Love Amy

Love Amy
Bag 21 Kampung Halaman Amy...


__ADS_3

Fadlly tersenyum di dalam kamarnya...


" Pasti kamu akan terkejut Amy..." kata Fadlly tersenyum.


Ke Esokan Harinya


07 : 00 wib.....


" Padahal Oma masih kangen sama kamu nak," kata Oma pelan saat mau mengantar Amy pulang..


" Mau bagaimana lagi Oma, Amy harus pulang dulu," kata Amy lembut.


" Ya sudah cepat kemari lagi ya," kata Oma pelan.


" Iya oma," kata Amy sebelum masuk mobil..


" Salam buat ibu dan bapakmu ya my," kata bibi Maya...


" Iya bi, Amy pulang dulu ya Oma, bibi Maya, Asalamualaikum," kata Amy Sebelum pergi...


Amy sudah berpamitan pada Fadlly pagi pagi sekali sebelum Fadlly berangkat kerja, dan jawaban dari Fadlly seperti biasa hanya


" hmmmmmm," saja....


Amy pun meninggalakan kota jakarta menuju kampung halamannya...


Sesampainya di kampung halaman Amy...


12 : 00 wib..


Amy baru saja sampai ke kampung halamannya..


Amy di suguhkan pemandangan indah kampung halamannya...


hawa sejuk yang Amy rasakan sangat menyenangkannya,,


berbeda dengan kota jakarta yang panas dan padat penduduk dan berpolusi.


Mobil mewah milik Fadlly pun berhenti di rumah milik ibu dan bapak Amy...


Ibu dan Bapak menyambut Amy di depan pintu..


" Assalamualaikum," kata Amy lembut saat baru saja turun dan ia pun berlari memeluk ibu dan juga bapaknya yang menyambutnya.


" Ibu .." panggil Amy saat baru saja turun dari mobil..


" Walaikumsalam... anak ibu," kata sang ibu dan memeluk putri kesayangannya itu..


" kumaha kabarna atuh si neng teh," tanya Bapak lembut.


" Alhamdulillah pak, Amy sehat," kata Amy dan memeluk bapaknya juga..


" Oalah...bapak kangen to neng," kata bapak Amy di pelukan putrinya..


" Sama pak, bu, Amy kangen kalian semua," kata Amy memeluk keduanya.

__ADS_1


" Ya sudah bapak temui mang Ujang dulu," kata bapak Amy dan menghampiri mang Ujang yang baru turun dari mobil


" mang Ujang istirahat dulu," kata bapak Amy pada mang Ujang...


Mang Ujang pun turun dan istirahat terlebih dahulu..


ibu dan bapak memang sudah tau perihal hubungan mang Ujang dan bibi Maya dan bapak ibu pun setuju,


" Iya kang," kata mang Ujang pelan..


Amy dan semuanya pun masuk...


Amy pun duduk di ruang tamu sederhana. yang selalu Amy rindukan..


ibu Amy pun membuatkan minum untuk semuanya...


" Terimakasih ya kang, sudah mengantar anak saya pulang,," kata pak adi bapaknya amy pada mang Ujang.


" Sama sama kang, ini kan sudah tugas saya," kata mang Ujang..


bapak dan mang ujang pun berbicara di ruang tamu sedangkan Amy menuju dapur menghampiri ibunya...


" Emy sama Emo belum pulang sekolah ya bu," tanya Amy pelan.


" Emy lagi sekolah pengajian neng, kalo Emo belum pulang." kata ibu Amy pelan.


" oh..." hanya itu yang keluar dari mulut Amy.


" Neng istirahat saja dulu, neng pasti cape kan," kata ibu Amy pelan.


Di Dalam Kamar Amy...


Amy masuk kedalam kamar miliknya yang sempit dan berbaring di sana, ia merindukan suasana kamarnya yang lama ini...


" Sudah lama sekali... kangen banget sama tempat tidur aku yang lama ini," ucap Amy dan ia pun berbaring di kasur yang kerasnya ini.


tok...


tok....


tok.....


" Neng... ini minumnya," kata ibu di balik pintu kamar Amy.


" Masuk bu, gak di kunci kok," kata Amy di di dalam kamar.


ibu Amy pun masuk..


