
" Itu memang benar Tuan, Saya ini menyukai laki laki..." Kata Laki laki itu pada Frans dengan menggoda genit dan memandang Frans dengan tatapan menggoda..
mungkin jika kita yang melihatnya akan sangat merasa jijik..
" Aku sedang tak ingin main main denganmu," kata Frans tajam dan mencekik leher laki laki itu karena Frans merasa jijik di tatap seperti itu..
" Aaghh..." Hanya itu yang keluar dari mulut laki laki itu karena lehernya di cekik sehingga nafasnya ikut tercekik juga.
" Katakan padaku.. Apa yang kau lakukan pada kekasihku saat itu," ancam Frans mempererat Cekikan di leher laki laki itu sehingga membuat laki laki itu tak bisa nafas..
" Tuan...anda bisa membunuhnya," kata Rudy bawahan Frans memperingati Frans agar tak membunuh laki laki itu..
dengan berlahan Frans pun melonggarkan cekikan itu..
dengan rakus laki laki itu mengambil Nafas dengan banyak banyaknya..
laki laki itu juga berpikir kalo pria di hadapannya ini sangatlah berbeda dari Pria Pria lainnya dan laki laki ini juga merasa sedikit takut dengan Pria yang di hadapannya ini..
" Saya memang tak melakukan Apa pun pada gadis itu tuan, saya berkata benar tuan," kata Laki laki itu yang kini mulai merasa ketakutan karena laki laki itu melihat Frans ternyata sangat Kejam..
" Apa kau yakin tak menyentuhnya sama sekali," tanya Frans lagi lebih tajam.
" Saya berani bersumpah tuan...Saya memang tak menyentuh gadis itu, saya hanya di minta Foto bersama dengannya begitu saja," kata Laki laki itu lagi..
" Lalu...kenapa di sana bisa ada darah dan kekasih ku juga Mengatakan kalo kau sudah merenggut kesuciannya.," tanya Frans lagi.
" Darah... Kesucian... tuan saya sama sekali tak tau tuan, saya berani bersumpah kalo saya tak menyentuh gadis itu," kata laki laki itu lagi..
" Saya mohon tuan, tolong percaya pada saya, Jika tuan tak mempercayai nya saya akan buktikan kalo saya sama sekali tak menyentuh gadis itu," kata Laki laki itu lagi..
" aku paling tidak suka bila Wanitaku di sentuh laki laki lain," kata Frans tajam.
" Katakan padaku.. Dibagikan apa saja kau menempelkan tanganmu itu pada kekasihku saat kau di Foto Wanita itu.." tanya Frans tajam.
Frans benar benar marah ketika tangan laki laki itu menyentuh tubuh Amy ketika di Foto..
" Ampun tuan, saya... saya hanya," kata laki laki itu tak tau harus menjelaskan seperti apa pada Frans.
" Sudahlah...Rudy tolong kau urus dia... buat kaki dan tangannya tak bisa menyentuh wanita orang lain lagi," kata Frans tajam sebelum pergi...
" Baik Tuan," kata Rudy pelan..
" tuan ampuni saya tuan..tolong jangan apa apa kan saya tuan, saya mohon tuan," teriak laki laki itu ketika Frans meninggalkannya dengan Bawahan itu..
*********
Frans terus saja memikirkan apa yang di katakan laki laki itu.
ia benar benar tak mengerti dari mana darah itu jika memang laki laki itu tak menyentuh Amy.
__ADS_1
Tak lama Pelayan Frans memberi tau jika ada seseorang yang mencari Amy..
" Maaf tuan...Ada seseorang yang menanyakan Nona Amy," kata Pelayan pelan.
" Siapa," tanya Frans tajam karena ia takut Raffy tau kalo Amy berada di sini...
" Nyonya dan tuan Sanjaya tuan," kata Pelayan itu lagi..
" Ah...Biarkan dia masuk," kata Frans yang mengerti dan tau siapa yang ingin menemui Amy yaitu Deby dan David yang sekarang menjadi Nyonya dan tuan SANJAYA...
dan mereka juga baru pulang dari Honeymoon mereka..
" Di mana Amy kak," tanya adiknya itu pada Frans...
" Jadi kalian sudah kembali," tanya Frans dingin..
" Kak..." kata adik Frans tak sabaran pada Frans.
" Kak Frans..aku mohon aku ingin sekali bertemu Dengan Amy," kata Deby pelan.
