Lost Feeling 2

Lost Feeling 2
Pencerahan


__ADS_3

Setelah menlusuri ruangan yang sangat panjang, akhirnya mereka sampai di lokasi. Dimana syuting akan dilakukan secara langsung.


"Gyuu, bagaimana perasaanmu mengenai Vicy?" Tanya Lazel tiba-tiba sehingga membuat Gyuu yang sibuk melamun mengubah raut wajahnya setelah mendengar nama Vicy.


"Mohon untuk tidak menyebutkan hantu itu." Sahut Gyuu dengan ekspresi jeleknya.


Selain Gyuu, Lazel juga tidak melupakan kebaikan Gyuu dimana ia pernah mengalami permasalahan Rumah Tangga dengan Hyunjae. Meskipun tahu bahwa dirinya hanyalah alat untuk kebahagiaan Nezra dan Adam. Gyuu sama sekali tidak pernah mempermasalahkannya.


Bahkan Lazel menganggap bahwa dirinya bodoh. Mau menerima pria yang sudah membuangnya, yang pernah merendahkan dirinya di hadapan orang lain. Akan tetapi, perasaannya sama sekali tidak bisa berubah. Sejahat apapun Hyunjae perasaannya tidak akan tertuju pada siapapun selain Hyunjae.


Lagipula jika perasaannya dapat berubah ia tidak mungkin akan menerima Hyunjae kembali dan mungkin akan memilih pria seperti Gyuu.


Sedangakan tujuannya membawa Gyuu bukan hanya karena kesibukan Byul. Ia ingin mengatakan sesuatu pada Gyuu meskipun itu akan sangat menyakitinya. Lazel tidak ingin siapapun berharap padanya.


Dulu Hyunji yang harusnya ia nikahi sebenarnya memang benar-benar menyukai dirinya. Namun seiring berjalannya waktu perasaannya terlepas dan akhirnya menemukan kebahagiannya sendiri. Begitupula dengan dirinya sendiri dan Hyunjae.


"Gyuu, aku menyukai Hyunjae."


"..............."


Gyuu tepat berada di Lazel dan menduduki bangku yang sama dengan pandangan ke depan sembari melihat orang-orang yang sibuk dengan syuting.


"Jujur saja, saat itu aku juga menyukaimu kau tahu. Bahkan aku sempat berecana akan bersamamu setelah meninggalkan Hyunjae," kini Lazel mulai menceritakan sesungguhnya pada Gyuu mengenai perasaannya. "Akan tetapi... setelah kupikirkan berkali-kali, kau yang pada akhirnya bersamaku tidak lebih hanya balas dendam maupun pelampiasanku saat masih bersama dengan Hyunjae,"


"Namun tentang perasaan sukaku padamu itu bukanlah kebohongan. Aku terus mencoba bertahan dan bertahan hingga dimana aku tidak sanggup lagi melakukan atau mengorbankan apapun,"


"Dan... disitulah Hyunjae kembali dan mengucapkan segala maaf dan melakukan apapun demi membawaku kembali. Pria bodoh itu terus menangis hanya karena diriku,"


"Seperti benda sekali pakai lalu di daur ulang, seperti itulah diriku. Tapi apa boleh buat, perasaanku padanya akhirnya berbuah, dan seiring berjalannya waktu aku bisa membalas perasaannya,"


"Jadi..." Lazel mencengkram kuat kepal Gyuu dengan kepalannya.


"Aw! Aw! Apa yang kau lakukan?!"


"Pria lembut sepertimu sangat berlawanan dengan sifat kerasku. Jadi carilah yang sesuai dengan kehidupanmu."


...◇• •◇...


"Menyukaimu? Kau pikir aku bodoh." Tukas Gyuu dan menghempaskan tangan Lazel dari kepalanya dengan gaya jijik.


"Ha?"


"Asalkan kau tahu, jika aku saat ini masih menyukaimu mungkin Hyunjae akan bertarung denganku untuk mendapatkanmu." Ucapnya dengan kelingking yang menyelip pada lubang hidungnya dan menatap Lazel datar.


"Benar juga, j-jadi bagaimana ucapanku yang tadi?"


"Tidak ku dengarkan."


Kedua tangannya mencengkram leher Gyuu lalh menggoyangkannya ke segala arah, "sialan! Kalau begitu seharusnya kau menghentikan ku bicara!"


"Lagipula wajahmu seperti mendalami ucapanmu sendiri. Anggap saja sebagai menghargai." Kekehnya  sambil menahan tawa.


"Kauuuuu..."


...◇• •◇...


Hampir lima jam mereka berada disana, saat ini hampir tengah malam.


