bersama dengan Hyunjae yang memegang kedua pundaknya dari samping dan bersama menatap kedua pasangan yang berada di atas panggung tersebut.


Tanpa ia sadari sebuah perbedaan kembali muncul. Senyuman, sorakan serta kebahagiaan disitu ditampilkan dengan rasa nyata, rasa sesungguhnya. Bukan berdasarkan skenario drama yang pernah ia lakukan bersama dengan Hyunjae.


Bahkan dirinya sendiri lupa apa yang dia tunjukkan pada semua orang disaat ia berada di posisi Kara.


Sumpah janji yang terucap sama sekali tidak terjadi pada keduanya. Rasa haru semua orang tidak sama dengan perasaan kedua pasangan itu. Dan setelah melihat betapa nyatanya perasaan Hyunji dan Kara hingga ke jenjang pernikahan membuat Lazel sedikit sesak.


Seharusnya apa yang terjadi di masa lalu tidak perlu terungkit kembali. Lagipula hatinya masih sama kerasnya seperti dulu, namun Hyunjae akan tetap berusaha membuat Lazel menjadi bagian hidupnya.


Pikirannya terus mengambang hingga Pendeta mengucapkan sumpah dan janji akhir.


"Hm? Kau baik-baik saja sayang?" Tanya Hyunjae pada Lazel yang ada di dekatnya.


"Y-Ya..."


"Sekarang kalian resmi menjadi Suami dan Istri."


Tepuk tangan, sorakan serta siulan terjadi bersamaan. Secara otomatis kelopak bunga yang ada di langit-langit mulai menghujan ke bawah sehingga menambah kesan spesial dalam acara tersebut.


"Tidak ada kesempatan kedua bagimu Hyunji, sekali kau merusak hatinya. Maka tidak ada harapan yang tersisa bagi pria sepertimu." Batin Lazel yang mengharapkan banyak dari kedua pasangan baru itu.

__ADS_1


...◇• •◇...


Acara berlangsung dengan meriah, dimana alunan musik sudah mulai berbunyi. Beberapa penyanyi sudah berada di tempat yang sudah disesuaikan.


Pasangan Ratu dan Raja itu sudah duduk manis di pelaminan sembari melakukan foto pernikahan. Semakin berjalannya waktu, semakin banyak pula tamu yang berdatangan. Secara bergatian mereka memberi selamat pada kedua pasangan itu dan memberikan hadiah pernikahan.


Di bagian barisan kursi depan terisi dengan anggota Keluarga Pietra dan juga Chiejun.


Lazel yang sibuk dengan memperhatikan semua tamu yang berdatangan tiba-tiba mengingat sesuatu.


"Oh!"


"Ada apa Lazel?" Tanya Hyunjae yang duduk di sampingnya.


Tanpa sadar Lazel meletakkan tangannya pada paha Hyunjae, "aku lupa membawa hadiahnya." Ucap Lazel dengan nada yang cukup kuat.


Hyunjae yang melihat tindakan Lazel merasa begitu senang. Pria berpakaian merah itu mendekatkan wajahnya pada Lazel, "apa kita akan mengambilnya sekarang?"


"Ayo."


Sebelum meninggalkan tempat, Lazel sempat memberikan pesan pada Kara untuk kembali pulang dan mengambil sesuatu yang tertinggal.


...◇• •◇...


Saat berada di aula, suasananya nampak sejuk dan dingin. Setelah mereka meninggalkan tempat cuaca panas di luar mengejutkan keduanya.


Hyunjae dan Lazel sedang berada di dalam perjalanan untuk mengambil hadiah yang tertinggal. Kedua pasangan yang sudah menjadi Suami Istri itu sudah menikah selama sepuluh tahun lebih. Namun hingga saat ini belum memiliki seorang penerus.


"Haah... maaf aku lupa membawanya." Keluh Lazel.


"Tidak apa, lagipula kau sibuk membantu Kara."


Selama acara berlangsung, yang Lazel tunjukkan hanyalah senyuman di wajahnya. Namun seketika senyuman itu pudar sehingga Hyunjae berpikir jika Lazel sedang memikirkan hal lain.


Melihat acara pernikahan Hyunji dan Kara yang nampak meriah dan dibumbui rasa haru. Hyunjae sangat memahami apa yang Lazel rasakan.


Pernikahan yang terjadi sepuluh tahun lalu sama sekali tidak pernah dia lupakan. Kedua tangannya yang memeluk Lazel hanya karena demi susunan drama yang mereka buat. Senyuman tulus Lazel yang berhasil menipu banyak mata.


Dirinya sangat yakin jika Lazel sempat mengingat ke dalam sepuluh tahun yang lalu. Dimana terdapat perbedaan besar dalam keduanya.


Bukan hanya Lazel saja, bahkan Hyunji juga mengingatnya. Pernikahan mereka yang sama sekali tidak membawa kebagiaan ke dalam sebuah hubungan. Setelah itu mereka melakukan kebohongan demi mencapai tujuan masing-masing.


Namun saat melewati begitu banyak masalah dengan Lazel. Dirinya pun secara perlahan tersadar meskipun tidak bisa diutarakan secara langsung.


Jujur saja... ia sangat merasa bersalah pada Lazel. Seharusnya ia beruntung mendapatkan Lazel dengan hatinya yang kokoh. Bahkan seegois apapun dirinya Lazel akan tetap memilih diam. Karena perlawnan hanya membawa pertikaian dalam hubungan palsu mereka.


