
19 : 00 wib...
Amy dan bibi Maya menyiapkan makan di meja makan, sesekali Oma dan bibi saling bercanda saat menyiapkan makan,
membuat Amy tersenyum melihatnya...
" My...panggil den Fadlly makan gih sana," kata bibi Maya pada Amy..
" Iya nak, panggil cucu Oma itu agar makan," kata Oma lembut.
" Iya Oma, bibi," kata Amy pelan dan ia pun menuju ke atas ke kamarnya den Fadlly..
" May...apa kamu tau, kalo Amy mempunyai kekasih di kampung atau dimana lah gitu," tanya Oma saat hanya berdua saja di sana.
" Setau saya, Amy itu jarang berpacaran nyah.. di kampung nya saja Amy mah kerjanya cuma kerja dan kerja saja,," kata bibi Maya.
" Lagi pula orang tua Amy tuh tidak pernah mengijinkan Amy pergi kemana mana, ini saja Amy baru pertama kalinya jauh dari orang tuanya,dan bekerja di jakarta bersama saya," kata bibi Maya lagi.
" Aaah begitu...." kata Oma pelan.
" Jadi Amy ini anak yang berbakti," gumam Oma tersenyum...dan bibi Maya hanya mengangguk.
" Menurutmu may, bagaimana kalo Amy saya jodohkan dengan cucu saya," kata Oma pelan.
" Maksud nyonya den Raffy," tanya bibi Maya.
" Raffy, kenapa dengan Raffy," tanya balik Oma bingung.
" Kata nyonya, nyonya mau menjodohkan Amy dengan cucu nyonya, bukankah yang belum bertunangan hanya den Raffy," tanya bibi Maya semakin bingung karena menurutnya den Fadlly tidaklah mungkin karena den Fadlly sudah mempunyai tunangan..
" Bukan...bukan Raffy, tapi Fadlly," kata Oma pelan.
" Tapi... bukankah den Fadlly sudah memiliki tunangan nyah, non Angel," kata bibi Maya pelan dan mulai kepo.
" Aaaah benar juga," kata Oma tak melanjutkan apa yang mau Ia katakan..
" sudahlah lupakan saja," kata Oma pelan. percuma juga mengatakan itu pada bibi Maya, toh bibi Maya tidak akan pernah faham dan mengerti apa yang mau Ia katakan..
Di Kamar Fadlly....
Amy mengetuk pintu kamar Fadlly pelan...
tok...
tok...
tok...
" Den Fadlly," panggil Amy pelan.
" Masuk," kata Fadlly pelan di dalam kamar.
__ADS_1
Amy pun masuk dan membuka kamar Fadlly lebih lebar..
ternyata den Fadlly habis mandi dan baru saja berpakaian baju santainya...
" Ada apa," tanya Fadlly lembut.
" Itu den, kata Oma aden di suruh makan dulu," kata Amy pelan.
" Oma...kamu memanggil Oma saya dengan sebutan Oma," kata Fadlly mengulangi apa yang Amy katakan.
" Maksud saya nyonya Ambar den," kata Amy mengoreksi kesalahannya karena Amy pikir Fadlly tak suka kalo Amy memanggil omanya Oma.
" Apa Oma yang menyuruhmu untuk memanggilnya Oma," tanya Fadlly lembut dan Amy pun mengagguk.
" baiklah kamu boleh memanggilnya Oma," kata Fadlly lagi.
" Baik den, kalo begitu saya permisi den," ucap Amy belum juga melangkah lengan Amy sudah di tahan Fadlly dan mengurungnya di tembok.
" Aa ad ada yang bisa saya bantu lagi den," ucap Amy gugup karena di perlakukan seperti itu oleh Fadlly laki laki yang sudah mengambil hatinya, dan Ia coba lupakan akhir akhir ini namun bukannya melupakan cinta Amy semakin besar.
" Jadi kamu yang...bilang pada Oma kalo saya tidak bertanggung jawab," kata Fadlly
Mendekatkan wajah tampannya ke wajah Amy sampai nafas Fadlly bisa Amy rasakan di wajahnya..
" Akan saya tunjukan padamu, apa itu dari kata tanggung jawab," kata Fadlly bermaksud menggoda Amy, namun justru malah dirinya yang tergoda pesona Amy..
" A ap apa... a a Aden ngomong apa, saya gak ngerti den," kata Amy pura pura lupa, perihal yang Ia ucapkan saat itu ketika Oma terjatuh..