Saat hendak berjalan ke luar, tanpa sengaja atau tanpa sepengelihatannya ia menabrak benda kecil yang ada di bawahnya.


"M-Maaf, apa kau terluka?" Tanya Lazel yang seketika berlutut dan bertanya pada anak tersebut.


"Shh... apa ini?" Ringis anak itu dengan mengusap dahinya, "bisakah kau berjalan dengan ba-" mulutnya kaku, kedua matanya melebar disaat melihat ke atas.


"Ohhh! Kau!" Setelah melihat wajahnya Lazel sepertinya mengenal perempuan kecil itu.


"Hm? Siapa?" Tanya Gyuu.


"Sayaaaaangg~" suara familiar mengarah padanya.

__ADS_1


Lazel mengangkat kepalanya ke depan, "suara lintah ini??" Ujar Lazel yang mengubah ekspresinya.


Dan ternyata Hyunjae muncul dengan wajah berbunga, "sayang~ aku datang menjemputmu~" ujarnya dengan jas hitam yang masih melengkapi dirinya.


Lazel kembali mengambil posisi berdiri dan meletakkan tangannya di pinggang, "Hyunjae, bagaiamana kau tahu tempat ini?"


"Oh! Aku dituntun oleh anak ini," tunjuknya pada gadis muda yang ada di hadapannya. "Kau mengenalnya juga bukan?"


"Tentu saja, siapa sangka anak hilang yang ada di pesawat ternyata mendiami agensi ini."


"A-Aku bukan anak kecil?!"


"Hm?" Kepalanya bergeser sedikit, "Gyuu!! Mengapa kau disini?! Jangan-jangan kau membutu-


Duak!


"Dia bawahanku, bukan urusanmu aku bersamanya atau bukan." Ucap Lazel dengan kesal seusai memberi pukulan telak pada kepala Suaminya.


Sebelumnya ia sudah mendengar bahwa Bos dari Perusahaan Pietra akan menghadiri agensinya sembari melihat-lihat. Mereka menggunakan nama Aplic Pietra untuk menjadi pendukung atau sponsor untuk beberapa siaran atau saat mereka akan tampil di panggung nanti.


Tapi... siapa sangka jika dia melihat wanita itu secara langsung dan di depan matanya. Belum lagi bersama dengan pria yang sebelumnya ia sukai ternyata sudah memiliki Istri.


"Terlalu muda! Kapan mereka menikah?!" Batinnya kesal.


"Ngomong-ngomong... terima kasih. Penampilanmu sebelumnya sangat menarik." Ujar Lazel dengan wajah yang ramah.


"Hmph!" Gadis berpakaian unik itu pergi begitu saja dengan wajah yang kesal dan sinis.


"Oh! Terima kasih gadis kecil~" ucap Hyunjae dengan lambaian tangan.


"Hm! Sama-sama! Tunggu, aku bukan gadis kecil! Umurku sudah sembilan belas tahun!"


"Lazel... apa dia baru saja mengacuhkanmu?" Tanya Gyuu dengan wajah datarnya


"Hm, kurasa dia membenciku meskipun aku tidak tahu apa alasannya." Jawab Lazel dengan ekspresi yang sama.


...◇• •◇...


Sebelumnya mereka juga pernah bertemu saat di dalam pesawat. Cukup mengecewakan jika pria idamannya telah memiliki Istri, lagipula Istrinya juga tidak buruk untuk dirinya yang tampan. Selain cantik, tubuhnya juga tinggi serta lekukan badan yang sempurna.


"Aku kesaaaall!! Tapi yaah... sedikit senang." Keluhnya.


Saat Hyunjae meminta tolong padanya untuk mencari Lazel, justru ia berniat membawa pria itu berjalan-jalan ke arah lain sehingga tidak dapat menemukan Istrinya. Tapi siapa sangka saat baru saja memasuki lobby Lazel sudah berada disana. Dirinya yang menyadari lebih dulu berusaha mengalihkan perhatian Hyunjae, namun usahanya gagal total. Dimana Hyunjae langsung berteriak memanggil Istrinya dengan sebutan mesra.


"Ck!"


...◇• •◇...


"Ayo ikut saja." Ujar Lazel pada Gyuu.


"Oi!" Seseorang memanggil dari belakang.


Gyuu mengarahkan jempolnya, "lihat, dia datang bukan?" Ujarnya.


Sebuah mobil berwarna kuning yang merupakan milik Gyuu baru saja tiba dengan penyupirnya, Vicy.


"Ohh!! Vicy!" Lazel melambaikan tangannya pada mobil kuning yang berada di belakang mobilnya.


