
" Astagfirullah....Kenapa aku mimpi seperti itu," kata Amy takut dan masih teringat mimpi yang ia alami..
Amy Bermimpi kalo Fadlly terjatuh dari mobil, dan ia memanggil namanya saat melihat Fadlly terjatuh kedalam jurang yang begitu dalam.
" Astaghfirullah apa arti mimpi itu ya Allah," Gumam Amy cemas.
Amy tak bisa tidur lagi... ia selalu memikirkan tentang mimpi yang ia alami barusan.
Tak terasa Malam pun sudah berganti Pagi... Hari ini Fadlly Akan pergi ke Luar kota dan itu membuat Amy semakin cemas saja..
Amy Membantu Calon suami nya yang memasukan Koper yang ia bawa dan memasukannya Ke dalam Mobil.
" Ya ampun Fa, memangnya Tidak bisa di tunda ke luar kotanya, setelah menikah kan bisa ke luar kotanya sekalian Bulan Madu nanti bersama Amy," tanya Oma Pada Fadlly.
" tidak bisa Oma, Oma Tau sendiri kan kalo pekerjaanku tak bisa Di Tinggal," kata Fadlly pelan.
" Masalah Bulan Madu, Fa nanti bisa membawa Amy ke tempat lebih Romantis Lagi." kata Fadlly pelan dan tersenyum.
Raffy hanya bisa terdiam mendengar apa yang kakaknya Katakan, karena Ia tau itu semua ulah papahnya yang tak tau diri itu. sehingga membuat Fadlly tak punya Cara lain selain pergi Hari ini juga..
Dan Fadlly sudah mengatakan semua pada Raffy dan meminta Untuk menjaga Amy saat dirinya tidak di sisi Gadis itu, jadi Fadlly pun meminta Raffy untuk menjaga Amy apa pun yang terjadi. apa lagi dari Papahnya yang notabe nya sangat Buruk.
dan mau tak mau, Raffy pun berjanji akan melindungi Amy dan juga Orang tua Amy dari papahnya itu.
Fadly memperhatikan Amy yang terlihat sangat Cemas dan wajah Amy juga terlihat Pucat..
" Mas pergi dulu ya, tunggu mas Pulang," kata Fadlly lembut dan memeluk Amy.
" tapi Mas.." Ucap Amy yang masih cemas akan peristiwa mimpinya semalam,
" Amy ikut mas aja Ya," kata Amy pelan.
" Sayang... Kamu tunggu saja di sini, mas pasti akan pulang dengan selamat dan tepat waktu," kata Fadlly lembut.
" tapi Mas," kata Amy lirih..
" Sayang...dengarkan Mas, mimpi itu hanya Bunga Tidur, percayalah... Mas akan pulang dengan selamat," kata Fadlly lembut.
Amy sudah menceritakan pada Fadlly perihal mimpinya itu dan mengatakan pada Fadlly agar tak pergi.
Justru Fadlly malah beranggapan kalo Mimpi yang Amy alami hanya sebuah bunga tidur.
__ADS_1
Amy pun mengangguk dan tersenyum pada Fadlly..
" tunggu Mas pulang, Setelah itu kita Akan menikah, dan bahagia," kata Fadlly memeluk Amy dan Amy pun mengangguk.
" Sayang...apa kamu sakit, tubuhmu sepertinya sedang demam," tanya Fadlly lembut saat menyentuh Tubuh Amy Yang terasa Panas di kulitnya..
" Amy Hanya Merasa pusing Saja Mas," kata Amy pelan dan ia tersenyum manis.
" kalo Begitu Jangan lupa Minum Obatnya nanti ya," kata Fadlly lembut dan Amy pun mengangguk.
" Oma... Fa titip Calon Istri Fa, tolong Jaga dia ya Oma," kata Fadlly sebelum berpamitan.
" iya Nak, Kamu tenang tenang saja nak, jangan cemaskan Amy, Biar Oma nanti yang merawatnya.." kata Oma lembut.
" terimakasih Oma," kata Fadlly pelan.
" tolong jaga Amy Raf, apa pun Yang terjadi tolong lindungi Amy," kata Fadlly sedikit Berbisik.
" Lu tenang aja kak, Gue pasti akan jaga Kakak Ipar Gue Itu," kata Raffy pelan dan sama berbisik juga seperti Fadlly.
