
" kenapa Kamu kesini My, Kenapa tidak makan di meja makan saja," tanya Bibi Maya lembut.
" kenapa Amy harus duduk di sana, sedangkan keluarga Amy duduk di sini," kata Amy sedih karena Amy sudah menganggap bibinya seperti orang tua baginya..
" sayang... tidak apa apa, bibi kan sudah biasa makan di sini," kata Bibi Maya tersenyum..
" Amy juga kan sudah terbiasa makan di sini BI," kata Amy malah tersenyum juga.
" kamu ini," kata Bibi Maya tersenyum.
Amy dan bibi Maya pun duduk di bawah mengelar tikar..
" Oma boleh gabung kan," kata Oma pelan saat menghampiri.
" loh Oma kok malah kesini juga," tanya Amy aneh.
" Oma lebih baik makan di sini, dari pada makan di sana mendengar Pertengkaran," kata Oma lagi.
" Oma boleh kan makan di sini," tanya Oma Lagi..
" tentu saja boleh nyonya... ayo duduk Nyah," kata Bibi Maya Senang.
Oma pun duduk di dekat Amy.
" kita Seperti piknik saja ya Nak," kata Oma tersenyum..
" Iya...hahahha Tapi Pikniknya di dapur," kata Amy tertawa...
" Sepertinya kalian senang sekali," kata Fadlly yang ikut ikutan juga.
" loh Mas kok kesini juga," tanya Amy pelan.
" kenapa...Apa tidak boleh," tanya Fadlly.
" bukan itu Maksudnya Mas," kata Amy tersenyum.
" ayo duduk sini," ucap Oma lembut dan menepuk tempat sebelah Amy karena Oma menggeser sedikit agar Fadlly bisa dekat dengan Amy.
Fadlly pun duduk di sebelah Amy dan juga Oma,
Mereka berempat makan dengan sangat gembira, mereka tak tau kalo sedari tadi ada yang memperhatikan mereka dengan sedih...
************
Setelah selesai Makan, Amy pun membantu Bibi Maya Membereskan makanannya.
Sedangkan Fadlly dan juga Oma berada di luar..
" Oma... Apa oma tadi yang menyuruh Amy Untuk Membangunkan Raffy," tanya Fadlly saat hanya berdua saja di luar..
" iya... Kenapa," tanya Oma lagi..
" lain kali, kalo mau membangunkan Raffy suruh bibi Maya Saja, jangan Amy," kata Fadlly pelan.
" memangnya Kenapa," tanya Oma.
" fa tidak suka, kalo calon istri Fa membangunkan Laki laki lain,, Apa Oma mengerti," kata Fadlly lagi.
__ADS_1
" ya ampun Fa, Oma kan Tadi Hanya sekalian saja, saat Amy membangunkan mu," kata Oma pelan.
" lagi pula...Raffy kan Adik mu, Fa," kata Oma Bingung dengan sikap aneh Fadlly.
" Tapi dia juga Seorang laki laki bukan," kata Fadlly tegas.
" fa hanya tidak suka Calon istri Fa, dekat Dengan Laki laki lain," kata Fadlly tegas.
" baiklah Oma mengerti," kata Oma pelan dan berdiri.
" Oma mau ke kamar dulu, Oma Sangat elalh sekali," kata Oma lagi.
" hemmm, Istirahat lah," hanya Itu yang keluar dari mulut Fadlly.
Oma Pun Meninggalakan Fadlly seorang diri di luar..
" Sayang," panggil Fadlly pada Amy yang berada di dapur.
******
" My.. sepertinya kamu dipanggil Mas Fadlly," kata Bibi Maya pelan.
" ah iya Bi," Kata Amy pelan,
Amy pun menghampiri Fadlly yang berada Di luar...
" Mas Panggil Amy," kata Amy lembut.
" Hemm," hanya itu yang keluar dari mulut Fadlly.
" apa kamu bisa membuatkan Kopi Untukku," kata Fadlly lembut dan ia tersenyum pada Amy.
Amy pun mengangguk dan berjalan ke dapur
untuk membuatkan Kopi untuk Calon suaminya itu..
Setelah selesai Amy pun kembali menghampiri Fadlly dan memberikan Kopi yang ia buatkan Untuknya.
" Ini Mas Kopinya," kata Amy lembut dan menaruh Kopinya di Meja..
" Terimakasih sayang," kata Fadlly lembut.
" kamu mau kemana," tanya Fadlly lembut.
" Amy mau ke dapur Lagi mAs," kata Amy pelan.
