Lost Feeling 2

Lost Feeling 2
Musim Panas [Pergosipan]


__ADS_3

"Yaah... Ibu beruntung sekali mengajakmu pergi."


"H-Hm..." Lazel hanya menanggapi Ibunya dengan anggukan.


Lazel telah berhasil membuat Ibunya terpukau pada apa yang telah dia lakukan hari ini. Membuat desain sendiri pada pakaian yang akan mereka kenakan pada acara pernikahan Hyunjae dan Kara nanti.


Setelah berhasil menentukan seragam yang akan dipesan, Nezra berniat untuk menemui desainer terkenal yang ahli dalam menata ruangan sekaligus menata rias pengantin nanti.


"Seingatku, semenjak aku mulai menikah dengan Hyunjae tidak pernah sesibuk ini. Apa semua ini benar-benar dibutuhkan?" Batinnya bingung.


...◇• •◇...


Sebagai seorang perempuan, mereka merupakan makhluk yang istimewa. Mereka berhak duduk layaknya Ratu. Segala apa yang ada pada diri wanita itu sangatlah berharga.


Lazel pernah merasakan apa yang akan dirasakan Kara nanti. Acara yang akan memulai menuju ke sebuah hubungan yang sakral. Mengucapkan segala hal sumpah untuk mempererat hubungan.


Namun saat itu Lazel hanya perlu duduk dan membiarkan waktunya tiba dengan sendirinya.


Hal ini adalah yang pertama kali bagi Lazel, dimana dirinya melihat sepasang pria dan wanita akan menikah begitu saja tanpa melalui tahap-tahap proses yang biasanya sudah menjadi hal yang lumrah di dunia modern ini.


"Y-Yah... aku dan Hyunjae juga seperti itu. Kami dipertemukan secara tiba-tiba lalu akan mengadakan pernikahan, tapi..." Lazel cukup sulit mendeskripsikan kondisinya dengan Hyunjae saat itu.


Perasaannya sangat iri... bahkan dia tidak pernah membayangkan bagaimana perasaan haru Kara yang akan menikah tanpa tekanan ataupun syarat.


"????" Nezra sedikit melirikkan matanya sejenak ke arah Lazel yang tiba-tiba terdiam dan menolehkan wajahnya pada jendela, "ada apa dengannya?"


...◇• •◇...


Ia baru saja meninggalkan kamar Kakaknya dan kini berniat menuju lantai bawah yang dimana ia melihat Kara dan Vicy sedang bersama.


Dengan wajah yang sombong dan dibuat-buat, dirinya menghampiri kedua perempuan itu, "yaahh... beruntung sekali kau bisa dengan Ka-"


Plak!


Sebuah pukulan telapak tangan terasa jelas pada kepala belakangnya.


"Kenapa kau memukulku!" Tanya Hyunjae yang mendapati Gyuu sedang berdiri di belakangnya dengan wajah tak suka.


"Kau itu berisik, menyingkir dari jalanku." Titahnya.


"Ini rumahku dasar sialan!"


"Apa Lazel belum kembali?" Tanya Kara yang dari tadi tidak melakukan apapun selain duduk santai bersama Vicy.


"Belum, dia berkata akan pergi ke sebuah desainer terkenal untuk menata beberapa hal." Jelas Hyunjae.


Saat ini Lazel dan Nezra belum kembali ke rumah. Hyunji berada di kamarnya untuk menjaga jarak dari pengantinnya hingga acaranya dimulai. Gyuu dan Ian baru saja kembali setelah melihat-lihat kondisi aula yang berada di lingkungan kantor Lazel.


Pria berambut kuning itu merasa amat kesal pada Hyunjae yang tidak melakukan apapun di tengah-tengah kesibukan semua orang. Pria beranting itu malah ikut berbincang dengan para wanita.


Kling!


Hyunjae merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya dari sana. Sebuah pesan masuk dari seseorang yang sangat dia cintai.


"Setelah ini Lazel akan membawamu untuk perawatan." Ujar Hyunjae dengan tatapan yang masih melekat pada layar ponsel.


"Hm." Angguk Kara dengan wajah yang gugup.


"Haah... yang benar saja, apa kau segugup itu?"


"Pria yang hanya bisa menyakiti hati Istrinya lebih baik diam." Sindir Kara dengan tatapan sinisnya.


"..............."

__ADS_1


...◇• •◇...