" bukan kah saat itu kamu mengatakan itu," Kata Fadlly pelan
" Ma maafKan saya den, saya tidak sengaja saat itu," kata Amy meminta maaf.
" lagi pula saya tidak tau kalo, Oma yang saya tolong Itu omanya aden," kata Amy pelan dan meminta maaf dengan menyatukan kedua tangan di depan wajahnya..
" Saya minta maaf den," kata Amy pelan.
Fadlly hanya tersenyum melihat Amy seperti itu.. dan Ia pun mengelus kepala Amy dengan lembut.
" Kamu pikir saya akan memukul mu hmm," kata Fadlly dan mengelus kepala Amy lembut.
" Kamu terlalu banyak nonton sinetron," kata Fadlly berlalu meninggalkan Amy yang diam mematung di sana.
Amy pun mengikuti Fadlly di belakangnya dan menuju tempat makan,
Fadlly pun duduk di sana.
Amy dengan telaten melayani Fadlly dan Oma bersamaan...
setelah selesai Amy pun bermaksud ke dapur namun di tahan suara Oma yang lembut.
" Duduklah di sana, dan makan bersama kami," kata Oma lembut.
__ADS_1
" Tapi Oma," Kata Amy pelan.
( Jadi Oma memang benar benar menyukai Amy, sehingga Oma mengijinkan Amy untuk memanggilnya Oma,) pikir Fadlly tersenyum.
( berbeda sekali dengan Angel, saat Angel memanggil Oma pada Oma, namun Oma malah marah pada Angel dan mengatakan pada Angel kalo ia bukan neneknya, tapi.... Amy.. Oma malah mengijinkannya,) pikir Fadlly lagi..
" Apa kamu tidak dengar apa yang Oma katakan," kata Fadlly ketus dan sedikit galak membuat Oma melotot padanya..
" Jangan membentak cucuku, beraninya kamu membentak cucu perempuanku," kata Oma lebih galak dari cucunya Fadlly.
" Yang cucumu itu aku, Oma, bukan dia," kata Fadlly berpura pura kesal.
" Diamlah... duduklah nak, biar Maya yang duduk di sini," kata Oma Ambar lembut dan tak menghiraukan Fadlly yang tengah cemberut.
" may...kamu juga duduk di sini, kita makan bersama," kata Oma lagi.
Mau tak mau Amy dan bibi Maya pun mengikuti apa kata Oma,
dalam hati Fadlly sangat senang bisa makan bersama Amy lagi...
sesekali mereka berbicara di tempat makan, namun hanya Amy yang diam karena tak mengerti arah pembicaraan mereka...
" Kamu kapan nikahnya to may," tanya Oma pada bibi Maya..
" Maunya sih secepatnya nyah..tapi mau bagaimana lagi, kang Ujang nya maunya nanti habis lebaran," kata bibi Maya pelan.
Fadlly hanya diam mendengar kan pembicaraan Oma dan bibi Maya,
sama halnya dengan Amy, Fadlly juga tidak mengerti arah pembicaraan mereka.
sesekali Fadlly memperhatikan Amy yang tengah diam menunduk...
" Nanti keburu Amy yang nikah duluan loh may," kata Oma membuat Amy langsung memperhatikan Oma dan tersenyum lucu...
" Oma bisa saja... lagian mana mungkin Oma, siapa yang mau nikah sama Amy, coba," kata Amy cengengesan.
" Memangnya kenapa," tanya Fadlly, bukanya Oma yang menjawab jutsru malah Fadlly yang penasaran dengan apa yang di katakan Amy.
" Amy kan orang miskin den, siapa sih yang mau nikahi orang miskin seperti keluarga Amy," kata Amy tersenyum...
( Saya mau,), dalam hati Fadlly berkata namun Ia tak berani mengatakan nya..
" Memangnya kenapa kalo orang miskin My, yang penting ada seseorang yang tulus mencintai kita, iya kan den, nyah," kata Bibi Maya..
" Benar itu may," kata Oma setuju..
Tak lama terdengar suara handphone Amy berbunyi...
" Maaf Oma, Den, bibi Maya, ibu Amy telvon, Amy boleh angkat telvonnya sebentar," tanya Amy sopan,
Semua di sana pun mengagguk.
__ADS_1
dan Amy pun pamit ke kamar..