
20 : 00 wib...
Amy sedang menyiapkan selimut untuk Oma tidur nanti, dan Oma tidur di tempat biasa Raffy tertidur jika pulang dari Amerika yaitu di sebelah kamar Fadlly...
" Nak...duduk sini dekat Oma," kata Oma saat Amy selesai menyiapkan selimut untuk Oma.
Amy pun menghampiri Oma dan duduk di sebelahnya..
" Ada apa Oma," tanya Amy penasaran..
" Oma hanya ingin berbicara,," kata Oma pelan.
" Amy kan sudah anggap Oma seperti cucu Oma sendiri, nah sekarang Amy anggap Oma seperti Oma Amy sendiri," kata Oma lagi pelan.
" Terimakasih Oma, Oma sudah menganggap Amy seperti cucu Oma sendiri, Amy senang," kata Amy lembut.
" Oma mau bicara apa," tanya Amy lembut.
" Apa Amy betah tinggal di sini," tanya Oma pada Amy.
" Maksud Oma kerja di sini," tanya balik Amy dan Oma pun mengangguk,
" Tentu saja Amy betah oma, kan Amy kerjanya bersama bibi Maya di sini, jadi Amy betah, udah gitu den Fadlly juga baik Oma,," kata Amy tersenyum manis.
" Apa Oma boleh nanya yang lebih serius," tanya Oma pelan, dan Amy pun mengangguk..
" Apa Amy sudah punya pacar, dan berencana untuk menikah nak," tanya Oma pelan.
" Kalo pacar, Amy lagi gak mikirin pacar pacaran Oma, kalo nikah... Amy belum kepikiran juga, lagian Amy mau bahagiain dulu keluarga Amy, setelah itu baru Amy menikah.." kata Amy pelan.
" Memangnya setelah menikah Amy gak bisa gitu bahagiain keluarga Amy," tanya Oma bingung.
" Kalo misalkan Amy nikah sama orang sekampung Amy, ya otomatis Amy gak bisa menghidupi keluarga Amy, soalnya di kampung Amy itu sangat susah Oma, maksud Amy tuh, di kampung Amy masih kebanyakan orang yang tak punya, sama kaya keluarga Amy," kata Amy mencoba menjelaskan dan Oma pun mengerti..
" Ya kalo gitu.... Amy nikahnya harus sama orang kaya biar Amy bisa membantu kebutuhan orang tua Amy juga nantinya," kata Oma memberi masukan.
" Oma ada ada saja, lagian siapa orang kaya yang mau nikahi Amy," kata Amy cekikikan mendengar perihal saran dari Oma yang di bicarakan
" Amy kan cantik nak, pasti ada yang mau sama Amy," kata Oma pelan.
" Cantik kan tidak jadi jaminan Oma justru Amy mau menerima seseorang bukan karena lihat Amy cantik atau apanya, bukankah orang kaya hanya akan menikahkan dengan orang kaya lagi Oma, bukankah seperti itu," tanya Amy pelan.
" Apa lagi Amy orang bodoh, kampungan, orang kaya juga pasti lihat lihat dulu Oma mana mungkin langsung mau nikahi Amy begitu saja," kata Amy tersenyum.
" Itu kebanyakan orang kaya yang tamak akan kekuasaan, justru Oma malah ingin memiliki cucu mantu sepertimu, nak," kata Oma pelan
" Oma bisa saja," kata Amy merasa malu.
" Apa kamu Oma nikahkan saja ya sama cucu Oma," kata Oma pura pura berpikir.
bukannya senang Amy malah tertawa...
__ADS_1
" Hahahahaha Oma ini...memangnya menikah semudah itu Oma, tidak atuh... nikah Itu harus memikirkan matang matang Oma, soalnya kan menikah tidak sehari dua hari," kata Amy tersenyum lembut pada Oma.
" Tapi untuk sekali seumur hidup, Oma," kata Amy pelan
" Kamu benar juga nak, misalnya...kalo Oma nikahi kamu dengan cucu Oma, apa kamu mau," tanya Oma pelan.
" Amy memikirkannya saja tidak berani, Oma, apa lagi menikah beneran," kata Amy pelan.
" Memangnya kenapa," tanya Oma.
" Amy kan dari kalangan bawah, orang miskin, Oma, tidak mungkin bisa di sandingkan dengan keluarga hebat milik Oma," kata Amy pelan.
" Amy tau batasan Amy Oma, Amy juga tau siapa Amy dan keluarga Amy oma," kata Amy pelan.
( Gadis yang hebat..)..pikir Oma senang...
( dia memang cocok untuk menjadi cucu mantuku.) batin Oma senang.
