Love Amy

Love Amy
BAG 15 Kepergian Fadlly...


__ADS_3

( Jadi wanita sialan itu ke rumah,) pikir Fadlly kesal pada Angel yang berani datang ke rumah setelah beberapa bulan tak terlihat...


( dan ia bertemu Amy, dan mengatakan pertunangan,), batin Fadlly kesal dan memperhatikan Amy yang tengah bermain handphone-nya.


( Tapi kenapa Amy tidak cemburu,), batin Fadlly lagi..


( Jadi benar non Angel itu tunangan den Fadlly,) batin Amy merasa sakit mengetahui kebenaran itu..


Fadlly pun memperhatikan Amy yang tengah terdiam.


" Angel memang tunangan saya, tapi....itu pilihan papah saya," jelas Fadlly pelan.


" yaa....bisa di bilang kalo kami di jodohkan," kata Fadlly menjelaskan pada Amy.


" Di jodohkan," gumam Amy pelan.


( jadi benar,) pikir Amy lirih..


" Ya...kami di jodohkan," kata Fadlly pelan.


" Kenapa Aden mau di jodohkan papah Aden," tanya Amy penasaran.


" Kenapa tidak,, mungkin pilihan orang tua saya, Itu yang terbaik buat saya bukan,," kata Fadlly pelan dan mencoba mencari tau bagaimana reaksi Amy kalo Ia sudah punya tunangan..


( Jadi benar...den Fadlly menyukai non Angel,), pikir Amy sedih.


( kalo tidak suka mana mungkin den Fadlly mau menerima perjodohan itu.) pikir Amy masuk akal,


walau pun sedikit ada rasa sakit menerima kenyataan namun Amy akan tetap tegar dan menerima semua itu.


Amy juga tidak tau sejak kapan di hatinya tertulis nama majikanya, namun perasaan Itu akan Amy buang secepatnya...


" Aden benar...mungkin kalo saya berada di posisi Aden, saya juga akan melakukan hal yang sama," kata Amy pelan.


" Benarkah...lalu bagaimana Itu jika terjadi padamu juga, apa kamu akan menerima perjodohan itu tanpa melawan atau menolaknya," tanya Fadlly lagi dan memperhatikan Amy dengan intens.


" apa kamu yakin bisa menerima calon suamimu itu, apa lagi kalo kamu tidak menyukainya," tanya Fadlly lagi.


" Jika orang tua Amy melakukan perjodohan seperti itu, pasti ada alasannya bukan,," kata Amy pelan.


" tidak mungkin kan orang tua kita menjodohkan tanpa ada alasan, dan tujuannya," kata Amy lagi.


" Kau benar..." kata Fadlly mengerti..


" jadi jika orang tua mu menjodohkan kamu juga, kamu akan terima begitu maksudmu," tanya Fadlly dan Amy pun menganguk.


" sepertinya kamu memang anak yang berbakti," kata Fadlly pelan.


" lalu....apa kamu pernah jatuh cinta pada seseorang Amy," tanya Fadlly memperhatikan Amy yang tengah menatapnya juga.


" Saya tidak tau den," kata Amy jujur dan ia tersenyum manis membuat Fadlly terpesona.


" Apa kamu belum pernah jatuh cinta," tanya Fadlly lagi.


" Saya tidak tau dan saya juga tidak yakin Den, apa yang saya rasakan Ini bisa di bilang jatuh cinta atau bukan," kata Amy jujur.


" Memangnya bagaimana perasaan yang kamu rasakan Itu," tanya Fadlly lagi.


" Saya merasa nyaman bersamanya, dan saya merasa bahagia bila melihatnya," kata Amy tersenyum..


" hhmmmmm saya juga tidak mengerti," kata Fadlly yang sama saja tak mengerti arti cinta..


" lalu Aden sendiri..." tanya Amy pelan..


" Pernah..." gumam Fadlly.

__ADS_1


(sama kamu,) batin Fadlly menjawabnya..


" ah Iya....pasti sama non Angel," kata Amy yang sok tau..


" Benar.." ucap Fadlly berbohong Ia sengaja membohongi perasaannya karena sebenarnya Ia menyukai Amy


" Tentu saja, kalo aden tidak menyukai non Angel mana mungkin kan den Fadlly menerima pertunangan Ini" kata Amy Lagi .


" Kamu benar," ucap Fadlly sedikit ketus.


( percuma ngomong ini itu juga, Amy gadis yang sama sekali tidak peka,) batin Fadlly kesal.


************


Fadlly tengah berbicara selepas kepergian Amy beberpa menit lalu...


Fadlly : Asalamualikum...


.........


Fadlly : iya ini saya yang tadi minta no bapak sama ibu..