" Aku tidak menculik nya jika itu yang kalian Pikirkan saat ini," kata Frans tersenyum..
" dia ada di kamarnya, kau bisa menemuinya di sana," kata Frans pelan..
" di sebelah mana kamarnya kak," tanya Deby lagi..
" Pelayan...Bawa Nyonya SANJAYA menemui Nona Amy," kata Frans pelan.
" Ada apa kak...kenapa Amy bisa tinggal di sini," tanya David Penasaran..
dengan berlahan Frans pun menceritakan pada David..
DI KAMAR AMY...
Tok...
Tok...
Tok...
Dengan berlahan Amy pun membuka pintu kamarnya...
ia benar benar terkejut saat melihat Sahabatnya berada di hadapannya...
" Deby," panggil Amy senang saat melihat Deby berada di sana..
" Amy." Kata Deby yang Membalas pelukan Dari Amy..
" Aku kangen Banget," kata Deby lagi..
__ADS_1
" Sama...aku juga Kangen banget, aku pikir Kamu tak jadi kesini." kata Amy pelan dan ia pun menuntun Deby untuk duduk di Ranjang Besarnya...
" Kenapa Kamu bisa ada di sini," tanya Deby pelan .
" apa yang terjadi, kenapa kamu ada di sini dan tinggal bersama kak Frans," tanya Deby lagi dan ia semakin penasaran..
" Sekarang aku tinggal Di sini," kata amy pelan.
" benarkah.... tadi pagi aku ke tempat tinggal mu ke rumah Kak Fa, namun kata Oma Kamu pergi dari rumah itu, dan karena penasaran aku menelpon mu tadi," kata Deby lagi..
" dan aku sangat terkejut saat kamu mengatakan kalo kamu tinggal di sini," kata Deby panjang lebar..
" Apa Oma mengatakan kenapa aku pergi dari rumah Itu," tanya Amy lirih..
" tidak..Oma Sama sekali tak mengatakan apa pun padaku, cuma Oma Berpesan jika aku menemukan mu aku harus memberi tau nya," kata Deby lagi.
Amy menunduk...
Deby melihat ada yang aneh dengan sikap Amy..
" Amy," panggil Deby pelan..
" Ada apa...ceritalah padaku, aku sahabatmu Bukan," kata Deby pelan dan memegang tangan Amy.
Amy pun dengan berlahan menceritakan semua pada Deby..
Merasa kesal dan marah Deby saat mendengar Amy yang bercerita membuat Deby Marah dan kesal karena perbuatan Keluarga Pratama pada Amy membuat Deby ingin sekali marah pada keluarga itu..
" Demi tuhan Deb, aku sama sekali tak tau siapa laki laki itu," kata Amy menangis..
" Aku juga tak tau kenapa aku dan laki laki itu ada di sana," Gumam Amy pelan.
" yang lebih membuat hati aku sakit...Oma mau pun Mas Raffy sama sekali tak mempercayai ku, bahkan mereka mengatakan kalo aku Wanita Murahan.." kata Amy dan ia pun menutup Wajahnya.
" Bahkan mereka tak mau mendengarkan penjelasan aku terlebih dahulu,dan langsung mengusirku begitu saja, seakan aku ini sampah," kata Amy menangis..
" Aku tau.. Maafkan Aku di saat kamu seperti ini aku malah tak ada di sisimu," kata Deby memeluk Amy..
" ingin sekali aku menghubungimu saat itu, tapi aku tau kau pasti sedang bahagia di sana dan aku tak mau mengganggumu hanya karena permasalahan aku ini.," kata Amy lirih..
" Hanya Pak Frans yang mempercayai ku, hanya dia yang mengerti akan hatiku," kata Amy pelan..
" Aku tau dan aku juga mengerti, Mungkin lebih baik kamu tinggal di sini saja dari pada kamu harus tinggal di luar yang berbahaya," kata Deby panjang lebar..
" Tapi...kamu percaya padaku kan Deb, kalo Aku benar benar tak tau siapa laki laki itu," gumam Amy pelan.
" Tentu... Sesalah apa pun kamu, Aku pasti akan di garda paling depan untuk membelamu, karena bagiku, kamu lebih dari sahabat ku," kata Amy lagi..
" Terimakasih," ucap Amy senang..
__ADS_1
" kamu bilang laki laki itu memfotomu kan, Aku ingin melihat nya, Mana foto Foto itu," kata Deby penasaran..
Amy pun memperlihatkan foto foto tersebut pada Deby,.