
" Jika Memang benar apa yang aku dengar itu benar, Kamu harus hati hati Mbar," kata Dea Memperingati.
" Aku tau de, Dan Aku juga tau siapa keluarga itu," kata Ambar pelan.
" Mudah mudahan Saja apa yang aku dengar tidak terjadi Ya Mbar, Aku gak mau keluarga Kamu dalam masalah dengan Keluarga Sanjaya," kata Dea lagi.
" Apa lagi Jika Berurusan dengan Frans Gunawan Sanjaya," kata Dea lagi.
" Kenapa Memangnya Dengan Dia," tanya Ambar Penasaran Karena Memang Yang Ambar Dengar Kalo Keluarga Sanjaya Itu Sangat Keterlaluan dan Tak pernah Takut Dengan Hukum atau Hal Semacam hukum Lainnya,
" Yang Aku Dengar kalo Anak pertamanya Itu sangat Kejam dan Tak berperikemanusiaan, dan Yang aku tau Juga, jika dia memiliki Musuh pasti dia akan tuntaskan Sampai Akarnya," kata Dea lagi..
" Astaga..." Kata Ambar Kaget jika Di dunia ini masih Saja Ada orang kejam seperti itu.
" Maka Dari itu... aku Memperingati mu lebih dulu Mbar, karena aku takut Agung menyalah artikan kebaikan keluarga Sanjaya," Kata Dea,
" Karena Aku tau betul, siapa Agung mantan menantumu Itu," kata Dea pelan..
memang Oma Ambar tak pernah merahasiakan apa pun Dari Dea, Oma Ambar pasti akan Cerita Apa pun Pada Sahabatnya Itu.
" Kau benar De, Aku pasti akan Pastikan kalo Keluarga ku tidak akan mencari Masalah dengan Keluarga Sanjaya itu," Kata Oma Ambar yakin..
" Mudah mudahan saja ya Mbar," kata Dea pelan.
OMa Ambar semakin penasaran dengan apa yang Dea Katakan..
" Ayo... kita makan dulu, Dari Tadi kita berbicara yang serius Seperti itu," kata Dea pelan.
" Kau benar De, otak aku jadi Rada rada beku karena memikirkan Masalah yang belum pasti ini," kata Ambar lagi.
Oma Ambar dan Oma Dea pun memakan Makanan yang tadi Mereka pesan.
Oma Ambar akan pastikan kalo Keluarga Sanjaya tidak akan menganggu Keluarganya..
Oma Ambar juga tau siapa Antoni itu...
Bukan Hanya Antoni ayahnya Antoni pun sangat di takuti di kota ini...
yaitu Kakek Wisnu Gunawan Sanjaya..
Mereka Memang Keluarga Yang Tak punya Aturan ke Agamaan atau pun Hukum..
Karena yang mereka pikir Dengan Uang dan Kekuasaan bisa mereka Lakukan Apa pun itu.. selama uang dan kekuasaan mereka Miliki...
Namun Oma Ambar tak pernah mengenal Frans Anak pertama mereka..
karena Setau Oma Ambar Frans tak pernah berada di Jakarta,
__ADS_1
jadi Oma Ambar tak pernah Mengenal Sosok Laki laki itu..
15 : 00 wib...
" Sayang.. Oma Sama Oma Dea mau pulang," kata Oma Ambar pada Amy.
" Oh Iya Oma, Hati hati di jalan Ya Oma," kata Amy saat mengantar Omanya kedepan Caffe.
" Belum waktunya pulang ya kalian," tanya Oma Ambar.
" Belum Oma, Tutup Caffe kan Pukul 5 Sore Oma Jadi Masih ada 2 jam lagi." kata Deby pelan pada Oma Ambar.
" Oh Begitu.." kata Oma Ambar pelan.
" Ya sudah Mbar, aku duluan Ya, Itu supir aku udah datang," kata Oma Dea pelan dan mencium Pipi kanan Kiri Oma Ambar dan berpamitan.
" Ingat Mbar, Kalo ada apa apa, Kasih Tau aku," kata Oma Dea sebelum pergi.
" Ya... kalo ada apa apa pasti aku akan menghubungimu, Supir Aku belum datang, Hati hati Ya De," kata Oma Ambar pelan.
