
Dua hari kemudian...
Fadlly sudah pergi ke luar kota,
baru juga beberapa hari tak bertemu, Amy sudah sangat merindukan sosok pemarah itu.
" haaaah... Gak ada mas Fadlly di sini sepi banget ya, apa lagi Oma sama bibi Maya gak ada sekarang," kata Amy pelan saat sedang duduk di ruang tamu.
Oma dan Bibi Maya sedang pergi berbelanja keperluan Pernikahan.
bahkan Oma tak tanggung tanggung sudah memesan Gedung, Catering untuk menjamu tamu, Dekor untuk menghias...
tak berapa lama Terdengar suara bell berbunyi...
Ting...
Tong...
Ting...
Tong...
" siapa pagi pagi begini bertamu ..Apa Oma sama bibi Maya sudah pulang ya," gumam Amy pada diri sendiri..
Amy pun berlari kecil guna membuka pintu tersebut.
berlahan Amy pun membuka pintu itu.
nampaklah sosok laki laki berparas tampan sepintas sangat mirip Fadlly.
Amy benar benar tertegun ia pikir itu adalah mas Fadlly,
" lama banget sih kamu. buka pintunya," kata laki laki itu kesal karena Amy lambat membuka kan pintu untuknya..
dengan songong dan Arogannya laki laki itu malah masuk begitu saja kedalam.
membuat Amy merasa aneh, dan beranggapan kalo laki laki yang di hadapannya ini tak sopan.
" tunggu...kamu siapa, kenapa kamu main masuk begitu saja," kata Amy kesal melihat tingkah laki laki yang Soo itu..
laki laki itu malah menatap Amy dari ujung Rambut sampai kaki seperti menelisik tubuh Amy dan ia sedikit tersenyum melihat Amy, Sontak Amy sangat merasa malu karena di tatap seperti itu.
" Kamu sendiri siapa," tanya Laki laki itu pada Amy dengan nada ketusnya Laki laki itu juga merasa tak mengenali Amy karena baru pertama kali melihatnya karena penasaran Raffy pun terus menatap Amy tanpa berkedip.
" Kamu pembantu Baru ya di sini,?" tanya Laki laki itu pada Amy dan memperhatikan Amy lebih intens..
__ADS_1
Amy tetap diam saat ditanya seperti itu oleh Laki laki yang sepintas mirip Fadlly ini.
( Cantik juga ni cewek,) pikir Laki laki yang berada di hadapannya ini.
" Kamu siapa sebenarnya,? kenapa kamu masuk begitu saja,ke rumah Orang, apa kamu tau, perbuatan kamu bisa saya laporkan pada polisi," tanya Amy semakin penasaran karena laki laki ini begitu berani main masuk begitu saja.
" Apa.... polisi, Kamu mau laporkan Saya pada polisi, silahkan," tantang laki laki Itu pada Amy,
" asal kamu tau, polisi saja tidak akan bisa menangkap gue," kata Laki laki itu lagi dengan Soo dan angkuhnya.
" karena gue, Raffy... Nama gue Raffy... adik pemilik Rumah ini dan juga adik Bos Kamu,," kata Laki laki yang ternyata Adik Fadlly yaitu Raffy,
Raffy Penasraan pada gadis yang berada di hadapannya ini dan anehnya gadis ini sangat berani padanya..
( apa....jadi laki laki ini, adiknya mas Fadlly, Raffy,) pikir Amy benar benar tak percaya.
Amy pun menatap lukisan yang berada di ruang tamu, dan memperhatikan balita yang berusia 3 tahun yang imut, dan juga lucu...
berbeda dengan laki laki yang tampan ini berada di hadapannya yang sedang memperhatikannya Seperti itu, entahlah Amy juga tidak tau kenapa Adik mas Fadlly memperhatikan nya seperti itu..
( benar benar tidak mirip sama sekali,) dalam hati Amy tak percaya..
" Kamu pembantu Kan, Bawakan koper gue," Kata Raffy ketus dan tak perduli dengan keterkejutan Amy.
" maksudmu...Kamu menyuruh seorang wanita untuk bawakan koper sebesar ini ke atas," tanya Amy tak percaya, sepintas ia menatap Raffy.