" Ini tehnya neng," kata ibu saat memberikan teh hangat untuk putrinya,


" Makasih ya bu," ucap Amy tersenyum.


" sama sama neng," kata ibu pelan.


" Oia bu, ibu sama bapak mau ngomong apa sih, kayanya penting banget sampai Amy di suruh pulang segala," tanya Amy penasaran.

__ADS_1


" Nanti saja, neng istirahat saja dulu nanti setelah neng sudah tidak cape, baru nanti kita berbicara," jelas ibu Amy dan Amy pun mengangguk.


" Ya sudah neng istirahat saja dulu, ibu sama bapak mau menemani mang Ujang dulu," kata ibu Amy sebelum meninggalkan Amy di kamar seorang diri..


" Ibu sama bapak mau ngomong apa ya, Amy makin penasaran saja," gumam Amy lama kelamaan Amy pun tertidur karena kelelahan.


19 : 00 wib...


Ibu dan bapak belum juga berbicara... sekarang saja sudah menujukan pukul 7 malam,


Mang Ujang sudah pulang dari tadi sore.


Amy tidak tau kalo mang ujang sudah pulang karena Amy tertidur kelelahan...


dan sekarang sudah puku 7 malam pun ibu atau pun bapaknya sama sekali tak berbicara apa apa..


Karena Amy merasa penasaran ia pun bertanya dan disinilah mereka di ruang tamu..


" Sebenarnya ibu sama bapak, mau ngomongin apa sama Amy kayanya penting sekali sampai Amy di suruh pulang segala" tanya Amy langsung di ruang tamu yang terbilang sangat kecil, namun tempat itu bisa membuat semua orang betah lama lama berkumpul di sana..


" Begini neng... tapi bapak sama ibu minta neng jangan marah dulu ya, paling tidak dengarkan dulu apa yang mau bapak sama ibu katakan," jelas sang bapak pada putrinya, dan Amy pun menganguk..


Bapak Amy pun melanjutkan lagi apa yang mau ia katakan..


" Begini...ibu sama bapak mau menjodohkan neng sama laki laki yang dari keluarga baik baik pilihan bapak, dan laki laki ini sangat tampan, bapak dan ibu juga sangat menyukainya.. dan yang paling penting, laki laki ini juga sangat menyukai neng," kata Bapak Amy pelan.


Perkataan bapak Amy membuat Amy membeku,


ia tak bisa mencerna apa yang barusan bapaknya katakan..


( Apa... di jodohkan,) pikir Amy yang baru mengerti arah pembicaraan bapak dan ibunya..


Karena merasa penasaran Amy pun memastikan apakah benar atau tidaknya Pemikirannya itu..


" Maksud ibu sama bapak, Amy di jodohkan," tanya Amy lirih...


ibu dan bapak Amy pun mengangguk.


" Iya nak, beberapa hari yang lalu beliau datang menemui bapak, dan bermaksud untuk meminta lamaran dari bapak," kata Bapak Amy jujur.


" Siapa pak orangnya, apa Amy kenal, apa Amy mengenalnya," tanya Amy berusaha tegar walau mungkin sebentar lagi air matanya akan keluar dari pelupuk matanya.


" Tentu saja neng sangat mengenal betul siapa calon suami neng ini," kata bapak Amy yang benar benar terlihat senang.


Amy yang mendengar bapak menyebut kata calon suami membuat Amy membeku dan terdiam seakan tak suka mendengar kata itu..


( Calon suami,) pikir Amy tak suka.. .


Ingin rasanya ia berteriak pada bapaknya dan mengatakan ia tak mau di jodohkan...


Namun ketika ia melihat ibu dan bapaknya sesenang itu apa daya Amy hanya bisa tersenyum paksa.


" Siapa pak namanya... apa dia orang sini," tanya Amy penasaran.


Walau pun tak suka dengan perjodohan ini setidaknya Amy harus tau siapa nama calon suaminya ini..

__ADS_1


" Beliau bukan orang sini neng, beberapa hari yang lalu beliau datang menemui bapak, dan meminta sama bapak untuk meminta ijin menikahimu," kata bapak Amy senang


__ADS_2