" iya... Sayang.. Oma pulang duluan ya Nak," kata Oma Dea pada Deby dan juga Amy.
" iya Oma, Hati hati," kata Amy dan Dea Hampir Berbarengan.
" Ya sudah.. Oma Pulang ya sayang," kata Oma Dea pelan..
Oma Dea Pun Meninggalakan Ambar dan Kedua Gadis Di sana.
" Mang Ujang, tadi kan Oma Ke sini Juga Sama Mang Ujang, tapi tadi Oma Suruh Pulang saja soalnya kan Oma tadi di sini Juga agak lama," kata Oma Ambar.
" Oh... Lalu mang Ujang nya Mana Oma, belum Datang," tanya Amy lagi.
" Masih Di jalan sayang," kata Oma Ambar lembut.
" Kamu gak bareng Oma aja pulangnya," tanya Oma Ambar lagi.
" Gak Oma, lagian kan Amy juga bawa motor ke sininya Oma, lagi pula belum waktunya juga Amy pulang kerja,," kata Amy pelan.
" iya Juga Ya sayang," kata Oma Ambar.
" ya sudah kamu jangan Cape Cape ya sayang kerjanya, Oma Pulang Dulu," kata Oma Ambar Saat Mang Ujang baru datang..
" iya Oma," kata Amy pelan.
" Ingat... Nanti Pulang Kerja bawa motornya jangan ngebut Ngebut Ya Sayang," kata Oma Ambar Lembut.
" iya Oma," kata Amy tersenyum.
__ADS_1
" Ya sudah Oma Pulang Dulu Ya Sayang, Dah...sayang," kata Oma Pelan pada Amy dan Juga Deby sebelum meninggalkan Caffe..
" Sebenarnya Oma kita itu, lagi Ngomongin Apa sih ya," tanya Deby.
" Gak tau aku Juga," kata Amy Ikut penasaran juga.
" Mudah Mudahan tidak terjadi Sesuatu ya My," kata Deby dan Amy pun mengangguk.
16 : 30 WIB....
Caffe Inces Cake akhirnya tutup juga karena semua Bahan sudah habis belum waktunya Tutup Caffe Inces Cake pun Akhirnya tutup juga.
Semua Karyawan sudah pada Pulang..
kini Tinggal Amy dan Deby yang Masih belum Pulang, Amy Sengaja Belum pulang karena melihat Deby belum pulang juga, Akhirnya dia pun menemani Deby terlebih Dahulu..
" Padahal mah Kalo Mau pulang Mah pulang Aja kali My, Gak apa apa kok," kata Deby di ruang kerjanya Yang sedang menghitung dan Menjumlah..
" Gak apa apa.. aku temani kamu, takutnya Nanti Kamu takut sendiri lagi di sini," kata Amy malah Menggoda Deby.
" iiiiiish... emangnya takut Apa," kata Deby mendelik.
" Ya siapa Tau gitu Nanti ada yang ganggu kalo kamu sendirian di sini," kata Amy lagi.
" Iya siapa yang Ganggunya Amy," tanya Deby.
" Hantu," kata Amy cengengesan.
" Jaman Sekarang masih saja percaya Hantu, Hantu tuh Gak ada tau," kata Deby tak percaya Hal mistis seperti itu.
" Memangnya Kamu Gak percaya hal seperti itu ya," tanya Amy.
" Ya ampun My, kamu tuh Hidup di jaman Mana, Sekarang Kan Sudah cangih canggih. Hantu Mana Ada di dunia Ini, kamu mah Jangan percaya hal yang kaya gitu," kata Deby.
baru saja Deby berbicara Seperti itu ada yang menjatuhkan Sesuatu di Ruang Dapur Caffe ini..
Sehingga membuat Keduanya Terlonjak kaget..
" Astaga," ucap Deby Kaget.
" Astagfirullah," Ucap Amy Istighfar..
" apa tuh My," tanya Deby pelan dan sedikit Takut.
" Tikus Kali," kata Amy dan menghampiri suara yang baru saja terjatuh.
" Jangan ke sana My, bagaimana Kalo itu Hantu," tanya Deby lagi.
__ADS_1
" Katanya Gak percaya Gituan," kata Amy Meninggalakan Deby yang ketakutan..
" Aku Ikut," kata Deby yang Malah berdiri di belakang Amy.