Love Amy

Love Amy
Bag 13 Ke Kantor Fadlly....


__ADS_3

Setelah selesai mandi Amy pun mengirim pesan terlebih dahulu pada majikanya..


📨 Den ini Amy, Amy ke kantor Aden sekarang ya, buat anterin makannya,


✉️ Cepat saya sudah laper,


" Gak sabaran banget sih nih orang," kata Amy mendumel saat melihat balesan dari majikannya..


" bi... Amy pergi ke kantor den Fadlly dulu ya" kata Amy pada bibinya.


" iya my, hati hati ya," kata bibi Maya pelan.


Amy pun meninggalkan rumah dan menuju kantor majikanya..


sesampainya di kantor den Fadlly.


di kantor Fadlly....


" Neng...maafin mamang ya, mamang gak bisa anterin neng sampai masuk kedalam," kata mang Ujang.


" ooh Iya mang gak apa apa, yang penting mang Ujang tunjukkan aja di mana letak kantor den Fadllynya.," kata Amy pelan.


" oh... yang Itu neng gedung kantor nya," kata mang Ujang menujuk kantor Fadlly yang sudah dekat ternyata.


" yang Itu kan mang,," kata Amy lagi dan mang ujang pun mengagguk.


" Mamang ada perlu neng, kalo gak penting mah mamang juga gak bakalan tega ninggalin neng," kata mang Ujang lagi.


" Gak apa apa kok mang, Amy turun di sini saja ya," ucap Amy pelan.


Amy pun turun di dekat kantor Fadlly.


" mang ujang duluan ya neng," kata mang ujang sebelum pergi,


Amy pun mengangguk dan tersenyum lembut.


Amy pun menyebrang menuju kantor Fadlly namun sebelum masuk Amy melihat sosok wanita tua yang tengah tertatih tatih seperti habis terjatuh...


Namun anehnya walaupun banyak orang di sana tak satu pun orang menolongnya.


Amy pun berlari menghampiri wanita tua Itu dan membantunya berdiri...


" Nenek tidak apa apa," tanya Amy saat menghampiri nenek tua yang baru terjatuh atau apalah Amy tak tau,


karena sang nenek tertatih tatih berusaha bangun seperti habis terjatuh.


" Nenek tidak apa apa, terimakasih ya nak," kata wanita tua Itu lembut.


" Sama sama nek, nenek kenapa, apa nenek habis terjatuh," tanya Amy lembut.

__ADS_1


" iya nak, tadi tak sengaja ada yang menyenggol nenek sampai terjatuh," kata sang nenek memerhatikan Amy dan ia tersenyum lembut pada Amy..


" Terus itu yang nabrak neneknya gak nolongin, langsung pergi gitu aja," kata Amy kesal pada siapa yang sudah menabrak nenek lemah ini walau mungkin tak sengaja.


nenek Itu hanya tersenyum melihat kekesalan Amy.


( cantiknya,..).. batin nenek memerhatikan Amy..


( sudah cantik, baik, ramah, benar benar idaman,), batin sang nenek Itu lagi.


" Nenek mau kemana memangnya, kita kesana dulu ya Nek,," ajak Amy lembut dan membawa sang nenek untuk duduk terlebih dahulu di kursi dekat kantor Fadlly..


Amy memperhatikan nenek Itu yang memakai daster dan sandal jepit,


seperti kebanyakan nenek yang sering Amy lihat di kampungnya..


( Orang macam apa yang malah membiarkan nenek ini terjatuh, dan sama sekali tak satu orang pun yang menolongnya. padahal di sini banyak orang lalu lalang,), pikir Amy memperhatikan sekitar banyak orang lalu lalang padahal di situ.


( Apa karena nenek ini berpenampilan seperti ini,),batin Amy kesal pada semua orang yang berpikiran seperti itu.


Amy tak habis pikir pada semua orang yang berpendapat seperti itu...


" Nenek memangnya mau kemana," tanya Amy lagi..


" nenek habis menemui cucu nenek," kata nenek Itu lembut.


" Cucu...cucu mana yang tega tidak mengantar neneknya pulang dan malah membiarkan neneknya pulang sendiri," kata Amy kesal pada cucu yang tidak bertanggung jawab Itu. dan entah siapa cucu nenek Itu,


" Nenek baik baik saja nak, hanya sedikit lecet saja,," kata sang nenek tersenyum..


