
Raffy terus saja memperhatikan Amy dan juga Satrio yang sedang berbicara.
" Kemana Laki laki yang terus membuntutimu itu," tanya Satrio pada Amy.
" Ah...Maksudmu Mas Fa," tanya Amy lirih..
" iya... Bukankah dia yang ingin menikahimu saat itu, tapi kenapa yang Gue lihat orang lain yang menikahimu, kemana Dia," tanya Satrio Penasaran karena Fadlly tak ada di sana melainkan Orang lain yang menikahi Gadis pujaannya..
" Mas Fa... Dia...." Amy tak sanggup mengatakan yang sebenarnya..
" Apa dia meninggalkan mu," tanya Satrio pelan dan Amy pun mengangguk.
" Apa...tapi kenapa, bukankah dia pernah mengatakan padaku kalo dia mencintaimu, dan dia juga pernah bilang padaku tak akan meninggalkan mu, jika Gue tau kalo dia meninggalkan mu, Gue tak akan tinggal diam saat itu juga," tanya Satrio Bingung.
" iya aku tau," kata Amy lirih..
" tapi... dia pergi tak akan bisa untuk kembali lagi," kata Amy pelan.
" Maksudmu," tanya Satrio Penasran.
" Kamu pasti mengerti kan, Jika orang yang sudah pergi tak akan pernah kembali lagi untuk selamanya," kata Amy pelan..
" Jadi Maksudmu Fadlly sudah....." Satrio tak mampu untuk melanjutkan apa yang mau ia katakan, dan Amy pun menganguk.
" Astaga, Sory My, gue benar benar tidak tau," kata Satrio meminta maaf pada Amy.
" Tidak apa apa," kata Amy pelan dan ia berusaha untuk tersenyum.
" lalu...Siapa laki laki itu," tanya Satrio lagi dan memperhatikan Raffy.
" Namanya Raffy, dia adik Mas Fadlly," kata Amy pelan.
" kamu pasti Bertanya dalam hati, kenapa aku bisa menikah dengan Raffy adik Laki laki yang aku cintai," kata Amy pelan dan Rio pun mengangguk tak bisa menanyakan itu..
" aku tau... Mungkin ini sangat aneh bagimu... tapi aku tak bisa menolak pernikahan Ini," kata Amy lagi dan Ia merasa Sedih..
" apa kamu tidak bahagia bersamanya," tanya Rio pelan.
" bagaimana aku bisa bahagia bersama orang yang tidak aku cintai, sedangkan kamu bisa Mengerti kenapa aku tak bisa bahagia," kata Amy pelan.
" benar juga...gue juga pasti tak akan bisa menerima semua itu," kata Rio pelan.
" Kemana Saja kamu selama ini, padahal gue selalu menunggu Telvon darimu, Apa kamu lupa," tanya Rio pelan.
" Maaf Rio... Nomer yang pernah kamu kasih padaku, hilang entah kemana," kata Amy jujur,
memang benar Nomer Telvon yang di berikan Rio saat itu padanya hilang entah kemana dan tak ada di kontak handphonenya,
padahal ia ingat benar kalo sudah menyimpan nomer Telvon Rio.
Amy tidak tau kalo Fadlly diam-diam menghapus Nomer Rio...
__ADS_1
" Apa... Pantas saja..Gue tunggu tunggu kamu tak Telvon, padahal ada banyak yang ingin Gue kasih tau sama Kamu, atau kita mengobrol, sudah lama sekali kita tak pernah mengobrol,," kata Rio pelan.
" memang Apa yang Kamu ingin Kasih Tau Sama Aku," tanya Amy pelan..
" Gue Sudah naik Jabatan, dan gue juga sudah mendapat rumah di Jakarta," kata Satrio pelan dan terlihat Senang.
Satrio Tak tau kalo Bos yang selama ini menggajinya adalah Fadlly dan ia juga tak Tau Kalo Fadlly juga Yang Menaiki Jabatan karena Satrio memang pantas mendapatkan nya.
" Wah...Selamat Ya, Di kota Mana Kamu tinggal Rio," tanya Amy pelan.
" Kota ****," kata Satrio lagi.
" Berarti tempatmu dekat juga dengan Tempat tinggal Mas Fa, Dan aku juga tinggal di sana Sekarang," kata Amy pelan..
" benarkah, apa Gue boleh tau alamat tempat tinggalmu, siapa tau lain kali gue bisa mampir," kata Satrio.
