Love Amy

Love Amy
Bag 09 Sedikit Cemburu....


__ADS_3

04 : 00 wib....


Belum juga subuh, Amy sudah lebih dulu bangun,


karena sudah terbiasa di kampungnya jam segini Amy sudah bangun.


Amy pun mandi terlebih dahulu dan menunggu Adzan subuh.


setelah solat Amy pun menuju dapur dan belum ada siapa siapa di sana..


Amy melihat jam dingding menujukan pukul setengah lima pagi..


Amy pun membuat teh hangat untuk dirinya sendiri...


" Kamu sudah bangun My," kata bibi Maya yang baru saja bangun.


" Udah, bi" kata Amy pelan.


" udah Sholat," tanya bibi Maya lagi.


" Alhamdulillah sudah bi," kata Amy pelan.


" Bagus, gadis pintar,," kata bibi pelan


" memang kalo anak perawan mestinya bangunnya harus pagi sekali, jangan kesiangan nanti susah dapat jodoh.," kata bibi Maya lagi.


" Susah dapat jodoh, bukannya kalo kesiangan rejekinya keburu di patuk ayam ya bi" tanya Amy bingung,


bukankah Istilah bangun kesiangan Itu rejekinya dipatok ayam,


tapi kenapa bibi Maya bilang kalo susah dapat jodoh kalo bangun kesiangan..


" Hahahhaa masa... bibi lupa," ucap bibi Maya yang lupa Istilah pribahasa itu.


" Bibi ada ada saja," ucap Amy pelan.


" hehehehe maklum My, bibi udah tua," kata bibi Maya yang nyengir..


" ah Iya My, Itu mie bekas kamu apa gimana," tanya bibi Maya saat melihat ada mie terbuang di tong sampah.


" Iya bi...padahal Amy belum sempat cobain itu mienya, eh keburu ketahuan sama den Fadlly jadi di suruh buang deh tuh mienya," ucap Amy pelan.


" Ya ampun... maafin bibi ya, bibi lupa kasih tau kamu, kalo den Fadlly itu paling tidak suka makanan Instan, apa lagi kalo makan di rumah ini pasti langsung di buang, bibi saja pernah kaya gitu,


jadi bibi kalo mau makan mie kalo Den fadlly gak ada di rumah," kata bibi Maya.


" lain kali nanti kalo kamu mau bikin mie, saat den Fadlly gak di rumah aja," kata bibi Maya lagi dan Amy pun mengagguk.


" Kamu gak bikin sarapan, di sana ada roti, kamu makan dulu gih sana," kata bibi Maya lagi..


" Iya bi," ucap Amy, Amy pun mengambil roti dua lembar dan mengolesi coklat kedalam roti tersebut dan Amy pun memakan nya dengan tenang.


" Bibi gak masak emang," tanya Amy penasaran karena bibi Maya tidak masak.


" Tidak... biasanya kalo pagi den Fadlly pasti sarapannya roti My, jarang makan nasi," kata bibi Maya lagi.


" ah iya My, den Fadlly kan rada susah kalo bangun tidur, lebih baik kamu banguninnya sekarang saja,," kata bibi Maya lagi.


" Iya bi," kata Amy pelan dan Amy pun menuju ke atas kamarnya den Fadlly.

__ADS_1


Amy mengetuk pintu kamar majikannya terlebih dahulu...


Tok...


Tok...


Tok....


" Den.... bangun den," kata Amy mengetuk dan mencoba membangunkan lewat depan pintu kamar majikanya.


sekeras apa pun suara yang Amy keluarkan Fadlly tak kunjung membuka,


" Masuk aja My, percuma kamu gedor gedor juga, gak bakalan bangun den Fadlly nya," teriak bibi Maya di bawah.


Amy pun memberanikan diri membuka perlahan pintu kamar majikannya itu, ternyata tidak di kunci...


Amy pun masuk begitu saja...


ternyata yang punya kamar masih saja terlelap dan masih setia dengan mimpi indahnya...


Amy pun berlahan menghampiri majikannya Itu dan mengguncang guncang kan tubuhnya agar majikanya bangun..


" Den... bangun den, udah siang," kata Amy pelan, namun yang punya tubuh masih saja tidak bergeming tak bergerak sama sekali...


" Den..." panggil Amy namun tetap saja Fadlly tak kunjung bangun juga.


Sudah beberapa kali Amy bangunkan namun tak bangun bangun juga,


Amy pun tak punya cara lain selain membangunkan dengan berteriak di depan telinganya...


Amy pun berlahan mendekati telinga Fadlly dan berteriak di sana....