" Bukankah Kamu pembantu di sini," tanya Raffy lagi,
" dan satu lagi...kenapa kamu tidak sopan sekali Memanggil gue dengan sebutan Kamu, seperti itu, padahal Gue itu adik majikan kamu,," tanya Raffy pada Amy.
Raffy merasa aneh kenapa pembantu yang satu ini sangat berani dan selalu memanggilnya Kamu, bukan Den...
" memangnya Saya harus memanggil kamu tuh apa," tanya Amy aneh dan merasa bingung..
" tentu saja panggil Gue Den, Den Raffy," kata Raffy lagi mengoreksi namanya.
" kenapa Saya harus memanggil kamu seperti itu," tanya Amy lagi.
" ya karena kamu memang sepantasnya memanggil gue seperti itu, bukankah kamu pembantu di sini," kata Raffy lagi ia merasa kesal pada gadis yang berani melawannya..
" sekarang bawakan tas gue," kata Raffy lagi.
" tapi...Koper ini kan Besar dan berat," tanya Amy lagi ia tak percaya kalo Adik mas Fadlly ini menyuruhnya untuk membawakan koper ke atas dan koper itu sangat besar dan berat..
" tentu saja, lagi pula sudah tugas seorang pembantu bukan,!! membawakan barang bawaan milik majikannya," kata Raffy lagi yang tak henti hentinya mengatakan pembantu Pada Amy.
__ADS_1
ingin sekali Amy mengatakan kalo dia bukan lagi seorang pembantu di sana, melainkan Calon Kakak iparnya, namun Amy urungkan niatnya, karena ia tak mau kalo adik Mas Fadlly ini beranggapan buruk tentangnya dan memanfaatkan keadaan. dan pastinya juga tak akan percaya, kalo Amy mengatakan yang sebenarnya..
Jadi mau tak mau Amy pun menurut saja saat Raffy menyuruhnya untuk membawakan koper besar ke atas.
dengan susah payah Amy membawa koper besar milik Raffy ke atas.
bukannya membantu,
Raffy malah diam memperhatikan dan tersenyum melihat Amy yang Kewalahan membawa koper miliknya itu...
" hei.... kenapa kamu bawa Gue ke kamar Tamu," tanya Raffy dengan Nada ketusnya.
" kamar gue yang itu.." kata Raffy lagi dan menunjuk Kamar yang di diami Oma,.
" Kamar yang itu sudah di tempati Oma," kata Amy pelan.
" apa...Oma," tanya Raffy.
Raffy bertanya tanya dalam hati kenapa gadis ini memanggil Omanya Oma juga,
padahal setau Raffy semua pembantu di sini selalu memanggilnya Nyonya besar, tapi kenapa gadis ini bilang Oma.
jadi Raffy pikir Oma yang Gadis itu maksud bukan Omanya, makanya Raffy tanya balik..
" maksud kamu, Oma Gue tinggal di sini sekarang," tanya Raffy dan Amy pun mengagguk.
" kenapa Oma Tinggal di sini," tanya Raffy lagi.
Raffy masih penasaran kenapa gadis ini selalu memanggil Oma pada Omanya, namun ia pikir itu tak penting jadi ia pun tak menghiraukan itu semua,
" terus gue tidur dimana," tanya Raffy pada diri sendiri.
" di sebelah kamar yang ditempati Oma Ada kamar Tamu, kamu tidur saja di sana.," kata Amy pelan.
( aneh sekali...kenapa dia selalu panggil gue Kamu, bukan Den,) dalam hati Raffy semakin penasaran dan merasa kesal pada gadis yang tak tau sopan santun ini.. padahal dirinya juga Sama.
" ya sudah lah...mau bagaimana Lagi, untuk sementara gue tidur Di sana saja," kata Fadlly dan ia pun menuju kamar tamu yang masih berada di atas dan itu sedikit agak jauh dari kamar Fadlly dan juga kamar miliknya yang di tempati Oma.
" bawa koper gue kesini," kata Raffy lagi
Amy pun mengikutinya di belakang..
" letakan Saja kopernya di sana," kata Raffy lagi.
Amy pun meletakan Koper tersebut di dekat pintu seperti apa yang di tunjuk Raffy padanya..
__ADS_1
setelah selesai Amy pun bermaksud. melangkah untuk pergi..
" tunggu," kata Raffy saat melihat Amy mau keluar..