
( Tubuh siapa yang pernah di lihat gadis polos ini,) pikir Fadlly saat ini...
( Pacar nya kah,), batin Fadlly sedikit kesal dan ada rasa aneh yang mengganjal hatinya, seakan ingin marah...tapi kenapa.
" Siapa..?apa tubuhnya bagus dan indah sepertiku," tanya Fadlly penasaran.
" Tidak..!! perut yang sering saya lihat tuh berperut buncit, tidak sebagus dan segagah Aden," ucap Amy pelan dan tersenyum.
" Memangnya perut siapa yang kamu lihat," tanya Fadlly sedikit kesal dan ada rasa cemburu pada laki laki yang sudah memperlihatkan perut buncitnya sehingga membuat Amy tersenyum seakan membayangkannya saat itu juga..
" Perut bapak saya den, biasanya kalo di kampung setiap kali bapak saya pulang kerja atau dari kebun, beliau suka memperlihatkan perut buncitnya ketika ke gerahan," kata Amy cengengesan dan mengingat perut bapaknya yang buncit.
( Gue kira laki laki muda, pacarnya kek, atau apalah gitu, taunya bapak nya,). pikir Fadlly kesal dan gemas di waktu bersamaan.
Fadlly pun diam seketika karena merasa lucu Ia hampir saja cemburu pada orang yang salah...
" Kamu ini,," ucap Fadlly tak bisa berkata apa apa dan meneruskan apa yang mau Ia katakan.
" kemarilah...bantu saya pakai kemeja dan dasi Ini," kata Fadlly lagi.
Amy pun menghampiri Fadlly dan mengambil kursi yang berada di dekat ranjang Itu.
Amy menyeret kursi itu ke hadapan Fadlly, sebelah alis Fadlly terangkat karena Ia merasa bingung kenapa pelayan kecilnya Ini malah menggeret kursi ke hadapannya.
" Untuk apa kursi ini," tanya Fadlly bingung.
" Gini den, aden kan tinggi banget kaya tihang listrik, jadi saya pakai kursi ini buat samaain tinggi badan aden, biar saya gampang nanti kancingin baju kemejanya." ucap Amy jujur.
" Tihang listrik," gumam Fadlly tak percaya.
( jadi dia samain gue sama tihang listrik,) pikir Fadlly kesal.
" maksud kamu, kamu samain saya sama tihang listrik," kata Fadlly kesal.
" maaf den, bukan Itu maksudnya, maksud saya tuh, tubuh aden terlalu tinggi," kata Amy pelan.
" Enak saja kamu samaiin saya sama tihang listrik, kamunya saja yang kependekan," kata Fadlly ketus namun Fadlly merasa senang saat berargumen dengan pelayan kecilnya Ini.
" Mana ada tihang listrik sekeren dan setampan saya," kata Fadlly narsis, walaupun Itu memang kenyataannya.
Entah kenapa akhir akhir Ini ada yang berbeda dengan Fadlly,
Ia seperti menjadi dirinya sendiri saat masih kecil.
biasanya Fadlly tak pernah berbicara sebanyak itu,
pada nenek dan adik adiknya saja Ia selalu berbicara irit.
namun entah kenapa Ia jika berbicara dengan pelayan kecilnya ini,
Ia seperti menjadi dirinya sendiri saat sebelum ibunya meninggal.
__ADS_1
" Saya tidak pendek den, tinggi saya aja 150 dan Itu sangat normal bagi perempuan," kata Amy pelan.
" Normal katamu," kata Fadlly seakan senang membalas omongan Amy.
" yang normal Itu 159 cm, baru Itu namanya normal, sedangkan tinggi tubuhmu sama saja seperti tubuh anak TK," kata Fadlly sedikit ketus, membuat Amy cemberut karena menyamainya dengan anak TK.
" Asal kamu tau, tubuh tinggiku sangat banyak di Idam idam kan banyak wanita,," ucap Fadlly lagi yang bangga dengan tinggi badannya yang 178 cm...
" dan semua wanita menyukai nya... ah iya... kenapa saya mengatakannya padamu, kamu mana mengerti kamu kan masih Bocil, kaya anak TK," ucap Fadlly lagi bermaksud menggoda namun nada cara bicaranya menurut Amy seperti mengoloknya.
" terserah Aden sajalah," ucap Amy berlalu setelah Amy selesai dengan semuanya,
dan Amy tak membalas apa yang di katakan Fadlly.
Fadlly hanya tersenyum melihat kekesalan pelayannya itu.
" Kenapa kamu marah, bukankah seharusnya yang marah itu saya," kata Fadlly pelan.
