Love Amy

Love Amy
Bag 94 David yang Pasrah ...


__ADS_3

DI RUMAH ....


Amy terus saja mengingat ingat apa yang di katakan Frans saat itu..


Amy pun kembali Menangis di dalam kamarnya..


Amy merasa Tuhan telah menghukumnya karena Sudah berkhianat pada Fadlly...


dan Lewat Wajah Frans lah Tuhan menghukumnya seperti itu..


" Maafkan Aku Mas Fa, Maafkan Aku," Ucap Amy menangis..


Setahun sudah Amy dan Raffy menikah...Namun tetap saja di dalam hatinya masih tersimpan Nama Fadlly dan Amy tak bisa menggantinya dengan orang lain.


30 MENIT KEMUDIAN...


23 : 00 Wib...


Amy diam diam turun dari kamarnya karena Merasa Haus..


Amy bingung saat melihat Ruang kerja Fadlly Masih menyala, padahal ini sudah malam Amy pikir Mungkin Raffy berada di sana dan ia pun bermaksud menemani Suaminya itu, Belum Juga Sampai ke ruang Kerja Fadlly tak sengaja Amy Malah Mendengar Apa yang di katakan Oma dan Raffy yang tengah berbicara Di Ruang kerja Fadlly.


" lalu apa yang harus kita lakukan,Raff," ucap Oma Sedih..


" Bagaimana Kalo Rumah ini di sita Saat ini juga," Kata Oma Lagi..


( Apa...Rumah Ini akan di sita, Tapi...sama siapa,) dalam Hati Amy bertanya.


Amy benar benar terkejut Saat mendengar kalo rumah ini akan di sita juga...Tapi sama siapa. begitulah pemikiran Amy saat ini..


" Keluarga Sanjaya memberi waktu hanya 6 bulan Dari Sekarang Oma, mau tak mau siap tak siap kita pasti akan di tendang keluar dari rumah Ini." ucap Raffy prustasi...


( Sanjaya,) pikir Amy Kesal mendengar Nama keluarga Sanjaya itu yang sudah menyakiti Keluarganya....


" Uhuk Uhuk Uhuk..." Terdengar Suara Raffy yang terbatuk Batuk..


( Apa Mas Raffy sakit,) pikir Amy saat mendengar suara Raffy yang tengah terbatuk.


" Kamu kenapa Nak, Apa kamu Sakit," tanya Oma Cemas Saat mendengar Raffy batuk Batuk Seperti itu..


" Tidak apa apa Oma, Aku hanya Kecapean Saja, setelah minum obat Nanti juga Sembuh," kata Raffy pelan.


" Ini semua Gara gara laki laki gila itu...kalo saja Laki laki gila itu tak menjual Perusahaan kakakmu, kita tak akan menderita seperti ini," Kata Oma Ambar marah.


" Oma..yang lalu biarlah berlalu.. Mungkin itu memang bukan Rejeki kita," kata Raffy pelan..


" Lalu jika kita keluar dari Rumah Ini Kita akan tinggal Dimana," Kata Oma Ambar Pelan..


Raffy juga bingung memikirkan masalah itu...

__ADS_1


Rumah Oma Ambar yang satunya sAja sudah di sita, oleh pihak Perusahaan Fadlly yang satunya yang menurun Drastis Sehingga Raffy bingung untuk memikirkannya..


" Aku tidak tau Oma," Kata Raffy Yang malah mengusap Wajahnya Karena Frustasi.


" Apa Amy tau Nak, tentang masalah ini," tanya Oma pelan.


" Tidak Oma, Amy belum mengetahuinya," Kata Raffy pelan.


" Kalo Bisa Jangan sampai Amy tau Oma," Kata Raffy pelan.


" Kamu ini Bagaimana, Lama kelamaan Amy pasti tau." Kata Oma lagi..


" Apa lagi Jika Batas Rumah ini hanya 6 bulan Saja, Otomatis Amy juga nanti bertanya tanya kenapa kita pergi dari rumah Ini tiba tiba," ucap Oma pelan.


" Lebih Baik Amy tau Sekarang dari pada dia tau dari orang lain," Ucap Oma Lagi..


" Oma Benar.. Baiklah Nanti aku akan mengatakan semua ini pada Amy," kata Raffy pelan.


Amy diam diam Meninggalkan Oma dan Juga Raffy yang tengah Berbicara..


Amy pun Kembali ke kamarnya dan berpikir..


" Jadi Rumah Ini akan Di sita," Gumam Amy pelan..


" Keluarga SANJAYA, Ah... iya aku harus Menelvon. David kekasihnya Deby.,," Gumam Amy pelan..


" Aku harus Meminta bantuan Pada Deby," Gumam Amy Dan ia pun Menelvon Deby Sahabatnya.