.........


Fadlly : Iya...kalo bisa saya mau menemui ibu dan bapak, ada yang mau saya sampaikan pada Ibu dan papak...


...........


Fadlly : ya nanti saya kabari Ibu dan bapak selanjutnya...


.............


Fadlly : Iya... Wasalamualaikum...


**********


di rumah Fadlly....


16 : 00 wib...


Fadlly baru saja sampai di rumah..


" Amy mana bi," tanya Fadlly saat baru saja masuk rumah.


" sepertinya di kamar Aden, lagi beresin baju baju Aden atau bersih bersih," kata bibi Maya pelan.


Fadlly pun dengan berlahan menuju ke kamarnya...


terdengar suara merdu Amy yang tengah menyanyi...


🎶


tak pernah ku rasakan... lembut bibir lelaki...


tak pernah ku rasakan lembut belai lelaki...


tak pernah aku di buai cinta...


tak pernah aku berkasih mesra...


mungkin....mungkin aku ini...oang yang tak patut tuk di cintai....


Fadlly yang tengah berdiri pun mendengarkan suara merdu Amy yang memang sangat merdu suaranya...


Namun Fadlly tak pernah mendengar musik seperti itu, apa lagi lagu yang Amy nyanyikan..

__ADS_1


" Apa kamu sebegitu kesepiannya sampai mendambakan sentuhan lelaki," kata Fadlly yang tiba tiba berada di belakang Amy.


suara Fadlly yang tiba tiba berada di belakang Amy membuat Amy terkejut bukan main sampai Ia terlonjak karena kaget.


" Astagfirullah den, aden kalo masuk ada suaranya kek, saya kan kaget den," kata Amy kaget.


" kamunya saja yang asik menyanyi, entah lagu apa yang kamu nyanyikan," kata Fadlly lagi.


" membuat telinga saya sakit mendengarnya," kata Fadlly berbohong.


" Apa.... memangnya suara saya sejelek Itu ya den," gumam Amy cemberut.


" padahal waktu di kampung kalo ada hajatan saya selalu ikutan menyanyi, dan kata orang orang suara saya bagus kok," kata Amy aneh,


Amy mengingat saat berada di kampungnya jika ada yang hajatan dan mengadakan dangdutan.


Amy pasti selalu naik ikut menyumbang kan suaranya...


dan orang orang mengatakan kalo suara Amy memang bagus,,


tapi kenapa den Fadlly bilang malah sebaliknya...


" Saya hanya bercanda," kata Fadlly membuyarkan lamunan Amy yang tengah cemberut.


" suaramu enak," kata Fadlly menatap Amy Intens..


" Apa lagi jika mendesah... pasti sangat enak di dengar," kata Fadlly lagi mencoba menggoda Amy.


namun Amy yang belum mengerti malah bertanya..


" mendesah itu bagaimana, den," tanya Amy pada Fadlly.


Fadlly lupa kalo Amy Ini benar benar polos dan masih lugu..


" lupakan saja... siapakan air mandi saya, saya mau mandi," kata Fadlly lagi.


Amy pun mengangguk dan menuju kamar mandi dan menyiapkan semuanya...


setelah selesai Amy pun melayani Fadlly makan dan melayaninya dengan telaten...


" Di mana bibi Maya," tanya Fadlly pelan setelah selesai makan.


" kayanya di kamarnya den," kata Amy pelan.


" Panggilkan bibi Maya kemari, saya mau bicara dengan kalian berdua, tapi sebelum itu buatkan kopi untuk saya dulu" kata Fadlly lagi.


Amy pun membuatkan kopi untuk majikanya, dan setelah selesai Amy memanggil bibi Maya.


" Ada apa den," tanya bibi Maya saat menghampiri Fadlly yang duduk di ruang tamu..


" Duduklah," ucap Fadlly pelan pada dua wanita yang berbeda usia Itu..


Amy dan bibi Maya pun duduk di sebrang Fadlly..


" Begini....saya mau keluar kota, mungkin dalam seminggu ini saya akan berada di sana," kata Fadlly pelan.


" ooh jadi aden mau keluar kota," tanya bibi Maya.


" Iya bi, ada proyek yang harus saya urus di kota D," kata Fadlly pelan.


" dan saya minta pada kalian berdua untuk tak pergi kemana mana, selama saya tidak ada di rumah," kata Fadlly lagi..


" dan ingat... jangan biarkan siapa pun masuk ke rumah kecuali keluarga saya, apa kalian mengerti," tanya Fadlly pada dua wanita yang berbeda usia itu.


Amy dan bibi Maya pun mengagguk mengerti...

__ADS_1


__ADS_2