"Lazel." Panggilnya.


"Apa?" Sang pemilik nama pun menoleh.


"Aku mau ikut besok."


"Tidak."


...◇• •◇...


Kembali pada acara yang sedang berlangsung dengan meriah.


Vicy selaku Sepupu Kara terus mengambil gambar tanpa henti, sehingga membuat Kara hampir kehilangan gaya.


Terselip di dalam hatinya ia sangat bersyukur dapat bertemu dengan Lazel. Wanita itu penuh dengan keberanian sehingga di dalam hidupnya terdapat berbagai rintangan. Hanya Lazel yang dapat memahami apa yang dia rasakan, wanita itu sangat mendukung Kara seperti apapun keadaannya.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari sebuah pasangan muncul dari ambang pintu dan membawa sebuah hadiah yang cukup berukuran besar.


Kara yang terduduk seketika berdiri dan senyumannya mengambang begitu saja.


Hyunjae dan Lazel saat ini menjadi sorotan dimana mereka datang layaknya tamu dan membawa hadiah untuk pangantin baru tersebut.


Lazel yang memiliki wajah tenang dan unik seketika menjadi tokoh utama. Hampir semua orang tahu bagaima dan apa yang Lazel dapat lakukan. Wanita pemegang saham perhiasan terkenal di satu negara, siapa lagi kalau bukan Lazel Pietra yang merupakan Istri dari Hyunjae Pietra.


Wanita itu penuh dengan wibawa sehingga siapapun pasti akan tertegun saat melihatnya.


"Lazeeel..."


Hyunjae dan Lazel akhirnya tiba di atas panggung dan menjadi sorotan semua orang.


Lazel memeluk Kara terlebih dahulu, "haah... akhirnya kau menjadi Istri dari seorang pria yang lemah lembut. Tidak seperti Hyunjae yang hanya bisa mengandalkan emosinya saja." Ucapnya dengan sindiran pada Suaminya.


"Xixixi ini semua berkatmu."


"Berkatku? Memangnya apa yang sudah kulakukan untukmu?" Tanya Lazel dengan senyuman yang setara dengan rasa bahagia Kara.


"Banyak! Dapat mengenalmu ternyata membuahkan sesuatu yang baik." Ujarnya yang terus menggenggam kedua tangan Lazel.


Kini giliran Hyunjae yang berada di hadapan Kara lalu Lazel berada di hadapan Hyunji.


Kedua iris pinknya menatap Hyunji dengan tajam lalu memberikan pukulan pelan pada perutnya dan tersenyum lebar seperti senyuman preman.


"Sepertinya aku masih dendam padamu disaat kau adu mekanik denganku." Ucapnya.


"Lemah... kau lemah."


"Hahaha! Sialan!"


"Hm... sepertinya keberuntungan memang memihak dirimu." Ujar Hyunjae pada Kara.


"Hm? Memangnya kenapa?" Kara bertanya balik.


"Jika tidak ada dirimu," Hyunjae mengarahkan telunjuknya ke arah Kakaknya. "Mungkin pria ini melajang hingga tua." Sambungnya dengan tawa yang pelan.


Kara tertawa mendengar ucapan Hyunjae, begitupula dengan Hyunji dan Lazel. Keempat orang itupun akhirnya berfoto bersama dengan berbagai macam gaya. Terutama Lazel yang memiliki wajah unik dan sangat cantik. Bahkan kecantikannya hampir menyamai dengan posisi Ratu.


Sebelum meninggalkan panggung, Lazel memberi pelukan senang pada Hyunji dan Kara secara bergantian. Hyunjae pun melakukan hal yang sama pada Kakaknya dan juga Kakak Iparnya.


...◇• •◇...


Setelah melakukan foto keluarga bersama. Ian mengajak Kakaknya untuk berfoto bersama pengantin. Semua orang melihat keduanya dengan terkejut dan juga tawa. Siapa sangka jika ada beberapa orang belum mengetahui jika Nona Direktur dari Perusahaan Aplic Pietra memiliki seorang Adik Kandung yang sangat mirip dengannya.


Kelucuan kedua Zoclis bersaudara itu cara senyum bahkan apapun yang terlihat serasi. Bahkan Hyunjae yang ada di bawah terus mengambil foto Lazel secara diam-diam.


Lazel selalu mengisi panggung dengan tawanya. Bahkan dia tidak melewatkan sedikitpun kesempatan untuk berfoto dengan Kara dan juga Hyunji.


"Sayang kemarilah." Lazel yang sudah tidak memiliki kesibukan sendiri akhirnya dapat dimiliki oleh Hyunjae.


"????" Hyunjae mengajaknya ke sebuah tempat dengan baground yang sangat mendukung.


"Baiklah, seperti ini..." seorang photografer memberikan arahan untuk kedua orang itu.


Hyunjae membuat kedua tangannya memegang kedua pinggang Lazel sehingga membuat wanita itu berada di jarak yang sangat dekat dengannya, "hm? Tu-Tunggu... apa yang kita lakukan?"


"Diamlah."


Pada akhirnya Lazel pun mengikuti apa yang Hyunjae katakan maupun apa yang diarahkan oleh photografer tersebut.

__ADS_1


__ADS_2