"Sudah kuduga jika kalian dekat." Ucap Hyunjae dengan sengaja.


"Apa  kau bilang?!" Gyuu menarik kepala Hyunjae dari kaca jendela, sedangkan Hyunjae membalasnya dengan mendorong kepala pria berambut kuning tersebut.


Akhirnya tempat itu menjadi tempat perpisahan mereka. Dimana Hyunjae akan pulang bersama Lazel, sedangkan Vicy bersama dengan Gyuu.


...◇• •◇...


Saat ini mereka berdua masih saling diam, sedangkan Lazel, dibandingkan diam, justru dirinya terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu dengan serius sehingga kedua alisnya menyatu.


"Ada apa?" Tanya Hyunjae yang lama-lama merasa resah dengan wajah Lazel.

__ADS_1


"Hei... tidakkah kau merasa jika gadis yang kita kenal itu menyukaimu?" Ujarnya dengan ekspresi yang aneh.


"Hm, aku tahu."


"E-Eh?!!"


"Tapi aku sudah memilikimu, meskipun aku menyukainya karena kecil tapi aku mencintaimu. Kau milikku, kau adalah segalanya. Jadi orang lain bukan apa-apa." Jelasnya sehingga membuat Lazel berpaling ke samping.


"..............."


Hyunjae saat ini benar-benar telah mendapatkan apa yang dia harapkan meskipun tidak semudah yang orang pikirkan. Perlu beberapa tahap agar Lazel benar-benar melupakan masa lalu dan mulai menjalani masa sekarang.


Seiring berjalannya waktu, Lazel pun bisa ceria seperti itu meskipun terkadang mulut liarnya sering terucap saat sedang marah.


Ada sedikit perbedaan yang dia rasakan dari Lazel, yang tak lain adalah caranya bertingkah. Sebelumnya Hyunjae pernah menggoda Lazel dengan cara yang sama, namun mendapatka tanggapan yang dingin serta cibiran yang tajam. Sedangkan sekarang, Istrinya itu hanya bisa menahan malu dan terdiam saat mendapatkan gurauan  dari Hyunjae.


...◇• •◇...


"Ini."


"Thank you babe~"


"Hm."


Panggilan mesra darinya saja sekarang sudah mendapatkan tanggapan meskipun Lazel sedikit malu untuk mengakuinya.


Setelah memberikan apa yang diinginkan Hyunjae, Lazel pun mulai menaiki ranjang.


Sebelum ia mendapatkan posisi tidurnya, tiba-tiba Hyunjae mengangkat tubuh Lazel ke atas tubuhnya yang tidak terbalut oleh apapun selain ****** *****.


"Begini saja." Ujarnya.


"Ha?? Aku tidak bisa tidur jika seperti ini."


Kini Lazel dalam posisi telungkup di atas tubuh terlentang Hyunjae yang telanjang.


"Ayo ti-"


"Begini saja," Lazel  merubah posisinya sendiri dengan sedikit naik, sehingga kepalanya dapat bersandar pada pundak besar Hyunaje. "Jika seperti tadi aku tidak bisa meletakkan kepala dengan benar." Sambungnya.


"!!!!" Cukup mengejutkan bagi Hyunjae pada tindakan Lazel.


"Kau cemburu saat anak itu menyukaiku?"


"Menurutmu?"


"Hm, kau cemburu dan merasa takut jika anak itu berhasil merayuku dan membuatku menjadi-"


"Hentikan."


"B-Baiklah."


Rambut perak panjangnya berada dimana-mana. Hyunjae menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Istrinya yang tidur dengan wajah yang mengarah padanya.


"Kau banyak sekali bergerak! Aku mau tidur!" Ucap Lazel dengan wajahnya yang terlihat lelah.


"Y-Ya tapi aku tidak bisa melihat wajah-"


Lazel pun buru-buru mengambil posisi dengan kedua kaki melebar dan memegang wajah Hyunjae lalu mendekatkan wajahnya.


"Puas?"


"T-Terlalu dekat!"


Karena merasa kesal, Lazel pun turun dari tubuh Hyunjae dan memilih untuk tidur secara biasa.


"L-Lazel."


Wanita itu tidak mendengarkan keluhan Hyunjae dan lebih memilih untuk tidur lebih dulu.

__ADS_1


Hyunjae pun melingkarkan tangannya pada Lazel, bersyukur jika Lazel tidak melepaskannya.


Sebenarnya ia ingin melakukannya malam ini. Tapi belakangan ini mereka terlalu sering bermain sehingga membuat Lazel kelelahan. Oleh karena itu Hyunjae lebih memperhatikan kesehatan Lazel lebih dulu.


__ADS_2