Love Amy

Love Amy
Bag 67 Cucu Oma Dea yang Soo...


__ADS_3

" Ya Ampun Mbak, gak gituan Kali Mbak, kalo soal Pekerjaan kan kita Harus Konsisten tidak memandang Dia itu Teman atau apa kan, kalo kita bekerja," kata Amy pelan.


" iya Juga Ya," kata Citra Tersenyum..


Amy dan Karyawan yang lainnya pun mulai Bekerja seperti biasa..


dengan berlahan Amy pun sudah mulai Terbiasa dan Bisa Melayani semua Para tamu dengan sempurna..


Semua karyawan segan untuk mendekati Amy karena di Mata mereka Amy Sangat tidak bisa di jamah bagi mereka yang kelas rendah karena menurut mereka Amy sangat dekat dengan Bos nya..jadi tidak sepantasnya Mereka mendekati Amy..


Hanya Citra Saja Yang selalu menemani Amy saat jam makan siang dan Mengobrol..


" Oia Mbak, Kenapa sih semua karyawan di sini tidak mau dekat sama aku," tanya Amy Polos saat makan jam Siang dan mereka semua makannya pun bergantian..


" kamu benar benar gak tau kenapa," tanya Balik Citra Dan Amy pun menggeleng tak tau..


" Mereka segan dekat kamu juga karena kamu itu Teman cucu Bos kami, makanya Mereka takut Berteman Sama Kamu," jelas Citra Yang sangat mengerti..


" ooh... kenapa," tanya Amy lagi..


" Aku kan Sama seperti kalian Juga, Sama sama manusia kenapa harus takut," tanya kamu lagi..


" Kamu ngerti kan mana Bawahan mana Atasan," tanya Citra Lagi..


" Seperti itulah mereka melihat kamu, karena Kamu atasan Mereka,! sedangkan Mereka Bawahan kamu," jelas Citra..


" Ah...Begitu..! Lalu jika Aku tidak mau melihat Mereka menganggap aku seperti itu, aku harus bagaimana mbak,?" tanya Amy bingung..


" Kamu Yang Harus mendekati Mereka, Tunjukan Pada mereka Kalo kamu Memang sama Seperti kami," kata Citra Lagi..


" Aaah Begitu... Makasih Ya mbak Citra ," kata Amy Senang..


" Sama Sama," kata Citra Senang juga..


Akhirnya Amy Dan karyawan Lainnya pun sibuk dengan pekerjaan mereka Masing Masing..


Sampai tak sadar kalo sebentar lagi Caffe akan tutup..


" Astaga.. Gue lelah sekali Lin," kata Siti di samping Amy dan mengobrol dengan Lina.


Amy hanya diam dan mendengar kan saja pembicaraan mereka Berdua..


" sama Lah Gue juga, Apa lagi Ni bentar lagi Bos baru akan Datang," kata Lina Kesal karena Bos barunya Cucu Perempuan Bu Dea Yang Menyebalkan..


" Memangnya Kapan Bos Barunya Datang," tanya Amy pada Lina Atau pun Siti.


Namun keduanya Tak Berani Menjawab Karena Segan Pada Amy dan mereka pikir Amy tak mau berbicara padanya..


" Kenapa Kalian Begitu sama Aku, Apa aku pernah Buat jahat Ya kekalian," tanya Amy pelan dan langsung menanyakan Itu pada Lina Dan Siti..

__ADS_1


" Ti..Tidak bukan Itu, hanya Saja Kami Segan untuk berbicara Sama Kamu, karena kamu kan Teman Cucu Bos kami, apa lagi kamu sangat dekat Dengan Bu Dea." kata Siti menjelaskan..


" kenapa Kalian Berpikir seperti itu, Aku dan Kalian Kan sama, sama sama bekerja di sini, sama sama cari uang juga kan, kenapa kalian takut seperti itu, seakan Aku tuh Bosnya Di sini," kata Amy malah Tertawa..


" maaf Amy, aku hanya.... merasa kalo Kami memang Tak pantas jika Bergaul dengan Kamu, itu saja," kata Lina Pelan.


" Astaghfirullah...kenapa kalian berpikiran seperti itu, Kalian Jangan Sungkan Seperti itu sama aku.. anggap Saja kalo Aku bukan siapa siapa nya Oma, eh maksud Aku Ibu Dea," kata Amy lagi..


" Aku Kan Juga Sama kerja di sini, jadi kalian tidak usah seperti itu sama Aku, Bahkan pertama kali masuk Saja aku ingin berteman dengan kalian," kata Amy jujur.