" Terimakasih, Kakak tenang kalo gitu," kata Fadlly tenang..
" Astaga Kak, Lu kan Perginya juga Gak Bakalan lama, paling cuma 3 hari doang kan, lu kaya mau pergi jauh saja," kata Raffy merasa aneh..
Apa yang di katakan Raffy membuat Amy tercengang dan menatap nya tajam,
( Kenapa Raffy malah berbicara seperti itu,) batin Amy semakin cemas.
" Mas Fa, Mas gak Usah pergi saja ya," kata Amy pelan dan semakin Cemas saja.
" Sayang, Mas tau Kamu pasti cemas akan mimpi yang kamu Rasakan Semalam," kata Fadlly lembut.
" Ingat....Mimpi itu adalah bunga tidur, jadi jangan terlalu di pikirkan," kata Fadlly lagi.
( Mimpi... memangnya Mimpi apa gadis itu," pikir Raffy penasaran dan ia pun menatap Amy yang benar benar terlihat Cemas.
Amy pun tersenyum dan Mengambil Positifnya saja, Amy juga tak mau memikirkan perihal mimpi itu lagi.
mungkin benar apa yang di katakan Fadlly padanya, kalo mimpi itu hanya Bunga Tidur...
Amy pun mengagguk dan tersenyum manis pada Fadlly.
__ADS_1
" Mungkin benar apa yang di katakan Mas Fa, kalo mimpi itu hanya Bunga tidur." kata Amy pelan.
" Iya... Jadi tidak usah di pikirkan, Mas Janji... mAs akan pulang dengan selamat dan tepat waktu pastinya,," kata Fadlly lembut.
" kalo begitu Mas pamit Ya, Asalamualikum," kata Fadlly pelan..
Amy pun Memperhatikan Fadlly yang menaiki Mobilnya.
" Mas Pergi Ya, Asalamualikum," kata Fadlly lembut sebelum pergi Amy pun Hanya Menganggukkan kepalanya Saja,
Fadlly pun pergi meninggalkan Amy dan menuju Tempat tujuannya..
" Memangnya Kau Mimpi apa," tanya Raffy saat sudah tidak ada Fadlly di sana.
" iya sayang... Oma bingung Kenapa kamu sampai cemas seperti itu, dan jangan bilang kalo Amy sakit karena memikirkan mimpi ini." tanya Oma yang ikutan Penasaran juga.
" Oma..." Panggil Amy ia tak mampu bercerita Tentang mimpi yang ia alami ini.
" Ceritakan lah, paling tidak biar hatimu tenang dan Kecemasanmu berkurang," kata Oma pelan.
berlahan Amy pun berusaha untuk menceritakan mimpinya pada Oma dan juga Raffy.
" Amy tau kalo sebagian Mimpi itu bunga Tidur, tapi... Amy benar benar takut Oma," kata Amy yang seperti mempunyai Firasat buruk tentang Fadlly.
" Setiap Kali Amy mencoba melupakan mimpi itu, Mimpi itu selalu terlintas seakan memberi tau dan memperingati Amy, untuk tak mengijinkan Mas Fa pergi," kata Amy lirih.
" Memang Apa isi mimpi yang Kamu alami," tanya Raffy yang penasaran karena melihat Amy yang seakan ketakutan..
" Aku melihat Mobil yang di mana Ada Mas Fa di dalamnya, Jatuh kedalam Jurang Oma," kata Amy menangis ia benar benar takut kalo mimpi yang ia alami semalam adalah peringatan buruk untuk nya.
" Aku melihat Mas Fa...." kata kata Amy tak mampu melanjutkan apa yang ia lihat di dalam mimpi nya..
Oma pun langsung memeluk Tubuh Amy yang bergetar hebat karena menangis mengingat mimpi itu..
" sayang... dengar kan Oma," panggil Oma pada Amy lembut.
" Mimpi itu hanyalah Bunga Tidur, kita Tidak boleh berprasangka buruk terlebih dahulu," kata Oma Pelan.
" Tapi Oma... Amy Takut," kata Amy menangis..
" kamu seharusnya berdoa agar Kakak gue baik baik saja, jangan malah memikirkan mimpi yang Kamu Rasakan, dan berpikir Yang tidak tidak," kata Raffy.
__ADS_1