Love Amy

Love Amy
Bag 127 Tak Di Restui....


__ADS_3

" Apa kau benar benar mencintai putri Ibu ini," tanya Ibu Amy pelan..


" Ya...Saya sangat mencintai putri Ibu Ini," kata Frans pelan.


" Kalo Boleh...Bolehkah saya berbicara Berdua Saja Dengan Amy," kata Frans Pelan.


Ibu Amy dan Bibi Maya pun Setuju dan membiarkan Amy dan Frans berbicara hanya Berdua Saja...


Sedangkan ibu dan juga bibi Maya di dapur membicarakan Laki laki yang begitu mirip Fadlly ini..


" Dia benar-benar sangat Mirip dengan Nak Fadlly ya May," ucap Ibu Amy tengah berbisik..


" Iya...Hanya Saja Rambutnya Yang berbeda," kata Bibi Maya pelan..


" Kalo Den Fadlly kan Rambut nya Warna Hitam sedangkan laki laki ini berwarna merah," ucap Bibi Maya lagi.


" Iya...Tapi, bukankah itu terlihat Menambah Ketampanannya," ucap Ibu Amy..


" Teteh benar," Bisik Bibi Maya lagi dan Bibi Maya pun tersenyum..


" menurut mu may, Apa Laki laki itu benar benar serius pada Amy," tanya ibu Amy pelan.


" Kalo menurutku, Laki laki itu memang benar benar mencintai Amy teh, lihat saja dia kemari untuk menjemput Amy bukan," kata Bibi Maya lagi.


" Mereka sedang Bicara Apa ya Teh... Penasaran," Ucap Bibi Maya kepo..


" Sudah jangan kepo," kata Ibu Amy tegas dan menegur Adiknya yang mau tau itu..


*******


" Kenapa Mas Kesini," tanya Amy pelan..


" Aku hanya Mau menjemput Calon istriku," gumam Frans pelan Sehingga Membuat Amy tak mendengar apa yang di katakan Frans padanya Barusan.


" Bukankah Aku sudah pernah mengatakan pada Mas kalo aku tak akan pernah kembali," kata Amy lagi...


" Aku tau..." Kata Frans pelan.


" Ketika Kau mengatakan Kau akan menikah di sini, Justru.... aku malah sama sekali tak mempercayai itu," kata Frans Pelan.


" dan itu hanya alasanmu agar kau tak kembali, Bukankah Seperti itu," Tebak Frans lagi..


Perkataan Frans membuat Amy terdiam membenarkan.


" Aku tidak punya pilihan lain selain mengatakan itu," ucap Amy pelan..


" Karena Jika Aku tak mengatakan seperti itu, Mas mungkin tak akan membiarkan Aku tinggal di sini," kata Amy pelan.


" Itu benar...lalu...Apa pernikahan Itu Hanya Alasanmu Saja, dan kau benar-benar tak menikah Di sini," tanya Frans Pelan dan Amy pun mengangguk.


" Aku sudah Tau itu...Kau pikir aku kesini karena tak tau apa apa tentangmu," tanya Frans lagi..


" ya walaupun kau benar benar menikah pun, akan Aku pastikan kau dan Suamimu itu tak akan bertahan karena pasti akan aku lakukan Hal yang sama seperti Pernikahan kau Dan Raffy," kata Frans lagi..


" Apa...Kenapa Mas lakukan itu," Tanya Amy Aneh..

__ADS_1


" Karena Aku menyukaimu," kata Frans pelan..


" tidak mungkin," kata Amy lagi..


" Apa kau tak percaya," Tanya Frans Lagi dan Amy pun terdiam..


" Kalo begitu Menikahlah Denganku," Kata Frans Tegas.


" Apa.. Menikah dengan Mas," tanya Amy pelan.


" iya...Apa kau pikir Aku kemari Hanya Ingin Melihat mu seperti ini, tidak... Aku ke sini untuk menjemput Calon Istriku," kata


Frans Lagi...


" Menjemput Calon Istri," Gumam Amy Senang.


" tapi...kenapa Mas begitu lama, Menjemputku, Apakah Mencari Alamat Rumah Ini begitu sulit..," Ucap Amy Spontan Amy pun menutup mulutnya Karena berkata yang Sebenarnya..


" Maksudku..." Ucap amy Malu..


Frans Pun Tersenyum mengerti ternyata Amy menunggunya untuk menjemput dirinya..


" Maafkan aku... Aku pikir Kau masih Merindukan Keluargamu di sini, makanya Aku menunggu momen Yang Tepat Untuk Menjemputmu.." Kata Frans Tersenyum lembut..


" Lagi pula..bukankah kau Menunggu Masa Iddah mu Habis,jadi tak mungkin bukan kau ku Nikahi buru buru seperti itu," kata Frans Lagi.


Amy hanya Terdiam ketika mendengar Frans ternyata berniat untuk menikahinya,


Dalam hati Amy begitu senang saat mengetahui niat Baik Frans itu..


Frans Tersenyum melihat Amy yang Senyum senyum seperti itu..


" Apa kau mau menikah denganku," Tanya Frans ketika Menatap mata Amy..


Amy malah terdiam dan bengong Saat Frans Bertanya Sehingga Membuat Frans Memegang Pipi Amy..