Karena perlakuan Amy yang membangunkan Fadlly seperti itu membuat Fadlly refleks bangun tiba tiba dan malah menabrak Amy yang berada di depannya..


karena Fadlly kaget dan limbung karena masih mengantuk dan baru bangun tidur Ia pun tak sengaja menabrak Amy sampai terjatuh berdua seperti itu,


sehingga Fadlly berada di atas tubuh Amy..


Fadlly dan Amy sontak saling tatap,


Fadlly merasa jantungnya berdebar saat berada dekat dengan Amy,


begitu pun sebaliknya Amy merasa Dag Dig Dug tidak karuan...


karena Fadlly berada di atasnya sontak Amy pun berteriak,


namun teriakannya terhalang oleh tangan besar Fadlly yang menutup mulutnya..


" Aaarrrragh........" teriak Amy namun tangan Fadlly sudah lebih dulu menutup mulutnya agar tak berteriak.


Ingin rasanya bibir Fadlly yang mengambil alih tangan yang sedang membekap mulut Amy,


Fadlly lakukan itu agar semua isi rumah tak mendengar Amy yang berteriak..


" Ssttttttttttt," ucap Fadlly memberi Isyarat pada Amy agar diam,


Namun bukannya diam Amy malah mendorong Fadlly sampai terjungkal kebelakang,


membuat Fadlly terdiam tak percaya, tubuh sekecil Itu bisa mendorongnya sampai terjungkal seperti itu..

__ADS_1


( Ya tuhan.... tubuh kecil dan semungil ini, bisa dorong gue, yang tubuhnya lebih besar dari dia,), batin Fadlly takjub dan tak percaya dengan apa yang Amy lakukan,


Padahal tubuhnya lebih besar dari Amy, namun Amy mampu mendorong tubuh Fadlly yang tubuhnya jauh lebih besar dari tubuhnya...


sadar akan perbuatanya yang mendorong majikannya spontan Amy pun membantu Fadlly bangun...


" Maaf den, saya gak sengaja," kata Amy pelan.


" Kamu tuh...kalo bangunin yang bener,," kata Fadlly ketus.


" pake teriak teriak segala, saya kan kaget Amy," kata Fadlly lagi dengan nada galaknya


" Maaf den, saya tadi udah coba bangunin aden dengan cara apa pun, tapi adennya gak bangun bangun," kata Amy membela diri namun Ia masih menunduk saja.


" Ya....tapi gak usah teriak teriak juga, kamu pikir suaramu kecil,," kata Fadlly kesal.


" Badan aja kecil, suaranya keras banget, lebih keras sampai ngalahin Toa masjid," kata Fadlly yang masih saja kesal..


" Maaf den," ucap Amy yang semakin menunduk..


" Sudahlah....siapkan air mandi, saya mau mandi," ucap Fadlly lagi..


Amy pun berlari kecil menuju kamar mandi, belum juga sempat masuk suara Fadlly sudah lebih dulu menegur Amy yang tengah berlari...


" Kamu kan bukan anak kecil lagi, jangan lari lari Amy, nanti kamu jatuh,," kata Fadlly berusaha untuk bersikap lembut, namun yang Amy dengar malah nada ketus dan juteknya...


" Maaf den," ucap Amy pelan dan ia merasa malu karena di Omeli Fadlly lagi.


Amy pun berjalan santai..


" sudah den," ucap Amy selesai menyiapkan air untuk Fadlly mandi.


" ah iya... siapkan baju kantor saya, dan kamu jangan dulu keluar," kata Fadlly sebelum masuk kamar mandi.


Fadlly pun masuk kamar mandi dan mandi dengan tenang.


sedangkan Amy membereskan kamar Fadlly..


setelah selesai Amy pun mengambil baju kantor milik Fadlly lengkap dengan dalemannya...


tak lama Fadlly pun keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk sepinggang saja.


sekilas Amy memperhatikan tubuh Fadlly yang benar benar Fropesional dan Amy juga melihat bentuk kotak kotak tercetak di tubuh indahnya...


mungkin Fadlly sering berolah raga makannya tubuhnya indah seperti Itu,


begitulah pemikiran Amy saat melihat tubuh indah majikanya.


Amy pun refleks menutup matanya dan mengalihkan pandangannya pada yang lain...


Fadlly merasa senang saat melihat tingkah Amy seperti itu dan ingin sekali menggodanya...


" Apa kamu belum pernah melihat tubuh seorang pria," tanya Fadlly penasaran pada Amy yang tengah memunggunginya karena sedang merapikan tempat tidur Fadlly..


" Tentu saja pernah den," kata Amy pelan dan masih memunggunginya,


Perkataan Amy sontak membuat Fadlly kaget dan langsung menatap tajam sosok gadis kecil yang tak memperhatikannya..


tubuh siapa yang pernah di lihat gadis polos Ini, begitu pemikiran Fadlly saat ini..

__ADS_1


__ADS_2