"Ibuu! Mengapa kau membiarkan Lazel terus bergerak! Jika seperti ini terus aku tidak bisa berduaan dengannya!" Keluh Hyunjae pada Ibunya di hadapan semua orang terutama Istrinya sendiri.


"Diamlah keparat... Lazel sendiri yang memintanya padaku. Lain halnya jika kondisi Lazel tidak baik." Jawabnya dengan kesal.


"Jika dia hamil apa Ibu-"


"Hm!" Ibunya menyela dengan mengacungkan jempol serta wajah yang sangat bahagia.


"Ayo pergi Kara." Ujar Lazel yang sama sekali tidak ingin ikut campur ke dalam pembahasan antara Ibu dan Anak itu.


...◇• •◇...


Jalanan terlihat cukup ramai dengan kendaraan lainnya. Acara pernikahan yang akan digelar dua minggu ke depan kemungkinan tetap terjadi di Musim Panas. Sebagai tambahan, Lazel sudah memesan lebih pendingin ruangan untuk acara nanti.


Sebelumnya Nezra menjelaskan apa yang harus dia lakukan nanti. Karena Lazel kurang paham mengenai acara seperti ini, dia sangat membutuhkan bantuan.


Dan saat ini ia sedang membantu Kara menuju ke salon perawatan. Seorang pengantin perempuan nanti harus terlihat bersinar di hadapan semua orang.


Ia terus menatapi wanita dengan kacamata hitam itu yang sedang mengemudi mobil.


"L-Lazel..." panggilnya.


"Hm?" Sahut Lazel tanpa menoleh.


"T-Tidak jadi..."


"Sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan? Tanyakan saja selagi aku bisa menjawabnya itu bukan masalah." Jelas Lazel yang lebih muda dibandingkan Kara.


"Bagaimana perasaanmu waktu itu?" Tanya Kara dengan keringat dingin di wajahnya.


"Waktu itu?"


Tepat di hadapannya ada sebuah belokan ke kiri, Lazel pun memutar kemudinya dan berada di jalan yang berbeda dengan sebelumnya.


Mobil hitam ber plat asing itu bergerak dengan kecepatan sedang.


"Aku tidak merasakan apapun." Jawabnya setelah terdiam beberapa detik.


...◇• •◇...


Jika ada perbandingan di antara hubungan Lazel Hyunjae dan Kara Hyunji. Keduanya terdapat perbedaan yang sangat jauh, dimana Lazel yang berusaha mati-matian untuk menyutujui pernikahan itu demi kedua orang tuanya dan demi kesepakatan yang ia buat dengan Hyunjae dan juga Adam.


Sosok yang membuat Lazel berubah tak lain adalah Wonhae, pria itu berhasil menarik perhatian Lazel dan membuat wanita itu berharap padanya.


Akan tetapi, harapan itu membuatnya lumpuh. Perasaannya mulai tak terkendali dan perlahan menutup hingga membuat dirinya menjadi sosok yang keras kepala.


Sifatnya memang seperti itu, namun tidak dengan berakhirnya hidup Sung Wonhae karena tindakan orang lain.


Setelah itu Hyunjae hadir dan meminang dirinya dengan persyaratan yang harus disepakati.


Mendapatkan keluarga kaya dapat memberikannya keuntungan dengan membalas perbuatan Pamannya.


Di dunia ini tidak ada yang indah dari apapun selain mendapatkan apa yang menjadi keinginan seseorang melalui harta.


Lazel tidak memperdulikan apapun dan akan memulai semuanya dengan langkahnya sendiri.


...◇• •◇...


"M-Model?"


"Pelankan suaramu! Dia adalah Nona Muda dari Perusahaan Aplic Pietra."

__ADS_1


"B-Berarti beliau adalah Istri da-dari Tuan Hyunjae?!"


Suara bisikkan itu terdengar jelas namun tidak mendapatkan tanggapan dari pemilik nama tersebut.


Kara sudah memasuki salon yang sebelumnya telah dipesan oleh Nesra, sedangkan Lazel akan menunggu di ruang utama dan memperhatikan orang-orang yang ada disana.


"..............."


Suara ribut mulai mengisi ruangan serba pink itu. Beberapa perempuan dengan body yang bagus, mereka terlihat baru saja menyelesaikan perawatan.