" benarkah.." tanya Siti antusias,


Siti pikir Kalo Amy adalah Gadis yang sama seperti kebanyakan Cucu atau pun anak Ibu Dea yang Sangat Sombong dan Soo,


" tentu saja..." kata Amy pelan.


Kini Bertambah lah teman Amy,


Tak lama pemimpin Caffe baru pun Datang..


semua Karyawan di kumpulkan dan berbaris di Aula Caffe dan Oma Dea pun memperkenalkan Cucunya yang Baru saja pulang Dari Amerika dan ternyata Bukan Perempuan melainkan Laki laki yang berparas tampan, ****, dan tubuhnya sangat Fropesional Tinggi Bak Model..


Pria itu pun memperkenalkan diri Pada Karyawan lainnya..


" Perkenalan,, Nama Saya Gabriel Malik Ibrahim, mulai hari ini saya yang bertanggung jawab Atas Caffe ini,jadi kalo ada apa apa, Langsung tanyakan saja Pada Saya," kata Laki laki berparas tampan yang bernama Gabriel.


Dengan singkat Perkenalan Bos baru pun Selesai..


dan Caffe itu pun akan tutup...


" Lina...Apa kamu melihat Amy Nak," tanya Oma Pada Lina Yang Baru saja keluar dari Ruangan Ganti..


" Ada di dalam Bu," kata Lina pelan.


" terimakasih Nak," kata Oma Dea Sopan. dan Lina Pun mengagguk meninggal kan Oma Dea di sana..


Oma Dea pun berlahan Masuk dan mengetuk Pintu ruang Ganti..


Tok...


Tok...


Tok....


" Oma," panggil Amy kaget..


" Ada apa Oma," tanya Amy lagi.


" Bisa bicara Sebentar Nak," kata Oma Dea pada Amy..

__ADS_1


" Iya Oma Boleh," kata Amy yang baru saja mengganti baju kerjanya..


" Tapi tidak di sini," kata Oma lagi.


" Oh iya Oma Tunggu sebentar," kata Amy mengambil Tas miliknya..


Amy pun mengikutinya di belakang dan menuju Lantai Atas, yaitu kantor Pribadi milik Oma Dea..


Amy terus saja mengikuti Oma dengan Rasa Was Was.


( Oma mau ngomong Apa sampai bawa aku ke sini,) dalam Hati Amy penasaran..


" Silahkan Duduk Nak," kata Oma lembut dan ternyata bukan Hanya Oma yang berada di sana...


ternyata ada cucu Oma juga Di sana yaitu Gabriel.


Gabriel baru Saja Keluar Dari kamar mandi dan ia langsung memperhatikan Amy seakan menelisik.


" Gabriel... Ini Amy, Amy Ini Gabriel Cucu Oma," kata Oma Dea pelan dan memperkenalkan kedua kalinya Gabriel.


Amy pun berlahan mengulurkan Tangan Tanda sopan santun sebagai perkenalan..


bukannya menerima uluran Tangan Amy Gabriel malah cuek dan tak perduli..


" Oma... Are you serious about introducing me to an employee," kata Gabriel dengan songongnya..


( Oma... Apa kau serius memperkenalkan Aku dengan seorang Karyawan,) kata Gabriel dengan songongnya..


" Gabriel....Amy is not only an employee of Grandma,He is also the grandson of Grandma's close friend, ," kata Oma membalas apa yang di katakan Gabriel..


( Gabriel... Amy Bukan hanya Seorang Karyawan Oma di sini, dia Juga Cucu teman dekat Oma,)


Amy hanya diam ia sama sekali tak mengerti apa yang di katakan Oma dan Cucunya..


Jujur saja Amy sama sekali tak bisa dan tak mengerti apa yang mereka katakan..


" Seriously....if she's not a waitress in this cafe, why is she working here," tanya Gabriel.


( Benarkah..terus kenapa dia bekerja sebagai pelayan di Cafe ini, dan kenapa dia bekerja disini) tanya Gabriel


" itu bukan Urusan Kamu Nak," kata Oma Kesal karena Gabriel banyak Tanya dan malah Cuek Pada Amy ketika Amy mengulurkan Tangan..


" Sayang..." panggil Oma Pada Amy yang tengah diam mematung..


" iya Oma," kata Amy pelan.


" Maaf jika Cucu Oma Ini Kurang Sopan Padamu nak," kata Oma pelan.


" Apa...Ah iya Oma tidak Apa apa." kata Amy tak mengerti apa yang di bicarakan Oma, Amy pikir Mereka sedang membicarakan Oma dan Cucunya Saja ternyata Gabriel membicarakan Amy tapi Amy tak perduli Itu..

__ADS_1


__ADS_2