" apa kamu tidak mau menemaniku di sini," kata Fadlly menatap Amy,
" Aaah jadi Mas mau Amy temani begitu," kata Amy lembut.
" Hemmm," hanya itu yang keluar dari mulut Fadlly dan ia pun tersenyum..
Amy pun duduk di samping Fadlly dan Menemaninya di sana.
" kamu tau... semenjak Kamu buatkan kopi untuk saya saat itu, saya selalu ketagihan, dan hanya ingin kamu yang membuatkan kopi untukku," kata Fadlly pelan dan menyeruput kopinya..
( apa,.. pantas saja Mas Fadlly selalu menyuruh ku untuk membuatkan kopi, biasanya kan selalu menyuruh bibi Maya,) pikir Amy tak percaya..
__ADS_1
" Benarkah, Pantas saja Mas selalu menyuruh Amy untuk membuatkan kopi untuk mas Semenjak itu," kata Amy pelan dan tak percaya,
biasanya Fadlly selalu menyuruh Bibi Maya Untuk membuatkan kopi Untuknya, namun semenjak Amy yang membuat kan untuknya jadi Fadlly ketagihan ingin meminum kopi buatan Amy lagi dan lagi...
" iya... Karena saya sangat menyukai Kopi buatan Calon istri Saya ini," kata Fadlly memeluk Amy lembut.
" apa Kopi buatan Amy enak mas," tanya Amy penasaran...
" tentu saja.. kalo tidak enak, mana mungkin saya selalu meminta padamu untuk membuatkan nya lagi dan lagi," kata Fadlly lembut.
Amy pun tersenyum senang mendengar pujian yang tak langsung itu.
DI DAPUR...
" loh Den Raffy cari siapa," tanya Bibi Maya Pelan saat melihat Raffy malah Ke dapur dan seperti mencari sesuatu, Raffy pun menghampirinya
" Bi... Saya mau minta maaf, Tadi sudah berkata kasar pada bibi," kata Raffy pelan..
" tidak apa apa den," kata Bibi Maya lembut.
" Lagi pula bibi juga sudah melupakan nya," kata Bibi Maya pelan.
" Oh begitu, terimakasih Bi," kata Raffy pelan.
" tapi Maaf.. den, kenapa Aden sama sekali tak menyukai Amy" tanya Bibi Maya.
" Karena saya paling tidak suka gadis yang hanya mengincar Harta Saja," kata Raffy sinis.
" Amy bukan Gadis Seperti itu, jika Aden berpikiran Kalo Amy yang mendekati Den Fadlly, Den Raffy salah... Bahkan Amy sendiri Tak tau kalo Den Fadlly menyukai nya," kata Bibi Maya pelan.
" Bahkan.. Amy saja tidak mengetahui kalo Den Fadlly melamarnya," kata Bibi Maya lagi.
" jika Aden berpikir Kalo Amy menyukai Den Fadlly karena harta dan kekayaan yang di miliki Den Fadlly, Aden salah," kata Bibi Maya lagi.
" memang kami dari keluarga Miskin, tapi Kami selalu di ajarkan oleh orang tua kami, Agar tau diri," kata Bibi Maya lagi.
" heemmm, begitu Baiklah..," kata Raffy pelan.
" kalo begitu Dimana Gadis itu Bi, saya mau dia membuatkan Kopi Untuku," kata Raffy pelan.
" Amy berada di luar Den, Biar Bibi saja yang buatkan den," kata Bibi Maya pelan.
" tidak usah Bi, Saya mau dia yang buatkan kopi untukku," kata Raffy lagi
" jadi gadis itu di luar bukan,," kata Raffy berlalu meninggalkan bibi Maya yang masih berbicara..
" Tapi den, di luar ada Den Fadlly." kata Bibi Maya pelan namun Raffy sudah tak ada dan tak mendengar apa yang bibi Maya katakan,
Raffy pun menuju ke luar dan melihat Amy yang tengah duduk sendiri...
padahal Amy duduk bersama Fadlly yang tak terlihat karena terhalang Oleh tembok di sudut pandang Raffy,
Dengan berlahan Raffy pun mendekati Amy dan berbicara Padanya..
" Hei... kau," panggil Raffy pada Amy, namun Amy tak menghiraukannya sehingga membuat Raffy marah dan Menghampirinya.
" Hei Kak Gadis Bodoh...apa kau tuli buatkan Kopi bua..,......" kata Raffy terpotong, ia terkejut melihat Fadlly ternyata Berada di sana juga dan menatapnya Sangar...
__ADS_1