Karena sebelumnya ia mendapatkan bisikan dari beberapa orang karena mengetahui siapa dirinya, Lazel pun mengenakan masker dan menggunakan kacamata hitam Hyunjae yang tertinggal di dalam mobil.


"Model? Setahuku mereka harus merawat tubuh dan wajah mereka agar pemotretan terus berlanjut." Pikir lazel dengan wajah yang sedikit menunduk agar tidak ada yang mengenali dirinya.


Bukannya meninggalkan ruangan itu, justru mereka menetap dan mendudukkan diri di beberapa kursi yang kosong, salah satunya di samping Lazel.


Hari ini Lazel hanya mengenakan jaket biru langit serta bintik putih layaknya bintang. Sebagai bawahan ia hanya memakan celana longgar yang terdapat karet di pergelangan kakinya. Rambut perak panjangnya terikat biasa dengan kedua anting merah berlambang kupu-kupu.


Mereka mulai berbincang-bincang layaknya artis papan atas. Lazel awalnya tidak peduli dan mengeluarkan ponsel dari sakunya agar terlihat sibuk sendiri.


Hingga gadis muda yang sangat cantik di sampingnya mulai mengungkit nama Direktur yang memegang Perusahaan Pusat Peitra.


"Ku dengar Tuan Hyunjae tidak ingin mendapatkan performa yang kurang. Lagipula beliau adalah satu-satunya perusahaan besar yang mendukung agensi kita." Ucap gadis berambut panjang berwarna hitam yang berada di samping Lazel.


"..............." seketika kedua tangannya yang sibuk pada layar ponsel terhenti.


"Beliau sangat tampan... namun memiliki Istri yang berwajah suram."


"Benarkah?"


"Setahuku dia adalah wanita yang memiliki kharisma tinggi serta selera yang tinggi."


"Haah... memangnya apa yang menarik darinya sehingga Tuan sangat menyukainya?"


"Tapi bukankah sangat aneh jika hingga saat ini mereka belum memiliki penerus?"


Perempuan berpakaian seksi itu menyeringai dan menutup mulutnya sedikit, "hei... hei... hei... jangan berkata seperti itu. Bukankah itu terdengar seperti perempuan yang mand*l?" Ucapnya dengan wajah yang meremehkan.


Seperti yang sudah diketahui sebelumnya... meskipun ada begitu banyak pendukung Lazel, pembencinya tetap ada dan terus menghujat dirinya.


Tanpa ada yang menyadari, di antara mereka, ada seseorang yang menjadi bahan gosip secara terang-terangan.


"Jangan-jangan... Tuan Hyunjae pernah bermain wanita di-"


Ucapan gadis berambut hitam itu terhenti disaat Lazel berdiri dengan cara yang cukup kasar.


"Hei, ada apa denganmu?" Tanya gadis itu dengan ikut berdiri di samping Lazel, "t-tinggi... siapa orang ini??" Pikirnya.


Ia sedikit terkejut dengan perbedaan tinggi serta aura yang dimiliki oleh Lazel. Namun karena tidak mau kalah saing, gadis itu tetap menunjukkan wajah sombongnya.


Mendengarnya saja sudah sangat memuakkan. Tapi apa urusannya dengan dirinya? Lagipula yang mereka katakan memang benar apa adanya.


"Ck! Kara sudah mengingatkanku untuk tidak membuat keributan,"  batinnya kesal. "Lagipula... untuk apa aku merasa kesal? Bukankah para Dokter sudah mengatakannya padaku jika saat ini aku akan mengalami kesulitan hamil?"


Karena merasa tidak peduli, Lazel pun ingin kembali duduk dan menikmati para pergosipan para gadis mengenai dirinya. Tapi, seseorang di balil tirai mulai memunculkan dirinya dan tiba-tiba memanggil namanya.


"Nona Lazel, Anda bisa membayar tagihannya setelah usai acara Kara. Jadi santailah untuk saat ini." Ucap pemiliki salon itu dengan wajah yang ramah.


"Oh..."


"??!!" Para model itu memasang wajah terkejut setengah mati dan memusatkan perhatian mereka pada salah satu wanita yang mengenakan pakaian biasa.


Lazel melepaskan kacamata dan maskernya lalu membungkukkan tubuhnya pada pemilik salon tersebut, "terima kasih atas kebaikanmu... aku akan mengirimkannya melalui rekening Hyunjae." Ujar Lazel dengan membalas senyuman perempuan di balik tirai itu.

__ADS_1


__ADS_2