( Mungkin jika gadis lain yang berada di posisinya pasti akan langsung menerima tawaran yang menggiurkan ini,) pikir Oma takjub...
Mereka berdua tidak tau bahwa sedari tadi ada yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua.. dan orang itu pun tersenyum puas...
" Ya sudah Oma istirahat, Amy turun dulu ya Oma," kata Amy pelan.
" Ya...terimakasih ya nak," ucap Oma lembut.
" Iya Oma, selamat malam," kata Amy sebelum meninggalakan kamar yang di tempati Oma..
************
( haaaah sebenarnya ada apa ya, kok Bapak sama Ibu menyuruh Amy pulang,), batin Amy bertanya...
" Kamu sedang apa my, kok malah melamun di sini sih," tanya bibi Maya saat melihat Amy yang tengah melamun di tepi kolam...
" Bibi Maya, bikin kaget Amy aja...." ucap Amy pelan.
" ada apa," tanya bibi Maya penasaran.
" Amy disuruh pulang sama ibu dan bapak bi," kata Amy pelan.
" Loh kenapa, apa ibumu sakit," tanya bibi Maya cemas..
" Tidak... Alhamdulillah ibu sama bapak baik baik baik saja bi," kata Amy pelan.
" Amy juga tidak tau kenapa Amy di suruh pulang," kata Amy pelan.
" Terus apa kamu tidak tanya kenapa kenapa nya," tanya bibi Maya ikut cemas juga.
" Sudah bi, tapi kata ibu nanti saja kalo Amy sudah pulang baru akan mereka katakan," kata Amy pelan.
" Kenapa Amy Dag Dig Dug tidak karuan ya bi." kata Amy cemas..
__ADS_1
" Kamu ini... kaya mau di nikahin saja pake Dag Dig Dug tidak karuan segala ," kata bibi Maya tertawa mendengar apa yang Amy katakan padanya.
" Ambil positifnya saja my, mungkin Ibu sama bapak mu kangen kali sama kamu, kan Amy sudah lama kan tidak bertemu mereka, hampir 3 bulan bukan," kata bibi Maya pelan.
Amy pun mengangguk mencoba berpikir positif positif saja.
" Apa kamu mau bibi nanti yang mengatakan pada den Fadlly untuk meminta ijin kamu pulang nanti," tanya bibi Maya lembut.
" Tidak usah bi, biar nanti Amy saja yang berbicara sama den Fadlly nanti," kata Amy pelan.
" Ya sudah jangan berpikiran yang tidak tidak, sudah malam ini, Istirahat gih sana," Kata Bibi Maya Pelan..
" Amy masih mau disini Bi sebentar lagi" kata Amy pelan
" Ya sudah, bibi mau ke pos satpam dulu ya, mau bertemu kang Ujang," kata bibi Maya.
" jangan melamun terus nanti kesambet loh my," ucap bibi Maya pelan dan meninggalkan Amy sendiri...
Amy pun mengangguk dan Ia masih ingin berada di sana sebentar lagi...
" Melamun," terdengar suara berat berada di belakangnya...
" Den Fadlly, sedang apa aden di sini," tanya Amy kaget karena di kagetkan suara berat Fadlly yang selalu Ia rindui..
" Kamu sendiri sedang apa di sini, melamun," kata Fadlly ketus dan sedikit dingin..
" Kamu tau...malam malam melamun bisa kesambet hantu nanti," kata Fadlly mencoba bercanda namun nada bicaranya yang tidak bisa lembut atau santai karena terbiasa dengan nada judesnya tak pernah hilang...
" Kamu kenapa," tanya Fadlly.
" Saya di suruh pulang den sama ibu dan bapak saya," kata Amy pelan.
" Aah....jadi kamu mau meminta ijin saya untuk pulang begitu," tanya Fadlly lagi.
" Iya...apa boleh den," kata Amy pelan dan menundukan kepalanya
" Tidak bisa.." kata Fadlly tegas.
" Apa....jadi saya tidak boleh pulang den," tanya Amy pelan.
" Saya hanya bercanda Amy," kata Fadlly lembut.
" kenapa kamu di suruh pulang," tanya Fadlly pura pura bertanya...
" Apa orang tuamu sakit," tanya Fadlly lagi..
" Tidak....ibu dan papak saya Alhamdulillah baik baik saja den, saya juga tidak tau kenapa saya di suruh pulang," kata Amy pelan dan Ia menunduk.
" Baiklah...kapan kamu akan pulang," tanya Fadlly lagi.
" Kalo aden Ijinkan, besok saya mau pulang," kata Amy pelan.
__ADS_1
" hmmmm.... nanti biar mang Ujang yang antar kamu pulang," kata den Fadlly tak bisa di bantah...