" Saya tidak marah den," kata Amy terpaksa memberi senyum manis pada majikanya,
" Benarkah... kalo begitu katakan padaku, kenapa kamu cemberut saat aku mengatakan kalo kamu sama seperti anak TK," kata Fadlly lagi.
" Saya memang masih kecil den, lihat... tinggi tubuh saya saja beda jauh sama Aden," kata Amy pelan.
dan Amy mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan sang majikan yang hanya sebatas dada Fadlly saja.
perlakuan Amy membuat fadlly mencium bau wangi bunga mawar dari tubuh Amy..
" Lihat...karena tubuh saya yang kecil Ini, saya akan selalu awet muda, benar kata aden saya memang masih kecil seperti anak TK," kata Amy tersenyum manis dan Ia mengatakan dengan bangga.
( Tidak seperti aden yang sebentar lagi akan cepat tua,),dalam hati Amy kesal,
namun Ia tak berani mengatakan langsung pada Fadlly..
" hmmmmm...jadi benar kamu mengakuinya," kata Fadlly pelan dan Amy hanya mengangguk anggukan kepalanya saja.
" Sudah den," kata Amy setelah selesai memakaikan setelan jas kerjanya...
" hmmmmm..... bawakan tasnya," kata Fadlly..
Amy dan Fadlly pun menuruni tangga beriringan..
**********
Hari ke hari, minggu ke minggu, hingga bulan ke bulan, pekerjaan Amy hanya Itu dan Itu... namun ada saja kelakuan Fadlly yang membuat Amy kesal dan kesal karena sifatnya yang dapat berubah ubah kadang baik kadang galak.
entah kenapa majikanya Itu sering mengganggu dan menggodanya saja..
Sudah hampir dua bulan Amy bekerja di sana, dan baru kemarin Amy mengirim uang pada kedua orang tuanya.
Amy memang selalu menelvon ke dua orang tuanya, dan selalu memberi kabar pada mereka.
__ADS_1
**********
Di pagi hari seperti biasa Amy selalu melayani majikanya dengan telaten saat makan pagi..
" Aahh Iya Amy...." panggil Fadlly saat sarapan pagi.
" kamu sudah hampir dua bulan bukan kerja di sini," tanya Fadlly dan Amy pun mengangguk.
" bagaimana, apa kamu betah kerja di sini," tanya Fadlly lagi.
" Alhamdulillah den saya betah, kan saya kerjanya juga sama bibi saya den di sini, jadi saya betah," kata Amy pelan.
" hmmmm syukurlah," ucap Fadlly tersenyum..
( tumben nih bos galak senyum, biasanya kan galak sama marah marah mulu,), pikir Amy aneh.
( tapi pak bos makin ganteng kalo lagi senyum,), batin Amy memperhatikan Fadlly yang tengah tersenyum.
" Saya tau saya ganteng, tidak usah seperti itu lihatnya juga kali, sampai ngeces begitu," kata Fadlly bermaksud menggoda Amy.
" Saya gak ngeces den," kata Amy mengelap bibirnya takut benar apa yang di katakan majikanya yang super jahil.
" saya hanya bercanda,," kata Fadlly dingin.
" ah Iya...kamu punya handphone kan," tanya Fadlly pada Amy.
Amy pun mengeluarkan Handphone jadulnya, Fadlly benar benar tertegun saat melihat handphone milik pelayannya yang ketinggalan jaman.
" Itu milikmu," tanya Fadlly dan Amy pun mengangguk.
" baiklah...saya minta no telvonmu biar saya gampang memanggil atau apalah," kata Fadlly lagi.
Amy pun mau tak mau memberikan no telvonnya.
tak lama ada panggilan masuk pada handphone Amy,
" Itu no saya, di simpan," kata Fadlly judes.
" aah iya bi,...bibi bisa kan nanti bawakan makan siang ke kantor saya," tanya Fadlly pelan.
" Bisa den, paling nanti bibi suruh Amy saja yang antar,," kata bibi Maya di dapur.
" Baiklah...suruh mang Ujang aja nanti antar," kata Fadlly pelan.
" yaa sudah bi saya pergi dulu," kata Fadlly berjalan keluar..
Amy terus saja mengikuti sambil membawa tas majikanya.
" Ingat... sebelum ke kantor, kamu chat saya terlebih dahulu, takutnya saya sedang meeting atau apa, kamu mengerti Amy," kata Fadlly lagi dan Amy pun mengangguk.
" ya sudah masuklah, tidak usah menunggu saya pergi," ucap Fadlly lembut.
__ADS_1
Amy pun menurut dan masuk begitu saja, Fadlly hanya tersenyum melihat Amy yang penurut seperti Itu. dan Ia pun pergi meninggalkan rumah besarnya menuju kantor...