
" Amy," panggil bibi Maya.
Dengan cepat Amy pun menghampiri bibi Maya,
" ada apa bi," tanya Amy bingung.
" Bibi kan mau kepasar, kamu tunggu saja di rumah ya," kata bibi Maya pelan.
" Amy ikut aja ya bi. kan nanti bisa bantuin bibi bawa barang belanjaan," kata Amy pelan.
" gak usah, lagian bibi sama mang Ujang kok, kamu di rumah aja," kata bibi Maya tersenyum. Amy pun mengerti,
Amy baru tau kalo mang Ujang Ini adalah sosok calon suami bibinya,
karena bibi Maya memberi tau kalo mang Ujang sudah melamar bibi Maya dan mereka akan menikah setelah Lebaran nanti.
" oh ya sudah bi," kata Amy pelan.
" Ya sudah bibi sama mang Ujang kepasar dulu ya," kata bibi Maya sebelum pergi,
Amy hanya mengangguk anggukkan kepalanya..
" nanti sebentar lagi mbak Lili datang," kata bibi Maya lagi...
Amy pun membereskan dapur terlebih dahulu dan lalu mencuci piring yang lumayan sedikit banyak,
tak lama terdengar suara bell berbunyi...
Ting...
tung...
ting....
tung....
Amy pun berlari cecil untuk membuka pintu.
" loh cah ayu...kok tumben kamu yang bukain pintunya, Maya mana to," tanya mbak Lili saat baru sampai.
" Bibi lagi ke pasar mbak, masuk mbak," ucap Amy pelan.
" oalah,,, kamu gak Ikut cah ayu," tanya mbak lagi.
" Gak boleh mbak, kata bibi di suruh di rumah saja," kata Amy lagi.
" Ya sudah to ndo, mbak beres beres dulu yo," kata mbak Lili meninggalkan Amy,
Amy hanya menganguk.
Amy pun kembali kedapur karena masih ada yang belum Ia bereskan...
tak lama terdengar suara bell lagi...
ting...
tung...
ting...
tung...
" Siapa...apa bibi Maya ya, tapi mana mungkin," gumam amy bertanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
" Bibi Maya kan baru pergi, ke pasarnya masa udah pulang gitu aja," kata Amy dan Ia pun menuju pintu lagi.
Amy terkejut saat membuka pintu rumahnya ternyata berdiri sosok wanita yang membelakanginya..
" Ada yang bisa di bantu mbak," tanya Amy saat melihat sosok wanita Itu membelakanginya.
tak lama wanita Itu pun berbalik.
Amy terkejut saat melihat sosok wanita cantik Ini seperti bidadari karena terllau cantik di matanya..
wanita Itu pun tak kalah terkejutnya saat melihat Amy yang begitu cantik di matanya juga,..
( cantik banget nih cewe, siapa ya,!? apa adiknya Fadlly kali ya,), pikir wanita cantik Itu dan ia pun sedikit melembutkan suara nya.
" Fadllynya ada,," tanya wanita cantik itu lembut takut kalo Amy adik Fadlly.
" ooh.... den Fadllynya sudah pergi ke kantor mbak,,"kata amy sopan.
( apa... Den, dia manggil Fadlly den, berarti gadis ini pembantu, bukan adik Fadlly, sia sia dong gue baik baik sama ni orang,), pikir wanita cantik Itu angkuh.
" Ada yang bisa saya bantu mbaknya," tanya Amy sopan.
" Kamu pembantu di sini," tanya wanita cantik itu seakan mengolok pekerjaan Amy dan Amy pun menganguk.
" Iya mbak, kenapa memangnya," tanya Amy bingung.
( Pasti niatnya buat goda Fadlly kan,),pikir jahat wanita cantik Itu pada Amy.
( Karena mana mungkin, gadis cantik seperti itu hanya bekerja jadi pembantu, kalo bukan niatnya buat godain Fadlly,) pikir wanita cantik Itu lagi.
Amy hanya menatap aneh pada wanita cantik yang sedari tadi menatapnya tanpa berkedip.
( nih orang kenapa sih lihatnya gitu banget, serem ih,) batin Amy pelan.
" mbaknya ada perlu apa sama den Fadlly nanti biar saya sampaikan," tanya Amy karena sang wanita masih saja bengong.
" Katakan saja kalo gue kemari," kata wanita cantik Itu songong.
" Ya tapi maaf mbaknya namanya siapa ya, saya kan harus kasih tau... minimal namanya siapa," kata Amy lembut.
" nama gue Angel, tunangan Fadlly," kata wanita cantik itu yang bernama Angel.
( biar tau rasa gadis ini, kalo Fadlly sudah punya tunangan,) batin wanita cantik itu ketus.