" apa...Di sita," Kata Deby Kaget saat Amy selesai bercerita dan mereka sedang berada di Cafe Inces..


" Iya... Makanya Aku minta Nomer Telvon Pacarmu itu, Agar aku nanti bisa bertemu Pak Antoni," Ucap Amy pelan.


" Kamu mau bicara Apa sama Papi Antoni My," Tanya Deby kaget mendengar Amy yang ingin bertemu Calon Mertuanya.


" Aku hanya ingin meminta pada Pak Antoni agar Rumah Milik Mas Fa tak ia Sita," Kata Amy lirih...


Deby tak tau harus berkata Apa.. ia tak tau harus Mengatakan bagaimana Pada Amy..


" Baiklah...Aku akan memberikan No Kekasihku," ucap Deby..


" Tapi Aku Tidak menjamin Kalo Papi Antoni ini mau menemui mu," Ucap Deby lagi..


" Tak apa apa, paling tidak aku sudah Berusaha untuk membantu Mas Raffy," kata Amy lagi.


Deby pun memeluk Amy Yang sedang sedih itu..


SEMINGGU KEMUDIAN...


Di Tempat lain...

__ADS_1


" Kak...Apa kau tau kalo Kak Amy selalu meneleponku Seminggu ini," kata David saat tengah makan bersama Kakaknya..


Sontak perkataan adiknya itu membuat Frans langsung menatapnya Aneh..


" Kenapa Dia menghubungi mu," tanya Frans Aneh mendengar Amy malah menghubungi David bukan Dirinya..


" Dia menanyakan Apakah dia bisa bertemu dengan Ayah," Kata David tak peduli..


" Ayah, Apa maksudmu, kenapa Amy ingin bertemu dengan Ayah." Kata Frans semakin Bingung saja..


" Jelaskanlah Dav, aku sama Sekali tak mengerti apa yang kamu katakan," tanya Frans semakin Bingung saja.


" Begini... Kemarin Kak Amy meneleponku menanyakan Perihal Rumah yang Kakak sita Itu, yang Kak Amy pikir itu Perbuatan Ayah," jelas David..


" Jadi Maksudmu dia ingin bertemu ayah hanya untuk menanyakan Rumah yang Aku sita Itu," tanya Frans Lagi dan David pun Mengangguk.


" Baiklah...Katakan Padanya Kalo ayah akan menemuinya," Kata Frans tersenyum menyeramkan.


David merasa Aneh melihat Kakaknya yang tersenyum seperti itu..


" Apa kakak Akan menemui Amy," tanya David langsung..


" Kenapa," Tanya Balik Frans singkat.


" Apa kakak Menyukai Amy," tanya David lagi.. Kali ini Frans Menatap Matanya Langsung..


" Kenapa Memangnya kalo Aku menyukainya," Tanya Balik Frans lagi..


" Kak...Amy sudah memilki Seorang Suami, Tak seharusnya Kakak mengganggu Hubungan Mereka," kata David tegas..


" Kenapa Memangnya kalo Dia sudah bersuami, Apa aku tak boleh Menyukainya, Orang yang sudah menikah saja bisa bercerai," tanya Balik Frans..


" Kak...Sadarlah...kenapa kakak seperti ini," tanya David tak Percaya kenapa kakaknya Bisa seperti ini..


" Sadar...Kau pikir Aku Gila Dav," Kata Frans menatap David sinis.


" Aku tak Gila, Hanya Saja Hatiku tak Terima Melihat Gadis yang Aku sukai ini memiliki Laki laki Lain," kata Frans lagi...


" Kak..." Panggil David Cemas.


" Sudahlah Dav, kau tak usah ikut Campur Urusan ku, Kau tidak ingin pernikahan mu dan kekasihmu itu Batal bukan, Jika Kau ingin pernikahan Kau dan Kekasihmu Lancar, Diam lah jangan berkata Apa apa." kata Frans sadis..


" Jadi jangan mencampuri urusanku," ucap Frans Lagi..


David pun terdiam tak bisa melawan karena jika Frans Sudah mengatakan Itu, siapa pun tak akan bisa melawan Kehendaknya..


" Baiklah Aku tidak Akan Mencampuri urusan Kakak, tapi... paling tidak kakak jangan Merusak Hubungan Suami istri yang Tak Salah Apa apa," kata David..


" Tak salah Apa apa, Seharusnya Dari pertama Mereka menikah pun itu sudah salah dan pernikahan mereka seharusnya tak terjadi ," Kata Frans tegas..

__ADS_1


" Apa Maksud Kakak," Tanya David tak percaya dengan apa yang di katakan Kakaknya..


" Aku peringatkan padamu...Aku tak perduli kau itu adikku atau bukan, Tapi...jika Kau Mengganggu urusanku, Kau sendiri pun Akan aku tuntaskan," Kata Frans yang sudah hilang akal..


__ADS_2