" tentu saja," kata Amy dan ia pun memberikan alamat Rumah Fadlly pada Satrio..
" Terimakasih My, Sekarang Gue yang minta nomer Handphone Kamu, bolehkan," kata Satrio lagi..
" boleh," kata Amy memberikan Nomer Handphone Miliknya pada Satrio..
" Ok... Gue Sev ya," kata Satrio senang karena kini ia bisa menghubungi Amy dan Amy pun mengangguk..
" Ya sudah kalo gitu... Gue pergi dulu, Sekali Lagi selamat Ya, Gue pasti Akan tetap menunggu kamu," kata Satrio lembut dan meninggalkan Amy..
Amy tak mengerti kenapa Rio berkata Akan menunggunya..
********
DI KAMAR AMY...
20 : 00 wib...
Amy Sedang beristirahat di dalam Kamarnya.
Ia benar benar Merasa kelelahan...
Raffy pun berlahan Masuk ke kamar Amy dan membawa segelas air Hangat Untuk Amy..
" Ini...Kata ibu... ini baik untuk meredakan Rasa lelah," kata Raffy pelan saat memberikan Air Berwarna Kuning hangat pada Amy..
" Air Kunyit Jahe memang cocok jika di minum ketika kita kelelahan," kata Amy dan meminum Air yang baru saja di berikan Raffy.
" Terimakasih Raff," kata Amy pelan.
" Istirahat lah... Aku masih mau berbicara dengan Keluargamu," mata Raffy pelan.
" Bukan kah mereka juga keluargamu sekarang," kata Amy pelan..
" benar juga... Lupa Aku," kata Raffy cengengesan dan ia pun meninggalkan Amy Sendiri di kamar.
__ADS_1
" Mas Fa... Apa menurutmu aku bisaa menerima adikmu," kata Amy lirih dan Menatap foto Fadlly dan menangis pelan
" Aku merindukanmu Mas," kata Amy lagi..
*********
DI JAKARTA....
Hari demi hari, Minggu ke Minggu, hingga bulan ke bulan kini Amy sudah menerima Raffy sebagai Suaminya, namun ia belum bisa menerima Raffy di hatinya..
entah sampai kapan Amy menerima Semua itu, ia sendiri tak tau kenapa hatinya tetap tak bisa menerima Raffy,
kini pernikahan Amy dan Raffy sudah memasuki 7 bulan,
namun tak sekalipun mereka melakukan hubungan suami istri selama ini,
karena Raffy tau kalo Amy belum bisa menerimanya sebagai suami atau seseorang yang sepesial di hatinya..
Raffy akan menunggu sampai Amy siap dan mau menerimanya sebagai suami dan juga cinta di hatinya..
" Oia Raff, aku ingin bekerja boleh," tanya Amy saat sedang makan Bersama di Rumah Fadlly.
" kerja... Kerja Apa," tanya Raffy pelan saat Amy sedang menyiapkan makan untuknya..
" Entahlah... Aku akan melamar pekerjaan," kata Amy pelan..
" Melamar, kenapa harus melamar, kan bisa bekerja di kantor Kak Fa," kata Raffy pelan..
" kalo kerja di kantoran Aku gak mengerti Raff," kata Amy pelan.
" Kenapa Amy mau bekerja Sayang, memangnya Selama Ini Amy kekurangan Uang," tanya Oma Pelan.
" bukan Itu Oma, Amy hanya ingin menyibukan diri saja Oma," kata Amy pelan
" Tapi Sayang... Nanti kalo Amy kelelahan Bagaimana, Sudah Amy di rumah saja,tidak usah bekerja, Nanti Raffy juga Akan memberi uang buat Amy kalo Amy memang kekurangan Uang, ia kan Raff," tanya Oma lembut.
" ini bukan Masalah uang Oma, Amy merasa bosan saja Oma kalo terus di rumah, setidaknya kalo Amy kerja kan bisa melupakan Mas Fa," kata Amy lirih...
" ya ampun Sayang..." kata Oma pelan dan merasa ikut sedih juga..
" Bagaimana kalo kerja di Caffe Inces Cake, milik Teman Oma," kata Oma pelan.
" kerja Apa Oma," tanya Amy pelan.
" Biasalah paling Melayani tamu," kata Oma pelan.
" Bagaimana.... Boleh kan Raff," tanya Oma lagi.
" tentu saja boleh." kata Raffy Tersenyum..
" beneran boleh," kata Amy senang dan Raffy pun mengangguk melihat Amy Sesenang itu..
__ADS_1