( biar gak berani dekati dan menggoda Fadlly,), batin wanita cantik Itu lagi.
" aah...Ia nanti saya sampaikan sama den Fadllynya, mbak," kata Amy pelan.
" Mbak, mbak, mbak, jangan panggil gue mbak, gue bukan macam mbak mbak kaya lu, tau" kata wanita cantik Itu ketus dan sedikit galak.
" Panggil gue non," kata wanita cantik yang bernama Angel Itu sedikit galak dan ketus dari majikanya.
" Iya mbak, maaf, eh maksud saya non," kata Amy pelan.
" udah ah...males gue lama lama," ucap wanita cantik yang bernama Angel itu ketus.
tanpa Ba Bi Bu Be Bo, wanita cantik yang bernama Angel Itu pun pergi tanpa pamit sepatah katapun pada Amy...
" Ya ampun....sopan bener," ledek Amy pada wanita cantik Itu.
" pergi pake gak pamit segala lagi..." kata Amy kesal.
" Mentang mentang pekerjaan saya lebih rendah dari dirinya," kata Amy lagi
__ADS_1
" apa tadi katanya.... tunangan, jadi den Fadlly sudah punya tunangan," pikir Amy lirih
dan entah kenapa hatinya sedikit sedih mendengar kenyataan kalo majikanya sudah punya tunangan..
" tapi gak apa apa, mereka terlihat cocok, yang satu judes galak, yang cewenya ketus dan gak punya sopan santun sama sekali," kata Amy pelan berusaha tersenyum.
" cocok satu sama lain, sama sama Gesrek," kata Amy tersenyum menerima kenyataan walau sedikit ada rasa perih di hatinya...
tak lama bibi Maya pun pulang dari pasar.
dan Amy pun membantu bibinya membawa barang belanjaan yang cukup banyak.
setelah Itu bibi Maya pun memasak untuk di bawa nanti ke kantor Fadlly.
" My..." panggil bibi Maya bingung saat melihat Amy terdiam seperti itu biasanya Amy selalu ceria.
" Iya bi apa," tanya Amy bingung kenapa Ia di panggil bibinya padahal Ia berada di sisinya.
" kamu kenapa sih, kok gak semangat gitu, kenapa," tanya bibi Maya.
" gak apa apa bi, hanya kangen Ibu sama bapak saja," kata Amy pelan.
" ooalah... kan tinggal telvon," kata bibi Maya lembut dan menyentuh rambut Amy sayang.
" Iya bi Amy tau..." kata Amy tersenyum..
" udah ya jangan sedih sedih," kata bibi Maya lembut.
" Iya bi," ucap Amy tersenyum..
" aah Iya bi, den Fadlly sudah punya tunangan yaa bi," tanya Amy pelan.
" Dari mana kamu tau kalo den Fadlly sudah punya tunangan," tanya bibi Maya bingung padahal dia belum cerita kalo den Fadlly sudah di jodohkan.
" Tadi tunangannya kesini bi, nanyain den Fadlly, ya sudah Amy jawab aja kalo den Fadlly sudah pergi ke kantor," kata Amy jujur.
" Maksudnya non Angel," tanya bibi Maya dan Amy pun mengangguk.
" non Angel ke sini, ke rumah Ini," tanya bibi Maya lagi dan lagi lagi Amy pun mengagguk.
" tapi...kamu gak suruh masuk kan orangnya," kata bibi Maya lagi..
" Gak kok bi, cuma berdiri di sana saja," ucap Amy menujuk pintu masuk.
( syukurlah kalo gak, bisa di marahi den Fadlly kalo sampai masuk tuh orang,), pikir bibi Maya.
" Jadi benar ya bi, kalo den Fadlly sudah punya tunangan," tanya Amy lagi,
Amy benar benar penasraan tentang semua ini.
( ada apa dengan Amy, jangan bilang kalo Amy suka sama den Fadlly,) pikir bibi Maya mulai curiga namun bibi Maya tersenyum...
" Iya..." ucap bibi Maya pelan.
( jadi benar,)..pikir Amy sedih, bibi Maya memperhatikan tingkah Amy yang sedikit aneh itu..
" Memang den Fadlly sama non Angel bertunangan, tapi mereka bertunangan karena di jodohkan kedua orang tua mereka," kata bibi Maya pelan.
" Jadi maksud bibi mereka di jodohkan," tanya Amy penasaran..
" iya...dan den Fadlly menentang perjodohan dan pertunangan ini,," kata bibi Maya lagi.
" apa lagi Nenek den Fadlly sangat tidak suka sama non Angel," kata bibi Maya lagi..
__ADS_1