" cucu nenek Itu orangnya sibuk nak," kata sang nenek lagi.


" Sesibuk apa pun cucu nenek, keselamatan nenek harus di utamakan dan harus no satu," kata Amy lembut


" bukannya malah membiarkan neneknya pulang sendiri, lihat....nenek jadi terjatuh kan," kata Amy kesal pada cucu si nenek tersebut.


" itu sama saja cucu nenek itu tidak bertanggung jawab," kata Amy lagi.


Sang nenek hanya tersenyum mendengar Amy berkata seperti itu tentang cucunya..


" maaf nek, Amy malah ngomel ngomel gak jelas," kata Amy nyengir..


" tidak apa apa nak," kata sang nenek tersenyum..


" Tunggu nek...itu lutut nenek berdarah, nenek tunggu di sini, Amy belikan antiseptik dan betadine dulu ya," kata Amy cemas Saat melihat lutut sang nenek berdarah.


Ia pun berlari ke toko apotek untuk membeli antiseptik dan betadine.


nenek Itu hanya tersenyum melihat Amy yang berlari seperti itu dan sibuk mengurusinya..

__ADS_1


( sudah cantik... baik, sangat cocok untuk cucuku,), batin nenek lagi.


( bawa apa gadis cantik ini, sepertinya kotak makanan,) tanya nenek dalam hati saat melihat kotak makan berada di dekatnya..


Tak lama Amy pun datang membawa air, antiseptik dan betadine.


dengan telaten Amy mengurus nenek Itu.


" Amy bersihkan dulu ya nek lukanya biar tidak Infeksi," kata Amy lembut.


Amy pun membasuh luka Itu pakai air bersih terlebih dahulu,,


" Tahan ya nek, mungkin Ini sedikit perih," kata Amy lembut dan mengoles antiseptik dan betadine pada luka nenek Itu yang ternyata sedikit besar..


Nenek Itu terus saja memperhatikan Amy yang tengah merawatnya dengan telaten.


( benar benar cocok untuk cucuku Fadlly,), batin nenek yang ternyata nenek Fadlly Oma Ambar..


Amy pun membungkus luka Itu pakai kain kasa..


" Alhamdulillah sudah nek," kata Amy lembut.


" nenek mau Amy panggilkan taksi untuk antar nenek pulang tidak," tanya Amy lembut.


" Tidak usah nak, nenek mau telvon Aji saja biar jemput nenek di sini,," ucap nenek Fadlly lembut,


Yang nenek Fadlly maksud Itu supirnya, namun Amy beranggapan kalo yang di maksud nenek Fadlly adalah cucunya..


" Ya sudah kalo begitu, Amy masuk dulu ya nek," ucap Amy lembut.


" Amy gak bisa temani nenek sampai cucu nenek datang, soalnya Amy pasti di tungguin seseorang nek," kata Amy lagi...


" Amy masuk dulu ya nek, Asalamualikum," ucap Amy berlari masuk ke dalam kantor Fadlly...


" Walaikumsalam, apa gadis itu pegawai Fadlly ya," tanya nenek Fadlly pada diri sendiri..


" maaf nyonya saya terlambat," kata sang supir yang baru saja datang.


" tidak apa apa Ji, justru karena kamu terlambat saya bisa bertemu seorang gadis cantik dan baik hati,," kata nenek Fadlly.


" siapa nyonya," tanya Aji supir pribadi sang nenek.


" Astaghfirullah.... saya lupa nanya namanya Ji," kata sang nenek cemas dan kesal pada diri sendiri karena sampai lupa menanyakan nama gadis itu..


" tapi....dia masuk kantor Fadlly, apa gadis itu pegawai Fadlly ya Ji," tanya nenek Fadlly semakin penasaran..


" Saya kurang tau nyonya,," kata supir pribadi Itu lagi..


" sudahlah... kita pulang saja," kata sang nenek pelan.

__ADS_1


"saya harap kita bisa bertemu lagi nak," ucap sang nenek mantap dan menatap kantor Fadlly..


__ADS_2