" Hei....Malah bengong..." Tanya Frans lagi dan Memegang Kepala Amy karena Amy malah melamun...


" Ah...Apa, Mas tadi ngomong Apa," tanya Amy yang malah melamun kalo Frans melamarnya..


" Astaga...Amy, Dari Tadi Aku ngomong Tidak kamu dengarkan," Tanya Frans lagi dan Tersenyum gemas..


" Maaf Mas, Mas Ngomong Apa," tanya Amy lagi..


" Kenapa Nomer Handphone Aku Kamu Blok," Tanya Frans Lagi..


Ternyata Amy hanya melamun atau berkhayal Ketika Mendengar Frans melamarnya..


( apa itu hanya khayalan aku aja ya,) Pikir Amy pelan.


" Aah itu...Aku kira Mas Tadi melamar aku," Gumam Amy sedikit pelan.


sehingga membuat Frans tak mendengar apa yang barusan Amy katakan.


" Apa...Kamu Ngomong Apa," tanya Frans Pelan..

__ADS_1


" Ah Itu... Masalah Nomer Handphone Mas Aku Blok itu, jujur saja....tadinya aku mau melupakan dan tak mau berhubungan dengan Mas lagi," ucap Amy lirih..


" Sehingga Aku memblokir semua Nomer handphone mas dan yang Lainnya," ucap Amy lagi..


" Aku Minta Maaf, Aku pikir buat apa aku masih berhubungan dengan Mas Atau yang lainnya, Setelah nantinya Aku Tetap Tinggal Disini." Ucap Amy lagi..


" Apa kau benar benar berpikir aku tak Akan Kemari Menemui mu," tanya Frans Lembut.


" tentu saja aku pasti akan Berpikir Seperti itu," Kata Amy pelan..


" Aku pikir mana mungkin Mas Akan Menemui ku di sini, Karena itu tak mungkin Kalo mas Benar benar Menyukai ku, " Ucap Amy lagi..


" Kenapa Kau berpikir seperti itu," tanya Frans.


" Karena mana mungkin Mas Menyukai Wanita Kampungan Sepertiku," Ucap Amy pelan..


" Kalo aku Tak Menyukai mu, Mana mungkin Aku sampai Menemui mu Ke sini," kata Frans Lembut dan Ia memegang Tangan Amy..


" Intinya Aku Kesini Untuk menjemput Calon Istriku," Kata Frans Lembut..


Tiba tiba Bapak Amy baru pulang dari kebun dan mendengar apa yang di katakan Amy dan Frans..


" Menjemput Calon Istri, siapa yang kau sebut calon istri mu" Tanya Bapak Amy Tiba tiba.


" Pak," Kata Amy kaget saat melihat Bapak Amy Tiba tiba saja berada di ruang tamu dan Mendengarkan apa yang Frans Katakan Padanya..


" Siapa Yang kamu sebut Calon Istri," Kata Bapak Amy Marah dan Ketika Ia Melihat Siapa yang Mengatakan itu karena Frans Membelakangi ketika Bapak Amy mengatakan itu, dan Ketika Frans Melihat langsung Wajah Ayah Amy, Bapak Amy pun Terdiam kaget..


" Nak Fadlly," Panggil Bapak Amy terkejut saat melihat Frans ia pikir Ia melihat Hantu..


" Pak..." Panggil Ibu Amy pelan.


" Bu...Apa bapak Salah Lihat, Bapak Kok Lihat hantu Ya Bu," tanya Bapak Amy pada ibu Amy perihal Penglihatan nya itu dan Bapak Amy pun mengucek ngucek matanya takut matanya Bermasalah.


" Bapak Tidak Salah Lihat, Memang yang Bapak Lihat Itu Bukan Hantu, tapi Nak Frans yang Sangat Mirip dengan Nak Fadlly," Jelas Ibu Amy pelan..


" Frans," tanya Bapak Amy dan Menatap Frans yang memang ternyata begitu mirip Dengan Fadlly..


" Selamat Siang Pak," Sapa Frans Sopan dan Bersalaman dengan Bapak Amy..


Frans dan Bapak Amy pun berbicara Serius berdua Saja..


Sedangkan Amy hanya Mendengarkan apa yang di bicarakan Frans Dan Bapaknya...


" Jadi niat Nak Frans Ke sini Untuk melamar Putri Bapak Begitu," tanya Bapak Amy setelah mendengar apa tujuan Frans Kemari, dan Frans pun mengangguk.


" Tidak....Saya tidak akan menstujui Lamaran Itu," kata Bapak Amy Tegas..


Amy malah Menundukkan Kepalanya Mendengar bapaknya Tak merestui niat baik Frans padanya..


" Kalo boleh tau...Kenapa bapak tak menstujui Lamaran Saya," tanya Frans...


" Saya Tidak mau Melihat Anak saya terluka Lagi.." Kata Bapak Amy..


" Sudah cukup anak Saya menderita seperti itu," Kata Bapak Amy tegas.

__ADS_1


" Silahkan Pergi Dari sini," kata Bapak Amy malah mengusir Frans..


" Pak...Jangan Seperti ini," Kata Amy Pelan.


__ADS_2